
Pagi hari,kwan so masih saja tertidur di dalam kamar milik ibunya.
Kwan so merasa sangat lemas sekali,rasanya hari ini kwan so akan bolos bekerja.
Panggilan telpon berkali-kali dari rumah sakit,yang tak pernah kwan so angkat.Ia malas sekali bergerak,tak ada rasa semangat lagi.
Kwan so mulai bangkit,ia mulai berdiri di depan cermin milik ibunya.
ARGHH......kwan so tak bisa mengendalikan emosinya.Prankkk......kwan so memukul cermin dengan tangannya sendiri.
"Hari ini,mulai detik ini juga!!!aku akan merubah diriku,baik bukan kepribadianku!!aku akan menjadi pembunuh berantai!!! bagaimana pun juga!dan kau ayah!!kau telah merebut kenahagiaan ku,aku akan membuat mu menderita seperti apa yang aku rasakan saat ini"kata-kata kwan so yang memotivasi dirinya menjadi psikopat.
Kwan so mengusap wajah nya dengan darah yang ada di tanganya.Ia sama sekali tak merasakan sakit di tanganya itu.
Kwan so berniat untuk membeli rumah yany besar dan jauh dari perkotaan.Karena operasi pembunuhan di kota bisa saja terdengar jelas oleh mereka.
Kwan mulai duduk di kamarnya,ia mencoba mengambil rokok di dalam laci.Seorang dokter tak boleh merokok untuk menjaga kesehatan nya.
__ADS_1
DI RUMAH SAKIT....
"Akhhh kwon so pasti lagi sedih "kata jin wo yang duduk di sebuah kursi tunggu setelah merawat pasien.
Jin ho datang dengan obat yang akan di berikan pada pasiennya.
"Wahhhh kita ke rumah kwan so saja kah?kita temeni dia setelah selesai"ajak jin ho pada mereka.
"Yaa itu memang mauku,tapi kita banyak sekali tugas,yang jaga stap malam aku gak mau,aku udah sering ya,apalagi ke ruang mayat"kata jin wo dengan rasa malas.
"Ahhh jangan mentang kau kaka senior bisa menakuti ku,aku bisa saja membuatmu tenggelam dalam cinta lautan "ucap kwon so serasa membaca puisi.
Plakk....jin ho memukul kepala jin wo itu.
"Akhhh sakit kak,kenapa kau tega memukulku,bagaimana jika tumbuh penyakit,terus kangker otak,aku gila,aku jadi aneh "kata jin wo melebih-lebih kan perkataannya.
"Jika kau memang ingin melakukan itu maka aku siap membantumu"jawab jin ho yang sibuk memilih beberapa obat.
__ADS_1
"Ahhhhh aku tau kau menyukai kwan so kan?"kata jin wo pada jin ho.
Jin ho langsung membalik dan menatap jin wo dengan senyuman yang manis.
"Jika kau mengatakan itu lagi bukan kepala mu saja yang aku pukul,tapi lehermu juga akan aku penggal"jawab jin ho dengan percaya diri.
"Udah ah kak,aku mau pamit mau liat si hyun dengan tubuhnya yany seksi itu"dengan ekpresi wajah yang misteri.
"Kau ini dokter apa sih,kau datang bekerja atau mencari cinta"
"Ya aku milih dua-duanya,emang kenapa?apa kau iri karena cowok setampan diriku tak suka padamu?"sambil berdiri dan mengusap rambut ke kanan dengan lembut.
Jin ho mengambil suntikan dari loket dan mengarahkan pada jin wo itu.
"Maaf kak,maaf jin wo masih ada tugas"kata jin wo lari terbirit-birit karena ketakutan melihat suntikan yang di bawa oleh jin ho.
"Dasar penakut amat"ledek jin ho.
__ADS_1