
3 bulan kemudian,
Hari-hari terasa sangat berat buat jieun, bagaimana tidak , jungkook sama sekali enggan berbicara padanya bahkan hanya dengan melihatnya saja emosi jungkook bisa tiba tiba meninggi hingga mengharuskan jieun menghilang dari pandangan jungkook meskipun dia sangat merindukan pelukan hangat pria itu disetiap harinya.
Sejak kepulangan nyonya gyuri dari kampung halamannya dia sudah merasa ada yang aneh dengan hubungan jungkook dan jieun yang terlihat tidak akur namun jieun selalu membantahnya jika semua itu hanyalah karna efek kehamilannya yang tidak suka mencium aroma jungkook, memang sedikit aneh tapi nyonya gyuri percaya karna wanita yang sedang hamil akan bertindak diluar logika namun kehamilan jieun membuat nyonya gyuri sangat bahagia dan tidak sabar menantikan kehadiran cucu pertamanya, nyonya gyuri bahkan sering mencoba segala cara itu mendekatkan kembali jungkook dan jieun. Nyonya gyuri benar-benar merindukan kemesraan anak dan menantunya itu.
"jeon, hantarkan susu ini kekamar jieun"
"mengapa tidak menyuruh bibi ahn saja bu, ibu tau sendirikan jieun tidak menyukai aromaku?" dusta jungkook
"dia mungkin tidak menyukai aromamu, tapi dia pasti membutuhkan perhatianmu, sudahlah hantarkan saja susu ini pada menantuku" dengan sangat terpaksa jungkook mengantarkan susu tersebut ke kamar jieun.
Eunha dan nyonya jung merasa sangat kesal melihatnya, harusnya mereka memberitahukan perihal perselingkuhan jieun pada nyonya gyuri agar nyonya gyuri ikut membenci jieun sehingga tak adalagi tempat bagi jieun dirumah ini namun karna jungkook mereka harus membungkam mulut mereka.
"ibu....nyonya gyuri bisa merusak semua rencana kita, lihatlah dia terlalu memanjakan jieun, dan sekarang jieun sedang mengandung cucunya, sudah pasti dia akan memperlakukan jieun seperti seorang putri...dan ibu lihat ( menunjuk jungkook) dia sangat patuh pada ibunya, jika seperti ini terus jungkook bisa luluh dan memaafkan jieun dan ibu tau itu artinya apa??? Kita akan kehilangan semuanya bu, dengan susah payah kita mencapai titik ini dan sedikit lagi kita akan berhasil!!!" gerutu eunha membuat nyonya jung ikut pusing memikirkannya.
"kau benar!! lantas sekarang kita harus bagaimana?"
"kita singkirkan saja nyonya gyuri, dia hanya penghambat kesuksesan kita" ujar eunha dengan entengnya.
"itu sangat beresiko, bagaimana jika ketahuan?, kita tidak cuma akan diusir dari rumah ini tapi kita juga akan membusuk dipenjara, ditambah lagi kasus ayahnya jieun, bisa-bisa kita berdua akan dihukum mati dan ibu tidak mau itu!"
"ibu....kau lupa kalau sekarang kita punya dia ( menunjuk salah satu pelayan yang telah menjadi bagian dari kejahatan mereka), kita tidak perlu susah susah untuk turun tangan langsung, kita cukup menyuruh bibi itu dan kita tidak akan terkena masalah" ujar eunha dengan smirknya.
"ah kau benar sekali sayang........hmm ibu punya rencana yang lebih baik lagi" ujarnya nyonya gyuri yang lantas mengajak eunha masuk kekamarnya dan mulai menyusun rencana mereka.
Clek!
"jeon" jieun begitu senang melihat jungkook memasuki kamarnya hingga lupa jika dia tak boleh lagi memanggil jungkook dengan sebutan itu.
"ah maafkan aku" ujar jieun dengan segera menunduk bersalah.
"ini susu dari ibu, katanya bagus untuk kandungan, minumlah!!" ujarnya dengan ketus tanpa melihat kearah jieun, sontak hal itu membuat jieun begitu sakit, entah sampai kapan kebencian ini akan berakhir.
"terima kasih"
"hmm. Kalau begitu aku permisi dulu. Sebaiknya kau istirahat saja!!"
"ah sebentar jeon"
"ada apalagi? Jika kau membutuhkan sesuatu jangan padaku!!!, minta saja pada pelayan" ketus jungkook
Jieun perlahan-lahan mendekati jungkook dan mencoba untuk memberanikan diri memeluk pria itu.
