Love and Tears

Love and Tears
part tujuhbelas


__ADS_3

Brengsek!!!!!!


Emosi jungkook benar-benar membuncah melihat istrinya dengan pria lain sedang berpelukan mesra didalam rumahnya sendiri dan dalam keadaan sangat intim, jungkook mengepalkan tangannya sebelum akhirnya menghampiri tommy dan menarik paksa pria itu hingga terjatuh lalu meninjunya bertubi-tubi meluapkan amarahnya, sesuai perintah eunha, tommy tidak boleh membalas jungkook sehingga dia terpaksa harus menerima pukulan-pukulan itu.


Ketika mendengar suara gaduh itu eunha dan ibunya berpura-pura panik lalu masuk kedalam kamar menghampiri jungkook yang sudah seperti orang kesetanan memukul tommy hingga babak belur .


"jungkook hentikan kau bisa membunuhnya" ujar nyonya jung yang mencoba untuk menghentikan jungkook.


"aku memang ingin membunuhnya....aku sangat ingin membunuhnya!!" kilauan mata jungkook yang benar-benar terlihat sangat marah membuat nyonya jung dan juga eunha bergidik ngeri melihatnya.


"kau tidak boleh menyalahkannya saja, jieun juga bersalah dalam hal ini, pria ini tidak mungkin berani masuk kedalam rumah ini dan bersetubuh dengan i..istrimu jika bukan karna jieun yang memanggilnya" ujar eunha, jungkook lantas menatap penuh amarah jieun yang masih tertidur pulas.


Perlahan-lahan jungkook melangkah dan menghampiri jieun yang sedang tertidur pulas, dengan mengambil segelas air di atas nakas jungkook menyiram wajah jieun hingga terbangun, nyonya jung dan eunha yang melihatnya dibuat tersenyum, untuk pertama kalinya jungkook memperlakukan jieun dengan kasar.


"nggghh (jieun mengerjap-ngerjap beberapa kali) oh jeon, kau sudah pulang, maaf aku tertidur" ujarnya lalu jieun terkejut ketika mendapati nyonya jung, eunha dan seorang pria yang hanya memakai boxernya dan  ditubuhnya penuh dengan luka.


"huh? dia si..." jieun menghentikan ucapannya lalu menahan selimut yang berada ditubuhnya ketika menyadari saat ini dia tak memakai sehelai benang pun yang melekat ditubuhnya, jieun menatap heran satu persatu orang yang ada dikamar, nyonya jung dan eunha yang menatapnya dengan penuh smirknya, tommy menatapnya seakan-akan meminta maaf pada jieun sedangkan jungkook menatapnya penuh amarah, perlahan-lahan jieun mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi, tubuhnya yang bugil bersamaan dengan luka memar ditubuh tommy terlebih lagi tommy juga tidak menggunakan baju, jieun mengerti jika fitnah baru saja menghampirinya.


"j-jeon" lirih jieun, kini suaranya terdengar bergetar, air matanya akan segera menetes, jieun seketika gugup dan sangat takut menatap jungkook saat ini, entah apa yang baru saja terjadi hingga membuat jungkook terlihat begitu marah, dia benar-benar tidak mengerti dengan semua ini, terakhir kali dia hanya mengingat jika sedang membaca buku.


"cih!!! Apa kau masih bisa menyebut namanya setelah apa yang kau lakukan pada jungkook!" cibir eunha


"a-apa sebenarnya yang telah kulakukan, aku tidak mengerti dan bagaimana bisa aku berada disini dalam keadaan seperti ini...dan siapa dia?" ujar jieun


"halahh jangan berpura-pura polos dan tidak tau apa apa jieun!!!, jelas-jelas aku dan ibu  melihat semuanya, setelah kepergian nyonya gyuri dan jungkook kau menelpon seseorang lalu begitu dia sampai ( menunjuk tommy), kalian masuk kekamar dan melakukan perbuatan tak senonoh, bahkan kami bisa mendengar desahan cinta kalian!!!" ujar eunha.


"a-apa?!, bagaimana bisa aku melakukan itu....ti-tidak...itu tidak benar jeon"


"yahh kau benar....bagaimana bisa kau melakukan itu dibelakangku!!!" ujar jungkook yang terdengar pelan namun sangat menusuk hingga menyakiti hati jieun.


"j-jeon, aku benar-benar tidak tau apa-apa, a-aku hanya membaca dan tiba-tiba aku ada disini dalam keadaan seperti ini, aku benar benar tidak mengerti jeon, dan aku tidak mengenalnya" ujarnya seraya menunjuk tommy.


"jieun..setelah apa yang kita lakukan, bagaimana bisa kau tidak mengenalku....kita sudah berpacaran lama, bahkan kita sering menghabiskan waktu berdua....."ujar tommy, mendengar hal itu jungkook mengeraskan rahangnya dengan tangan mengepal.


