
liburan telah usai, kini mereka telah kembali kerumah dan kembali menjalani aktivitas masing-masing, begitu juga dengan jungkook yang harus pergi kekantor untuk bekerja.
"jeon aku tidak menyukai parfummu, itu menggangguku?" ujar jieun yang terbangun dari tidurnya karena merasa terusik dengan wangi parfum suaminya.
"bukannya kau yang memilihnya, bahkan kau sangat menyukainya"
"sekarang aku tidak menyukainya, dan ketika aku menciumnya a-aku..hmmpt" jieun segera berlari kekamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya namun tak ada apa-apa yang keluar tetapi ia terus merasa mual.
"sayang kau tidak apa-apa?" tanya jungkook panik
"ti-tidak...aku hanya merasa mual "
"kuperhatikan sudah beberapa hari kau seperti ini, kita harus kerumah sakit untuk memeriksanya"
"tidak usah sayang....aku tidak apa-apa, ini mungkin karna aku belum makan apa-apa, jadi aku merasa mual"
"ya sudah kalau begitu, ayo kita kebawah sarapan, atau kau ingin sarapan dikamar?"
"tidak usah jeon, kita kebawah saja"
jungkook dan jieun turun untuk sarapan, namun begitu mendekati meja makan jieun mendadak mual dan segera berlari kekamar mandi , jungkook segera menyusulnya, nyonya gyuri yang melihatnya sangat mengawatirkan jieun.
"ada apa dengan jieun?, apa dia baik baik saja"
mendengar hal itu membuat eunha memutar bola matanya malas, terlalu berlebihan ! karna menurut eunha muntah adalah suatu hal yang tidak perlu dikhawatirkan semua orang pernah mengalaminya lantas mengapa nyonya gyuri terlihat sangat khawatir.
tidak lama kemudian jungkook dan jieun kembali dari kamar mandi dan ikut bergabung dengan yang lainnya.
"kau tidak apa-apa sayang?" tanya nyonya gyuri
"aku tidak apa-apa bu"
"ibu lihatlah dia....dia selalu saja mengatakan tidak apa-apa, tapi ini sudah sejak beberapa hari dia selalu begini, ketika aku ingin mengajaknya ke dokter ..menantu kesayangan ibu ini selalu saja menolaknya"
"sudah beberapa hari?" selidik nyonya gyuri, ia kemudian memperhatikan jieun dari atas hingga ke bawah dan yah tubuh jieun sedikit lebih berisi
"jieun sayang, apa akhir-akhir ini kau lebih sensitif terhadap sesuatu?" tanya nyonya gyuri membuat nyonya jung menghentikan aktivitasnya, dia mulai mengerti arah pembicaraan nyonya gyuri.
"aneh bu, dia berubah sangat aneh bahkan parfumku dia tidak menyukainya padahal sebelumnya jieun sangat menyukai aromanya" ujar jungkook membuat jieun tertawa
"kapan terakhir kali kau menstruasi?"
"hem i-tu....( mengingat-ngingat), ibu...apa aku hamil?" ujar jieun ketika mengingat bahwa d
ia sudah terlambat menstruasi
uhukkkk hukkkk
__ADS_1
"jeon kau tidak apa-apa?" tanya jieun
"apa benar kau hamil?" tanya jungkook antusias
"tidak tau"
"jika dilihat dari gejala-gejala yang jieun hadapi besar kemungkinan dia hamil, bukan begitu nyonya jung?" tanya nyonya gyuri
"ah...kau benar ( memaksakan senyumnya), kuharap jieun benar-benar (tidak) hamil"
"kalau begitu, kita harus memeriksanya kedokter"
eunha dan nyonya jung merasa terancam, jika benar jieun sedang hamil maka besar kemungkinan mereka tidak akan mendapatkan apa-apa, sekalipun jungkook dan jieun berpisah semua harta kekayaan jungkook akan diwariskan pada anaknya.
"baiklah aku akan memeriksanya nanti"
"bukan aku tapi kita..." ujar jungkook dengan mengecup dahi sang istri
"tidak....kau harus bekerja, biar aku saja"
"bagaimana bisa aku tega membiarkanmu pergi sendirian, aku akan menemanimu"
"sayang, kau harus pergi kekantor, hari ini kau ada rapat penting bukan?"
"tapi.....hmmm baiklah ibu akan menemanimu" usul jungkook yang dibalas anggukkan oleh nyonya jung
"tidak!...apa ibu juga lupa jika hari ini ibu ada pertemuan dengan teman teman ibu"
"dia benar, biar kami saja yang menemani jieun, lagipula aku juga masih seorang ibu bagi jieun, dan aku ingin tau apa benar aku akan segera memiliki cucu" ucap nyonya jung membuat semuanya tertawa kecuali eunha yang memilih fokus pada makanannya seraya memikirkan sesuatu.
_
dengan sangat terpaksa eunha dan nyonya jung menemani jieun, jika tidak penasaran akan hasilnya dan jika tidak ingin di cap baik oleh keluarga jeon mereka tidak akan mau menemani jieun.
