Love Blue

Love Blue
Kongke


__ADS_3

Di bawah redup lampu cafe ditemani live music jazz yg mendayu-dayu sekumpulan pria dewasa saling bercengkrama.


"Lagi nunggu siapa sih dim, resah, gelisah gitu ?" Kata rego


"Anya" jawab dimas singkat


"Siapa lagi itu, pacar baru?" Kata aldi


"Calon istri" Kata dimas


"Andaiii" serempak aldi, rego, iman, aziz menanggapi


"Kali ini cewek mana lagi yg mau lu pake, kalau lu bosen lu buang kayak sampah" Kata rino denga sarkasnya


Kemudian semua hening


"Gue serius" balas dimas


"Setelah lu putusin astri tanpa alasan" timpal rino


"No, gue mutusin astri bukan tanpa alasan. Dia bilang apa sama lu?" Tanya dimas


"Gue relain astri buat lu, terus lu rusak dia, sekarang lu buang dia kayak sampah" sambil memegang kerah dimas dengan ancang-ancang meninju. Keempat sahabat lelaki mereka memisahkan dimas dan rino


"Gue ga pernah rusak astri, dia sudah rusak sebelum sama gue" timpal dimas


"Brengsek" kata rino sambil meninju wajah dimas dan mengeluarkan darah dari hidungnya. Keempat sahabatnya memisahkan mereka berdua kembali. Kemudian rino melepaskan diri dari kekangan tangan rego dan aziz dan berjalan keluar cafe itu.


"Sakit nggak, Dim?" Tanya aziz sambil memberikan tisu


"Sebenarnya gimana sih ceritanya?" Tanya keempat sahabatnya. Kemudian bartender melambaikan tangan sambil berkata"hey dil, disini".


"Tolong jangan bahas dulu" kata dimas berbisik


Dila yg kini menjadi pacar rego, tetap berteman baik dengan dimas mantan pacarnya sewaktu SMP.


"Halo sayang, maaf aku telat" kata dila pada rego sambil mengecup pipi kekasihnya itu.


"Loh dim, lu mimisan?" Tanya dila saat melihat tisu dengan bercak darah yg menempel


"Iya nih" balas dimas


"Re, itu harus diapain kalau mimisan kamu kan dokter" kata dila kepada rego


"It's okay, I'm fine"kata dimas sambil memaksakan senyum


Merekapun kembali mengobrol seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Tanpa disangka malam itu anya datang. Dengan sedikit kikuk anya mendekati sekumpulan laki-laki dewasa dengan satu perempuan dewasa di antara mereka.


"Haii dim" kata anya sambil mencolek dimas


"Anya" kata dimas kaget bercampur senang karena anya datang sambil memeluknya


Anya yg kaget hanya bisa terdiam dan mematung. Kemudian dila dengan inisiatifnya menarik anya dari pelukan dimas.


"Dia lagi mabuk" kata dila

__ADS_1


"Mas mending lu cuci muka deh sekarang, baru minum berapa gelas aja sudah mabuk lu" kata dila


"Maaf ya nya, aku lancang" berbisik ke telinga anya sambil berjalan ke toilet untuk cuci muka


"Josh, minta jus tomat 2 gelas ya, gausah pake gula" kata dila kepada bartender


"Oke" timpal bartender


"Kamu mau minum apa, nya?" Tanya dila


"Hmm, yg ga beralkohol aja" jawab anya


"Susu" timpal dila


Lalu keempat laki-laki yg duduk di mengelilingi anya dan dila tertawa terbahak.


"Kok kalian ketawa sih" kata dila sambil tersenyum meledek


"Jus tomat juga aja pake gula" kata anya singkat dengan muka merah


"Santuyy nya kita ga akan ngerjain lu kok" kata aziz


"Iya kan lu calon istri temen kita" kata aldi. Lalu keempat sahabat itu saling bersiul tak lama dimas datang dengan rambut basah langsung duduk disebelah anya. Tak berapa lama 3 gelas jus tomat datang dan dalam sekejap dimas langsung menghabiskan 2 gelas jus tomatnya itu.


"Thanks dil" kata dimas


"It's nothing" balas dila


"Gile lu bro, lu minum apa hirup ga takut meledak tuh perut" kata aziz


"Andaiii cepet juga efeknya ya langsung muntah dia" kata iman


Anya dengan tenang meminum jus tomatnya sambil mendengarkan cerita para boys. Dan dimas kembali bergabung dengan mereka denganpengaruh tingkat alkohol sudah berkurang setengah. Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi dan tiba-tiba saja anya menjatuhkan kepalanya diatas meja dan membuat semuanya menjadi hening.


