LKetulusan Hati Sang Dokter

LKetulusan Hati Sang Dokter
Chapter 12


__ADS_3

Kwan so pun mengantarkan hana sampai rumah.Rumahnya sih tak terlalu bagus,ia tinggal di sebuah gubuk kecil yang dekat rerongsokan.


"Hoekkkk"kwan so mau muntah ketika mencium aroma itu.


"Kenapa?gak suka tempat tinggal ku,yaudah sana aku pulang dulu,byee"kata hana pergi.


"Makasih nya mana sih,dasar cewe gila"kwan so membalas.


"Yodah makasih"


Kwan so segera memutar balik mobilnya,ia mencoba untuk memasuki rumah barunya itu.


Sudah larut malam,kwan so masuk ke dalam sana.Kwan so juga sudah mengisi listriknya,jadi ia tak perlu lagi melihat keadaan di malam hari menjadi gelap.


Kwan so pun masuk....


Kwan so segera membuka rumah baru itu,dengan kunci yang ia pegang atas pemberian pemilik rumah ini yang dulu.


"Hummm.....rumahnya lumayan angker"kata kwan so.


Sekali masuk debu sudah berhambur di mana-mana,dan membuat kwan so menjadi bersin.


"Hachiiiii"kwan so terus menggosok hidungnya karena gatel.

__ADS_1


"Sial,aku lupa pake masker lagi"kata kwan so memakai masker pada mulutnya.


Kwan so berniat membedah rumah ini menjadi lebih bagus lagi,bahkan rumah ini perlu di cat lagi,perlu di perbaruti.


Di rumah Hana.....


Hana berlari masuk ke dalam rumahnya,ternyata benar ayahnya belum pulang,dan ibunya masih belum makan.


"Ibu,maaf hana telat,tadi hana kehujanan"kata hana segera menyimpan tas dan menghidupkan api menggunakan kayu bakar.


Ia mencoba membuat sup untuk ibunya berbaring di sebuah tikar,ia sudah sakit sejak lama.


Hana ingin sekali mengoperas ibunya,karena ibunya memiliki penyakit ginjal,dan hana mau ibunya sembuh.Namun sampai sekarang hana masih belum mewujudkan apa yang dia inginkan.


Hana adalah anak yang baik,dan pintar,makanya dia mendapat bea siswa,dia juga tidak terlalu merepotkan orang tua hana.


Hana segera mengganti pakaian,karena pakaian yang ia pakai tadi sudah basah,takutnya masuk angin.


Setelah itu hana selesai membuat sup,ia segera mengangkatnya,memasukan ke dalam mangkok bersama nasi.


Hana duduk di sebelah ibunya,ia mulai membangunkan ibu dan menyuapinya.Sungguh hana sangat mulia sekali,ia sangat sabar dalam menghadapi penderitaan yang di alami ibunya.


"Ibu,ayo makan dulu ya"kata hana.

__ADS_1


"Hana,gimana awal kerjamu nak?"tanya sang ibu.


"Ya baik-baik saja bu,seneng aja gitu"balas hana tersenyum.


Brakk......terdengar sesuatu yang jatuh dari luar,ternyata itu adalah ayah yang baru saja pulang memulung.


"Ayah pulang"ucapnya sambil membuka topi.


Hana hanya tinggal bersama ayah dan ibunya saja,ia adalah anak tunggal,dari sejak kecil hana terbiasa dengan ibunya yang sakit-sakitan.


"Hana sudah pulang juga ya"kata ayah yang mencari tempat untuk duduk dekat hana.


"Udah ya,ayah makan dulu,hana udah masak,trs nanti ayah ganti baju juga,keliatan basah yah"


"Iya hana,memang anak ayah yang terbaik"puji ayah pada hana nya.


"Heheh ayah bisa aja"


Ohokkk...ohokk...sang ibu batuk lagi,kurasa penyakitnya semakin parah.Hana segera mengambil obat yang berada di samping sang ibu.


"Ibu ayo bu minum obat dulu setelah makan"kata hana khawati.


"Iya hana".

__ADS_1


__ADS_2