Love and Tears

Love and Tears
part tiga


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak pertemuan jieun dan nyonya gyuri akhirnya tepat hari ini nyonya gyuri memutuskan untuk mendatangi rumah jieun dan melamar gadis itu untuk putra kesayangannya, dikarenakan jungkook sedang sibuk jadi dia tidak bisa hadir diacara lamaran itu dan mempercayakan semuanya pada ibunya.


Nyonya gyuri benar benar tidak ingin salah langkah hingga akhirnya ia memutuskan untuk kerumah jieun hanya dengan menggunakan taxi dan tak lupa ia hanya berdandan layaknya orang yang sederhana tanpa memakai perhiasan satupun di tubuhnya seperti biasanya, dia melakukan semua ini semata mata untuk jungkook , dia ingin agar kelak gadis yang menikahi jungkook tidak hanya memandang harta kekayaannya melainkan mencintai anaknya sepenuh hati.


"Bibi ahn, apa aku sudah benar melakukan ini?"


"Tentu saja nyonya, selama seminggu terakhir ini kita sudah berusaha mencari informasi tentang jieun, jadi kurasa ini ide yang bagus untuk mengetahui apa ibu tirinya juga sebaik nona jieun, jadi semua ini perlu nyonya"


"Sepertinya kau benar, baiklah apa taxinya sudah datang?"


"Sudah nyonya"


"Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang, kau tau aku sudah sangat tidak sabar ingin menjadikan gadis itu menantuku"


Beberapa menit kemudian nyonya gyuri dan bibi ahn sampai dikediaman jieun dan tidak lama setelah itu eunha datang membukakan pintu karna kebetulan jieun sedang mencuci pakaian sehingga mengharuskannya untuk membuka pintu itu sendiri.


"Kalian siapa??, mau minta sumbangan yah, pergilah! Disini tidak menerima sumbangan" ucap eunha kemudian ia ingin menutup kembali pintu itu namun ditahan oleh nyonya gyuri


"Tunggu sebentar, kami datang bukanlah untuk meminta sumbangan"


"Terus?? Kalian kesini ada urusan apa? Seingatku, aku tidak pernah mengenal bibi sebelumnya, dan  biasanya setiap tamu ibuku yang datang aku mengenalnya, jadi bibi ini siapa?"


"Gadis ini benar benar tidak sopan" bisik bibi ahn pada nyonya gyuri


"Sudahlah tidak apa apa"


"Hei bibi kau membicarakanku yah??" ucap eunha kesal melihat bibi ahn membisikkan sesuatu ke telinga nyonya gyuri.


"Sayang siapa yang datang...?"


"Aku tidak tau ibu, apa ibu mengenal mereka"


"Kalian siapa yah?" tanya nyonya jung


"Ah begini kami datang kesini dengan niat yang baik, kami ingin melamar putri anda yang bernama jieun"


Seketika nyonya jung dan eunha saling menatap satu sama lain, mereka tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, tanpa harus bekerja keras untuk mengusir jieun dengan cara mencarikannya calon suami akhirnya mereka mendapatkannya tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun.


"Kalau begitu masuklah" nyonya jung mempersilahkan nyonya gyuri masuk kedalam rumahnya dengan sangat ramah


"Jieun ada dimana??"


"Jieun?, kurasa dia sedang bersantai dikamarnya, hem sayang sebaiknya kau pergi keatas dan suruhlah jieun turun kebawah" ucap nyonya jung pada eunha, dengan senang hati eunha mengangguk dan berlari memanggil jieun.


Nyonya jung melirik nyonya gyuri dari atas sampai kebawah, tidak lama kemudian ia tersenyum melihatnya


"Ini sangat cocok untuk jieun hahahhaa, aku tidak perlu susah-susah mencarikannya pria miskin, hanya duduk bersantai dirumah pria miskin itu datang sendiri hahaha" ucap nyonya jung dalam hati.


"Hem bagaimana anda bisa mengenal putriku?"


"Ah , itu saya pernah bertemu dengannya dipasar tradisional , putri anda sangat baik dan sopan"


"Baik apanya, dia hanya bisa menyusahkanku____ ah, maksudku yah putri putriku memang sangat baik dan sopan, saya mendidiknya dengan benar"


"Ah, begitu" ucap nyonya gyuri kemudian melihat bibi ahn seakan ingin mengatakan jika semua putrinya sangat sopan lalu kenapa putrinya yang bermata bulat itu mengusirnya dengan cara yang sangat tidak sopan.


