
Disinilah jungkook dan jieun sekarang , setelah acara selesai mereka berdua langsung saja menuju kamar jungkook yang telah dihias layaknya pengantin baru pada umumnya, kegugupan melanda keduanya tanpa adanya obrolan sama sekali dengan posisi mereka saat ini yang saling membelakangi dan masing masing duduk di sudut pinggiran ranjang.
"Hem, apa kau tidak gerah memakai gaun itu" ujar jungkook yang memberanikan diri untuk bertanya pada jieun yang sedari tadi hanya terdiam menunduk.
"Ah, i...itu, sepertinya koperku ketinggalan dirumah, jadi aku tidak mempunyai baju untuk dikenakan"
Mendengar hal itu jungkook langsung saja berdiri dan membuka lemarinya memilih baju yang cocok untuk dipakai jieun.
"Ini (memberikan kaos nya pada jieun) mungkin baju ini akan sangat besar di tubuhmu tapi setidaknya ini akan membuatmu nyaman daripada menggunakan gaun itu"
"Ah, terima kasih" jieun mengambil kaos itu ditangan jungkook.
"Apa aku boleh menggunakan kamar mandinya" tanya jieun dengan ragu ragu
"Tentu saja, gunakanlah senyaman mungkin"
Jieun pun menuju kamar mandi dengan membawa kaos yang jungkook berikan padanya, sementara menunggu jieun selesai mandi, jungkook memilih untuk menonton tv hingga rasa kantuk mulai menyerangnya dan tanpa sadar dia pun tertidur disofa tepat didepan televisi, hingga beberapa menit kemudian setelah selesai mandi jieun pun keluar dari kamar mandi dan melihat jungkook yang tertidur.
"Kasian sekali, dia pasti sangat lelah" jieun segera mengambil remote tv yang ada ditangan jungkook dan mematikannya.
"Jungkook-ssi, bangunlah" jieun menepuk nepuk pelan wajah jungkook.
Ngghhr
Jungkook terkejut melihat jieun yang berada sangat dekat dengannya dengan sigap ia bangun dari tidurnya.
"Ka...kau tertidur, maaf aku hanya ingin membangunkanmu" ujar jieun, dia benar benar takut jika sikapnya ini membuat jungkook marah.
"Tidak apa apa, aku hanya sangat lelah" jungkook lantas memperhatikan baju yang dikenakan jieun yang terlihat sangat besar di tubuh jieun.
"Bajunya sangat besar ditubuhmu"
"Tidak apa apa, aku menyukainya, ini sangat nyaman dibandingkan gaun tadi" ucap jieun yang tiba tiba saja mengundang tawa bagi keduanya, namun sedetik kemudian suasana kembali canggung.
"Baiklah sebaiknya kau tidur, ini sudah malam, kau pasti sangat lelah" ucap jungkook sembari mengacak gemas rambut jieun sebelum akhirnya ia melangkahkan tungkainya menuju kamar mandi.
Sesaat sepeninggalan jungkook kekamar mandi, jieun tersenyum, dia bersyukur, ternyata dia menikah tidak dengan orang yang salah, meskipun mereka tidak memiliki cinta seperti pasangan muda mudi lainnya namun bagi jieun seseorang yang memperlakukannya dengan baik itu sudah cukup membuatnya bahagia dan suaminya termasuk dalam golongan orang-orang tersebut.
Sementara menunggu jungkook selesai mandi jieun memilih untuk membaca majalah, baginya tidaklah sopan jika seorang istri tidur terlebih dahulu tanpa menunggu suaminya.
" kau belum tidur?" tanya jungkook begitu keluar dari kamar mandi, ia hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya hingga menampilkan tubuh atletisnya, jieun tidak menampik jika suaminya itu memang sangatlah tampan.
"Aku sedang menunggumu"
"Kau tidak perlu menungguku, jika kau lelah maka tidur saja duluan" jungkook kemudian mengambil piyama kesukaannya dan segera memakainya setelah itu menghampiri jieun dengan mengambil bagian sisi kiri ranjang mereka, sejujurnya jungkook sangatlah gugup biar bagaimanapun juga ini adalah pertama kalinya dia akan tidur bersama seorang gadis yang notabenya adalah istrinya sendiri, dan jungkook adalah pria normal, berada dalam satu kamar bersama gadis cantik terlebih lagi istri sendiri tentu akan membangkitkan gejolak aneh dalam tubuhnya namun ia berusaha keras melerainya dan bersikap biasa-biasa saja, karna dia tau baik dirinya ataupun istrinya itu belum siap untuk melakukan hubungan seperti itu dimana mereka baru saja saling mengenal.
