
Gedung aula yang super mewah telah memancarkan kilauannya pertanda bahwa sebentar lagi akan ada pernikahan, dan terlihat banyak orang disana dari golongan bangsawan, karna fakta ini juga membuat nyonya jung dan anaknya eunha dibuat kebingungan, terlebih lagi mereka dijemput dengan menggunakan limosin yang super mewah, mereka berdua tidak pernah menyangka jika lamaran itu datang dari keluarga konglomerat bahkan orang yang sangat berpengaruh di kota s.
Karna hal ini juga membuat nyonya jung merasa sangat kesal, tentu saja hal ini membuatnya frustasi, seharusnya dia menikahkan eunha dengan anak nyonya gyuri bukannya jieun.
"Ibu bagaimana ini, seharusnya aku yang menikah dengan si jungkook itu ibu" rengek eunha
"Diamlah!, ibu sedang pusing saat ini, mana ibu tau kalau mereka itu orang yang sangat kaya, kau lihat sendirikan bagaimana penampilan mereka saat datang kerumah kita, siapa yang bakal mengira kalau mereka dari keluarga bangsawan"
"Lihatlah bu, semuanya sangat mewah, bukannya kita membuat jieun semakin susah tapi malah membuatnya menjadi tuan putri, aku merasa dia sudah benar benar seperti cinderella"
"Oh ternyata kalian ada disini" ucap nyonya gyuri menghampiri eunha dan ibunya
"i...iya"
"Acara akan segera dimulai, apa jieun sudah siap"
"Semuanya sudah siap"
"Baiklah, kalau begitu aku juga akan melihat putraku, sebaiknya anda juga melihat jieun"
Nyonya jung dan eunha pun menuju ruangan jieun dimana gadis itu sedari tadi hanya menangis dan menangis hingga pengrias dibuat kewalahan karnanya.
"Apa dia telah siap?"
"Maafkan aku nyonya, putri anda terus terusan mengeluarkan air matanya, kami jadi kesulitan meriasnya"
"Baiklah, kau bisa meninggalkan kami sebentar" pinta nyonya jung
"Dasar gadis bodoh!, menikah dengan keluarga konglomerat bukannya senang malah bersedih"
"Ibu tau sendirikan ini bukanlah keinginanku, aku belum siap untuk menikah, aku tidak mengenal pria itu, dan terlebih lagi ayah marah padaku, dia bahkan tidak bisa datang dihari pernikahanku"
"Halah, malah drama!!, asal kau tau saja, seandainya saja ibu tau nyonya gyuri itu keluarga konglomerat pastinya sekarang aku yang berada disposisimu ini, dasar bodoh!!dikasih hidup enak malah menangis" ucap eunha
"Eunha benar, dan aku sangat menyesali itu, andai saja aku lebih cepat mengetahuinya, aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan keluarga mereka"
"Benarkah, kalau begitu ayo hentikan pernikahan ini, karna aku juga benar-benar belum siap untuk menikah bu, bagaimana jika eunha menggantikanku saja" usul jieun
"Ide bagus" ucap nyonya jung
"Ah, tidak tidak tidak ibu__ aku tidak mau"
__ADS_1
"Kau ini bagaimana, bukannya kau ingin menjadi orang kaya, mengapa tidak mau?, ingatlah keluarga mereka orang yang sangat berpengaruh disini"
"Bukan begitu bu, aku takut jika si jungkook itu orangnya sangat jelek, hitam , gendut dan norak, kita kan belum pernah melihatnya, coba ibu pikirkan, bagaimana bisa seorang konglomerat datang melamar keluarga kita yang tidak ada apa apanya dibandingkan mereka jika bukan karna anak mereka bermasalah? aku benar bukan?" ucap eunha
"Tapi dia sangat kaya sayang, kau bisa menceraikannya setelah menguasai hartanya" ucap nyonya jung membuat jieun hanya menggelengkan kepalanya, betapa jahatnya ibu dan juga saudara tirinya ini, mereka hanya bisa memikirkan soal harta dan tahta.
"Tetap saja tidak mau ibu, bagaimana jika dia ingin menyentuhku??, pokoknya tidak mau! lagipula ibu kita bisa memanfaatkan pernikahan jieun ini, jadi untuk apa aku harus menikah dengan orang yang belum tentu cocok denganku" ucap eunha sehingga membuat nyonya jung terlihat memikirkan sesuatu.
"Apa maksud kalian?" selidik jieun
"Kau tidak perlu tau, nikmati saja pernikahanmu ini, dan ingatlah untuk tidak menangis!, kau ini bikin susah saja, jangan lupa tersenyumlah "
"Bagaimana aku akan tersenyum disaat ayah tidak berada disini untuk mendampingi aku, karna kalian juga aku bahkan tidak bisa berpamitan pada ayah, kalian benar benar tidak mengizinkan aku bertemu dengan ayah disaat ayah telah salah faham terhadapku"
"Ibu lihatlah, dia mulai drama lagi" ucap eunha yang kesal melihat jieun lagi lagi menangis
"Gadis bodoh!, sebaiknya kau berhenti menangis karna pernikahanmu akan segera dilaksanakan dan berhentilah mengawatirkan ayahmu, dia akan baik baik saja bersama kami, lagipula ibu tidak yakin dia masih menganggapmu sebagai anaknya" ucap nyonya jung kemudian ia dan eunha tertawa melihat jieun.
