LKetulusan Hati Sang Dokter

LKetulusan Hati Sang Dokter
Chapter 23


__ADS_3

Hana membawa beberapa bahan,untuk ia bawa pulang.Hana merasa senang sekali karena bisa membeli beras untuk orang tuanya.


Walapun banyak kendaraan yang berlalu lalang,hana lebih suka berjalan.Apalagi suasana di malam hari sangat indah,pemandangan yang di hiasi lampu kerlap kerlip.Dan binya-bintang menghiasi bumi di malam.


"Sungguh sangat indah"kata hana yang menengok ke atas.


Hana pun sampai di rumahnya....


Ketika masuk ke dalam rumah,hana berharap ibunya merasa senang karena hana membawa beberapa makanan.


Tapi dari luar saja terdengar suara kericuhan di dalam,hana tak segan untuk masuk ke dalam rumah mencari tahu apa yang terjadi.


Ohokk...ohokkkk...ohokkkk..


Sang ibu terus batuk darah,penyakit ibu semakin parah.Ayah yang berada di samping ibu merasa bingung entah apa yang harus ia lakukan.Bahkan obat sang ibu telah habis.


"Ayah....apa yang terjadi pada ibu"kata hana melepaskan barangnya dan berlari menghampiri sang ibu.


"Hana,ibuku sakit keras,karena obatnya habis,jadi mungkin seperti ini"kata ayah bingung yang menahan ibu bersandar.


"Yaudah ayo yah bawa ibu ke rumah sakit"ajak hana.

__ADS_1


"Tapi nak ayah gak punya uang"dengan raut wajah yang sedih.


"Udah gpp ayah,biar hana yang tanggung,sekarang cari taksi dulu"usul hana pada ayahnya.


Sang ayah segera mencari taksi di luar,dan hana mengambil tabungan yang ia punya selama ini.


Hana membantu ibu berdiri dan membawanya ke depan jalan.


Sang ayah sudah mendapatkan taksi,jadi kami cepat-cepat menuju rumah sakit.


"Ibuuu bertahanlah,sebentar lagi sampai"ucap hana memegang tangan ibu yang dingin itu.


Sesampai di rumah sakit,hana meminta tolong kepada para suster untuk menolong ibunya.Sang ibu segera di bawa masuk dan di periksa oleh dokter stap malam.


Hana duduk di kursi tunggu depan ruang ibu hana di rawat.


Tak lama kemudian keluarlah dokter.


"Pakkk gimana kabar ibu saya?"tanya hana dengan cepat pada sang dokter.


"Ehhh kamu dokter di sini juga kan?"tanya dokter pria itu.

__ADS_1


"I...iya pak"


"Syukurlah ibumu baik-baik saja,karena kamu tepat membawanya ke sini,jika tidak ibumu akan mengalami penderitaan yang lebih parah lagi"kata sang dokter.


"lalu...lau gimana dok,apa yang harus saya lakukan"tanya hana.


"Biar rawat saja ibumu di sini,supaya bisa cepat sembuh"kata dokter.


"Tapi dok,dokter tau kan penyakit ibu?"tanya hana.


"Iya tau,emang kenapa?"tanya balik.


"Umhhhhh gak bisa kah ibu saya di operasi dulu,dan gaji saya yang pertama di bayar ke situ saja"kata hana.


"Maaf,kalau soal itu saya tidak tau,dan kurasa tidak,karena dalam operasi memang harus bayar terlebih dahulu"kata sang dokter pamit pergi.


"Oke dok makasih "


Mau gimana lagi,hana harus menunggu sang ibu di rumah sakit,dan besok akan kerja stap malam.


Lalu hana juga harus membelikan obat pada ibunya untuk mengobati penderitaannya secara perlahan,ya setidaknya tidak terlalu parah yang di alami ibunya.

__ADS_1


Hana langsung masuk ke dalam ruangan,dan melihat ibunya yabg berbaring sakit itu.


Sang ibu terus saja tersenyum pada hana untuk memberikan semangat pada dirinya itu.


__ADS_2