Love and Tears

Love and Tears
part duabelas


__ADS_3

akhirnya hari kelulusan jieun tiba, dia tidak pernah menyangka bisa menyelesaikan kuliahnya, semua ini berkat doa suami dan mertua yang selalu mendukungnya dan selalu bersamanya, memiliki orang-orang yang menyayangimu dan selalu berada disampingmu adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa bagi jieun.


"selamat sayang... aku bangga padamu" jungkook menyerahkan seikat bunga pada jieun dan tak lupa ia mengecup manis bibir ranum sang istri .


"terima kasih jeon" memeluk jungkook


"pamer" umpat eunha dalam hati, dia benar-benar kesal melihat itu semua


"untuk merayakan kelulusan jieun hari ini juga kita semua akan berangkat kejeju selama 1 minggu untuk berlibur" ujar nyonya gyuri membuat nyonya jung dan eunha bahagia mendengarnya, bepergian bersama orang-orang luar biasa adalah tujuan utama mereka agar bisa turut menikmati perjalanan mewah mereka.


"jeju?" tanya jieun


"iya sayang.....kita akan pergi ke jeju"


"tapi bagaimana dengan pekerjaanmu jeon? seminggu itu terlalu lama" eunha yang mendengar ucapan jieun merasa jika gadis itu terlalu berlebihan, awas saja jika perjalanan ke jeju sampai batal. batinnya


"apa kau lupa jika suamimu ini adalah pemilik perusahaan itu?, jadi jangan khawatir, aku sudah mengurus semuanya, kita hanya perlu menikmatinya sayang"


"dia benar benar hebat....aku harus menikahkannya dengan eunha bagaimanapun caranya" batin nyonya jung


"lagipula, saatnya kita berfokus pada babynya sayang" lanjut jungkook dengan berbisik ketelinga jieun membuat gadis itu memerah.


jeju,


setelah menempuh beberapa jam perjalanan akhirnya mereka semua sampai di jeju dengan selamat dan memilih kamar mereka masing masing, khusus untuk jieun dan jungkook mereka mendapat pelayanan honeymoon terbaik yang ada dijeju, semua ini adalah ulah nyonya gyuri yang sengaja memberikan pelayanan istimewa untuk mereka berdua agar mereka bisa menikmati waktu berdua sebaik mungkin dan yang terpenting nyonya gyuri menginginkan seorang cucu segera mungkin.


"jeon, kamar ini indah sekali " ujar jieun seraya menatap keluar jendela dimana pemandangan laut sangat terlihat jelas didepan matanya ditambah lagi hanya ada cahaya lilin yang menerangi mereka berdua menambah suasana menjadi semakin romantis.


jungkook perlahan-lahan menghampiri jieun dan memeluk tubuh mungil itu dari belakang lalu kemudian ia menciumi ceruk leher jieun menyesapi aroma vanila milik istrinya yang menjadi candu baginya, perlahan-lahan jungkook memutar tubuh jieun menghadapnya dan menyelipkan anak surai jieun yang menutupi wajahnya kebelakang telinga.


"bahkan hanya dengan cahaya lilin  yang redup ini kau masih terlihat cantik sayang" jungkook kemudian menggesekkan bibirnya kewajah jieun membuat gadis itu spontan menutup matanya menikmati setiap sentuhan sentuhan lembut dari bibir  jungkook bahkan deruhan nafas keduanya bisa terdengar.


"jangan memujiku jeon, kau bisa membuatku terbang dengan kata-katamu itu"


"bahkan kau semakin cantik ketika menyela perkataanku " jungkook mengecup lembut bibir jieun lalu kemudian menatapnya


"dan kau jauh lebih tampan saat memujiku seperti itu" ujar jieun malu lalu kemudian memeluk jungkook.


"apa kau bahagia?" tanya jungkook membuat jieun mendongakkan kepalanya keatas menatap jungkook


"mengapa bertanya seperti itu?"


"hanya bertanya saja, karna jika kau bahagia maka aku merasa sangat sempurna menjadi suami untukmu"


"jeon, aku sangat bahagia, aku sangat-sangat bahagia , aku telah memiliki segalanya dan aku tidak menginginkan apa-apa lagi... aku hanya membutuhkanmu untuk terus berada disampingku" jieun kemudian menyandarkan kepalanya ke dada bidang jungkook


"aku akan selalu berada disampingmu, dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu, bergantunglah padaku sayang, kau hanya perlu mengandalkan suamimu ini"


"terima kasih" ujar jieun seraya tersenyum, dia benar-benar bahagia memiliki jungkook disampingnya, kehadiran jungkook membuatnya merasa bahwa ayahnya masih hidup hingga ia tidak akan merasa sendirian.