"Ayah, sebentar lagi jieun akan menikah, jieun akan memulai hidup baru bersama dengan keluarga jieun yang baru, ayah baik-baik yah dirumah, jieun janji akan sering sering melihat ayah disana, doakan jieun agar jieun bisa menjadi istri yang baik buat suami jieun nanti, aku mencintaimu ayah" batin jieun
_
"Waahh aura pengantin memang selalu terlihat berbeda yah,___kau sangat tampan sayang"
"Hari ini ibu sangat bahagia, ibu harap kau juga berbahagia sayang"
"Ibu, bukankah sudah kukatakan jika kebahagiaanku terletak pada kebahagiaan ibu" ucap jungkook
"Meskipun aku tidak yakin aku akan bahagia bersamanya ibu, tapi selama ibu bahagia maka itu sudah cukup membuatku bahagia" monolognya dalam hati
"Ibu menyayangimu sayang, ibu harap kau bisa menjalani peranmu sebagai suami yang baik kelak"
"Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuknya"
"Baiklah kalau begitu ayo keluar, sudah waktunya kau akan menikah sayang"
Perasaan gugup mulai melanda jungkook kala menatap orang orang yang terlihat begitu ramai, tangannya mendadak dingin karna terlalu gugup, seketika pandangan orang orang mengarah kepintu yang terbuka dan menampilkan mempelai wanita sedang memasuki aula pernikahan ditemani oleh ibu dan juga saudara tirinya yakni eunha, sebagian orang orang terlihat berbisik dan mencari keberadaan ayahnya yang tidak terlihat dihari bahagia ini namun itu tidak berangsur lama lantaran orang - orang dibuat kagum akan kecantikan jieun yang terlihat sangat cantik terlebih saat ia tersenyum.
Mendengar bisikkan bisikan tamu yang hadir membuat jungkook penasaran dan akhirnya dia pun menoleh kebelakang guna menyambut mempelainya.
__ADS_1
Untuk yang pertama kalinya jungkook merasakan jantungnya berdebar sangat kencang ketika melihat seorang gadis dan gadis yang beruntung itu ada han jieun yang sebentar lagi akan menjadi istrinya tanpa sadar jungkook menarik sudut bibirnya kala melihat senyuman jieun. gadis itu mengenakan gaun dan aksesoris yang terbilang sederhana namun entah mengapa sangat cocok untuk jieun dan membuatnya terlihat sangat cantik.
"Dia jungkook! , dia sangat tampan ibu!" bisik eunha, jieun dapat mendengarnya namun ia tidak mempunyai keberanian untuk menatap pria itu namun jantungnya juga mulai berdebar tidak beraturan.
"Sekarang ratapilah penyesalanmu dengan menolaknya tadi" ucap nyonya jung pada eunha.
Tepat dihadapan jungkook nyonya jung memberikan tangan jieun padanya dan disambut dengan senang hati oleh pria itu kemudian mereka berdua menghadap pendeta , sedangkan eunha, ia terus terusan menatap jungkook seakan terkena sindrom cinta pada pandangan pertama.
Pak pendeta menyuruh semua tamu yang hadir untuk tetap tenang karna ritual pernikahan akan segera dilaksanakan.
"Jeon jungkook apakah engkau bersedia menerima han jieun sebagai istrimu dan mencintai dia sepenuh hati dalam keadaan suka maupun duka hingga maut memisahkan kalian" ucap pak pendeta hingga membuat kedua mempelai benar benar gugup
"Sa..saya bersedia" ucap jungkook dengan gugupnya
"han jieun, apakah engkau bersedia menerima jeon jungkook sebagai suamimu, mencintai dia sepenuh hati hingga maut memisahkan kalian dan menjalankan semua kewajibanmu sebagai istrinya"
"Saya bersedia" ucap jieun dengan air mata yang menetes dipipinya.
"Ayah berkatilah pernikahan kami, restuilah kami, doakanlah kami agar menjadi pasangan yang berbahagia hingga ajal menjemput" batin jieun
Setelah mengikrarkan janji suci sumpah pernikahan dihadapan semua orang serta ritual yang lainnya pak pendeta pun memberkati mereka berdua sebagai sepasang suami istri yang sah, para tamu undangan yang hadir ikut berbahagia mendengarnya.
"Baiklah kalian berdua telah resmi menjadi suami istri, jeon kau boleh mencium istrimu "
Seketika jungkook dan jieun saling berhadapan namun jieun hanya menunduk , sorak teriakan dari para tamu undangan yang menggoda mereka membuat mereka berdua semakin gugup.
Perlahan lahan jungkook mulai mendekatkan wajahnya kewajah jieun mempersempit jarak diantara mereka berdua membuat jieun benar benar gugup bahkan ia mulai mengcengkram erat gaunnya hingga perlahan lahan dia mengangkat wajahnya menatap jungkook dan tatapan mereka bertemu, terlihat jelas dimata jungkook betapa gugupnya jieun, dengan tersenyum jungkook pun mendaratkan satu kecupan manis dikening jieun.
"Untung saja!" ucap eunha
"Untung kenapa??" tanya ibu jung penasaran
"Ibu kurasa anakmu ini telah jatuh cinta padanya, apa aku bisa memilikinya bu"
"Anak ibu sedang jatuh cinta yah" mendengar ucapan ibunya membuat eunha tersipu malu
"Aku bisa memilikinya kan??"
"Soal itu ibu tidak tau, tapi cara untuk mendapatkannya ibu tau" ucapnya dengan tertawa.
__ADS_1
bersambung.....