"Hem putra anda dimana? Mengapa ia tidak datang?"


"Dia sedang sibuk , dan dia minta maaf karna tidak bisa datang"


"Orang miskin seperti mereka, sibuk dengan apa?" monolognya dalam hati


"Ah, tidak masalah dia tidak perlu meminta maaf jika memang dia sedang sibuk, hem apa suami anda juga sedang sibuk, aku tidak melihatnya?"


"Suamiku sudah meninggal 5 tahun yang lalu"


"Maafkan aku, aku pikir ....."

__ADS_1


"Tidak apa apa" ucap nyonya gyuri dengan tersenyum ramah.


_


"Hei kau ! ibu memanggilmu keluar"


"Tapi aku sedang sibuk, katakan pada ibu begitu aku selesai membereskan pakaian ini, aku akan segera keluar menemuinya" ucap jieun sembari mencuci baju menggunakan tangannya, karna ibu tirinya itu tidak akan membiarkannya menggunakan mesin cuci dengan alasan menghemat air dan juga listrik.


"Tidak bisa! kau harus keluar sekarang dan bertemu dengan calon mertuamu"


"Apa!Calon mertua? apa maksudmu?" tanya jieun


"Ya ampun cinderella kita ini belum tau yah jika dia akan dinikahkan hahahahahahha"


"Bagaimana bisa aku akan nikahkan, aku bahkan belum lulus kuliah" ucap jieun dengan keterkejutannya


"Kuliah?, bukannya ibu menyuruhmu berhenti kuliah! Jangan mengada-ngada cepat keluar!" menyeret jieun keluar menemui ibunya dan juga kedua tamunya itu.


Pada saat jieun keluar dan menemui ibunya ia melihat nyonya gyuri dan juga bibi ahn , ia lantas memberi salam pada keduanya dan menatap keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Apa ibu memanggilku"


"Duduklah sayang" ucap nyonya jung selembut mungkin


"Kau mengenal mereka berdua bukan?" tanya nyonya jung


"Iya aku mengenal mereka berdua" ucap jieun kemudian tersenyum melihat nyonya gyuri dan juga bibi ahn


"Nyonya gyuri ini datang kesini dengan maksud ingin melamarmu untuk putranya dan ibu sudah menerima lamarannya"


"Apa me...menikah?, tapi bu ak..." jieun menghentikan perkataannya kala nyonya jung mencubit pinggangnya hingga ia meringis kesakitan.


"Akhhhw"


"Jieun sayang ada apa?" tanya nyonya gyuri


"Ah, begini jika anda tidak keberatan, aku ingin pernikahan mereka berdua dipercepat saja, bagaimana?" usul nyonya gyuri yang memang sejak dulu sangat menginginkan seorang menantu.


"Bagaimana mungkin aku keberatan, aku sangat setuju dengan usulanmu, kita bahkan bisa menikahkan mereka hari ini, besok atau kapanpun yang anda inginkan" ucap nyonya jung dengan sangat antusias dan melihat eunha seakan memberi kode misi berhasil dengan begitu cepat.


" ah, benarkah?, kalau begitu aku akan mempersiapkan semuanya, kita akan menikahkan mereka tiga hari lagi, bagaimana sayang apa kau menyetujuinya?" tanya nyonya gyuri


"Bi....bi.. A..aku ti..." lagi lagi nyonya jung mencubit pinggang jieun dan memberinya tatapan mematikan seakan siap menerkam jieun jika tidak menuruti perintahnya.


"Terserah bibi saja" ucap jieun pasrah, ia kemudian pamit kekamarnya.


"Tuh kan..jieun menyetujuinya, para gadis memang suka malu-malu, habis menyetujuinya pasti akan berlari menuju kamarnya"


"Hehehe anda benar, baiklah kalau begitu aku anggap kita semua sudah sepakat dan pernikahan akan diadakan tiga hari lagi"


_


"Jeon, kemarilah" ucap nyonya gyuri ketika melihat jungkook yang baru saja pulang dari kantor.


"Ada apa ibu, aku lelah"


"Dia telah menyetujuinya"


"Siapa?"


"Calon istrimu?, dia menyetujuinya dan kalian akan menikah tiga hari lagi"


" apa!!, tiga hari lagi?" jungkook benar benar terkejut dengan ucapan ibunya, ia benar benar tidak menyangka ibunya itu telah menyiapkan pernikahannya itu sampai sejauh ini.


