
"Intinya ada padamu. Jika mau terus berusaha, maka silakan untuk maju ke depan ke garis start" -Anonymous
Saat menunggu andra beberapa menit untuk mandi, Anya melihat sekeliling ruang keluarga rumah Andra. Bentuknya sama dengan ruang keluarga biasanya, terpisah dengan ruang tamu, terdapat televisi, sofa dan lemara serbaguna yang berisi buku-buku dan barang-barang lainnya. Didinding ruang keluarga itu terpasang foto-foto dari pernikahan ayah dan ibu Andra, foto hitam putih ayah dan ibu Andra yang sedang berpergian sepertinya ke kebun binatang ragunan, ada seorang anak kecil laki-laki memakai jumpsuit berwarna putih entahlah karena foto itu hitam putih, Ada juga foto yang anya pikir itu Andra sedang meniup lilin di ulang tahun kelimanya, ada foto wisuda Andra dari SD, SMP, SMA dan kuliah, Foto Nara dan banyak foto-foto keluarga Andra dipajang didinding itu. Anya tersenyum kecil melihat kenangan foto-foto dari masa kecil anak-anak keluarga itu sampai besar.
Tak lama Andra menuruni tangga dan sudah siap dengan kaos oblong putih dan celana pendek selututnya.
"Ayo, nya sarapan ketoprak" Kata Andra
Sambil mengekori andra, anya sedang memikirkan cara untuk menghindar dari andra. Karena rasanya dia sangat malu mengingat kejadian beberapa menit lalu. Walaupun andra sudah bersikap seperti tak ada suatu hal penting yang terjadi.
"Saya langsung pulang saja ya, andra" Kata Anya sedikit ragu dibelakang punggung Andra
"Kenapa?" Kata Andra Sambil menoleh ke arah anya
"Sudah sarapan dirumah" Kata Anya sambil melihat andra kemudian memalingkan pandangannya lagi karena jujur saja Anya masih merasa sangat malu dengan kejadian tadi. Ditambah pemikiran bahwa Anya seperti sedang ditolak oleh laki-laki atau bisa dibilang cinta bertepuk sebelah tangan
"Yasudah saya antar kamu pulang saja" Kata Andra memaksa
"Nggak usah ngerepotin kamu, saya nggak masalah kok pulang sendiri" Kata Anya
"Saya nggak ngerasa direpotin sama kamu nya, tapi sepertinya kamu yang nggak nyaman saya antar pulang" Kata Andra
"Nggak gitu mak-" Ucap Anya terpotong karena Andra sudah berbicara kembali
"Iya nya, saya tahu bukan itu maksud kamu, yasudah bareng saja kedepan saya cari sarapan sekalian kamu pulang juga" Kata Andra
"Oke" Balas Anya
Sesampainya didepan komplek perumahan Andra, tedapat banyak jajanan disana diantaranya ketoprak, bubur Ayam, Nasi Uduk, Nasi Kuning, Lupis, Pempek. Anya merasakan deru di perutnya karena sejujurnya Anya belum sarapan. Dia hanya asal menjawab sudah sarapan saja waktu ditnya oleh Andra, biar cepat pikirnya.
"Bang, ketoprak lengkap 1, makan sini, sedang aja, extra tahu 1 ya" Kata Andra pada Abang tukang ketoprak. Kemudian Andra menoleh kearah Anya yang ada dibelakangnya sambil menanyakan "Nya, pesanlah, mau makan apa banyak pilihan" Kata Andra sambil menunjukkan jajanan lainnya.
Nggak usah Ndra, aku lansung pulang saja ya" Kata Anya tak berapa lama bunyi kruyuk-kruyuk keluar dari perutnya yang lapar.