"kemarilah biarkan aku menciummu" jungkook menangkup kedua wajah jieun kemudian mencium lembut bibir sang istri dengan seduktif, cukup lama mereka berciuman sebelum akhirnya jungkook melepas pangutan mereka dan menatap wajah sang istri yang telah memerah seakan akan ini pertama kalinya mereka berciuman.


dengan hati-hati jungkook mengangkat tubuh mungil itu menuju kasur mereka yang dipenuhi dengan kelopak bunga mawar menambah kesan romantis pada honeymoon mereka kali ini meski sangat-sangat terlambat namun mereka berdua sangat menikmatinya.

__ADS_1


tatapan mereka bertemu dengan deruhan nafas yang menggebu-gebu, saat ini mereka berdua sedang dalam puncaknya, mereka ingin saling memiliki satu sama lain, jieun tak menampik jika tubuhnya saat ini sangat membutuhkan sentuhan suaminya itu, perlahan-lahan jungkook mengecup dahi jieun kemudian hidung lalu beralih ke bibir ranum itu melumatnya dengan penuh kelembutan.


lenguhan tertahan keluar begitu saja dari bibir mungil itu kala sang suami mulai menjelajahi area lehernya, dari hanya sekedar mengecup lembut hingga sedikit agresif dengan mengisap leher sang istri bahkan menggigit kecil hingga meninggalkan jejak-jejak cinta mereka.


jieun semakin menggeliat ketika jungkook mulai turun kearea dadanya, bibir suaminya itu begitu aktif meninggalkan jejak cintanya disana bahkan tangannya terus bergantian meremas kedua benda kenyal itu membuat jieun semakin menggeliat tidak karuan. malam ini jungkook benar-benar memanjakan jieun, dia bermain dengan sangat lembut dan tentu saja memabukkan untuk jieun. ditambah cahaya lilin yang menerangi mereka berdua menambah kesan yang sangat romantis . malam itu dunia hanya terasa milik mereka berdua.


_


pagi ini mereka semua sarapan bersama sembari menikmati keindahan pantai di pulau J ini, mereka benar-benar menikmati perjalanan kali ini, bagi jungkook perjalanan kali ini sangat sempurna mengingat tahun ini dia telah memiliki seorang istri dan itu membuatnya terasa lengkap ibu dan istrinya bersamanya.


"apa kalian menikmati liburan ini" tanya nyonya gyuri pada jungkook dan juga jieun


"aku benci jika si bibi cerewet ini mulai bertanya seperti ini" monolog eunha dalam hati, seakan tidak perduli dengan percakapan mereka eunha hanya sibuk menikmati semua hidangan yang ada didepannya tanpa rasa canggung.


"liburan ini terbaik bu, kami tidur nyenyak semalaman, iyakan sayang"


"iya bu jeon benar, semuanya sangat indah....aku menyukainya dan poin utamanya adalah kita semua bisa berkumpul bersama disini" ujar jieun,  jungkook tersenyum lalu mengacak gemes rambut jieun.


"dasar bermuka dua, bilang saja jika kau sebenarnya tidak ingin kami ada disini" batin nyonya jung.


"itu bagus sayang, ibu harap kau dan jeon bisa menghabiskan waktu kalian dengan baik disini......ah nyonya jung apa kau dan eunha juga menikmatinya?"


"ah tentu saja kami menikmatinya, ini adalah perjalanan yang menyenangkan bagi kami"


" itu bagus ibu jung, semoga kalian menikmatinya.......ah ibu aku dan jieun akan berjalan-jalan kepantai sebentar" pamit jungkook dengan menggenggam tangan jieun.


"kalian tidak perlu izin, pergi saja, Bahkan seharian juga tidak masalah"


"aku tidak akan membiarkannya berduaan bersama jungkook" batin eunha, ia kemudiam menatap ibunya, seakan mengerti maksud dari tatapan eunha nyonya jung pun mengangguk pada putrinya itu.


"ah bibi aku juga ingin pergi jalan-jalan keluar"


"tentu saja sayang, kau bisa pergi kemana pun kau suka, karna kita sedang liburan jadi nikmatilah liburanmu " ujar nyonya gyuri seraya menepuk pelan pipi eunha.


Eunha segera berlari keluar hotel menuju pantai dan mencari-cari keberadaan jieun namun karna banyaknya wisatawan yang datang membuatnya kesulitan untuk menemukan keduanya.


"sayang ayo kita kesana" jungkook menarik jieun menuju laut.


"tapi aku tidak bisa berenang jeon" mendengar hal itu jungkook lantas tersenyum dan berjongkok didepannya.


