Love and Tears

Love and Tears
part tigabelas


__ADS_3

malam ini, malam ketiga mereka berada di pulau j dan jungkook merasa dia sama sekali tidak punya kesempatan untuk berduaan bersama istrinya, jika bukan ibunya maka eunha lah yang akan hadir diantara mereka berdua hingga membuat mereka sulit untuk berjalan-jalan disekitaran pulau j hanya berdua saja.


malam ini, tanpa sepengetahuan yang lainnya jungkook dan jieun akan pergi jalan-jalan mengelilingi pualu j berdua.


"kau senang?" tanya jungook 


"hem..aku sangat senang, apa kau juga senang?" tanya jieun balik


"jika itu bersamamu, maka aku pasti senang" ujar jungkook dan mengecup genggaman mereka lalu melanjutkan langkahnya dan menikmati keindahan pulau j dimalam hari.


ketika sedang ayik melihat pernak pernik khas pulau j, jieun tidak sengaja melihat tenda berwarna hitam dengan bertuliskan lihatlah masa depanmu  tanpa sadar dia melangkahkan kakinya mendekati tenda tersebut, tiba-tiba saja rasa penasaran timbul dalam dirinya.


"sayang....kau percaya dengan hal seperti ini?" tanya jungkook


"ah tidak.....hanya saja aku sedikit penasaran"


"mau mencobanya?" tawar jungkook


"haruskah kita mencobanya?"


"jika penasaran maka coba saja daripada mati penasaran?" ujar jungkook seraya manarik jieun masuk kedalam tenda tersebut.


jieun dan jungkook terlihat sangat gugup ketika berada tepat didepan wanita paruh baya yang akan melihat masa depan mereka, suasana yang sangat horor itu membuat keduanya sangat gugup terlebih ketika wanita itu hanya melotot kepada mereka berdua.


"cinta kalian sangat kuat, kalian rela melakukan apapun demi cinta , " mendengar perkataan wanita itu membuat keduanya sangat senang bahkan jungkook tidak segan-segan memeluk jieun didepan wanita paruh baya itu


"bibi apa kami akan segera memiliki bayi?" tanya jungkook antusias hingga membuat jieun sedikit malu dibuatnya


"iya kalian akan mempunya bayi, tapi"


ucapan ahjumma itu mendadak horor bagi jieun dan juga jungkook mereka benar-benar tidak siap mendengar apa yang selanjutnya dikatakan oleh wanita itu.


"akan ada banyak rintangan yang datang dikehidupan kalian, kalian akan segera menghadapi rintangan itu, rintangan itu sangat berat hingga membuat kalian berdua tersakiti, akan ada banyak air mata dikehidupan kalian kedepannya"


"a-apa yang harus kami lakukan?" tanya jieun khawatir, meskipun pada awalnya dia tidak mempercayai ini semua namun entah kenapa hatinya mengatakan jika dia ingin mempercayai ucapan wanita ini.


"kepercayaan, tetaplah saling percaya walau apapun yang akan kalian hadapi kedepannya, kepercayaan itu sangat penting, dan waspadalah pada orang-orang disekitar kalian karna ada seseorang yang begitu menginginkan hubungan kalian hancur dan akibatnya salah satu diantara kalian akan sangat sangat menderita"


"cukup bibi, aku tidak mau mendengarnya lagi" jungkook segera mengeluarkan beberapa lembar uangnya,  menyimpannya di atas meja kemudian menarik jieun untuk keluar dari tenda itu, wanita paruh baya itu hanya menatap nanar mereka berdua.


"hilang namun tetap ada " gumam wanita tersebut seraya menatap kepergian jungkook dan jieun.


_


"jeon kita belum mendengar semuanya tadi, mengapa kita pergi?"


"tidak sayang, itu hanyalah ramalan tidak penting!!! itu omong kosong, aku tidak ingin siapapun diantara kita menderita nanti, aku tidak mau!, aku tidak percaya dengan apa yang dikatakannya, tidak ada siapapun yang boleh menghancurkan hubungan kita, karna selamanya kita akan bersama!"ujar  jungkook kemudian memeluk jieun


"jeon kau menangis?" tanya jieun ketika merasakan ada tetesan air mata mengenainya


"tidak" dusta jungkook membuat jieun tersenyum

__ADS_1


karna perkataan wanita itu membuat jieun maupun jungkook terus kepikiran dengan perkataannya hingga membuat mereka tidak bisa tidur, keduanya benar-benar takut jika suatu hari nanti mereka bener-bener akan terpisah seperti yang dikatakan wanita itu dikarenakan seseorang yang tidak menginginkan mereka untuk bersama namun disisi lain mereka menolak untuk mempercayainya tetapi mengapa sangat sulit untuk melupakan ucapan wanita itu.


