
sudah terhitung dua hari sejak hasil tes itu keluar, sejak itu jugalah nyonya jung dan eunha kehilangan nafsu makannya, mereka bahkan jarang ikut bergabung makan bersama hingga terkadang nyonya gyuri mengawatirkan mereka, sama seperti malam ini ibu dan anaknya itu tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali namun ketika nyonya gyuri bertanya, mereka hanya akan menjawab bahwa semuanya baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
"ibu sekarang bagaimana? jika anak itu sampai lahir kita berdua tidak akan mendapatkan apa-apa ibu, bahkan aku tidak akan bisa memiliki jungkook"
"tenanglah! kau hanya membuat kepala ibu pusing!!!"
"ibu.....sekrang bagaimana??apa kita lenyapkan saja anak itu seperti kita melenyapkan ayahnya jieun!"
praakk!!
suara pecahan itu membuat eunha dan ibunya melihat kearah pintu dimana salah satu pelayan yang bertugas mengantarkan mereka berdua makanan sedang gemetaran akibat mendengar obrolan mereka berdua, dengan segera nyonya jung menghampiri pelayan tersebut dan mencengkram erat tangannya.
"berani sekali kau masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu!!"
"m-maafkan aku nyonya" ucapnya yang masih terlihat gemetaran
"ibu dia pasti sudah mendengar semuanya, sekarang kita harus bagaimana?"
"kita singkirkan saja dia!" mendengar ucapan nyonya jung membuat pelayan itu segera berlutut pada mereka berdua
"maafkan aku nyonya, tolong jangan membunuhku...kasihani aku, aku berjanji tidak akan memberitahukan masalah ini pada siapapun, tapi tolong jangan membunuhku, anakku masih kecil nyonya dia masih membutuhkan ibunya, tolong kasihani aku nyonya"
detik itu juga eunha dan ibunya tersenyum penuh maksud yang tersembunyi, tentu saja ini cuma akal-akalan mereka untuk menakuti pelayan itu, karna dengan bantuan pelayan itu mereka akan menyingkirkan jieun tanpa perlu mengotori tangan mereka sendiri.
"baiklah, aku tidak akan membunuhmu tapi dengan satu syarat"
" syaratnya apa nyonya"
"menyingkirkan bayi jieun" ujarnya dengan smirk diwajahnya
"tapi nyonya...apa kesalahan bayi itu, dia tidak bersalah bagaimana bisa aku menyingkirkan bayi itu, nyonya jieun sangat baik padaku mana mungkin aku berbuat jahat padanya"
"oh okey baiklah jika kau tidak ingin maka aku tidak hanya akan membunuhmu tapi aku akan membunuh anakmu juga!!" ancam nyonya jung hingga pelayan itu merasa tersudutkan dan tidak mempunyai pilihan lain.
"ah sudahlah bu, tidak usah membuang-buang waktu habisi saja dia"
"ah jangan.....baiklah aku kan menyingkirkan bayi nyonya jieun, mula-mula aku harus bagaimana?"
"berikan ini diminuman atau makanan jieun" memberikan sebotol racun
"tapi ini kan racun nyonya, tidak hanya bayi nyonya jieun juga akan ikut terbunuh"
"itu lebih baik, agar anak kesayanganku ini bisa memiliki jungkook serta kekayaannya, kau tenang saja aku akan memberimu imbalan" pelayan itu terlihat berpikir, semua ini dia lakukan demi hidupnya serta hidup anaknya yang saat ini berada diambang kematian jika tidak menuruti perintah nyonya jung namun tetap saja sebenarnya dia tidak tega pada gadis sebaik jieun.
"nyonya daripada membunuhnya bagaimana kalau...." pelayan itupun membisikkan sesuatu ketelinga nyonya jung , seketika senyum mengambang di wajah nyonya jung.
"kau benar, tidak perlu membunuhnya.....kita hanya perlu membuat dia menderita dengan kebencian jungkook padanya"
"ibu dia membisikkan apa? dan apa maksud ibu?" tanya eunha yang penasaran dengan rencana sang ibunda.
"kau lihat saja besok sayang..."
_
"sayang..."
"iya..apa kau memerlukan sesuatu ( menutup bukunya lalu menghampiri jungkook yang baru selesai mandi ) atau kau ingin aku membantu mengeringkan rambutmu?" tanya jieun
"iya aku menginginkan sesuatu"
__ADS_1
"katakanlah jeon, aku akan segera membuatkannya?, apa kau ingin coklat panas?" tanya jieun
"aku menginginkanmu " jungkook menarik pinggang ramping jieun mendekat kearahnya, sontak perlakuan jungkook ini membuatnya tersipu malu, melihat sang istri yang sudah seperti kepiting rebus membuat jungkook segera membopong tubuh mungil itu menuju kasur.