"mengapa kau berbohong, aku benar-benar tidak mengenalmu, jeon percaya padaku jeon ini fitnah"


"mengaku sajalah jieun!!!, dasar wanita kotor" umpat eunha


"sayang ini kesempatanmu berpisah darinya seperti yang kau katakan padaku!" ujar tommy


"ti-tidak, aku mencintai suamiku bagaimana mungkin aku melakukan ini, jeon tolong percaya padaku"


"kau benar-benar tidak tau malu jieun, harusnya dari awal kami memberitahu jungkook tentang kelakuanmu selama ini!" ujar nyonya jung lalu menatap eunha dengan penuh kemenangan dan melihat jieun yang telah terpojokkan.


"diam kalian semua!!!, tinggalkan kamar ini!!!" ujar jungkook dengan penuh emosi membuat jieun benar-benar takut


"tapi ....."


"jangan mencampuri urusanku!!! Tinggalkan kamar ini ( ujar jungkook pada eunha ) dan kau pergilah sebelum aku membunuhmu!!!" ujarnya , dengan segera mungkin tommy mengambil pakaiannya dan pergi dari kamar tersebut disusul oleh eunha dan nyonya jung.


Selepas kepergian mereka jungkook mengunci pintu lalu menghampiri jieun , jieun tidak pernah melihat jungkook semarah ini dan itu membuatnya sangat ketakutan.


"je-jeon, a-aku......"

__ADS_1


"apa kurangnya aku padamu...mengapa kau lakukan ini pada jieun" lirih jungkook


"jeon, aku tidak melakukan apapun jeon, aku berkata benar" ujar jieun, dia benar-benar takut saat ini


"sampai kapan kau akan terus berbohong hah!!, sampai kapan?!Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalian....." emosi jungkook kkembali membuncah, dia mengambil apa saja yang bisa diraihnya dan melemparnya kesegala arah, dia bahkan meninju cermin dikamarnya hingga pecah dan membuat tangannya terluka, eunha dan nyonya jung merasa sangat senang ketika mendengar suara gaduh dari dalam kamar jungkook.


"jeon kau terluka.." jieun segera memakai bathrobe dan menghampiri jungkook.


"apa pedulimu ( menepis tangannya dengan kasar hingga jieun tersungkur kelantai ) hatiku jauh lebih sakit melihat perbuatanmu ini.


"jeon...aku minta maaf jika telah membuatmu sangat marah, tapi percayalah aku tidak melakukan apa-apa jeon"


"jadi maksudmu, setan yang telah memaksa membuka bajumu, setan yang telah memaksamu untuk memeluknya!!"


"jeon aku benar-benar tidak melakukan apa apa, aku sendiri bingung dengan apa yang terjadi, percayalah padaku jeon!" ujar jieun dengan mencoba memegang legan jungkook


"diam kau !!! " mengangkat tangannya ingin memukul jieun namun terhenti ketika gadis itu sangat ketakutan lalu memeluknya.


" jeon, jangan seperti ini, aku takut jeon...aku benar-benar takut...aku tidak pernah sekalipun berpikir akan menduakanmu jeon, aku bersumpah, aku hanya mencintaimu...aku benar-benar tidak mengenal pria tadi..."


"sampai ka......" ucapan jungkook terhenti ketika melihat jieun pingsan didalam pelukannya.


"jieun?! bangun! kau kenapa!!!, ( ujarnya dengan perasaan masih kesal sama jieun bahkan dia seperti tak sudi lagi menyentuh jieun ) hey sayang bangun...." jungkook luluh, terlepas ini benar atau tidak, dia benar-benar tidak bisa melihat jieun terluka apalagi sampai tak sadarkan diri seperti ini.


"sayang...." menepuk pelan pipi jieun namun tidak mendapat respon membuat jungkook panik dan segera menelpon dokter pribadi keluarga jeon.


Sembari menunggu dokter jungkook membaringkan tubuh istrinya dikasur dan memakaikannya pakaian, setelah itu dia membersihkan kamarnya yang sangat berantakan akibat ulahnya sendiri yang melampiaskan kemarahannya pada barang barang itu.


Tidak lama kemudian sang dokterpun datang dan memeriksa kesehatan jieun, eunha dan nyonya jung dibuat bingung akan kehadiran dokter tersebut, seharusnya jungkook sudah mengusir jieun dari rumah lalu mengapa jungkook malah membawakan dokter untuk jieun.


"ibu juga tidak tau eunha, kita tunggu saja dokter itu keluar lalu kita akan menanyakannya" ujar nyonya jung.


"dokter, bagaimana keadaan istri saya ? Apa dia baik-baik.saja?" tanya jungkook khawatir


"istri anda tidak apa-apa, dia hanya sedikit tertekan, jangan membuatnya stres karna itu akan mempengaruhi kandungannya"


"ka-kandungan?" ujar jungkook terkejut


"iya...apa anda tidak mengetahuinya??, istri anda hamil, usia kandungannya sudah memasuki dua minggu"


"dua minggu??, benarkah itu dokter?"