"Yakin kamu nggak lapar" telisik Andra yang mendengar deru suara perut Anya sambil tersenyum meledek
Anya yang merasa ke gap jadi ikut memesan saja ketoprak "Bang makan disini 1, pedas banget, extra tahu juga, nggak pakai bawang putih ya" Kata Anya
"Loh kamu suka pedas ya, kenapa kok nggak pakai bawang putih, takut bau" Kata Andra Cuek
"Iya suka, Oh bukan takut bau, kalau bawang putih di ketoprak itu kan mentah, jadi nanti bikin kering tenggorokan kalau buat aku dan keringnya bisa seharian jadi ga enak aja" Jelas Anya
Andra mengangguk-anggukan kepalanya berusaha memahami penjelasan Anya, Walaupun dalam hati dan pikirannya "Perasaan gue makan ketoprak pakai bawang putih, seharian woles-woles aja tenggorokan"
Tak berapa lama ketoprak pesanan mereka berdua datang, keduanya makan dalam diam menikmati makanan masing-masing. Andra selesei makan dengan cepat, anya sampai tebingung karena anya baru saja mencampur kerupuk dengan sambal kacang di ketoprak dan piring Andra sudah kosong dan bersih. Anya sampai berpikir itu makanan tidak dikunyah langsung ditelah aja deh kayanya.
"Berapa bang 2?" Kata Andra ke tukang ketoprak
__ADS_1
"30, Mas" Kata tukang ketoprak sambil menerima uang lima puluh ribu rupiah dari Andra dan mengembalikan 20 ribu rupiah kepada Andra.
"Nya, Aku ambil mobil dulu ya, kamu tunggu disini dulu" Kata Andra dengan cepat langsung berjalan meninggalkan anya yang belum sempat menjawab karena mulutnya masih penuh dengan makanan.
Beberapa saat kemudian Andra sudah memarkir mobilnya dipinggir jalan dekat dengan tempat jajanan di depan komplek rumahnya. Anya baru saja memasukkan suapan terakhir makanannya langsung berdiri dan berjalan ke arah mobil hijau itu. Sementara Andra baru saja keluar dari mobil dan melihat anya berjalan kearahnya, masuk kembali kedalam mobil. Anya membuka pintu mobil Andra dan duduk disamping kirinya.
"Ndra, ini 15 ribu" kata Anya sambil memberikan uang 15 ribu kepada Andra untuk mengganti uang beli ketoprak
"Apaan sih, Nya, Gausah, Ribet deh" Kata Andra sedikit kesal.
Anya hanya diam saja dan memasukkan kembali uangnya ke dalam dompet, karena melihat ekspresi Andra sedikit kesal. Sepanjang perjalanan kerumah Anya mereka lebih banyak diam, Andra hanya bertanya alamat lengkap rumah Anya untuk dimasukkan ke dalam gmaps, selebihnya suara didalam mobil hanya diisi oleh suara radio. Yang kebanyakan memutar list lagu coldplay karena sebentar lagi coldplay akan konser dijakarta. Salah satu lagi, lagu coldplay kesukaan Anya adalah charlie brown.
****
Kamis malam saat anya sedang berjalan di pedestrian scbd karena jalanan begitu macet, menaiki bus kawasan pun percuma lebih cepat berjalan kaki batin anya. Bulan oktober biasanya anya sudah memasuki audit interim dan semua klien anya lokasinya di sekitaran scbd. Handphonenya bergetar menunjukkan nama yang membuatnya terkejut.
"Dimas calling"
Dalam hati anya bertanya, ada urusan apa dimas sampai menghubunginya.