"jeon apa kau sudah tidur?" tanya jieun seraya menatap suaminya, jungkook pun membuka matanya


"belum"


"memikirkan tentang ramalan tadi?" 


"hem" gumamnya seraya mendekap erat tubuh mungil itu dengan nyaman dan mengecup puncak kepala sang istri.


"tidak usah mengawatirkan hal itu jeon , aku akan selalu berada disampingmu tidak perduli harus berapa banyak rintangan yang harus kita hadapi"


"aku juga, walau apapun yang terjadi kedepannya sama ada yang dikatakan wanita itu benar atau tidak, tapi kau harus tau, jika aku hanya mencintaimu selamanya, aku hanya membutuhkan jieun, kau harus selalu ingat itu" ujar jungkook mengingatkan


"baiklah.....mari bersenang-senang dan tetap bersama tanpa memikirkan hal tadi" jieun mengecup manis bibir suaminya lalu memeluknya erat, namun tiba-tiba saja ponselnya berbunyi , jieun pun segera mengangkatnya.


"eunha ada apa?" tanya jieun 


"....."


"baiklah aku akan segera kesana" jieun kemudian memutuskan sambungan telponnya.


"ada apa?"


"ah...katanya ibu ingin menunjukkan sesuatu padaku, baiklah jeon kau tidur saja duluan aku akan menemui ibu dulu"


"eiiiyyy bagaimana bisa aku tidur tanpamu" ujar jungkook dengan manja membuat jieun tertawa.


jieun segera turun kelantai 11 dimana eunha dan ibu tirinya berada.


"ibu mencariku?"


"ah kemarilah jieun ibu ingin menunjukkan perhiasan ini padamu? bagaimana?" 


"ini sangat cantik sekali bu,"


sedang asyik melihat perhiasan, nyonya jung memberi isyarat pada eunha untuk segera keluar dari kamarnya dan melaksanakan rencana mereka yang pertama.


untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan , eunha segaja membawa secangkir teh kekamar jieun dan juga jungkook sebagai alasan jika dia ketahuan oleh nyonya gyuri nantinya, dengan hati-hati dia mengeluarkan kunci yang dicurinya dari jieun kemarin dan membuka pintu tersebut.


jungkook yang rupanya sedang tertidur tidak menyadari kedatangan eunha, dengan segera gadis itu mematikan semua lampu yang ada dikamar agar jungkook tidak dapat melihat wajahnya namun sebelum itu dia memakai lotion dan parfum milik jieun agar jungkook tidak akan curiga padanya mengingat tubuhnya dan jieun hampir sama dan rambut mereka saat ini juga sama-sama pendek.


indra penciuman jungkook menangkap wangi parfum sang istri hingga membuatnya sedikit bergerak, dengan segera eunha mematikan semua lampu dan berbaring disamping jungkook seraya memeluknya


"sayang...mengapa memakai parfum seperti ini apa kau sengaja menggodaku?" tanya jungkook yang terdengar sangat menggoda untuk ukuran orang yang sedang mengantuk.


tangan eunha sengaja menggoda jungkook dengan menyelusup masuk kedalam kaos jungkook dan memberikan sentuhan sentuhan yang dapat membangkitkan kejantanan seorang pria.


"ah...sayang aku tidak tau kau bisa nakal seperti ini...tapi aku menyukainya selama itu kau..lets play baby.." jungkook segera menindih tubuh eunha dan mencium bibir gadis itu dengan seduktif tangannya yang tak tinggal diam meremas kedua benda kenyal milik eunha ,


ach

__ADS_1


lenguhan tertahan keluar begitu saja dari bibir eunha, perasaan yang luar biasa ini bisa dia rasakan bersama dengan jungkook dan itu membuatnya semakin menggila, jungkook merasa ada yang berbeda dari suara lenguhan jieun yang biasa didengarnya dengan sekarang.


ehmmpt


ach


eunha benar-benar sudah tidak sabar agar jungkook segera memiliki tubuhnya seutuhnya, dengan perasaan yang menggebu gebu dia membuka kaos jungkook dan melemparnya begitu saja lalu tangannya dengan cekatan membantu jungkook membuka celananya.


tab!!


jungkook menahan tangan eunha yang ingin membuka celananya, dengan segera dia turun dari ranjangnya dan menghidupkan semua lampu yang ada dikamar mereka.