"hei !! , apa yang kau lakukan" dengan segera jungkook ingin melepas tangan jieun yang melingkar erat dipinggangnya.
"sebentar saja, aku mohon.......aku sangat merindukanmu jeon, sangat merindukanmu, jadi biarkan aku memelukmu sebentar saja...aku mohon" entah kenapa hati jungkook sakit mendengar kesedihan jieun, akhirnya jungkook pun membiarkan jieun memeluknya, sejujurnya dia begitu ingin membalas pelukan jieun, dia juga begitu merindukan gadis mungil didepannya itu namun kesalahan jieun membuatnya tak akan pernah bisa memaafkan jieun.
"aku mencintaimu jeon.....percayalah padaku, aku tidak pernah berselingkuh dibelakangmu jeon, percayalah jeon....aku ingin selalu berada disisimu, aku tidak bisa tanpamu...aku begitu mencintaimu"ujar jieun yang terdengar sangat menyedihkan, tanpa sadar air mata jungkook mengalir begitu saja dipipinya ketika mendengar pengakuan jieun namun dengan segera ia menghapusnya dan melepaskan tangan jieun.
"aku tidak ingin mendengar kebohonganmu lagi, sebaiknya kau istirahat saja" ujarnya sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan jieun.
__ADS_1
"jeon, aku dan anak kita sangat membutuhkanmu, sudah 3 bulan lebih kau mengacuhkan kami berdua, apa kau tidak merindukan kami" jieun menangis seraya mengelus perutnya yang sedikit membesar.
_
Pagi ini nyonya jung mulai menjalankan aksinya untuk menghabisi nyonya gyuri , setelah tinggal lama didalam rumah ini tentu nyonya jung sangat mengenal kebiasaan nyonya gyuri setiap pagi, oleh karna itu pagi ini dengan special dia membuatkan teh herbal dengan ramuan khusus ala dia sendiri dan akan diberikan pada nyonya gyuri melalui menantu kesayangannya.
"jieun kemarilah"
"ada apa?"
"orang hamil itu tidak boleh malas, sekarang kau bawakan teh herbal ini pada mertuamu"
"eoh! Mengapa ibu yang membuatnya? bibi ahn mana?"
"aduhh jieun kau banyak tanya sekali, kau ingin mertuamu itu menunggu lama?"
"ah baiklah...akan aku hantarkan"
Jieun mengambil teh tersebut dan mengantarkannya ke tempat nyonya gyuri berada, nyonya jung tak dapat menahan tawanya dan bersiap-siap untuk menyaksikan drama selanjutnya yang akan terjadi.
"ibu..ini tehnya"
"eoh ! Sayang kau lagi hamil mengapa bukan bibi ahn saja yang membawakannya?"
"tidak apa-apa ibu...lagipula ibu hamil tidak boleh bermalas-malasan" ujar jieun sembari mengelus perutnya.
"hehehe kau benar sayang"
"pagi bu" suara bariton jungkook membuat nyonya gyuri dan jieun segera mencari sumber suara tersebut, jieun sedih ketika jungkook hanya menyapa ibu mertuanya dan langsung tak melihat kearahnya, seakan mengerti kesedihan jieun nyonya gyuri mencoba mencari cara untuk mendekatkan keduanya, ia benar benar yakin jika jieun dan jungkook sedang bertengkar.
"jeon, kau tau pagi ini istrimu membuatkan ibu teh herbal, dia benar-benar keras kepala, kau harus memarahinya, dia kan sedang hamil harusnya beristirahat tapi dia malah membuatkan ibu teh" jieun dan jungkook saling bertukar pandang dalam kecanggungan.
"ibu bukan aku ya...."
"ibu aku berangkat kekantor " ujar jungkook.
Uhuukkk hukkkk
Tiba-tiba saja tenggorokan nyonya gyuri terasa seperti tercekik, tubuhnya bergetar hebat dan wajahnya menjadi sangat pucat membuat jieun dan jungkook panik terlebih lagi ketika melihat darah keluar dari mulut sang ibunda.
"ibu"
" kenapa diam saja cepat panggil ambulans!!" bentak jungkook membuat jieun tersentak kaget lalu segera berlari untuk menelpon ambulans.
Dikejauhan nyonya jung dan eunha tersenyum puas menyaksikan drama yang baru saja mereka tonton.
"ayo kita susul mereka ke rumah sakit" ujar nyonya jung.
