Lingkaran Kebencian

Lingkaran Kebencian
19


__ADS_3

Selena merasa leo lama sekali pergi ke toilet sehingga membuatnya gelisah karena menunggunya.


Akhirnya ia berniat untuk menyusul leo ke toilet.


Saat ia beranjak dari kursinya leo datang dan segera menggandeng selena pergi.


Alexa yang berada di belakang hanya menatap pungunggung leo yang semakin menjauh menggandeng wanita lain.


"Kau kenapa lama sekali di toilet." Tanya selena karena ia sampai lumutan menunggu leo kembali.


"Ah- iya tadi toilet sedang ramai jadi aku mengantre dulu." Jawab leo panik dan berbohong.


"Owh.. tumben sekali toilet sampai mengangtre??" Tanya selena merasa ragu dengan jawaban leo


Leo diam sejenak memikirkan jawaban apa yang akan dia katakan lagi??


belum sempat leo menjawab selena sudah


memotong "Ah sudahlah yang penting kau sudah kembali." Ujar selena


"Hhh.. iya kita mau kemana lagi?"


"Entahlah.. akan ku pikirkan dulu sambil jalan hahhahh.."


"Apa kau lapar? Bagaimana kalau mencari makan dulu?"


"ah baiklah.."


Leo berjalan sambil merangkul selena mencari tempat lain.


- Lanjutan di toilet - 


"Kenapa leo? Apa karena sekarang kau sudah bersama dengan wanita itu??" Tanya alexa.


"Iya. Jadi ku harap kau jangan pernah sesekali berniat untuk mengusiknya! Jika kau berani menyentuhnya walau seujung kuku siap- siap saja berurusan denganku." Tegas leo dan meninggalkan alexa.


"Leo... leo... apa kita benar- benar tidak bisa kembali lagi leo.. leo.. aku minta maaf." Alexa mengejar namun di abaikan olehnya.


Alexa tau dirinya sangat bersalah jadi tidak bisa memaksanya untuk kembali seperti dulu.


Apartemen selena


Setelah leo mengantarnya pulang, ia merasa lelah karena seharian berjalan- jalan di mall.


Ia pun merebahkan tubuhnya sejenak di kasur sambil memejamkan matanya.


Tiba- tiba saja ada dering di ponselnya, dengan mata yang masih terpejam selena merogoh- rogoh tasnya yang masih terpasang di tubuhnya untuk mencari ponselnya.


Dengan posisi masih terbaring ia membuka matanya dan melihat pesan yang masuk.


_______________________________________________


□ Bryan


     Besok pagi temani aku bermain golf,


     nanti akan kutunjukkan siapa orang


     yang menerima data- data laptop leo

__ADS_1


     yang sekaligus adalah rivalnya.


                                                     


Selena□


          Baiklah jam berapa kau akan kesini?


□ Bryan


   Jam 9


                                                                       


Selena□                                                        


Okey


_______________________________________________


Keesokannya harinya selena dan bryan datang ke lapangan golf untuk bertemu dengan orang yang menjadi rivalnya leo.


Selena menggunakan kaos polo putih dan midi skirt berwarna biru pastel serta topi berwarna putih diatas kepalanya.


Sedangkan bryan menggunakan kaos polo warna biru pastel dengan bawahan berwarna abu tua, tak lupa juga dengan topinya.


Saat sudah memasuki lapangan golf disana sudah ada seorang pria menggunakan kaos abu muda dengan celana navy sedang berlatih golf sendirian.


Saat pria itu berbalik selena terkejut ternyata Rayn.


"Pantas saja kemarin ia ribut dengan leo ternyata mereka berdua musuh." Gumam selena dalam hati.


Mereka basa basi dan saling menanyakan kabar.


Saat bryan hendak mengenalkan selena kepada rayn, rayn sudah lebih dulu menyapa selena


" hai selena, apa kabar?" Tanya rayn


" baik." Sambil bersalaman dengan rayn


"Owh.. kalian sudah saling kenal?" Tanya bryan


"Dia yang menolongku saat lyora menyerangku." Jawab selena


" oh iya bagaimana dengan lukamu apa sudah sembuh."


"Sudah."


"Oh iya, kalau tidak menyinggung apa hubungan kalian berdua? Setahuku kau sudah punya pacar kan nona sel?" Tanya rayn menggoda selena karena rayn pikir selena seperti wanita pada umumnya yang suka menggoda banyak pria.


