Love Blue

Love Blue
When Erga meet Nara


__ADS_3

"Pertemuan adalah takdir, dan setiap pertemuan selalu membawa kita ke takdir yang lain" -Anynomous-


Sabtu pagi pukul 05:00, anya bangun untuk menunaikan sholat subuh dan mengirimkan pesan kepada nara yang isinya seperti ini:


Nara nanti aku nggak kerumah ya, hari ini libur latihan biolanya. Ada acara keluarga.


Setelahnya anya langsung solat, saat sedang merapihkan mukenanya. Terdengar suara pintu yang diketuk. Dalam hati Anya bertanya seperti mengenal suara laki-laki dari luar itu "Assalamualaikum" Kata laki-laki itu


Anya tidak langsung menjawab salam itu, sebelum memutuskan untuk membuka pintu, dia mengintip dari jendela ruang tamunya. Dan sangat mengagetkan untuk Anya wajah laki-laki itu ditempelkan ke jendela tempat anya mengintip


"Astagfirullah" dengan suara Anya yang agak keras karena kaget, laki-laki itu malah ketawa cekikikan. Laki-laki itu adalah Erga adik Anya, dia sudah 3 bulan tidak pulang kerumah karena kuliah di Malang. Mengetahui kebiasaan kakaknya itu Erga dengan sengaja malah menggoda anya dengan melakukan adegan menempelkan wajahnya pada jendela ruang tamu rumah ayahnya itu. Kemudian Anya sambil mengelus dadanya membuka pintu rumahnya, sebenarnya Erga memang sudah bilang akan pulang hari ini, hanya saja Erga bilang pagi baru jalan dari malang. Jadi Anya tidak menyangka itu adiknya, untuk alasan itu juga makanya dia meliburkan les biola dengan Nara.


"Mba anya, aku kangen banget sama mba" ucap erga sambil mengapit kepala kakaknya dengan tangannya.


"Yampun kamu itu bikin mba kaget tau nggak sih, bilangnya berangkat dari sana pagi" kata Anya bersungut-sungut. Erga hanya tertawa cengegesan mendengar ucapan anya


"Mba masa aku laper banget" kata Erga, kemudian terdengar bunyi keruyuk-keruyuk dari perutnya


"Selama di kereta nggak makan?" Ucap Anya menanggapi adiknya itu


"Nggaklah Mba, Makanan restorasi mahal" Kata Erga memelas


"Loh bukannya kamu bilang ada sambilan jadi asisten reasearch dosen kamu di kampus, lumayan ada uangnya" Kata Anya


"Ada mba, cuma aku irit-irit, tiket kereta aja sudah mahal mba" Kata Erga


"Alasan aja kamu, uang bulanan dari bapak kan lebih dari cukup, Makanya uang proyeknya jangan buat pacaran, bayarin anak orang mau, buat diri sendiri pelit" ucap Anya sambil masuk ke dalam rumah. Erga mengekori anya dibelakangnya sambil mendorong anya dengan tangannya yang menopang di kedua pundak kakaknya


"Loh aku sudah nggak pacaran lagi mba, lagi single mba"  Kata Erga


"Moso? Dena wasap aku tadi malam tanya kamu" Ucap Anya tak mau kalah


"Ngapain si pasadena masih hubungin mba, gagal move on banget tuh cewek" Kata Erga


"Oh gitu beneran ga sih kamu? mau dimasakin apa?" Tanya Anya

__ADS_1


"Ya beneran mba aku sudah putus sama pasadena, Laksa enak mba kayaknya" kata Erga sambil mengekor anya menuju dapur


"Yah lama kalau itu, aku belum bikin lontongnya, kamu bisa keburu pingsan nunggunya" Ucap Anya


"Nggak apa-apa mba, aku mau tidur lagi juga, nanti kalau aku bangun belum jadi aku beli ketoprak dulu aja mba" kata Erga


"Kamu lagi nyidam lontong ya, yasudah tidur lagi saja sana" kata Anya


Erga langsung menuju kamarnya dan melanjutkan tidurnya. Sementara anya mulai meracik bumbu-bumbu serta menyiapkan lontong untuk laksanya. Jam setengah 8 pagi, ayah anya menghampirinya dan memberitahu.