"kau!!!!" jungkook benar-benar kehabisan kata kata ketika melihat wanita yang bersamanya, wanita yang dicumbunya tadi bukanlah istrinya melainkan eunha, sejujurnya eunha sangat takut karna dia ketahuan, namun karna sudah terlanjur jelek dimata jungkook dia berpikir untuk mengakui saja semuanya.


"iya ini aku sayang ( berdiri kemudian membelai pipi jungkook) mari kita lanjutkan adegan panas kita tadi, kita belum sampai ke inti bukan?" goda eunha membuat jungkook sangat kesal dan jika bisa maka dia akan memukul eunha saat ini juga.


"jangan berani berani menyentuhku!" menipis kasar tangan eunha


"aughh...kau seksi sekali saat marah membuatku semakin menginginkanmu"


"seharusnya aku sadar dari awal jika kau memang memiliki maksud yang tersembunyi, aku seharusnya tidak membawamu masuk kedalam rumah kami!"


"ah benarkah? sayangnya kau sudah membawaku masuk sayang...."


"dasar ******!!, aku benar-benar bodoh karna mengira ****** sepertimu benar-benar tulus baik kepada kami, ternyata ****** tetaplah ******!!" bentak jungkook


"aishh...sayang ..kau tau aku benar-benar membenci kata itu, kau membuat mood ku rusak...hem baiklah malam ini sampai disini dulu, kapan-kapan kita lanjutkan lai adegan panas kita hingga tuntas okey ( memperbaiki bajunya yang berantakan ), terima kasih atas ciuman nya, bibirmu dan tanganmu itu masih sangat terasa disini dan juga disini" ucap eunha seraya menunjuk bibirnya dan sedikit meremas payudaranya sebelum akhirnya pergi meninggalkan jungkook. dengan emosi yang membuncah.


"Arggggghhhrrrrrrr" jungkook berteriak sekencang kencangnya melepaskan amarahnya, dengan segera dia masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya dari sentuhan-sentuhan eunha yang sangat menjijikkan baginya.


"jeon" panggil jieun dengan mengecek kamar mandi ketika tadi tidak menemukan jungkook dikamar


"jeon....kau bisa masuk angin jika terlalu lama di bawah shower seperti ini" ujar jieun yang menyadarkan jungkook dari lamunannya.


"jieun maafkan aku " menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya hingga membuat jieun ikut basah


"hey...sayang ada apa? apa telah terjadi sesuatu? dan yah...kau membuatku ikut basah"


"maafkan aku"


"hey..mengapa meminta maaf disaat kau tidak memiliki kesalahan apa-apa?" 


"aku melakukan kesalahan besar sayang, aku bersalah padamu, maafkan aku" batin jungkook


"maafkan aku"


"sudah kukatakan bukan? dalam hubungan suami istri tidak ada kata maaf dan memaafkan jadi jangan pernah mengatakannya lagi ,hem.... baiklah aku akan memberimu hadiah karna hari ini kau terlihat sangat menggemaskan" jieun kemudian sedikit berjinjit dan mengalungkan tangannya dileher sang suami seraya menyatukan kedua bibir mereka, jungkook segera merespon perlakuan sang istri dengan memeluk erat tubuh mungil itu dan membalas lumatan lumatan lembut yang diberikan padanya.


malam itu, dibawah aliran shower yang membasahi tubuh keduanya, mereka melakukannya, mereka benar-benar menikmatinya, dengan cinta yang semakin besar setiap harinya membuat malam itu terasa jauh lebih indah bagi keduanya, seketika jungkook merasa seluruh tubuhnya kembali bersih dari sentuhan-sentuhan menjijikkan eunha, dia benar-benar merasa bersih karna sentuhan sang istri yang selalu memabukkan untuknya setiap hari.


bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2