"Aku hanya ingin menjadi istri yang baik untukmu jadi aku menunggumu" ucapan jieun ini sukses membuat jantung jungkook berdetak tak beraturan, dia tersentuh mendengarnya, dalam hati jungkook merasa sangat bahagia, ibunya benar jieun gadis yang tepat untuknya.
"Baiklah kalau begitu sekarang tidurlah" dengan mengangguk mengerti jieun pun segera merebahkan tubuhnya tepat disamping jungkook , tidak dapat dipungkiri keduanya sangat gugup saat ini bahkan mereka tidak tahu apakah malam ini mereka bisa tidur dengan nyenyak atau tidak, perlahan lahan jungkook pun mulai menutupi tubuh mereka dengan selimut tebalnya.
"Selamat malam" jungkook berbalik badan membelakangi jieun dan begitu juga sebaliknya.
__ADS_1
"Ya tuhan maafkan aku, untuk saat ini aku tidak bisa memberikan apa yang telah menjadi hak suamiku, aku belum siap untuk itu, maafkanlah aku tuhan" monolognya dalam hati, selain merasa sangat gugup jieun juga merasa tidak enak pada jungkook, dia takut jika suaminya itu menginginkan apa yang telah menjadi haknya.
"Maafkan aku, mungkin kau menunggu untuk itu atau mungkin juga tidak, tapi aku belum siap untuk itu, aku tidak ingin melakukannya tanpa cinta diantara kita, oleh karna itu mari mencoba untuk saling mengenal terlebih dahulu" batin jungkook.
Sementara disisi lain eunha dan ibunya masih tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja terjadi, jieun menikah dengan anak konglomerat, dan fakta bahwa jieun akan tinggal didalam rumah yang super mewah membuat mereka berdua sakit hati.
"Malam ini pasti si jieun itu akan menggoda jungkook, aku tidak akan memaafkannya bu" ucap eunha kesal
"Itu sudah pasti sayang, jieun itu tidaklah sepolos yang kita bayangkan"
"Aaaaa .... ibu aku harus bagaimana, pokoknya aku tidak mau tau, aku harus mendapatkan si jungkook itu ibu, apapun caranya"
"Iya iya bersabarlah, ini juga ibu sedang memikirkan cara agar kau bisa mendapatkannya"
"Ibu kita harus mencari cara agar bisa tinggal dirumah mewah itu, karna hanya dengan itu aku bisa mencari cara agar bisa mendapatkan jungkook bu, bagaimana ide bagus bukan?" usul eunha dan menunggu persetujuan dari ibunya.
"Woaaahhh, anak ibu pintar sekali, ide bagus sayang, mula-mula kita harus memikirkan cara agar bisa ikut tinggal dirumah mewah itu, kau tau rumah itu sungguh rumah impian"
"Hahahha kau benar ibu"
"Dan setelah kita berhasil tinggal dirumah itu barulah kemudian kita mencari cara untuk membuat jieun terusir dari rumah itu dan membuatmu menjadi nyonya jeon yang baru"
"Ibu.........aku menyayangimu bu, pokoknya ibu tenang saja, begitu aku bisa menguasai harta mereka, aku akan memberikan sebagian pada ibu, tapi tidak untuk jungkook ibu, dia hanya milikku"
Hahahahahaa
_
Perlahan lahan jieun mulai membuka matanya namun kali ini ia mendapati pemandangan berbeda dari yang biasanya, jika sebelum menikah ketika membuka matanya maka dia hanya akan melihat guling disisinya namun kali ini berbeda dia melihat pangeran tampan yang sedang terlelap dalam tidurnya dengan jarak yang sangat dekat.
"Kau pasti sangat lelah" gumam jieun, ia kemudian menggeser tubuhnya menjauhi jungkook namun ia merasakan tangan kekar suaminya sedang memeluk pinggangnya dengan erat layaknya sebuah guling, tentu saja hal ini membuat pipi jieun bersemu merah, perlahan lahan ia mulai melepaskan tangan jungkook dan segera memasuki kamar mandi sebelum itu dia membuka lemari pakaian jungkook dan memilih baju untuknya.
"Maafkan aku karna sudah lancang membuka lemarimu, tapi aku tidak punya pilihan lain, apa yang akan ibu katakan jika aku keluar menggunakan kaos ini"
Beberapa menit kemudian jieun keluar dari kamar mandi dan ia melihat jungkook yang sudah terbangun dan duduk disisi ranjang.
"Ah, jungkook-ssi, maafkan aku karna telah lancang memakai pakaianmu" jungkook lantas memperhatikan jieun yang menggunakan kemejanya beserta celana boxernya, jungkook pun tak dapat menahan tawanya, menurutnya istrinya itu terlihat sangat lucu saat ini.
