Love and Tears

Love and Tears
part sepuluh


__ADS_3

pagi ini, eunha memang sengaja bangun lebih awal dari biasanya, entah itu karna dia saat ini berada dirumah keluarga jeon atau memang sengaja ingin menunjukkan sikap baik dengan bangun lebih awal dari biasanya.


tidak hanya itu bahkan eunha langsung menuju dapur dan membantu para pelayan menyiapkan sarapan, hal yang hampir tidak pernah sama sekali dia lakukan dan tiba-tiba saja dia melakukannya hari ini meskipun sedikit melakukan kesalahan.


"bibi....apa jieun memang selalu bangun terlambat seperti ini?" tanya eunha seraya menyiapkan jus untuk semua orang.


"tidak...terkadang nona jieun bangun lebih awal dan menyiapkan langsung sarapan untuk suaminya, tetapi akhir-akhir ini semenjak kematian ayah kalian dia sedikit terlambat, bahkan dia selalu melamun dan menangis, itu membuat tuan jeon bersedih"


"tsk....berlebihan sekali ( umpat eunha dalam hati) hm...seharusnya dia tidak boleh seperti itu, mengabaikan suami adalah perbuatan dosa"


"tuan jeon mengerti semuanya....bibi lihat tuan jeon sangat mencintai nona jieun"


 akulah wanita yang  seharusnya jungkook cintai...bukan jieun, aku benar-benar membenci jieun, dia memiliki segalanya yang tidak aku miliki.


"hingga saat ini mereka belum bangun juga.... hm.. baiklah akan kuhantarkan sarapan ini untuk mereka berdua" ucap eunha seraya menyiapkan sarapan untuk jieun dan juga jungkook


"bibi rasa itu tidak perlu....sebentar lagi mereka pasti akan bangun, kau tau nak sedikit terlambat ketika pernikahan kalian masih terhitung baru itu sangatlah wajar..."ujarnya dengan tersenyum geli membuat eunha kesal mendengarnya dan itu membuatnya semakin ingin mengganggu mereka.


tidak memperdulikan bibi pelayan itu eunha tetap menyiapkan nampan berisi sarapan untuk jieun dan jungkook kemudian membawanya kekamar mereka.


tok tok tok !!!


"eunha? mau apa kau didepan kamar mereka, dan apa yang kau bawa itu" tanya nyonya gyuri yang kebetulan lewat didepan kamar jungkook dan jieun


"ah bibi...ini ( menunjukkan nampan yang berisi makanan ) sebagai rasa terima kasihku karna sudah mengizinkanku tinggal disini, aku menyiapkan sarapan untuk mereka berdua dan juga bibi"


"ah kau baik sekali sayang ( mengelus pipi kanan eunha ) tapi bibi rasa tidak perlu mengganggu tidur mereka, biarkan mereka turun dengan sendirinya, selama ini tidak ada yang bibi izinkan untuk mengganggu mereka, kau tau sayang, sepasang suami istri memang membutuhkan waktu yang lama untuk bangun "


sialan !!! tidak dibawah, tidak disini mereka selalu saja mengucapkan kata kata yang membuatku kesal!!!


"ah baiklah bibi" ucap eunha pasrah, meskipun dalam hati ia mengumpat kesal, untuk apa pagi pagi bangun menyiapkan semua ini jika akhirnya aku tidak bisa memberikannya langsung pada jungkook, ah menyebalkan!!!.


"kalau begitu ayo, kita sarapan bersama" ajak nyonya gyuri


"bibi duluan saja, aku akan memanggil ibuku dulu"


"baiklah kalau begitu, bibi tunggu dibawah sayang" 


"iya bibi" ucap eunha dengan tersenyum, namun begitu nyonya gyuri meninggalkannya wajahnya lantas berubah seperti ingin membunuh seseorang, dengan kesal dia beranjak dari kamar jungkook menuju kamar miliknya dan membangunkan ibunya yang masih terlelap.


_


wajah cantik sang istri menjadi candu bagi jeon jungkook disetiap bangun tidurnya, jika jatuh cinta disebut suatu kesalahan maka jungkook sudah melakukan kesalahan berkali kali karna setiap harinya fia terus jatuh cinta pada istrinya setiap kali dia melihat wajah teduh sang istri pada saat tertidur.


"jeon... kau sudah bangun? mengapa tidak membangunkanku, aku sudah terlambat untuk menyiapkan kalian sarapan" ucap jieun yang bergegas untuk bangun dari tidurnya namun jungkook menahannya dan kembali membaringkan tubuh mungil itu disisinya dan memeluknya begitu saja membuat jieun malu.

__ADS_1


"jeon ..apa yang kau lakukan?" tanya jieun gugup ketika jungkook mulai meneggelamkan wajahnya di bagian ceruk lehernya, hembusan nafas dan bibir jungkook yang menyentuh permukaan kulit lehernya membuat jieun semakin gugup.


"apa hanya sarapannya yang penting?"


"ma...maksudmu?"


"apa suamimu ini tidak penting bagimu, hingga kau selalu melantarkannya setiap pagi?"


"menelantarkan? tapi aku tidak...."


jieun menghentikan ucapannya kala jungkook memutar tubuhnya menghadapnya.


"maksudku...setiap pagi kau hanya memikirkan sarapan ketika kau bangun hingga kau melupakan sesuatu yang penting"


"pe..penting?" tanya jieun tidak mengerti


cup


"morning kiss! mulai hari ini dan seterusnya kau harus memberiku morning kiss setiap paginya, kau mengerti bukan?" bisik jungkook dengan lembut tepat ditelinga jieun


"a..aku mengerti" ujar jieun malu


"sekarang....ayo kita mandi"


"kenapa?"