"malam ini kau milikku sayang...." membelai lembut pipi jieun, menatapnya penuh cinta, tak bosan bosannya jungkook memuji kecantikan sang istri.
"kau sangat cantik malam ini sayang"
"jeon...kau membuatku malu" jungkook tersenyum lalu perlahan-lahan ia mencium lembut bibir jieun, lembut penuh perasaan itulah yang dirasakan jieun dan tak menampik jieun pun membalas ciuman jungkook.
tidak ada lagi rasa malu seperti saat pertama kali melakukannya, saat ini kedua tangan mereka sibuk melepaskan satu persatu pakaian yang melekat ditubuhnya hingga tak tersisa satu pun, seakan-akan kedua tubuh itu saling berbicara dan saling membutuhkan satu-sama lain.
lenguhan tertahan keluar begitu saja dari bibir jieun ketika jungkook mulai memanjakan lehernya dengan sentuhan sentuhan bibirnya, bahkan jungkook tak segan-segan untuk menigigitnya pelan untuk menciptakan tanda-tanda kepemilikan miliknya.
setelah puas bermain-main diarea leher, dan dada sang istri jungkook beralih kearea perut rata jieun lalu mengecupnya berharap suatu saat nanti akan ada jeon kecil yang tumbuh didalamnya.
jungkook mengecupnya bertubi-tubi sebelum memasuki inti dari aktivitas mereka.
jieun memeluk erat tubuh kekar diatasnya itu saat merasakan milik suaminya telah memenuhi miliknya dan bergerak secara perlahan-lahan, jieun menatap jungkook dan menarik tengkuk suaminya itu lalu menciumnya.
"aku mencintaimu jeon"
"aku juga mencintaimu sayang" mengecup kening jieun, lalu sedikit menambah tempo pergerakan pada pinggulnya hingga membuat jieun terus-terusan mengeluarkan desahan-desahan yang sangat memabukkan jungkook.
tidak lama mereka mencapai klimaks secara bersamaan, dalam hati jungkook berharap kali ini jeon kecil akan tercipta dari ****** ***** yang dikeluarkannya.
jungkook berbaring lemas disamping jieun lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua, meski saat ini tubuh mereka sangat berkeringat karna kegiatan mereka tadi tetapi jieun masih sangat nyaman berada dalam dekapan jungkook bahkan menenggelamkan wajahnya kedada bidang yang bearoma maskulin bercampur peluh itu.
_
"apa jieun dan jungkook belum bangun?" tanya nyonya gyuri pada bibi ahn
"tidak apa-apa, biarkan saja mereka, saat ini mereka berdua sedang berusaha untuk mendapatkan jeon junior" ejek nyonya gyuri.
tidak lama kemudian nyonya jung dan eunha datang menghampiri nyonya gyuri.
"akhirnya kalian berdua keluar juga, apa kalian baik baik saja?" tanya nyonya gyuri khawatir
"kami baik baik saja bibi, tidak usah khawatir, ngomog-ngomong bibi mau kemana ?"
"ah ini....bibi akan kekampung halaman ayahnya jeon selama dua hari, sudah lama bibi tidak mengunjungi makam ayahnya, jadi hari ini bibi akan kesana"
"ah...begitu" eunha melihat ibunya memberi kode jika rencana mereka akan berjalan sempurna tanpa adanya nyonya gyuri.
setelah beberapa menit kemudian jieun dan jungkook turun lalu menyapa ibunya.
"ibu mau kemana?"
"ibu akan mengunjungi makam ayahmu, ibu akan pergi selama dua hari jadi jangan merindukan ibu" ujar nyonya gyuri membuat semuanya tertawa
"bibi ahn, bibi ikut menemani ibu kan?" tanya jieun yang khawatir jika sang mertua bepergian sendiri
"tentu saja, bibi akan menemaninya, kau tidak usah khawatir" ujar bibi ahn membuat jieun lega
aughhhhh dasar tukang cari perhatian!! umpat eunha dalam hati.
waktu menunjukkan pukul 9.00 kst , nyonya gyuri sudah berangkat ke kampung halamannya sedang jungkook sudah berangkat kekantor, jieun beranjak pergi keperpustakaan lalu melanjutkan bacaannya sementara eunha dan ibunya sibuk mengatur rencananya.