"Aku terlihat aneh yah"
"Kau terlihat menggemaskan" lagi-lagi ucapan jungkook membuat jieun memerah.
"Aku akan turun kebawah" ucap jieun dengan malu.
"Eh tunggu" jungkook menghampiri jieun membuat gadis itu salah tingkah, terlebih ketika jungkook menarik tangannya.
"Kau harus menggulungnya terlebih dahulu ( menggulung lengan baju jieun), bagaimana bisa kau berhenti tumbuh dan hanya tumbuh sekecil ini" jieun hanya tersenyum kikuk mendengarnya. memang benar tubuhnya terlihat sangat pendek jika berada disamping jungkook.
"Atau malah aku yang tumbuh dengan sangat besar" goda jungkook
"huh?"
__ADS_1
"Tidak usah dipikirkan ( mengacak gemas rambut jieun) , duluanlah aku akan turun sebentar lagi"
"Hem..." jieun mengangguk mengerti kemudian keluar dari kamarnya
"Kurasa tidak akan sulit jatuh cinta padanya, dia terlihat sangat menggemaskan" gumam jungkook, dengan tersenyum ia melangkah menuju kamar mandi.
Pada saat jieun turun kebawah, ia bertemu dengan ibu mertuanya, dengan segera jieun memberi hormat padanya, sang ibu mertua tersenyum penuh arti ketika melihat jieun sedang mengenakan pakaian milik jungkook.
"I...ibu ini tidak seperti yang ibu pikirkan, aku hanya...."
"Ibu mengerti semuanya, kemana jungkook?"
"Dia mungkin sedang mandi saat ini bu" lagi-lagi sang ibu mertua dibuat tersenyum dengan penuturan jieun.
"Baiklah, jika kau membutuhkan sesuatu minta saja pada salah satu pelayan disini, dia akan membantumu" ucap nyonya gyuri
" baiklah bu, kalau begitu aku akan membantu untuk membuat sarapan dulu"
"Eh tunggu, sayang mengapa kau harus mengerjakannya, jika kau membutuhkan sesuatu minta saja pada bibi yang ada disini"
"Tidak ibu, pagi ini aku akan ikut membantu mereka membuat sarapan untuk kita semua, biarkan aku menjadi menantu dan seorang istri yang baik untuk kalian"
"Hem..baiklah, tapi ingatlah jangan mengerjakan sesuatu yang memberatkanmu"
"Baiklah bu, kalau begitu aku akan kedapur dulu" pamit jieun sebelum akhirnya melangkahkan tungkainya menuju dapur.
"Aku memang tidak salah memilihnya" gumam nyonya gyuri yang menatap punggung jieun dengan tersenyum.
"Ibu!!!" teriak jungkook tepat ditelinga sang ibunda hingga membuat ibunya sangat terkejut.
"Jeon, kau benar benar tidak berubah!, ingatlah kau sekarang sudah beristri sekarang , perbaiki sikapmu"
"Hem baiklah"
"Apa semalam kalian" goda nyonya gyuri membuat jungkook memerah
"Ibu kenapa membahasnya" ucap jungkook dengan malu-malu kemudian meninggalkan ibunya menuju meja makan, melihat tingkah malu-malu yang ditunjukkan jungkook membuat nyonya gyuri berfikir jika anak dan menantunya semalam melakukan apa yang sudah seharusnya mereka lakukan.
Jungkook dibuat terpesona oleh pesona jieun yang terlihat begitu cantik saat sedang memasak menyiapkannya sarapan, tidak lama kemudian jieun mengantarkan jungkook sarapannya dan tidak lupa memberikan jungkook segelas jus segar.
"Ini makanlah, aku tidak tau rasanya akan cocok dengan seleramu, tapi aku berharap kau menyukainya" ucap jieun dengan tersenyum kikuk, jujur ia masih sangat malu dan belum terbiasa dengan kehadiran jungkook.
"Mengapa kau yang memasak? Kau bisa menyuruh bibi disini yang memasaknya"
"Tidak apa apa, aku senang melakukannya untukmu" dan seketika lagi-lagi jungkook dibuat terpesona akan sosok istrinya ini.
"Kalau begitu kau juga sarapan yah, dan setelah itu kita akan membeli baju untukmu"
"Ah, tidak usah! jika kau tidak keberatan tolong antarkan saja aku kerumah orang tuaku"
"Tentu saja aku tidak keberatan sama sekali, aku akan mengantarkanmu!" jieun pun tersenyum mendengar perkataan jungkook, jujur dia benar-benar merindukan ayahnya, dan ini kesempatan yang baik untuk mengenalkan jungkook pada sang ayah mengingat ayahnya tak dapat menghadiri pernikahannya kemarin.
__ADS_1
bersambung.....