
jungkook terus memandangi sang istri yang sedang bersiap siap setelah adegan panas mereka tadi, jieun yang merasa sedang diperhatikan oleh jungkook merasa sangat malu , bahkan dia menjadi semakin malu ketika menutupi jejak merah keunguan yang jungkook tinggalkan di lehernya dengan foundation.
"kenapa terus menatapku?, kau duluan saja kebawah, kau sudah terlambat untuk sarapan bukan?"
"tidak apa apa...aku akan menunggumu, bukankah kau juga belum sarapan?" jungkook yang semula berbaringan diatas kasur kini beranjak dari tempatnya dan menghampiri jieun dimeja rias membuat gadis itu semakin memerah karna ulah suaminya ini.
"ke..kenapa?" tanya jieun gugup
"aku akan membantumu"
"eh? t-tidak usah..biar aku saja, aku akan sangat berdosa jika membiarkan kau melakukan ini"
"sayang....tentu saja ini tidak akan membuatmu berdosa karna suamimu yang tampan ini ingin melakukannya untukmu" jieun sedikit tersentuh mendengar ucapan jungkook alhasil ia hanya bisa menunduk malu seraya tersenyum.
"sini....biar aku membantumu"jieun menatap jungkook dari pantulan cermin dihadapannya, jungkook perlahan-lahan mulai menyingkirkan rambut jieun dan mengoleskan foundation kearea tertentu.
"terima kasih"
"untuk?" tanya jungkook
"untuk semuanya" ujar jieun malu
"dalam hubungan suami istri tidak ada kata terima kasih, apa kau mengerti?" ujar jungkook dan jieun hanya mengangguk malu
"sekarang ayo kita turun kebawah, mereka pasti sudah menunggu sangat lama karna ulah kita" goda jungkook yang sukses membuat pipi jieun bersemu merah.
jungkook dan jieun turun kebawah dan menghampiri semua orang yang terlihat sedang berkumpul di meja makan.
"pagi semua, maaf menunggu lama" ucap jungkook tanpa merasa bersalah bahkan ia dan jieun langsung saja duduk dan menikmati sarapannya tanpa melihat ekspresi wajah nyonya gyuri yang menatap curiga pada mereka berdua.
"kenapa kalian lama sekali? ibu jadi curiga pada kalian berdua" goda nyonya gyuri membuat jieun merasa sangat malu pada mertuanya itu dan yang lainnya.
"ibu...sepasang suami istri memang membutuhkan waktu yang lama untuk bersiap siap" ujar jungkook santai hingga jieun sedikit menyikut lengan suaminya itu.
"kenapa...aku mengatakan yang sebenarnya sayang" bisik jungkook, eunha yang sedari tadi melihat keduanya merasa sangat kesal.
"tapi itu tidak sopan jeon" bisik jieun balik namun jungkook hanya menanggapinya dengan tersenyum.
"apa mereka melakukannya?" monolog eunha dalam hati seraya memberikan tatapan kebencian pada jieun, ingin rasanya dia mencabik-cabik wajah bahagia jieun saat ini juga namun ia harus berusaha bersabar hingga waktunya tiba nanti.
"baiklah, sekarang sebaiknya kita mulai sarapannya, kita sudah sangat terlambat karna kalian" ujar nyonya gyuri seraya melirik keduanya.
"kalian belum sarapan" tanya jieun dengan rasa bersalah dan menatap mereka satu persatu secara bergantian.
"tentu saja belum!" ucap eunha kesal, dengan segera nyonya jung mencubit lengan eunha untuk menyadarkannya jika saat ini dia menjadi tatapan orang-orang.
"ah m-maksudku, bagaimana bisa kami sarapan tanpa menunggu pasangan suami istri ini hehehhe"ucap eunha dengan tawanya yang begitu terlihat sangat dipaksakan.
"kedepannya tidak perlu menunggu kami berdua" ujar jungkook
"jadi maksudmu, kau akan terlambat setiap pagi?" tanya nyonya gyuri
"hem...kemungkinan" jungkook kemudian melirik jieun disampingnya membuat sang istri benar-benar merasa sangat malu karna ulah suaminya ini.
