
Ibu hana mulai tidur,dan sang ayah pergi untuk membeli makan untuk sang ibu.
Dalam satu malam hana tertidur di rumah sakit menemani sang ibu.
Pukul 12 malam,hana terbangun.Ia berniat untuk pergi ke toilet.
"Aduhhh kebelet"kata hana.
Rumah sakit sangat sepi,tak ada siapapun yang berlalu lalang.
Tap...tap...tap
Hana mendengar langkah kaki dari lorong kanan,bagian icu.
Hana melihat sesosok pria yang menggenakan jaket hitam.Hana sangat terkejut,jatungnya berdetak sangat kencang.
Pria itu berjalan secara perlahan,ia mulai memasuki ruang yang baru saja meminum racun,ia itu istri baru ayah kwan so.
Hana mengikuti langkah pria itu dan memgintip,pria itu langsung memasukinya dengan langkah yang sangat pelan agar pasien itu tak bangun.
Pria itu langsung mencabut infus,dan mematikan semua oksigen padanya.Pria itu menarik bantalnya dan membekam wanita itu dengan cepat.
__ADS_1
Ia menekannya dengan erat,sehingga membuat pasien itu tak bisa bernafas dan mati.
Hana menganga melihat kejadian itu,ia menutup mulutnya karena takut terhadap pria itu.
Hana segera membalik dan pergi meninggalkan pria itu.Namun sayangnya,karena gugup hana terjatuh dan membuat nya bersuara.
Pria itu langsung ke luar melihat dan melihatnya.Ia sadar bahwa ia telah d ikuti,dan di amati sejak tadi.
Hana berlari ketika pria itu ke luar,dan pria itu mengejar hana di dalam rumah sakit.
"Tidakk...plisss aku mohon jangan kejar aku"kata hana dalam hatinya yang takut setengah mati.
Hana terus saja di kejar,ia menekan tombol lift namun sangat lama untuk terbuka.Sedangkan yang mengejar hana semakin dekat,hana mencari jalan pintas,ia membuka pintu dan melewati tangga.Hana berniat untuk memanggil satpam.
"Plisss maafin aku,jangan bunuh aku"kata hana memohon dengan menyepitkan dirinya di pojok dinding.
Pria itu mulai mendekati hana.
"Maaf maaf,aku gak sengaja liat"kata hana ketakutan.
"Hana"panggil seseorang yang tak asing dari suaranya.
__ADS_1
"I...itu"hana segera membuka mata dan berdiri.Ternyata itu adalah kwan so.
"Kaa....kauuu"hana menunjuk arah kwan so.
"Sttttt diam!"ucap kwan so menutup mulut hana.
"Apaan sih,kamu kan dokter ngapain bunuh orang"tegas hana.
"Kamu diam saja,ini adalah urusanku"kwan so mengancam.
"Gakk...pokonya aku harus beri tahu yang lain"hana mulai turun ke bawah melewati tangga.
Namun kwan so menariknya,dan membuat hana terpeluk dari belakang.Kwan so mengeluarkan pisau kecil dan mengelusnya di pipi hana.
"Diamlah hana,jika kau mengatakan ini pada yang lain,jangan harap ibumu bisa kembali"ancam kwan so dengan sangat serius.
"Kamuuu....kok gak adil sih"balas hana yang mencoba melepas pelukan dari kwan so.
"Ingat saja,jika semua ini terbongkar,maka kamu yang akan aku salahkan,bukan saja ibumu,tapi ayahmu juga"ancam kwan so lagi.
Hana hanyalah anak biasa,ia tak bisa berbuat apa-apa.Maka dari itu untuk menyelamatkan ibunya hana harus bisa menjaga rahasia itu.
__ADS_1
"Sudah aku mau pulang,jangan katakan siapapun,aku sudah mematikan cctv,kembali lah pada ibumu"suruh kwan so pada hana yang menangis karena tadi.