Nyonya gyuri segera dilarikan ke ruang ICU, selama pemeriksaan jieun maupun jungkook sama sekali tidak bisa tenang bahkan sedetikpun, bagi jungkook sang ibunda adalah segala-galanya.
"jeon tenang yah, ibu pasti akan baik baik saja" jieun mencoba menenangkan jungkook, dengan takut-takut jieun menyentuh pundak jungkook.
__ADS_1
"jeon, semua akan ba...." ucapan jieun terhenti kala jungkook tiba-tiba saja memeluknya, betapa jieun merindukan pelukan ini, mungkin ini bukanlah saatnya untuk berbahagia disaat sang mertua sedang kritis namun jieun tak dapat menyembunyikan betapa bahagianya dia saat ini.
"ibu...ibu...." jungkook terus menangis dipelukan jieun
"tenanglah, ibu pasti akan baik-baik saja" mengelus kepala jungkook memberikan ketenangan pada prianya.
"keluarga nyonya gyuri"
Mendengar suara dokter , jungkook, jieun serta bibi ahn segera berlari menghampiri dokter.
"bagaimana dengan ibu saya dokter"
"maafkan kami, kami telah berusaha semaksimal mungkin namun nyawa pasien tidak dapat kami selamatkan, dia meninggal akibat keracunan "
"tidak!!!" jungkook segera berlari memasuki ruang ICU dan memeluk jasad sang ibunda
"ibu...mengapa kau pergi meninggalkanku, bangun ibu...bangun!! Jangan pergi!!! jangan tinggalkan aku!!"
Jieun tidak dapat menahan tangisnya ketika melihat keadaan jungkook dan melihat jasad sang mertua.
"ibu......" jieun memegang tangan nyonya gyuri dan menangis sejadi jadinya.
"jangan sentuh ibuku!!" bentak jungkook dengan mata yang penuh amarah.
"j-jeon" jieun benar-benar takut melihat kilauan mata jungkook yang benar-benar terlihat sangat marah
Perlahan lahan jungkook mendekati jieun membuat gadis itu sangat ketakutan hingga memundurkan langkahnya, bibi ahn yg melihatnya sangat takut namun tidak berani untuk berbicara. dia sadar akan posisinya.
"apa yang kau masukkan kedalam teh ibuku!!"
"eoh! a..aku tidak tau jeon..a...aku"
"aku benar-benar akan membunuhmu" jungkook mengcekik leher jieun dengan kedua tangannya hingga membuat wajah gadis itu memerah dan kesulitan bernafas namun dia tidak mencoba menghentikan jungkook, dia hanya menangis dan menahan sakit diarea lehernya.
"tuan muda lepaskan ! nyonya bisa mati"
"bibi tidak usah ikut campur!! wanita ini sudah mencoba untuk meracuni ibuku!! Dan sekarang aku akan membunuhnya juga!!" jungkook semakin mengencangkan kedua tangannya yang berada di leher jieun.
"mengapa kau tega membunuh orang yang telah menyayangimu jieun mengapa!!!"
"j...jeon.." jieun benar-benar sudah tidak bisa bernafas lagi tubuhnya melemah, dia akan mati ditangan suaminya sendiri, air matanya terus mengalir hingga membasahi tangan jungkook.
"j....jeon" tiba-tiba tatapan mata jieun yang lemah, rapuh, sakit dan bersedih membuat jungkook melepas tangannya, lagi-lagi dia lemah dan melepas begitu saja pembunuh ibunya.
"pergi dari sini jieun, aku tidak ingin melihatmu disini, kau tidak pantas melihat ibuku!!"
"ta-tapi jeon aku..."
"pergi dari sini!! Kau pembunuh!!!!" jungkook mengucapkannya dengan lantang tepat didepan wajah jieun membuat hati gadis itu sangat sakit, dia hanya bisa menangis dan pergi dari ruangan itu dengan hati yang sangat terluka. Bagi jieun saat ini jungkook begitu marah menjelaskannya pun tidak akan berhasil.
lagi-lagi nyonya jung dan eunha sangat bahagia melihat drama dihadapannya, mereka tidak sabar untuk menantikan drama selanjutnya, sudah tidak akan ada lagi orang yang menyayangi jieun, dan jungkook saat ini benar-benar terpuruk dan terpukul atas meninggalnya sang ibunda tercinta, sudah waktunya untuk eunha memanfaatkan kesempatan emas ini dengan mengambil hati jungkook.
__ADS_1
bersambung.......