
Pagi ini setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah termasuk membuat sarapan, jieun pun segera mandi dan bersiap siap untuk pergi kuliah mengingat kemarin dia tidak dapat mengikuti ujian karna ibunya melarangnya oleh karna itu dia harus pergi kekampus hari ini dan meminta ujian susulan pada dosennya. jieun berharap dosennya itu mau mengasihaninya dengan memberi ujian susulan padanya.
"Hei ! mau kemana kau pagi pagi seperti ini!"
"oh eunha, Aku harus pergi kuliah sekarang, kemarin aku tidak sempat mengikuti ujian jadi aku harus mengikutinya hari ini, tolong katakan pada ibu , aku telah menyelesaikan pekerjaanku"
"Ibu!!" teriak eunha memanggil ibunya. jieun hanya memandang eunha bingung.
"Ada apa kau berteriak pagi pagi seperti ini?"
"Lihatlah dia bu (menunjuk jieun) "
"Wah wah wahh...pagi pagi seperti ini kau ingin pergi kemana?" melirik jieun dari atas hingga kebawah
"I...ibu aku ingin pergi kuliah, aku harus menyelesaikan uji...."
"Tidak boleh!!" ucap nyonya jung memotong ucapan jieun yang belum sempat dia ucapkan.
"Tapi bu...aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumah, bahkan aku sudah membuat sarapan untuk semuanya, tidak ada lagi yang perlu aku lakukan, jadi tolong biarkan aku pergi bu"
"Hei jieun! Kau tidak dengar apa yang ibu katakan??, ibu bilang kau tidak boleh pergi kuliah apa kau tidak mengerti juga?"
"Tapi kenapa aku tidak boleh pergi bu, aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku bukan?"
"Karna mulai sekarang kau tidak boleh berkuliah lagi" ucap nyonya jung membuat eunha sangat senang dibuatnya terlebih ketika melihat jieun mulai menangis.
"Kenapa aku tidak bo...."
"Ah sudahlah jieun!! Ibu kata tidak boleh yah tidak boleh alias kau berhenti kuliah! Dan jangan berani berani membantah ibu!" ancamnya
Jieun tak mampu lagi berkata kata selain menangis, bagaimana bisa ibu tirinya sekejam itu hingga tidak membiarkannya menyelesaikan kuliahnya yang sebentar lagi akan selesai.
"Cih air mata buaya!!" cibir eunha
"Sebaiknya sekarang kau pergi kepasar dan membeli semua kebutuhan kita selama seminggu, karna mulai hari ini itu akan menjadi tugasmu!! Cepat sana pergi!"
"Baiklah bu" lirih jieun kemudian mengusap air matanya sebelum melangkahkan tungkainya pergi dari hadapan ibu dan saudara tirinya itu.
Hahahahha
"Ibu..tidak kah kau lihat wajahnya?? aaaaaa.... Aku sangat suka ketika dia bersedih seperti itu "
"Jika kau suka maka kau harus membuatnya terus terusan bersedih sayang"
Hahahaha!!!!
_
Setelah menempuh perjalanan 30 menit jieun pun sampai disalah satu pasar tradisional yang ada di kota S, sungguh ia ingin menangis ketika melihat kondisinya saat ini, selama ini jieun tidak pernah sekalipun turun kepasar langsung untuk membeli bahan bahan dapur, semuanya dikerjakan oleh bibi shin yang sudah bekerja dengannya selama bertahun tahun namun harus diberhentikan begitu saja oleh ibu tirinya yang kejam itu.
"Bibi aku merindukanmu" gumam jieun sebelum akhirnya memasuki area pasar serta mengambil catatan miliknya dan mulai berbelanja keperluan dapur satu persatu, hingga aktivitasnya terhenti kala melihat seorang wanita paruh baya tanpa sengaja menjatuhkan barang belanjaannya.
__ADS_1
"Bibi hati hatilah~~~" ucap jieun ketika menolong wanita tersebut dengan membantunya memunguti barang belanjaannya yang terjatuh.
"Ah terima kasih , kau baik sekali nona"
"Ah tidak juga bibi, aku hanya kebetulan lewat saja dan melihat bibi tidak sengaja menjatuhkan barang belanjaan bibi
" ada apa?" tanya seorang wanita yang menghampiri mereka, melihat dari dandananya saja jieun tau wanita itu bukan orang biasa.
"Ah ini nyonya tadi aku tidak sengaja menjatuhkan barang belanjaanku dan gadis ini membantuku"
"Lain kali hati hatilah, siapa namamu nak?"
"Ah annyeonghaseyo, aku han jieun! bibi cukup memanggilku jieun saja" ucap jieun dengan ramah
"Apa kau kesini sendirian?"
"Iya bibi aku hanya sendirian saja, Baiklah kalau begitu aku permisi dulu bibi, aku harus berbelanja" ucapnya
"Baiklah, sekali lagi terima kasih karna sudah membantunya jieun"
"Tidak apa apa bibi, aku permisi" ucap jieun kemudian melanjutkan pekerjaannya, masih banyak yang harus dia beli.
"Anak itu baik sekali, kurasa dia calon yang pas untuk jungkook, bukan begitu bibi ahn?"
"Kau benar nyonya, dia sangat baik dan juga sangat cantik, kurasa dia pantas besanding dengan tuan muda"
"Baiklah , kita harus mengikutinya, aku ingin tau rumahnya dimana?" ujarnya lalu mengikuti jieun, dia benar benar telah menemukan seseorang yang pas untuk jungkook, baginya gadis sederhana ini akan mampu membahagiakan anaknya.