__ADS_1
"yah yah yah bersenang senanglah disaat kami masih berbaik hati padamu sayang.... karna untuk selanjutnya kehidupanmu hanya akan ada tangisan..bukan cinta!!! tapi hanya tangisan, kau akan sangat menderita! oleh karna itu bersenang senanglah selagi kau bisa" monolog nyonya jung dalam hati kemudian tersenyum menatap eunha dan menatap pasangan sejoli itu dengan smirknya.
_
sudah hampir semingguan ini jungkook disibukkan dengan pekerjaannya, begitu sampai dikantor dia selalu saja disuguhkan dengan berkas berkas yang menumpuk di atas mejanya hingga membuatnya sangat lelah namun foto pernikahan yang terpajang diatas mejanya selalu menjadi penyemangat seorang jeon jungkook.
"aku merindukanmu, apa hari ini kau akan memasak makan malam yang enak untukku?" ujar jungkook seraya menatap foto pernikahan mereka, yah akhir-akhir ini jungkook selalu pulang larut malam dikarenakan pekerjaannya yang menumpuk namun sang istri selalu terjaga dan menunggunya hanya untuk memastikan jika jungkook sudah memakan makan malamnya atau belum dan menyiapkan keperluan lainnya yang dibutuhkan jungkook bahkan jieun akan dengan senang hati untuk memberi pijatan-pijatan lembut guna merilekskan kembali pikiran dan otot-otot sang suami yang menegang akibat kelelahan seharian bekerja.
"istri anda sangat beruntung memiliki suami yang sangat mencintainya seperti anda"
"tidak, akulah yang beruntung karna memiliki istri sepertinya, kau tau aku merasa sangat sempurna dengan kehadirannya disisiku" ujar jungkook pada sekretarisnya itu
"anda pasti sangat mencintainya"
" iya kau benar, aku sangat mencintainya, dia adalah sumber kehidupanku, aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpanya"
"saya harap anda dan istri anda bisa hidup bahagia selamanya dan segera dikaruniai seorang putra/putri yang lucu "
"ah terima kasih, oh iya apa kau sudah menyelesaikan laporan yang aku minta tadi" tanya jungkook
"sudah...ini laporan yang anda inginkan, saya sudah memisahkannya seperti yang anda minta"
"kerja bagus, sekarang kau boleh keluar"
"baiklah, saya permisi"
waktu menunjukkan pukul 23.00, jieun masih setia menunggu jungkook seraya menikmati segelas kopi agar tidak tertidur ketika jungkook pulang kerumah, bagi jieun seorang istri yang tidak bisa menunggu suaminya pulang bekerja dan menyambut kepulangannya dengan hangat adalah contoh istri yang buruk dan dia tidak ingin menjadi istri seperti itu, seperti seorang suami yang siap mempertaruhkan apa saja demi istrinya, maka seorang istri juga harus siap menyita waktunya demi suaminya.
"istri yang baik" sindir eunha yang menghampiri jieun
"hm....seperti yang terlihat, aku habis kembali dari dapur dan membawa kopi ini" ujarnya dan ikut bergabung bersama jieun diruang keluarga.
"oh..seperti itu, kenapa belum tidur? apa kau tidak bisa tidur? apa sesuatu telah mengganggu pikiranmu?" tanya jieun khawatir
"tidak usah memperdulikanku! urus saja dirimu nyonya besar!" ketus eunha
"kenapa memanggilku seperti itu, aku bukanlah..."
"ah..terserah kau saja..." sela eunha, dia terlalu malas untuk mendengarkan jieun berbicara
"maafkan aku" ujar jieun seraya menunduk bersalah
"aku ingin bertanya sesuatu padamu?" ucap eunha kemudian
"tanyakan saja"
"apa yang jungkook sukai dan yang tidak dia sukai" tanya eunha blak blakan, menurutnya tidak ada gunanya menutupinya dari jieun, toh jieun tidak akan mampu berbuat apa-apa, karna baginya jieun terlalu lemah untuk menjadi rivalnya dan dia sangat yakin jika jieun hanya akan menangis meratapi nasibnya ketika melihat suaminya direnggut oleh wanita lain.
"hem?"