"t-tapi bukankah kita...."


"kita bahkan bisa melakukan lebih dari hanya sekedar mandi bersama, kau tidak lupa kan kalau kau adalah istriku? aku berhak atas dirimu sayang..."


"t-tentu saja aku tidak lupa, kau adalah suamiku"


"kalau begitu ayo mandi...jika tidak orang orang akan menunggu kita lebih lama lagi"


jungkook menarik tangan jieun menuju kamar mandi, kegugupan mulai melanda jieun, apa yang akan terjadi dikamar mandi selanjutnya, dia benar benar gugup memikirkan hal ini.


jungkook mulai membuka bathrobenya dan menampilkan tubuh atletisnya yang polos tanpa sehelai benang pun yang melekat ditubuhnya dengan refleks jieun menutup matanya, jungkook hanya tersenyum melihatnya kemudian memasuki bathub.


"sampai kapan akan berdiri disana, ayo kemarilah" 


"i..iya.." dengan gugup jieun perlahan lahan membuka bathrobe miliknya, jungkook tidak dapat mengalihkan pandangannya dan tidak berhenti untuk terus memuji keindahan lekuk tubuh sang istri. dengan perasaan gugup jieun masuk kedalam bathub dengan membelakangi jungkook.


"kenapa membelakangiku ( jungkook memeluk tubuh jieun dari belakang hingga membuat darah jieun berdesir hebat ketika kulit mereka saling bersentuhan langsung.


ada apa dengan jeon hari ini mengapa dia bersikap sedikit aneh

__ADS_1


"j-jeon kurasa kita harus segera mandi,  mungkin saja orang-orang sedang menunggu kita untuk sarapan"


"biarkan saja! aku ingin sedikit lebih lama bersamamu, apa kau tidak mengerti?"


"eoh?!"


"aku ingin bersamamu sayang... mengapa kau tidak mengerti juga" jungkook kemudian menyandarkan tubuhnya kepinggiran bathtub seraya memeluk tubuh mungil itu dan menutup matanya menikmati kehangatan dipagi hari ini ditengah-tengah cuaca yang sangat dingin.


"t-tapi yang lain pasti sedang menunggu kita dibawah" ujar jieun yang sangat sangat gugup


"kapan kau akan berhenti memikirkan orang lain dan hanya memikirkanku sebentar saja" jungkook kembali membuka matanya dan menatap jieun, membuat jieun dengan cepat memalingkan wajahnya , dia tak sanggup untuk menatap jungkook saat ini.


"a-aku akan memikirkanmu"


"kalau begitu apa kau tau keinginanku saat ini?" jungkook memalingkan kembali wajah jieun menatapnya.


Jieun benar-benar gugup mendengar ucapan jungkook, dia bukanlah gadis yang polos hingga tidak mengerti kemana arah pembicaraan jungkook.


"k-kau..."


"aku pernah berjanji bahwa aku tidak akan pernah menyentuhmu sebelum aku mencintaimu, dan sekarang aku akan mengakhirinya, karna aku telah jatuh cinta padamu , aku sangat mencintaimu jeon jieun, aku ingin memilikimu seutuhnya" ujar jungkook yang perlahan lahan mengikis jarak diantara mereka kemudian menarik tengkuk sang istri dan mencium lembut ranum itu, secara refleks jieun menutup matanya dan mengalungkan tangannya keleher jungkook.


"jeon, apa tidak masalah melakukannya dipagi hari?"


"pagi atau malam sama saja , lagipula cuacanya sangat mendukung" ujarnya dan kembali menyatukan bibir mereka, melumatnya dengan lembut.


Tanpa melepas pangutannya , jungkook mengangkat tubuh mungil itu kembali ke kasur empuknya dan membaringkannya hingga saat ini posisi jungkook berada diatas jieun dan masih setia ******* bibir ranum itu, sesekali dia mengigit gemas bibir istrinya.


Lenguhan tertahan keluar begitu saja dari bibir jieun ketika jungkook mulai menciumi area lehernya bahkan pria itu dengan rakusnya menciumnya, menjilatnya, mengisapnya bahkan dia tidak segan-segan menggigit pelan leher jenjang sang istri hingga membuat sang empunya merasakan sensasi yang amat sangat memabukkan.


Ach jeon


Lenguhan jieun semakin jelas terdengar kala ciuman jungkook mulai menurun kearah perut ratanya dan membiarkan lidahnya itu bermain disana


Ah


Sementara lidah jungkook bermain main diarea pusar jieun , tanganya tak tinggal diam dia meremas dengan gemas dua benda kenyal milik jieun, hingga membuat jieun kehilangan kesadarannya, dia benar-benar mabuk akan sentuhan sentuhan suaminya itu


Ehmpptt


Ah


Setelah merasa cukup, jungkook sedikit membuka kedua kaki jieun dengan lebar agar memudahkannya untuk memasuki inti dari aktivitas mereka ini. tidak perlu izin lagi untuk memulainya sebab bahasa tubuh keduanya sudah menunjukkan bahwa mereka saling menginginkan sentuhan satu sama lain. pagi itu jieun menyerahkan segalanya apa yang sudah menjadi hak suaminya dan saat itu juga dia sudah menjadi istri yang seutuhnya untuk suamnya. jieun bahagia


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2