"kalian tunggu disini, begitu hasilnya keluar saya akan memanggil kalian" ujar salah satu perawat yang bertugas
"huuu uhh...kenapa tidak membeli tespek saja sih, dasar orang kaya semuanya harus perfect padahal tespek juga sangat akurat untuk mengetahui jieun hamil atau tidak" umpat eunha, jieun hanya tersenyum tipis mendengarnya.
"hei jieun, apa kau yakin kau itu sedang hamil??" tanya eunha
"tidak tau, makanya kita datang untuk memeriksanya, tapi entah mengapa aku sangat yakin jika aku sedang hamil"
"cih...." eunha memutar bola matanya malas menatap jieun
"ibu...aku ingin kekamar mandi sebentar" ujar jieun, lalu beranjak menuju toilet
"eunha cepat pergi susul dia" ujar nyonya jung membuat eunha menatap curiga pada sang ibunda
__ADS_1
"untuk apa?"
"kau pergi saja, dan ingat apapun yang terjadi jangan membiarkan dia keluar dari sana hingga hasilnya keluar, kau mengerti"
"ah.............karna anak ibu ini pintar, aku mengerti semuanya bu, ibu tenang saja serahkan padaku dan selebihnya aku serahkan pada ibu" ujar eunha lalu segera berlari menyusul jieun, nyonya jung tersenyum melihat eunha dalam hati ia bangga memiliki anak pintar sepertinya.
ny. lee jieun
"ah iya, anak saya masih berada ditoilet, saya ini ibunya, kau bisa memberikan hasil tesnya padaku"
" ah baiklah, ini hasil tes ny.jieun" perawat tersebut memberikan amplop coklat yang berisikan hasil tes jieun lalu pergi meninggalkan nyonya jung.
sepeninggalan perawat tersebut nyonya jung langsung saja membuka amplop itu dan memeriksa hasilnya.
"positif" nyonya jung terduduk lemas dikursi setelah membaca hasil tersebut, tentu saja hasil itu tidak bisa diterimanya, untuk sesaat pikirannya blank dan tidak tau harus berbuat apa hingga kemarahan menyelimutinya dan merobek hasil tes tersebut menjadi potongan-potongan kecil dan membuangnya begitu saja.
Tidak lama kemudian jieun dan eunha kembali dari toilet.
"ibu apa tesnya belum keluar" ujar jieun membuat nyonya jung panik.
"sudah, dokter tadi memanggilmu tapi kau berada ditoilet lama sekali , jadi ibu masuk mewakilimu"
"ah tidak apa-apa, dokter mengatakan apa bu?"
"kau tidak hamil"
"hem?"
"iya kau tidak hamil, gejala-gejala seperti itu memang biasa terjadi saat kau kelelahan, dan dokter juga mengatakan jika kau masuk angin itu sebabnya kau sering mengalami mual" perkataan nyonya jung membuat jieun sedikit sedih, sejujurnya besar harapannya akan kehamilan ini, dan dia juga melihat bagaimana wajah jungkook yang begitu bahagia karna berpikir dia sedang hamil.
Hahahahha
"hei han jieun, sudah kukatakan kau itu tidak hamil hahahha" ujar eunha yang tertawa sangat keras mengejek jieun.
"tidak apa apa jieun , jika tuhan sudah berkehendak maka kau pasti akan memiliki jeon junior cepat atau lambat" gumam jieun
Mereka bertiga kembali kerumah dan memberitahukan hasil tesnya pada nyonya gyuri yang kebetulan juga baru saja kembali dari pertemuannya.
"tidak apa-apa sayang, mungkin belum waktunya kau dan jeon memiliki seorang putra/putri" jieun hanya tersenyum kecil menanggapinya, dia sedikit kecewa dengan hasil itu.
Sementara disisi lain, jungkook yang begitu senang dan merasa yakin akan kehamilan jieun mentraktir seluruh karyawan yang bekerja diperusahaannya, bahkan begitu banyak karyawan yang berdoa untuk keselamatan jieun maupun calon buah hati mereka
📲Drrttt drrrtt
"hey sayang, bagaimana?? Kau benar-benar hamilkan?" tanya jungkook
" maaf jeon kata dokter..... a-aku tidak hamil, maafkan aku, maaf sudah mengecewakanmu jeon" tak dapat dipungkiri betapa kecewanya jungkook saat mendengar itu semua, dia sangat berharap jieun hamil.
__ADS_1
"tidak apa-apa sayang, jangan menangis, aku yakin cepat atau lambat suara tangisan bayi pasti akan terdengar dirumah kita" betapa sakitnya hati jieun mendengar perkataan suaminya, dia tau betul jika jungkook sangat menginginkan bayi, namun ia berpura-pura tegar seolah baik-baik saja hanya karna tidak ingin jieun bersedih apalagi sampai menganggap dirinya bukanlah istri yang baik.
bersambung .......