"Nya kamu kenapa" tanya dimas sambil menggoyangkan tubuhnya


"Dia minum jus tomat kan bukan alkohol?" Tanya aziz


"Of course" kata dila


"Yaudah mending gue antar pulang aja, duluan, guys" kata dimas sambil membopong anya.


Setelah sampai di mobil dan memakaikan seat belt, anya terbangun denga wajah merah padam


"Kamu kenapa, nya?" Tanya dimas sambil menyentuh kening anya untuk memeriksa suhu tubuh anya


"Saya nggak tahu, badan saya rasanya sakit semua terus rasanya panas. Daritadi saya sudah tahan tapi saya sudah ga kuat lagi tadi, panas" kata anya sambil membuka satu persatu kancing kemejanya. Dimas yg melihat itu tampak shock. Langsung menahan tangan anya.


"Kamu tidur aja ya" kata dimas pelan menenangkan


Anya mengangguk dan berusaha sekuat tenaga menidurkan dirinya.


Mobil dimas pun melaju dengan cepat di lengang jalan jakarta dini hari. Walaupun anya tidur dengan sangat tidak nyaman tapi anya berusaha menidurkan dirinya. Tak berapa lama mobilnya berhenti di parkir gedung apartemen dimas.


Dimas membangunkan anya dengan pelan.

__ADS_1


"Kita dimana?" Tanya anya setengah teler


"Diapartemenku, aku ga bisa bawa kamu pulang dengan keadaan kayak gini nya" kata dimas


Anya yg masih teler hanya mengangguk berjalan sambil di papah dimas.


"Saya kepanasan banget saya boleh numpang mandi ya"


"Iya boleh" balas dimas


Setelah masuk ke apartemen dimas, anya langsung menyerga.


"Saya mau langsung mandi aja" kata anya


"Oke bentar aku ambilin ganti sama handuknya"kata dimas


Dimas mengambilkan pakaian ganti dan handuk untuk anya dan segera memberikan kepada anya yang sudah duduk di ruang tamu. Setelah memastikan Anya sudah masuk ke kamar mandi yang ada diruang tamu apartemennya itu. Kemudian dimas keluar menelpon rego sambil menunggu anya selesai mandi.


"Go, si anya ada yg ngerjain" kata dimas


"Hah!!, siapa, kenapa emang?" Tanya rego


"Gimana caranya ilangin pengaruh obat perangsang, lu kan dokter?" Tanya dimas


"Masa lu ga tau, bukannya udah sering sama mantan-mantan lu?"seringai rego sambil tertawa kecil


"Bangsat, gue serius"kata dimas


"Coba kasih air dingin, suruh minum air dingin" kata rego


"Cuma gitu doang?" Tanya dimas


"Coba aja gitu dulu, nanti telpon gue lagi" kemudian sambungan diputus. Suara gemericik air kamar mandi sudah tidak ada menandakan anya sudah selesai mandi. Dimas didepan pintu kamarnya hanya bisa mondar-mandir tidak jelas.


Cklek


Suara pintu terbuka, anya memakai kaos dan celana pendek yang dipinjamkan oleh dimas dengan rambutnya yg masih basah.


"Saya ga tau masih kepanasan saja rasanya kepala saya pusing banget, kamu punya obat sakit kepala?"Tanya anya dengan kepala berputar kemudian keluar dan menuju dapur


"Bentar gue ambilin" kata dimas cepat


Dimas ke ruang kerjanya dan mencari obat sakit kepala, setelah menemukannya dia langsung menuju ke ruang tamu dan mendapati anya minum banyak sekali air dingin didapurnya. Terlihat dari Aqua 1 liter yang dimas stok di lemari es hanya tersisa 1/4 botol


"Sorry ya, dim saya minum Aquanya soalnya rasanya haus banget" kata anya


"Iya nggak apa-apa nya, santai. Sekarang masih sakit kepalanya ?" timpal Dimas sambil memberikan obat sakit kepala kepada anya.


"Masih tapi lumayan berkurang" Kata Anya sambil meneguk obat sakit kepala yang diberikan oleh dimas


"Lu mau tidur disini atau gimana?" Kata Dimas


Belum sempat menjawab, Anya sudah terhuyung jatuh pingsan dan tubuhnya menabrak lantai apartemen Dimas


****

__ADS_1


__ADS_2