LKetulusan Hati Sang Dokter

LKetulusan Hati Sang Dokter
Chapter 15


__ADS_3

"Haduhhhh ada-ada aja mereka"pikir hana.


Kami para medis mulai melakukan tugas dan perawatan dengan baik,semampu yang kami bisa.


Kwan so berjalan di antara orang-orang yang sakit.Kwan so berjalan begitu tegak,seperti biasa dia sangat angkuh.


"Dok.Kwan so....Dok.kwan sooo"panggil wei dari belakang.


"Ada apa?"jawab kwan so berbalik.


"Kwan so gawat,gawat banget pokonya,pasien kita sedang dalam keadaan kritis,ia sama sekali tak bisa bernafas"kata wei dengan cepat dan mengajak kwan so membantunya.


Kwan so segera datang dan memasuki ruangan pasien 78 yang sesak bernafas,ya sepertinya ia akan memasuki akhir hidup.


Kwan so mengambil setrika setrum,ia menyentrum dadanya agar pasien itu kembali normal seperti biasa.


Kwan so terus saja berusaha,karena pasien itu sudah lemas dan tak bisa apa-apa.


Tiiiiitttttt........pasien itu sudah tertanda meninggal dunia.


"Kwan so...kita harus panggil keluarganya"kata wei pada kwan so.

__ADS_1


"Baik,aku akan segera memberitahunya"jawab kwan so menuju telpon.


Padahal pasien itu sudah sekarat tapi kenapa tidak ada yang menunggu dia.Kasian sekali.


Pasien itu ternyata berumur 57 udah tua sih,dia adalah seorang pria.


Kwan so mulai menelpon keluarganya dan membuat mereka datang ke rumah sakit.


Kwan so dan dokter lainnya membantu membereskan jasad dan data-data pasien ini.


para medis sudah bekerja dengan baik maka jangan pernah di salahkan karena tidak becus,para medis sudah berusaha sekuat mungkin dan sebisa mungkin,tapi memang ajalnya dia untuk mati hari ini.


Ia berjalan dengan wajah tersenyum dan masuk ke dalam ruang ganti,ia berniat untuk mencari pekerjaan paruh waktu di malam hari untuk mendapatkan uang yang lebih,karena pengobatan atau operasi ginjal tidak sedikit.


Wei,jin ho,dan hyun datang juga mulai mengganti pakaian.


"Hei haha,apa kau akan pulang bersama kwan so lgi?"tanya hyun pada hana.


"Ahhh tidak,aku tidak suka menumpang"balas hana.


"Hah jangan sok-soan,tadi kan lu di tumpangi kwan so"balas hyun sewot.

__ADS_1


"Iyaa tapi aku gak minta,dia sendiri yang ngajak dan maksa aku masuk"balas hana pada hyun.


"Tidak mungkin,kwan so tidak seperti itu,kwan so tidak mungkin menyukaimu,dia bahkan tak mau mengajak orang asing masuk ke dalam mobilnya"kata hyun lantang.


"Yaaaa mungkin kwan so suka pada hana"balas jin ho memanasi hyun.


"Tidak...kwan so itu hanya mencintaiku,dia sudah mengatakannya saat kuliah"kata hyun pada jin ho.


"Yaa siapa tau kwan so sudah tak tertarik padamu,dan ia mulai tertarik pada hana"kata jin ho.


"Tidak mungkin!!!"tegas hyun tak suka.


"Sudahlah jangan pada ribut,cuma masalah tentang kwan so juga,udah tau dia cuek,dingin,kejam"kata wei melerai permasalahan mereka.


"Gakk...pokonya kamy hana,jangan pernah sesekali deketin kwan so lagi,jika ia maka aku tak segan akan menghajarmu"hyun mengancam hana dengan serius.


"Maa....maaf"balas hyun menunduk dan pergi.


"Tuhhh kan,lu jangan marah sama dokter baru"jin ho memarahi hyun atas keegosiannya.


"Bodo amat aku gak peduli"balas hyun.

__ADS_1


__ADS_2