Setelah beberapa menit kemudian jieun pun selesai berbelanja dan berjalan keluar dari area pasar mencari taxi untuk pulang kerumahnya.
"bibi ? I.....iya bibi"
"Kalau begitu naiklah! Bibi akan mengantarmu pulang"
"Ah tidak usah bibi, aku bisa pulang dengan menggunakan taxi, lagipula rumahku tidak terlalu jauh "
"Ayolah jieun biar bibi mengantarmu, tidak baik jika menolak permintaan orang tua" ucapnya membuat jieun berpikir sejenak
"Baiklah bibi" jieun akhirnya menerima ajakan nyonya gyuri yang tak lain adalah ibunda jungkook dan akhirnya mobil pun melaju menuju kediaman jieun.
Selang 30 menit mereka sampai di rumah jieun, jieun segera turun dan mengucapkan banyak terima kasih pada nyonya gyuri karna sudah berbaik hati dan bersedia mengantarnya pulang kerumahnya.
"Bibi ayo masuk dulu!"
"Tidak usah sayang ! Bibi sedang buru buru lain kali saja bibi pasti akan mampir kesini lagi tanpa kau menyuruh bibi" ucapnya membuat jieun hanya tersenyum kikuk dibuatnya karna ia tidak tau kapan akan bertemu dengannya lagi hingga nyonya gyuri berkata seperti itu.
"Baiklah kalau begitu bibi Hati hati dijalan" ucapnya, dan mobil pun melaju meninggalkan jieun .
Jieun segera masuk kedalam rumah dan memasukkan barang belanjaannya kedalam kulkas, setelah selesai ia pun berniat melihat keadaan ayahnya.
"Kau sudah pulang" ucap eunha ketika melihat jieun
__ADS_1
"iya eunha"
"Kalau begitu buatkan aku jus, aku ingin jus sekarang" pinta eunha, kemudian ia duduk santai didepan televisi sembari menonton acara kesukaannya.
"Tapi kenapa kau tidak buat sendiri saja?, kau juga tidak sedang melakukan pekerjaan apa-apa bukan?? Aku ingin melihat ayah" ucap jieun membuat eunha geram lalu menghampirinya.
"Bukankah itu tugasmu?" tanya eunha sinis
"Tidak! Itu bukanlah tugasku, jika kau ingin minum jus maka buat saja sendiri, aku ingin melihat ayah"
"Ibu!!!" teriak eunha membuat jieun tidak habis pikir dengan tingkah konyol eunha. eunha selalu saja melibatkan ibunya dalam masalah mereka
"Ibu kemarilah!!!"
"Apa yang kau lakukan eunha, mengapa kau selalu saja memanggil ibu?" tanya jieun
"aku memanggil ibu agar dia memarahimu karna kau tidak ingin membuatkanku jus"
"Bukan seperti itu, hanya saja aku ingin melihat ayah! Kau sendiri kan tidak melakukan pekerjaan apapun, jadi kurasa kau bisa membuat jus untukmu sendiri"
"Ibu kemarilah!!!"
"Hey ada apalagi ini?" ucap nyonya jung yang menghampiri mereka berdua
"Ibu jieun tidak ingin membuatkanku jus padahal aku sangat menginginkannya, ibu tau sendirikan aku tidak tau cara membuatnya dan dia malah mengejekku bu"ucap eunha membuat jieun menatap tak percaya padanya.
" jieun!! Bagaimana bisa kau bersikap seperti itu pada saudaramu sendiri!!"
"Ibu aku hanya...."
"Sebaiknya sekarang kau pergi membuatkan jus untuk eunha, benar benar tidak tau diri!!" ucapnya membuat jieun hanya bisa menunduk pasrah sedangkan eunha tersenyum puas memperlihatkan kemenangannya pada jieun.
"Baiklah bu" jieun pun kembali masuk kedapur dan membuatkan eunha jus sesuai pesanannya.
_
"Jeon!!" teriak nyonya gyuri ketika sampai dirumahnya
"Ibu kenapa berteriak?"
"Jeon, ibu sudah menemukannya!" ucap nyonya gyuri antusias
"Menemukan apa bu?" tanya jungkook sembari merapikan berkas berkas ditangannya yang akan dibawanya kekantor nanti
"Tenti saja calon untukmu sayang, ibu sudah menemukannya, dia cantik dan juga sangat baik, ibu yakin sekali kau pasti akan menyukainya jeon"
"Oh benarkah?" ucap jungkook yang tak terlalu memperhatikan ucapan ibunya itu dikarenakan kesibukannya saat ini.
"Jadi kapan ibu harus kerumahnya untuk melamar gadis itu?" tanya nyonya gyuri yang meminta izin pada jungkook untuk menentukan tanggal kerumah jieun untuk melamar gadis itu.
"Terserah ibu saja! lakukan apapun yang ibu inginkan, baiklah aku harus pergi kekantor sekarang, aku sibuk !" ucap jungkook dan langsung saja meninggalkan ibunya .
__ADS_1
"Hei dengarkan ibu dulu jeon ( teriaknya memanggil jungkook namun pria itu tidak menghiraukannya) ah biarkan saja dia! yang terpenting dia sudah setuju untuk menikah" gumamnya
bersambung.....