"Kenapa kau terkejut, bukannya kau sendiri yang bilang terserah ibu saja! Makanya ibu mempercepat, lagipula dia sangat baik dan cocok untukmu"


"Tapi aku tidak menyangka akan secepat ini ibu"

__ADS_1


"Sudahlah sayang, kau pasti akan menyukainya, ibu mempunyai fotonya apa kau ingin lihat?"


"Tidak usah ibu, mengingat dia menyetujui pernikahan ini tanpa berfikir panjang, aku sudah bisa menebak seperti apa wajahnya" ucap jungkook


"Entah itu karna dia  menginginkan harta, atau karna dia tidak punya pilihan lain" ucap jungkook dalam hati


"Kau ini bagaimana, lihatlah dulu, hanya dengan melihat wajahnya kau pasti bisa menebak gadis seperti apa dia ini"


"Huuhh baiklah" ujar jungkook malas


" gadis itu tidak suka berfoto, jadi ibunya memberikan ibu foto lamanya , ini lihatlah"



" tidak ada yang menarik untuk dilihat, tidak begitu cantik, tidak seksi, pendek dan stylenya ........tentu saja biasa saja" gumam jungkook


"Kau bilang apa?"


"Ah , tidak ibu dia terlihat sangat manis"


"Ibu bilang juga apa, jieun memang sangat manis dan dia terlihat sangat cocok denganmu"


"Hehehe, iya iya baiklah ibu, aku mau kemarku dulu" pamit jungkook


"Ini bawalah foto istrimu, kau bisa melihatnya jika kau merindukannya" goda nyonya gyuri


"Ibuku ini benar benar sudah gila" setelah mengambil foto itu jungkook pun melangkahkan tungkainya menuju kamarnya.


_


Malam ini nyonya jung memberitahukan kepada suaminya jika jieun akan segera menikah, awalnya tuan minki tidak menerimanya bagaimana bisa jieun menikah disaat ia sendiri belum lulus kuliah namun kepintaran nyonya jung memutar balikkan fakta membuat suaminya itu hanya bisa pasrah


"Ayah kecewa sama kamu jieun"


"Ayah?"


"Bagaimana bisa kamu melakukan hal sekeji itu, ayah pikir kamu anak yang baik dan selalu taat akan ajaran ayah, tapi bagaimana bisa kau mengecewakan ayah dengan hamil diluar nikah ! "


"Hamil?" ucap jieun bingung , ia kemudian menatap nyonya jung dan eunha, keduanya hanya tersenyum sinis menatap jieun.


"Ayah..aku"


"Kau ingin bicara apalagi jieun! Kau ingin membuat ayah tambah sakit huh ! , dengan melakukan perbuatan keji itu kau sudah sangat menyakiti ayah" ujar eunha


"eunha tapi aku...."


"Sudah cukup jieun, jangan membela diri untuk perbuatanmu itu, sebaiknya kau keluar dari sini, kau hanya akan membuat ayahmu tambah sakit" ucap nyonya jung


"Tapi aku...ayah aku minta maaf, tapi sungguh aku ti.."


"Sebaiknya kau keluar jieun, ayah tidak ingin melihat wajahmu lagi, urus saja pernikahanmu itu dan segera tinggalkan rumah ini, ayah benar benar kecewa padamu"


"Ayah bagaimana bisa kau berkata seperti itu ayah...aku.."


"Eunha, tolong suruh gadis ini keluar dari kamar ayah"


"Baiklah ayah, ayo" eunha kemudian menyeret paksa jieun keluar dari kamar ayahnya.


"Ayah...dengarkan aku...ayah..."


"Hem dia sudah mencoreng arang kewajah kita, dia benar benar memalukan" ucap nyonya jung yang semakin memanas manasi suaminya, namun sedetik kemudian ia tersenyum senang.


"Eunha~ya, apa yang telah kalian katakan pada ayah, mengapa ayah mengira aku ini hamil, aku bahkan tidak pernah bertemu dengan pria itu bagaimana bisa aku hamil"


"Inilah hidup sayang, kau terima saja nasibmu yang sial itu hahaha" ucap eunha kemudian meninggalkan jieun sendirian.


"Ayah, mengapa tidak mempercayaiku, aku tidak mungkin melakukan hal sekeji itu ayah"

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2