"nyonya ini ada jus dan kue " ujar pelayan yang diutus oleh nyonya jung
__ADS_1
"eoh! mengapa repot-repot aku bisa mengambilnya sendiri"
"tidak apa-apa ini silahkan nyonya , kalau begitu saya permisi dulu"
maafkan aku....aku terpaksa melakukannya, maaf,,,
jieun meminum jus yang diberikan pelayan tersebut, lalu kembali melanjutkan bacaannya, namun lama kelamaan dia menjadi sangat pusing dan mengantuk padahal ini masih tergolong pagi
jieun berjalan menuju kamarnya dengan rasa pusing yang menyerangnya, begitu sampai jieun lantas berbaring lalu menarik selimutnya dan kali ini dia benar-benar sudah tertidur. eunha , ibunya dan pelayan tadi melihat jieun yang sudah tertidur pulas saatnya untuk melanjutkan misi yang terakhir.
"ibu saatnya untuk menyuruh tommy masuk" ujar eunha dengan smirknya lalu sang ibunda segera menyuruh tommy yang sedari tadi memang sudah berada diarea rumah jungkook untuk masuk kedalam rumah.
nyonya jieun maafkan saya, tapi setidaknya begini lebih baik daripada nyawa anda dan bayi yang tidak berdosa itu dibunuh oleh kedua orang jahat ini, maafkan saya nyonya.
"kamu sebaiknya segera telanjangi jieun" pintah nyonya jung pada pelayan tersebut.
"baik nyonya" ujarnya, pelayan itu menangis saat menelanjangi jieun yang merupakan majikan yang sangat perduli padanya, namun dia juga tidak memiliki pilihan lain, setidaknya wanita sebaik jieun harus tetap hidup bersama bayinya yang tak berdosa itu.
tidak lama kemudian pria bertubuh besar nan kekar itu memasuki rumah mereka.
"kau ingat apa yang sudah kita rencanakan bukan??"
"ingat...tapi kau tidak lupa dengan imbalan yang akan aku terima kan???"
"tentu saja, aku akan memberimu sejumlah uang yang banyak hingga cukup untuk pengobatan putrimu dan cukup untuk keperluan kalian lainnya, asalkan kau menjalankan tugasmu dengan baik"
"kau tidak perlu khawatir , aku akan melakukan apa saja demi kesembuhan putriku"
"itu bagus, sekarang masuklah kedalam kamar ini, dan lakukan seperti yang kuperintahkan"
pria itupun masuk kedalam kamar jieun dimana jieun sedang tertidur pulas dalam keadaan telanjang namun tertutupi oleh selimut, pria itu tiba-tiba saja merasa tidak tega pada jieun namun ia memerlukan uang untuk pengobatan putrinya yang sedang sakit dan membutuhkan banyak uang.
pria itu melepas pakaiannya satu persatu dan sengaja melemparnya kesegala arah, lalu mendekati jieun dan ikut memasuki selimut itu dan akan memeluk tubuh jieun begitu jungkook kembali kerumah.
begitu melihat pria itu sudah ikut berbaring disamping jieun, eunha memulai aksinya untuk menelpon jungkook.
"ada apa kau menelponku hah?" bentak jungkook yang terdengar sangat tidak menyukai eunha
"begitukah caramu menjawab telponku?"
"jangan berbelit-belit katakan padaku ada apa?"
"pulanglah dan lihat sendiri apa yang telah dilakukan oleh istri tercintamu itu, memalukan" ujar eunha lalu sengaja memutuskan sambungan telponnya agar jungkook semakin penasaran.
jungkook yang mendengar nama jieun menjadi panik seketika, dia takut terjadi apa apa pada istrinya, tanpa membuang buang waktu lagi jungkook segera melajukan mobilnya menuju rumahnya dengan kecepatan penuh, dipikirannya hanya satu, dia takut jieun kenapa-napa.
setelah beberapa menit jungkook pun sampai kerumah, eunha yang melihat mobil jungkook tersenyum memandang ibunya.
"dimana jieun" tanya jungkook panik
"kau lihat saja sendiri! dia ada dikamar, dia sudah mulai menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya" ujar eunha membuat jungkook geram mendengarnya, dia lantas berlari menuju kamar tanpa memperdulikan eunha.
"sa-sayang..." ujar jungkook yang bergetar ketika melihat gadisnya berada dalam dekapan orang lain dalam keadaan sangat intim. hancur, hatinya sangat hancur melihatnya hingga air matanya tanpa sadar mengalir begitu saja sebelum berubah menjadi kilatan emosi yang membuncah menatap kedua orang itu.
bersambung.......
hai maaf kalau ceritanya jelek :)
author akui masih memiliki banyak sekali kekurangan. but boleh dong minta like, vote dan komen hehehehe gpp deh komennya cuma next doang biar author tau bahwa ada yang menunggu cerita ini :)
__ADS_1