"Di depan ada perempuan cariin kamu, namanya nara itu murid les biola kamu ya?" Kata Ayah Anya


"Hah?? Iya, bapak serius?" kata Anya kaget


"Lihat saja kedepan kalau nggak percaya" kata Ayah Anya


Anya berjalan ke depan rumahnya dan melihat nara memakai kaos sewarna dengan yang digunakan anya dengan rambutnya yang digerai panjangnya hampir sama dengan rambut anya sedang membelakangi rumahnya.


"Nara, kok kesini? Nggak baca sms aku? Kamu tau alamatku darimana?" Kata anya


"Mau latihan sejam aja mba, baca kok aku, dari buku tahunan SMP mas andra" kata nara


"Naik ojek online mba, acara keluarganya, arisan ya mba?" ucap nara


"Oh, nggak hari ini adik aku pulang, yuk masuk, aku lagi masak kamu langsung ke kamarku saja nanti ya" kata anya


Setelah mengantar nara ke kamarnya, anya kembali ke dapur melanjutkan masaknya, sementara itu nara masih meneliti interior kamar anya yang tidak terlalu besar bernuansa biru muda, di dinding kirinya ada beberapa lukisan dengan background, di dinding kanannya bergambar pohon yang dibawah ditaruh buku-buku di rak kayu bergantung. Nara penasaran beberapa lukisan yang dipajang apakah beli atau buat sendiri, karena menurutnya lukisan itu bagus, salah satunya remake starry night by van gogh. Secara tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, melingkarkan tangannya diperut nara, saat itu juga badan nara menjadi panas karena jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya bahkan dia bisa merasakan nafas panas dibagian tengkuknya. Dia hanya bisa mematung.


"Sudah jadi laksanya, mba?" Kata laki-laki itu


Plak


Begitu kira-kira bunyi yang ditimbulkan saat tangan anya menggeplak kepala adiknya.


"Lepasin tangan kamu dari nara, dasar anak kurang ajar" secepat kilat erga melepaskan tangannya dan melihat ke arah anya sambil mengucek matanya.

__ADS_1


"Minta maaf kamu meluk orang sembarangan, bukan mukhrim" kata Anya


Erga langsung membalik badannya dan melihat ke mata nara. Tanpa sengaja dia mengucapkan "How's sweet"


Plakk


Sekali lagi pukulan mendarat di kepala erga. "Aduh mba sakit tau nggak sih" kata Erga sambil mengacak-acak rambut gondrongnya.


"Maafin erga ya, nar ..." kata Anya yang dipotong perkataanya oleh Erga


"Iya maafin saya, saya pikir kamu mba anya, sumpah tadi saya setengah sadar juga" Kata Erga dengan tampang merasa bersalah


"Hmm iya sudah terlanjur juga" jawab nara cuek menutupi rasa groginya.


"Sudah sana tidur lagi masakannya belum jadi atau cari ketoprak" Kata  Anya


"Iya-iya mba" ucap erga bersungut-sungut keluar dari kamar anya.


Setelah kejadian itu, anya menyelesaikan masakannya. Sambil menunggu lontongnya matang, dia melatih nara main biola. Satu jam berlalu latihannya kali ini sudah selesai, anya meminta nara untuk sarapan sebelum pulang. Setelah makanan tertata rapi diatas meja, anya memanggil ayah dan adiknya untuk makan bersama.


"Gimana nara latihan biolanya, anya enak ngajarinnya? Galak nggak?" Tanya bapak anya pada nara


"Lumayan om, enak kok kak anya ngajarinnya, nggak galak kak anya om" jawab nara sambil tertawa kecil


"Lagian mana pernah aku galak sih, pak" Ucap Anya


"Preketek" celetuk erga


Lalu nara tertawa kecil melihat pertengkaran kecil kakak-beradik didepannya. Setelah selesai makan, anya membawakan pulang laksa untuk nara dan menyuruh adiknya mengantar nara pulang ke rumahnya.


"Antar sampai rumah ya ga, naranya dengan selamat tanpa kurang apapun" Kata Anya


"Iya mba" ucap Erga patuh


"Nara kalau erga macam-macam sama kamu kasih tau mba ya segera" kata Anya

__ADS_1


"Iya mba, tenang saja" jawab nara tertawa kecil


Mereka berdua berlalu pergi, erga mengantar nara menggunakan mobil bapaknya. Dalam hati Erga dia mengatakan "tak pertemuan yang kebetulan setiap pertemuan membawa kita ke takdir yang lain".


__ADS_2