Love and Tears

Love and Tears
part enam


__ADS_3

Setelah sarapan dan juga bersiap siap jungkook dan jieun berangkat menuju kediaman jieun, namun sebelum itu jungkook terlebih dahulu mengajak jieun kesalon dan membelikan baju yang layak pakai untuk istrinya itu, karna tidak mungkin jieun kembali kerumahnya dengan menggunakan bajunya, jungkook takut jika kedua orang tua jieun beranggapan jungkook tidak mengurusnya dengan baik.


"Jungkook-ssi, kupikir kita tidak perlu kesalon, cukup membelikanku baju saja, tidak perlu mengeluarkan banyak uang untukku"


Mendengar hal itu jungkook kemudian menoleh kesamping kirinya dan menatap sang istri membuat jieun salah tingkah dengan perlakuan suaminya itu.


"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?, aku bahkan bisa menggunakan semua uangku untukmu, kau istriku dan kau berhak untuk itu, jadi jangan bicara yang tidak-tidak kau mengerti kan??"


"Ta....tapi tetap saja aku merasa tidak enak padamu"


"Apa kau tidak menganggapku sebagai suamimu??" tanya jungkook yang terlihat sangat serius, membuat jieun merasa sangat tidak enak, ia takut jika suaminya itu tersinggung dengan perkataannnya.


"bukan begitu....tentu saja kau adalah suamiku, aku hanya...."


"Kalau begitu berhentilah berbicara seolah olah aku ini bukan suamimu hingga aku tidak pantas melakukan semua ini untukmu"


"baiklah..." ucap jieun pasrah


Jieun tak dapat menyembunyikan senyum diwajahnya, sesekali ia melirik kearah jungkook dan memperhatikan setiap detail wajah suaminya itu. apa kah dia malaikat berbentuk manusia yang diutus tuhan untuk menjagaku?.


"Dia pria yang baik, aku sangat beruntung bisa memilikinya, jungkook-ssi aku berjanji padamu, aku akan selalu menjadi istri yang baik untukmu" monolognya dalam hati.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang ada diseoul, jieun terus mengekori jungkook dari belakang layaknya seorang pembantu yang mengikuti majikannya, dia terus menjaga jarak dengan jungkook karna tidak ingin membuat suaminya itu malu karnanya, terlebih lagi dia melihat setiap orang memberi hormat pada jungkook, menyadari hal itu jungkook pun tiba-tiba saja menghentikan langkahnya membuat jieun tidak sengaja menabrak punggung pria itu.


"Ah, maafkan aku...."


"Jeon jieun, apa yang kau lakukan"


"ya? apa yang telah kulakukan" tanyanya balik yang tidak mengerti maksud dari ucapan jungkook


"Apa aku terlihat seperti majikanmu? Mengapa berjalan di belakangku?? tetaplah berada disampingku"


"A.....aku hanya tidak ingin membuatmu malu, coba lihat perbedaan kita, kau menggunakan setelan rapi sedangkan aku masih menggunakan kemeja dan boxer milikmu" ucapnya dengan menunduk dan sedikit takut menatap jungkook


"Hei jika aku malu padamu aku tidak akan membawamu kesini, sekali lagi kau berpikiran aneh seperti itu, kali ini aku akan benar-benar marah padamu" ancam jungkook namun tentu saja ini hanya bercanda.


"Tidak ! jangan marah padaku, aku minta maaf jika sudah membuatmu kesal, maafkan aku" ucapnya dengan sedikit memegang lengan jungkook, membuat pria itu tersenyum melihat ketakutan yang terpancar diwajah istrinya itu.


"aku tidak marah padamu, Kalau begitu ayo" ucap jungkook dan dibalas anggukkan oleh jieun dan sedetik kemudian jieun melepaskan tangannya yang mengapit pada lengan jungkook.


"Tetaplah seperti itu!!" mendengar hal itu membuat jieun kembali mengapit lengan kokoh suaminya itu


"nice" ujar jungkook sembari tersenyum


orang orang dibuat heboh dengan kehadiran keduanya, terlebih lagi ini pertama kalinya seorang jeon jungkook ceo muda tampan datang untuk pertama kalinya dengan seorang gadis yang tak lain adalah istrinya, banyak diantara mereka yang merasa patah hati dikarenakan jungkook sudah memiliki seorang istri.


"selamat datang tuan"

__ADS_1


"hem.."


"ada yang bisa kami bantu?"


"banyak ! aku ingin dalam waktu 10 menit istriku sudah harus terlihat cantik, dan tolong kenakan dia pakaian yang terbaik disini, dia harus terlihat sempurna"


"baik tuan, akan kami laksanakan"


" apa kau tidak apa-apa menungguku?" tanya jieun yang lagi-lagi merasa tidak enak padanya.


"aku akan menunggumu...."


"kalau begitu aku akan segera kembali" jungkook tersenyum melihat jieun.


"dia sangat menggemaskan, ibu kau memang tidak pernah salah dalam hal memilih, termasuk memilih istri untukku" gumam jungkook.


10 menit telah berlalu namun gadis itu belum juga menampakkan batang hidungnya, jungkook yang tidak sabaran beranjak dari tempat duduknya dan berniat untuk melihat sang istri, namun ketika dia ingin memutar gagang pintu, pintu itu lebih dulu terbuka.



kecantikan seorang jeon jieun mampu membuat jungkook tak dapat mengalihkan matanya sedetikpun dari sang istri. ia terus menatap jieun sembari tersenyum hingga membuat gadis dihadapannya itu dibuat salah tingkah karenanya.


"a...apa aku terlihat aneh?"