"itu benar, dan ini resep obat untuk nyonya jieun, baiklah kalau begitu saya permisi dulu, tolong jaga istri anda dan jangan sampai dia stress"


"baik dokter"


Setelah kepergian dokter tersebut, jungkook segera menghampiri jieun lalu mengecupnya, tak henti hentinya ia mengucapkan kata maaf pada jieun, ia benar-benar merasa bersalah.


"jika jieun hamil, lalu kenapa hasil tesnya kemaren bisa negatif?" gumam jungkook


Clek!!


Jungkook mendengus kesal ketika melihat eunha masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


"apa kau tidak punya sopan santun?"


"maaf maaf, aku hanya ingin memberitahumu, jangan percaya pada jieun, apa kau yakin anak yang dikandung itu adalah anakmu???"


Maksudmu??" tanya jungkook


"yaa~~~ , seperti yang kau lihat tadi, jieun berdesah-desahan bersama pria lain, yahh tidak menutup kemungkinan itu adalah anaknya, lagipula kemarin dia mengatakan pada kita jika hasil dari dokter itu negatif, mungkin saja karna dia ingin menutupi jika anak yang dikandungnya itu adalah anak dari pria tadi" seketika jungkook kembali memikirkan perkataan eunha, dan jungkook membenarkan perkataan eunha ditambah lagi dia melihat sendiri bagaimana istrinya itu tidur dengan nyaman dipelukan pria tadi setelah melakukan perbuatan yang tak senonoh.


"sebaiknya kau keluar dari sini, aku tidak ingin berbicara padamu!!!" ketus jungkook membuat eunha kesal.


"jika kau membutuhkan sesuatu, datanglah padaku sayang, aku tau saat ini kau sangat sangat pusing memikirkan masalah ini, aku akan menemanimu" ujar eunha yang terdengar menggoda jungkook, dengan kesal jungkook menarik paksa  eunha keluar lalu menutup pintunya.


"nggghhh, jeon..." melihat jieun tersadar jungkook segera menghampirinya.


"jeon, maafkan aku, aku benar-benar tidak bersalah jeon" jieun menangis tersedu-sedu, jauh dilubuk hatinya jungkook tidak tega melihat jieun seperti itu namun rasa sakit yang digoreskan oleh jieun membuat jungkook untuk enggan perduli padanya.


"kau hamil!" ketus jungkook


"ha-hamil??"


"iya dan usia kandunganmu sudah memasuki dua minggu"


"apa aku benar hamil jeon??"


"iya" jawab jungkook, dengan segera jieun memeluk jungkook setelah mengetahui dia sedang mengandung anak dari pria yang sangat di cintainya.


"akhirnya kita akan segera memiliki seorang anak jeon, aku sangat bahagia.."


"mungkin iya...atau mungkin saja tidak" ujar jungkook datar


"a...apa maksudmu jeon" jieun melepas pelukannya dan menatap jungkook.


"mungkin saja itu bayimu bersama pria tadi Dan kau menutupi kehamilanmu!!!!"


hati jieun seakan baru saja dihancurkan berkeping-keping oleh jungkook, dalam hati jieun sangat kecewa pada suaminya itu yang tidak bisa mempercayainya namun jieun juga mengerti ketika melihat dari sudut pandang jungkook, setelah apa yang jungkook lihat...sangat tidak mungkin bagi jungkook untuk mempercayainya begitu saja.


"jeon...aku tidak berbohong, ini anak kita, buah cinta kita, aku tidak pernah memiliki hubungan bersama pria lain jeon, aku hanya mencintaimu, percayalah jeon" lirih jieun


"jika bukan karna bayi ini maka aku pasti sudah mengusirmu dari rumah ini, aku akan membiarkanmu tinggal didalam rumah ini hingga bayi itu lahir dan ketika aku sudah mendapatkan hasil dna nya apa itu anakku atau anakmu bersama pria tadi"


"je-jeon"


"jangan memanggilku seperti itu jieun, kau tidak berhak lagi memanggilku dengan nama itu, setelah semuanya yang terjadi...kau tidak berhak lagi memanggilku seperti itu"


"je-jeon"


"aku akan membiarkanmu dikamar ini, biar aku saja yang pindah kekamar lainnya, setelah semua yang terjadi, tak ada alasan lagi untuk kita bersama-sama"


"je-jeon, akan kubuktikan jika aku tidak pernah menduakanmu, aku tidak pernah berselingkuh dibelakangmu jeon"


"silahkan saja!, sampai saat itu terjadi kau boleh berbicara padaku, jika tidak! melihatmu saja aku sudah tidak ingin!" setelah mengatakan itu jungkook pergi dari kamar membuat jieun menangis tersedu-sedu melihat jungkook pergi meninggalkannya


"jeon, aku harus bagaimana tanpamu....aku harus apa sekarang  jeon, aku tidak ingin kehilanganmu"jieun terus terusan menangis seraya mengelus perutnya yang masih rata, dia menguatkan dirinya dan calon sang buah hati jika dia pasti akan mendapatkan kembali kepercayaan sang suami.

__ADS_1


"apa mungkin ibu dan eunha telah menjebakku?"


bersambung.......


__ADS_2