Love Blue

Love Blue
Anya


__ADS_3

"Cintai orang yang mencintai kamu jangan tunggu sesuatu yg akan membuatmu sakit"-anynomous-


Gadis kecil yang hobinya merecoki ayahnya, begitu cerewet, bertanya ini itu sudah mulai beranjak menjadi remaja, pubertas di sekolah menengah pertama. Rambutnya yang biasa dikepang dan tak berponi sekarang di gerai dan berponi. Tetapi anya salah memilih potongan rambut, rambut yang sudah diusahakan tebal seperti keinginan ibunya ternyata tak banyak berubah, tetapi setidaknya rambutnya itu sekarang tipis dan masih menutupi kulit kepalanya bukan jarang seperti anya kecil.


Ayah mengantarkan anya ke sekolah menengah pertama yang menjadi unggulan dan favorite di wilayah ini. Dia menuruni binter merzy ayahnya yang selalu dibanggakan ayahnya, karena menemaninya dari zaman sangat susah sampai pada saat ini kondisi ekonomi keluarga anya sudah lebih baik. Sebelum anya masuk ke sekolah, dia menyalami tangan ayahnya.


Anya memperhatikan detail SMPnya sekarang, disebelah kanan halaman sekolah terdapat lapangan basket dan terdapat lapangan voli. Masuk kedalam sekolah terdapat sebuah turunan yang di apit dua taman, dibagian kiri ada beberapa pohon cemara yang tidak terlalu tinggi dan di bagian kanan ada air terjun buatan yang manis. Dia menelusuri jalan kemudian berbelok ke kiri karena ada petunjuk "kelas 7 belok kiri". Anya mengurutkan kelas demi kelas karena menurut keterangan kertas yang diprint dari web, dia masuk kelas 7-9. Setelah Anya berjalan beberapa menit terlihat plank kelas 7-9, dimasuki kelas yang sudah hampir penuh itu. Anya duduk di bangku kedua dari belakang sendirian mengingat hanya ada 9 orang dari SDnya yang diterima disini, mereka semua berpencar di kelas yang berbeda.


Dalam kesendiriannya tiba-tiba ada seorang perempuan dengan tinggi di atas rata-rata menghampirinya.


"Haii boleh duduk disini?" kata perempuan itu sambil menunjuk bangku di sebelah anya


"Ah silahkan" jawab anya senang


"Aku danish, kamu?"


"Aku anya"

__ADS_1


"Salam kenal"


"Salam kenal juga"


Setelah perkenalan pertamanya dengan danish, mereka hanya duduk bersebelahan selama beberapa pekan, karena kemudian danish lebih memilih duduk dengan yang lain. Danish termasuk cerewet dan selalu saja punya topik pembicaraan, sedangkan anya lebih diam dan menanggapi seadanya. Bukan karena anya sombong tetapi memang seperti itulah dia, adiknya bilang bahwa sebagai seorang perempuan anya cukup datar dan membosankan.


Kemudian anya duduk dengan rosi yang lebih boyish, dia diam anya diam. Sebenarnya anya lebih nyaman duduk dengan rosi, dia baik cukup ramah dan tidak terlalu cerewet. Tetapi mereka lebih terlihat seperti orang yang sedang bertengkar karena lebih banyak saling diam.


Entah di pekan ke berapa akhirnya anya duduk bersama dian. Anya cukup merasa nyaman duduk dengan dian, dia memiliki sifat yang hampir sama seperti anya hanya dian lebih sedikit cerewet tapi tidak secerewet danish dan sikapnya juga lebih terbuka. Tidak seperti anya yang cenderung lebih tertutup. Mereka berteman baik, dia membuat anya lebih berbaur dengan yang lainnya. Anya juga berkenalan dengan rion cowok keturunan tionghoa tinggi besar dan lucu. Dia laki-laki pertama yang anya sukai dimasa pubertasnya.


Suatu ketika saat sedang istirahat, setelah makan siang di kantin yang tepat berada di atas kelas 7-9, Anya dan dian mengobrol di depan kelas bersandar di kayu sebagai penyangga bangunan diatasnya, ada celah diantara mereka yang tentu sangat bisa di lewati siswa lain. Saat siswa itu tiba-tiba lewat di antara mereka yang sedang asik mengobrol. Dan dengan sok jagoannya anya berkata seperti ini.


"Yaelah sok kegantengan banget kayak nggak ada jalan lain"


Laki-laki itu hanya berhenti sejenak dan melihat ke arah suara yang menurut laki-laki itu polusi suara di siang dengan angin semilir ini kemudian melanjutkan jalannya. Anya tahu siapa dia, sangat terkenal satu sekolah termasuk tim basket yang selalu menjadi trending topic. Dimas yang beberapa hari lalu berpacaran dengan anindita perempuan tercantik di sekolah dan membuat semua perempuan di sekolah ini iri.


Dian menatap anya dengan takjub atas apa yang baru saja meluncur dari bibirnya.

__ADS_1


"Lo kenapa nya sewot banget?"


"Habis ganggu banget, kayak nggak ada jalan lain"


"Hmmm, yaudah masuk aja yuk"


Sebenarnya anya melakukan hal itu karena sinetron yang suka ia tonton setiap malam yang menampilkan adegan itu dan ingin mencobanya di dunia nyata.


****


Mengingat hal itu selalu membuatnya belingsatan sendiri, tak sadar kelakuannya yang seperti orang kurang waras karena tiba anya tertawa sendiri sambil mengutuki dirinya dengan kata-kata "dasar norak, absurd, katro, ababil, malu-maluin, ihhhh" kemudian teman sekantornya, irna berkata.


"Oii kenape lo?" Kata Irna


"Nggak apa-apa" balas anya


Sudah hampir 10 tahun berlalu tetapi anya masih saja mengingat kejadian absurd di masa sekolahnya dulu, terutama yang berhubungan dengan dimas. Berapa tahun dia sudah meyukai dimas sendiri? 4 tahun atau 5 tahun atau mungkin sampai hari ini, entahlah. Sejak lulus SMP tak pernah sekalipun anya bertemu dengan dimas lagi hanya dari facebook atau instagram bukan berarti mereka berteman di sosial media. Anya menuliskan namanya di kolom search kemudian dia tahu seperti apa dimas sekarang. Tetap tampan dan di kelilingi perempuan cantik. Hampir setiap malam anya juga berdoa untuk sekali saja dipertemukan lagi dengannya setelah itu anya tak meminta untuk dipertemukan lagi. Tetapi anya minta dipertemukan saat sedang cantik, rapih dan fresh. Ya walaupun anya tak secantik dian sastro atau chealsea islan tetapi di banding anya yang waktu SMP itu berantakan, anya sudah banyak berubah sekarang. Doanya belum di jawab sampai sekarang, kemudian anya sering membatin "tak apalah jika pada akhirnya kami tak akan bertemu lagi toh sebenarnya bertemu atau tidak tak ada gunanya juga untukku dan dirinya"

__ADS_1


__ADS_2