"aishh!!!! tidak perlu berpura pura seperti itu, aku yakin sekali kau mendengarnya, sekarang katakan ! apa yang jungkook sukai" pinta eunha membuat jieun bingung dengan tingkah eunha
sebenarnya apa yang telah terjadi, mengapa eunha menayankan tentang jungkook. batin jieun
__ADS_1
"kau tuli yah? ayo cepat katakan" desak eunha, ia benar-benar tidak suka jika jieun terlalu lamban seperti ini.
"jungkook menyukai...."
ting tong
"itu pasti jungkook" ucap mereka bersamaan, namun jieun menyadari tingkah aneh eunha yang sangat berlebihan , dia bahkan berlari membukakan pintu jungkook layaknya seorang istri yang menanti kepulangan suaminya. alhasil jieun pun hanya bisa berdiri dibelakang eunha.
"sa...... eunha?" tanya jungkook bingung ketika melihat eunhalah yang membukakannya pintu, gadis itu tersenyum sangat lebar.
"iya ini aku" ucap eunha dengan tersenyum, jungkook lantas melirik jieun yang berdiri tak jauh dari belakang eunha, jungkook tersenyum kemudian dia berlalu begitu saja melewati eunha dan memeluk jieun, hal ini sukses membuat eunha mengepalkan tangannya melihat kemesraan mereka.
"aku tau kau akan menungguku" mengecup dahi jieun
"bagaimana aku bisa tertidur nyenyak sementara suamiku masih terjaga karna pekerjaannya yang menumpuk" ujar jieun seraya tersenyum, ia lantas mengambil alih tas jungkook dan membantu suaminya itu membuka jas yang dikenakannya.
"aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu, ayo" bagaikan magnet jungkook mengikuti jieun menuju meja makan.
*han jieun!!! han jieun!!!! han jieun!!! aku benar benar membenci nama itu, lihat saja, aku akan segera memiliki pria itu. batin eunha, ia kemudian mengambil kopi buatannya yang sengaja disiapkan untuk jungkook menuju kamarnya*.
"masakanmu memang terbaik" puji jungkook ketika mencicipi makanan buatan istrinya itu
"aku tau, sekarang makanlah yang banyak, kau sudah sangat bekerja keras hari ini ( mengelus pipi jungkook )" jungkook benar benar merasa sangat beruntung bisa memiliki istri secantik dan sebaik jieun, dan poin pentingnya adalah istri yang sangat mencintainya.
setelah menyantap makan malamnya jieun dan jungkook memasuki kamar mereka, begitu sampai dikamar jieun lantas segera menuju kamar mandi dan menyiapkan jungkook air hangat, jungkook tersenyum memandang kecekatan jieun dalam mengurusnya. istri yang baik pikirnya
"jeon, air hangatnya sudah tersedia, kemarilah"
mendengar teriakan jieun, jungkook segera masuk kedalam kamar mandi hanya dengan celana boxernya.
"berendamlah selama 5 menit lalu segeralah mandi, ini sudah larut malam nanti kau bisa flu"ujar jieun menasehati jungkook , lalu dia beranjak untuk keluar dari kamar mandi namun jungkook menahannya.
"tetaplah disini, aku membutuhkan pijatanmu" ujar jungkook dengan manja, kemudian jungkook masuk kedalam bathub, jieun segera memposisikan dirinya dan memijat pundak sang suami.
"sayang"
"hem"
"apa aku pernah berkata padamu jika aku adalah pria yang sangat beruntung didunia ini karna memilikimu?" tanya jungkook seraya mendongakkan kepalanya keatas dengan membaringkan kepalanya itu ke paha jieun. menatap manik indah sang istri.
"kau sudah sering mengatakan itu" ujar jieun tersenyum
"ah benarkah, tapi aku tidak mengingatnya"
"tsk..."
"sayang..."
"hem..."
"kurasa rumah tangga kita akan terasa sangat lengkap dengan kehadiran seorang bayi"
"kita hanya perlu menunggu waktu itu jeon, sampai waktu itu tiba , kau dan aku akan terasa sangat lengkap, kau akan menjadi ayah yang baik dan aku akan menjadi ibu yang baik untuk anak kita kelak" jungkook merasa sangat terharu mendengarnya, ia lantas menarik tengkuk jieun dan mencium bibir ranum itu seduktif.
__ADS_1
aku mencintaimu
bersambung.......