"Halo" Kata Anya
"Halo nya" Kata Dimas
"Iya ada apa ya dim?" Tanya Anya
"Lagi dimana lo?" Tanya Dimas
"Jadi latihan drum nggak?" Tanya Dimas
"Oh iya gue lupa, latihannya dimana ya dim?" Kata anya
"Di apartemen gue" Jawab Dimas
"Hah!!!" timpal Anya sedikit kaget
"Kenapa?" Tanya Dimas
"Nggak apa-apa, gue kira dirumah lo" Kata Anya
"Drumnya ada di apartemen gue sih, Sun Co daerah kuningan kan ? Iyaa, apartemen gue daerah scbd, biar lebih enak kita latihan jumat malam aja, habis itu gue antar lo pulang. Gue pulang ke kranggan juga jumat malam" Kata Dimas
"Oh gitu, nggak ngerepotin dim?" Kata Anya ragu-ragu
"Nggak nya santai aja" Kata Dimas meyakinkan
"Oke deh" Kata Anya
__ADS_1
"Mau gue jemput besok pulang kantor?" Tanya Dimas
"Nggak usah dim, gue lagi di klien, kliennya di scbd juga. Apartemen lo apa?" Kata Anya
"Oh lagi di klien di scbd, mampirlah ke heavy equipment, besok makan siang bareng apa kita?" Ajak Dimas
"Bhmm makan siang kayaknya nggak bisa dim, lagi dikejar deadline interim juga, gue bawa makan biar cepat bisa kerja lagi" Jelas Anya
"Karyawan teladan banget ya. Yaudah nanti gue sms alamat apartemen gue" Kata Dimas
"Oke" balas Anya
****
Keesokan harinya pukul 21.00 anya sudah ada didepan apartemen dimas dan menekan belnya. Tak lama pintu terbuka menampakkan dimas dengan rambut basahnya menggunakan kaos v-neck hitam dan celana pendek coklat selutut.
"Gue kira nggak jadi nya, baru mau gue telepon" Kata Dimas didepan pintu masih mengalunkan handuknya
"Maaf kemalaman banget, tadinya udah mau ngabarin nggak jadi, tapi nggak enak udah janji" Kata Wina
"Santai nya nanti gue antar kok pulangnya" Kata Dimas
Sesampainya di dalam anya melihat apartemen dimas yang bisa dikatakan "not bad" untuk ukuran laki-laki apartemen ini termasuk rapi.
"Minum dulu nya" kata Dimas sambil memberikan segelas air putih dingin pada anya
"Makasih dim, langsung mulai aja yuk biar nggak kemalaman" kata anya, kemudian menenggak habis air putih itu
"Oke" balas Dimas
Dua jam berlalu sesi latihan anya berlangsung, dimas menyudahinya kemudian mengajak anya makan pizza yang memang sudah dipersiapkan dimas untuk camilan malamnya sebelum memulai latihan tadi.
"Makan dulu nya, habis itu kita langsung pulang" kata Dimas sambil mengambil pizza american favorite dan memasukkannya kedalam mulutnya
"Nggak dim, gue nggak biasa makan malam, lo aja" kata anya sambil tersenyum
"Seriusan lo, lagi diet apa gimana? yaudah gue bawa ke mobil aja, biar bisa cepat antar lo pulang" kata dimas
"Lagi diet juga sih, Sorry ya jadi ngerepotin lo" kata Anya
"Badan udah kecil gini diet nya, Santai-santai" Kata dimas memperhatikan tubuh Anya yang menurutnya tidak gendut walaupun sedikit berisi tetapi masih dalam batas wajar.
Kemudian mereka berdua berjalan menuju basement tempat mobil dimas terparkir. Sepanjang perjalanan mereka berbincang banyak hal dari bisnis, politik, pilkada, bakat anya dalam musik, pekerjaan dan banyak hal lainnya sampai tak terasa mereka sudah sampai didepan halaman rumah anya. Kali ini dimas memaksa mengantar anya sampai dia masuk pintu rumah. Karena sudah malam dan dimas merasa tidak bertanggungjawab jika hanya mengantarnya sampai depan gang rumahnya.
"Makasih ya dim, maaf ngerepotin" Kata Anya
"Ya ampun nya, lo udah bilang maaf ngerepotin berapa kali sih, santai aja nya" kata Dimas sambil tersenyum ramah
__ADS_1
"Yaudah gue masuk dulu" balas Anya
"Oke sorry bikin anak gadis pulang malam, sleep tight" kata Dimas dengan seringainya sambil mengedipkan matanya. Anya membalasnya sambil tertawa kecil sambil keluar dari mobil dimas lalu masuk kerumahnya.