LKetulusan Hati Sang Dokter

LKetulusan Hati Sang Dokter
Chapter 10


__ADS_3

Yeoji merasa sedih


"Yahhh padahal aku kan baru saja ketemu dengan dokter ini"ucap yeoji merasa sedih.


"Udah gpp,ya bagus kamu bisa sembuh"kata hana tersnyum pada yeoji.


"Tapi dok,bagaimana jika saya rindu pada mu?"kata yeoji pada hana itu.


"Ya kau bisa datang ke sini membawa makanan untuk hanamu"balas kwan so pada yeoji.


"Ahhhh sip betul,oke hana aku akan ada untukmu,aku juga akan menjengukmu"balas yeoji.


"Yaudah kamu siap-siap aja dulu,bentar lagi kami akan panggil orang tua mu"kata hana.


"Baik dok"


Yeoji mulai pulang bersama ibunya,mereka sangat ramah sekali pada hana.


Jam istirahat,saatnya hana makan,ya mumpung para pasien sudah kelar di atasi dengan baik.


Hana mulai membuka bekal makannya di dalam tas,ia menyimpan di atas meja dan mulai makan.


Lalu datanglah jin wo dan duduk di sebelah hana.

__ADS_1


"Haii"sapa jin wo.


"Hai juga"balas hana.


"Bukan saja cantik,ternyata kau sangat ramah ya"kata jin wo sambil membuka bekal makanan juga.


"Ahhh masa sih?"


"Iyaaa bener,aku gak bohong,kau itu lain dari yang lain"kata jin wo.


"Kau ni bisa saja"hana tersipu.


"Ouhhh jadi gitu ya,jin wo sudah berani meledekku"kata wei duduk di depan mereka.Karena meja nya berhadapan.


"Iya udah kelar,rese banget malah ngurusi kakek tua bangka ke gitu,bisanya ngompol terus "keluh wei pada jin wo karena pasiennya.


"Wei kau harus sabar,memang pekerjaan dokter seperi itu,kau cuma ngompol sedangkan pasien ku muntah darah"cerita dari jin wo membuat hana mual dan muntah.


"Hoekkk....."hana mengelurkan nasi yang sudah ia makan.Ia berlari dan menutup bekal makanannya,dan pergi ke kamar mandi.


"Ehhhh ternyata hana tidak tahan mendengar cerit seperti itu,heheh aku gak tau lo"kata jin wo yang terus menggaruk kepalanya.


"Yah namanya juga dokter baru,dia belum terbiasa dengan hal seperti itu"balas wei yang mulai menyendok nasinya.

__ADS_1


"Ahhhh tentang darah itu kan"


Buk....wei memulul kepala jin wo dengan tangannya.


"Heh,aku ini sedang makan jangan ngomong hal seperti itu"kata wei marah.


"Ahhh tapi kan jangan memukulku juga,kan sakit"balas jin wo membela.


"Hah,kau berani padaku?hah?siapa yang menyurhmu bercerita seperti itu"wei mebalas.


"Sudahlah mulutmu penuh dengan nasi,telan saja dulu jangan ngomong"ucap jin wo yang langsung pindah duduk dan menjauh dari wei.


"Cihh dasar anak aneh"kata wei yang terus melanjutkan makannya.


Sedangkan hana,ia tak tahan mendengar kata darah,atau apapun itu.ia sama sekali belum siap untuk berkaitan dengan darah,sama sekali dia belum siap.


Dia kan sangat takut akan hal itu,namun kenapa dia ingin jadi dokter?ya itu karena hana ingin membanggakan ibunya.Ia berjanji akan terus menolong orang dengan baik.


Wosshhh wosssss hana mengatur napas,ia mengelap bibirnya itu yang habis muntak karena cerita jin wo.


"Okee aku harus bisa"kata hana menyemangati dirinya sendiri.


Tarik napas.....keluarkan secara perlahan.Buatlah dirimu nyaman,santai saja anggap semua tak terjadi apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2