"tidak tidak.... kau terlihat sangat cantik saat ini, ayo kita berangkat sekarang!" jungkook mengulurkan tangannya, dengan malu-malu jieun menyambut uluran tangan jungkook dan segera beranjak dari sana menuju rumahnya.


"ibu dia datang!" teriak eunha memanggil ibunya ketika melihat mobil mewah memasuki perkarangan rumahnya yang ia yakini adalah jungkook.


"siapa ! siapa ! siapa" ucap nyonya jung dengan hebohnya


"siapa lagi ibu kalau bukan jieun dan jungkook, bukankah sudah kukatakan pada ibu dia pasti akan kembali karna koper itu"


" kau benar sekali sayang, untung saja kau menurunkan kembali koper jelek itu"


hahahahhaa


" ayo kita lihat" eunha dan nyonya jung segera membukakan pintu untuk jungkook dan jieun


" oh hai kalian berdua datang"


"annyeonghaseyo" sapa jungkook dengan hormat


"ayo silahkan masuk" nyonya jung menarik tangan jungkook masuk kedalam tanpa memperdulikan jieun, jieun hanya tersenyum melihatnya baginya tidak masalah ibunya membencinya asal dia tidak ikut membenci suaminya, dan melihat bagaimana ibu tirinya itu memperlakukan jungkook membuatnya sangat senang.


"kau tunggu disini yah, aku akan mengambilkan minum untukmu" ucap jieun dan dibalas anggukkan oleh jungkook, nyonya jung hanya menatap tak suka pada jieun.


" tidak perlu!! aku sudah membawakan minuman segar untuk jungkook, ini diminumlah, aku sendiri yang membuatnya" ucap eunha yang langsung saja duduk ditengah tengah antara jungkook dan juga jieun membuat nyonya jung tersenyum puas melihatnya.

__ADS_1


"terima kasih" ucap jungkook kemudian meminumnya


"bagaimana? enak?" tanya eunha


"hem sangat enak" eunha benar benar dibuat terpesona oleh sosok jungkook, dia bahkan tidak bisa melepaskan pandangannya pada jungkook.


"jungkook-ssi, kau tunggu disini, aku akan segera kembali" ucap jieun


"jungkook-ssi?, melihat dari cara jieun memanggilnya seperti mereka tidak akrab, hahaha ini peluang yang baik untukku mendekatinya" batin eunha.


"hem... baru sehari dia jadi nyonya besar, dandanannya berubah banyak, bahkan dia menggunakan kalung yang sangat mahal" ucap nyonya jung dalam hati yang terus memperhatikan jieun yang berjalan menuju kamarnya.


"sebaiknya aku menuyusul jieun, mungkin saja dia membutuhkan bantuanku" ucap jungkook


"eh ehh tunggu, tidak usah kau disini saja, biar ibu yang menyusulnya" ucap nyonya jung kemudian melirik kearah eunha seakan memberi kode lakukanlah yang terbaik untuk menggodanya.


"jungkook~ah, ayo diminum lagi" ucap eunha, bahkan ia mulai sedikit mendekat kearah jungkook sehingga membuat jungkook merasa sedikit risih padanya, ia merasa eunha seperti sedang menggodanya namun segera ia tepis pikiran kotor itu, mungkin saja eunha memang orang yang sangat ramah dan mudah bergaul dengan orang orang baru, apalagi dia bukanlah orang lain, dia suami jieun dan secara otomatis dia juga menjadi saudara bagi eunha.


sementara jieun, sebelum mengambil koper miliknya dia lebih dulu masuk kedalam kamar ayahnya.


"ayah" mendengar suara jieun sang ayah langsung saja menoleh kearah pintu, sejujurnya dia masih benar-benar marah pada jieun namun rasa sayang dan betapa rindunya dia saat ini pada sosok gadis kecilnya itu mampu meruntuhkan kemarahannya.


"ji..jieun putriku"


"ayah ( memeluk ayahnya) tolong jangan marah lagi padaku, jieun tidak seperti yang ayah pikirkan, jieun ti......"


"sudahlah, lagipula semua sudah terjadi....ayah hanya berharap semoga kau selalu bahagia bersama suamimu, dimanapun kau berada doa ayah selalu bersamamu sayang"


"ayah..." jieun tak dapat menyembunyikan tangisnya mendengar perkataan sang ayah.


"aku menyayangi ayah" ucapnya lagi


"ayah juga menyayangimu, dimana menantu ayah? apa dia memperlakukanmu dengan baik?"


"hem, dia sangat baik ayah, aku akan memanggilnya bertemu dengan ayah" jieun pun segera berlari keluar memanggil jungkook tanpa memperdulikan ibu tirinya yang sedang menguping pembicaraan mereka.


"jungkook-ssi, ayo aku akan mengenalkanmu pada ayahku" jieun langsung saja menarik tangan jungkook hingga membuat eunha yang melihatnya merasa sangat kesal.


"hei...kau mau bawa kemana dia!! ibu............." teriak eunha bak anak kecil yang kehilangan permennya.


"hei kenapa kau berteriak seperti ini!"


"apa ibu tidak lihat gadis tidak tahu malu itu, aku rasa dia sengaja menjauhkanku dari jungkook!, lihat saja aku akan membalasnya bu....aku akan membuatnya menangis seumur hidupnya!!"


"hei pelankan suaramu, bagaimana jika jungkook mendengarnya? kau akan kehilangan kesempatan bahkan sebelum kau bertempur bodoh!"


"gadis itu selalu membuatku kesal ibu......pokoknya secepatnya ibu harus cari cara agar aku bisa tinggal dirumah mereka.....bagaimana pun caranya aku harus tinggal dirumah jungkook" setelah mengatakan itu semua eunha menyusul jieun dan juga jungkook menuju kamar ayahnya.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2