"naiklah, aku akan memberitahumu apa itu kesenangan yang sesungguhnya"


Setelah jieun naik, jungkook pun berdiri dan berjalan menuju laut, awalnya jieun merasa takut ketika mereka sudah memasuki air dan terlebih lagi ketika kakinya mulai menyentuh air.


" tidak usah takut, ada aku bersamamu sayang" mendengar hal itu jieun sedikit lega meskipun dia masih sangat takut


Setelah ketinggian air sudah mencapai dada, jungkook berhenti dan melepaskan jieun membuat jieun panik dan menendang nendang air karna takut tenggelam, dengan tersenyum jungkook segera meraih pinggang ramping itu dan membawanya kedalam pelukannya.


"sudah kukatakan tidak usah takut, ada aku bersamamu"


"t-tetap saja aku sangat takut jeon" jieun segera mengalungkan tangannya pada leher jungkook


"kau sangat menggemaskan ketika takut begini" ujarnya dengan menggoda sang istri hingga membuat kedua pipi itu kembali merona.

__ADS_1


"aku mencintaimu jieun"


"aku juga mencintaimu" jungkook kemudian mencium lembut bibir istrinya.


"aku menemukan mereka!" ujar eunha antusias ketika melihat jungkook dan juga jieun, tanpa berpikir panjang lagi dia langsung saja  berenang menghampiri mereka berdua.


"kalian disini rupanya" ujar eunha  membuat jieun maupun jungkook terkejut dibuatnya akan kehadiran eunha yang tiba-tiba.


"augghh pemandangan yang membuat mataku sakit" batinnya ketika melihat posisi jieun dan jungkook yang sedang berpelukan.


"kau disini"


"iya tadi aku berenang didaerah sana, tidak sengaja melihat kalian berdua"


"ah begitu" ucap jungkook


"ngomong-ngomong kalian mesra sekali" ucap eunha dengan maksud menyinggung keduanya agar tidak berpelukan didepannya.


"istriku tidak bisa berenang"


"what jieun tidak bisa berenang? dasar taktik murahan, bilang saja ingin dipeluk jungkook! tidak perlu berbohong seperti itu" gumam eunha


"kau mengatakan sesuatu?" tanya jieun


"ah bukan apa-apa"


"baiklah, jeon sepertinya sudah cukup ayo kita balik kehotel" ajak jieun


"ayok" jungkook pun berjalan menuju pinggiran di ikuti oleh eunha dibelakangnya namun seketika ia berhenti dan tidak mengikuti mereka.


"ide yang bagus, aku harus mencobanya" ujarnya, setelah melihat jungkook menurunkan jieun dengan segera ia berteriak seolah-olah tenggelam diakibatkan oleh kakinya mendadak keram.


"akh t-tolong" teriak eunha yang berpura-pura tenggelam, jieun yang melihatnya segera menyuruh jungkook untuk menolong saudaranya itu, jungkook pun segera berenang menghampiri eunha dan menggendong tubuh gadis itu membawanya kepinggiran pantai.


"ah.... aromanya benar-benar enak, aku menyukainya" batin eunha, ia semakin mengeratkan pelukannya dan menghirup aroma maskulin jungkook yang membuatnya tergila-gila, jungkook mulai merasa ada yang aneh dengan gelagat tubuh eunha ketika dia merasakan sesuatu yang lembut baru saja menyentuh permukaan lehernya, namun dia mencoba menepis pikiran buruknya itu mungkin saja eunha tidak sengaja mencium lehernya, apalagi dilihat saat ini eunha sangat ketakutan, dia tidak mungkin melakukan itu semua.


" eunha kau tidak apa-apa kan?" ucap jieun khawatir


"aku tidak apa-apa, tadi tiba-tiba saja kakiku keram, untung saja ada jungkook jika tidak ! aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku, terima kasih " ucapnya


" tidak usah berterima kasih padaku, jieunlah yang melihatmu hampir tenggelam"


"ah begitu...jieun terima kasih" ujarnya yang di buat semanis mungkin


"tidak perlu berterima kasih, yang terpenting sekarang kau tidak apa-apa"


"aughhh sejujurnya aku benar-benar tidak sudi berterima kasih padanya" batin eunha.


"baiklah, ayo kita kembali kehotel" ajak jungkook, dia kemudian menggenggam tangan jieun dan berjalan menuju hotel, eunha yang melihat punggung jungkook tak dapat menyembunyikan senyumnya.


"hahahahah, jika hari ini aku bisa mencium lehernya itu, mungkin besok-besok aku bisa merasakan bibirnya" ucapnya dengan smirk diwajahnya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2