"Oh iya aku belum mengenalkan padamu jika dia adalah sepupuku." Jawab bryan


"Maksudmu leo? Kita tidak pacaran hanya dekat saja." Ujar selena


Bryan menatap mata selena untuk meminta penjelasan dari selena tentang situasi yang rayn bicarakan.


Dan selena mengode kan nanti akan dijelaskan, menggunakan matanya.


"owh tidak pacaran mmm... jadi aku masih memiliki kesempatan dong hhhh..?" Gurau rayn yang bermaksud serius

__ADS_1


Dan hanya dibalas selena dengan mengernyitkan alisnya.


Setelah saling menyapa mereka pun memulai permainan golf mereka. Beberapa kali bryan shooting selalu masuk begitupun dengan rayn.


Rayn yang melihat selena hanya berdiri saja dan menonton menariknya untuk mencoba, ia pun mengajari selena cara bermainnya.


Ia memeluk selena dari belakang dan mengarahkan tangannya untuk memukul dengan benar menggunakan stick golf.


Beberapa kali selena mencoba namun selalu gagal.


"Tidak apa- apa jika pertama kali mencobanya memang sedikit susah, nanti jika sudah terbiasa akan menyenangkan." Ujar rayn menyemangati selena


Bryan yang melihat rayn mengajari selena merasa tidak rela karena mereka berdua saling berdekatan.


Bryan yang melihat selena berkeringat membawakannya lap dan air mineral.


"Sudah- sudah istirahat dulu sejenak." Ujar bryan sambil memberikan air mineral yang sudah ia bukakan tutupnya, ia pun membantu selena mengelap keringat yang menetes di lehernya.


Selena yang sedang minum karena kehausan membiarkan bryan membantunya mengelap keringatnya karena ia sudah terbiasa dengan bryan si paling perhatian.


"Kalian sepupu tapi sangat akrab sekali ya.." ujar rayn.


"Yah karena kita sudah bersama sejak kecil jadi aku sudah biasa memperhatikannya dan menjaganya sebagai kakaknya." Jawab bryan


"Owh pantas saja kalian berdua begitu akrab bahkan seperti pasangan kekasih." Ucap rayn sambil membuka air mineral yang diberikan asistennyaa.


Selena yang mendengarnya menjadi tersedak karena sedang minum.


"Uhukkk.. uhukkk.."


bryan segera menepuk- nepuk punggung selena "apa kau baik- baik saja." Tanya bryan


selena mengangguk " hanya terburu- buru minum karena haus." Ujar selena.


Setelah meneguk air mineral rayn membicarakan perihal flashdisk yang tempo hari diberikan bryan.


Ia sudah memutuskannya akan memproduksinya dan sekarang sedang dalam masa pengembangan, pengetesan produknya mengenai komponen- komponen yang akan digunakan pada produk tersebut.


Sedari bryan dan rayn membicarakan bisnis mereka selena menyibukkan diri dengan berlatih golf sendirian.


Ia mencoba memasukkan berkali- kali tetap gagal.


Tiba- tiba bryan menghampirinya dan memeluknya dari belakang dan mengarahkan tangan selena dengan benar.


Selena terkejut dan beberapa saat melamun melihat bryan yang sedang mengajarinya dengan serius.


Ia pun fokus kembali dan mengikuti arahan bryan untuk memberikan pukulan yang santai namun bertenaga.


Pertama mencobanya ia hampir saja masuk, dan merasa kesal karena tinggal sedikit lagi.


Bryan pun menenangkan selena dan menyuruhnya untuk tarik nafas dan mencoba lagi.


Dan yup kali keduanya selena berhasil memasukannya.


Ia melompat- lompat kegirangan dan memeluk bryan dengan melingkarkan tangannya di leher bryan, dan bryan membalas dengan menepuk- nepuk punggung selena dengan satu tangannya.


Setelah bermain golf rayn mengajak bryan dan selena untuk melanjutkan ronde ke 2 ke klub untuk minum namun bryan menolaknya ia beralasan akan pergi ke sebuah acara bersama selena.


" oke baiklah kita lakukan lain waktu saja." Ujar rayn

__ADS_1


"Baiklah, kita pulang dulu bye." Ujar bryan sambil mengangkat telapak tangannya dan selena ikut mengangguk dan pergi.


__ADS_2