
"Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca"
Pagi ini andra memasuki fase baru dalam hidupnya. Ya, sekolah menengah pertamanya. Kelas 7-10 adalah kelas yang andra duduki saat menginjakkan kaki di sekolah menengah pertamanya, disana dia berkenalan dengan dimas, rego, vino, aldi & aziz. Anak basket yang populer di SMP nya waktu itu. Dan saat itu pun dia di pertemukan oleh mayang. Gadis manis bermata sendu dengan tahi lalat di hidungnya yang mancung.
Sabtu siang saat sedang istirahat ekskul basket.
"Lo tau Nggak si mayang Anak 7-3?" Kata vino
"Nggak, kenapa vin?" Jawab rego, aldi, andra, dimas, aziz
"Cerdas banget njiirr" kata vino
"Kok lu tau cerdas?" Tanya rego
"Iya cewek gue anggit, sekelas Sama dia, katanya dia bakal wakilin sekolah Kita OSN fisika, satu-satu nya Anak kelas 7 yang di pilih" jelas vino
"Serius lu? Penasaran gue Sama anaknya" kata aldi
"Dia ikut ekskul KIR & KJR, nanti jam 4 sore pulang, nongkrong aja dulu depan sekolah, nanti gue tunjukkin orangnya kalau lewat" jelas vino
"Lu kenal Sama orangnya nggak?" Tanya dimas
"Kenal, cewek gue kan seekskul sama dia" kata Vino
"Pantesan modus lu nyuruh kita nemenin lu nungguin cewek lu sekalian" kata Aldi
"Wkkkkkk yoeehh" kata vino
"Yaudah sekalian kenalin sama si Andra" kata dimas
"Apaan kok jadi gue" balas Andra
"Kan lu yang masih jomblo diantara kita, lagian si mayang-mayang itu Sama cerdas kayak lu dan kalau menurut cerita vino anaknya lumayan" kata dimas sambil tertawa
"Apaan sihh Nggak ada, gue mau langsung pulang nanti" balas andra
Pukul 16.00
Segerombolan Anak basket populer di SMP itu masih di depan gerbang sekolah. Walaupun satu diantara mereka terpaksa ikut karena ditahan kedua tangannya oleh kawan-kawannya. Ada 2 gadis manis terlihat dari kejauhan sedang berjalan ke arah gerbang sekolah. Yang satu berkulit putih dan berambut lurus dengan mata lebar serta bertubuh mungil. Yang satunya berkulit kuning langsat, berambut berombak dengan mata sendu bertubuh semampai.
"Anggit" teriak vino dari kejauhan sambil melambaikan tangan
Si gadis berkulit putih sedikit berlari menuju ke arah vino sambil menggandeng sahabatnya si gadis berkulit kuning langsat.
"Lama ya nungguin aku?" Kata anggit
"Nggak kok, yang" jawab vino
"Hai nggit" sapa rego, dimas, aldi, aziz, andra
Hai may, ada yang mau kenalan sahabat gue nih" kata vino
Kemudian rego, dimas dan aziz sedikit mendorong andra ke arah mayang.
"Kampret lu semua" bisik andra
Kemudian menghampiri mayang dan berkenalan.
Seperti itu pertama kali andra mengenal mayang hingga berpacaran selama 9 tahun.
__ADS_1
***
Sesi latihan biola Nara sudah hampir berakhir. Saat ibu Nara memanggil nara dari ruang tamu.
"Nara, mba yayang datang nih" teriak ibu nara
"Latihannya sudah selesai, Nara banyak kemajuan nih" kata anya
"Makasih mba anya, aku ke bawah duluan ya mba"kata Nara sambil terburu-buru berlari ke arah ruang tamu.
Di dalam kamar nara, anya memasukkan biola ke dalam tasnya dan bersiap untuk Turun kemudian pulang. Saat menuruni tangga anya mendengar ibu nara sedang bercengkerama sangat akrab dengan seorang wanita yang tadi disebutkan mba yayang saat memanggil nara. Nara kemudian membawa nampan berisi 4 gelas teh dan sepiring pisang goreng madu.
"Mba anya jangan pulang dulu, sekalian tunggu Mas andra pulang biar diantar pulang" kata Nara sambil melenggang ke ruang tamu.
Disusul oleh anya yang sebenarnya hanya ingin berpamitan dengan ibu nara dan nara.
"Tante aku, pulang dulu ya" kata anya
"Eh kok buru-buru makan dulu pisang madu ibu dong, sini ibu kenalin sama yayang, apa kalian sudah saling kenal kan satu SMP andra juga" kata ibu nara
"Hmmm" jawab anya
"Halo saya mayang, kamu siapa ? Satu SMP Sama Andra juga?" kata mayang menyapa
"Saya anya, iya" balas anya
"Oh pernah sekelas Sama saya atau Andra?"kata mayang
"Nggak kok" jawab anya
"Oh maaf ya sudah lama banget jadi lupa Sama wajah-wajahnya, dulu sekelas Sama siapa?"Tanya mayang
"Haduh Anak ibu buat acem Sama matahari"celetuk ibu nara
"Yang, kamu sudah pulang dari inggris" kata Andra sambil sedikit terbelalak menatap mayang yang tersenyum manis membalas tatapan andra. Ada sedikit rasa tertusuk di hati anya siang itu saat mendengar panggilan Andra pada mayang. Kemudian dengan cepat anya membuang perasaan itu karena tidak seharusnya dia merasakan Hal itu pada Andra.
"Kapan sampai jakarta, Yang?" Tanya Andra memasuki ruang tamu dan melihat ada tubuh mungil anya tertutupi tubuh ibunya.
"Kemarin malam ndra"jawab mayang sambil berjabat tangan dengan andra
"Mana oleh-olehnya, may?"Tanya Andra segera mengubah panggilannya saat tau ada Anya disana
"Kamu tuh Tanya oleh-oleh lagi, Tanya tuh kabar" kata ibu nara
"Hahaha oleh-olehnya sudah di bawa ke dapur Sama ibu ndra" jawab mayang dengan senyuman sumringahnya
"Yaudah aku mandi dulu ya" kata Andra sambil memberi kode ke anya "tunggu ya saya mandi dulu"
Kemudian mereka bertiga mengobrol, karena Anya lebih banyak diam dan mendengarkan. Sampai akhirnya Andra selesai Mandi dan duduk di samping anya sambil memakan pisang madu buatan ibunya.
"So, ibu professor fisika Kita gimana kabar nya?" Tanya andra
"Baik-baik bapak master arsitektur" jawab andra
"Gimana jurusan korosi apa ?" Tanya Andra
"Corrosion control engineering, ndra" kata mayang
"Ya itu maksudnya"balas Andra
__ADS_1
"Ya aku harus jelasin teknis gitu" kata mayang sambil tertawa
"Nggak sih aku juga Nggak bakal ngerti" jawab Andra sambil tertawa. Kemudian melihat ke arah sampingnya yaitu anya, yang terlihat mulai kurang nyaman dengan situasi ini.
"Kamu mau pulang sekarang?" Tanya Andra ke anya
"Hah" balas anya kaget
"Nanti aja sayang pulangnya" kata ibu nara
"Hmm, Iya nanti aja Nggak apa-apa kok" jawab anya
"Nggak-Nggak aku antar kamu sebentar deh" kata Andra
"Nggak apa-apa kok, atau saya pulang sendiri aja Nggak apa-apa kok" balas anya
"Aku pulang sekarang aja bu, sudah lumayan siang juga masih jetlag mau tidur deh kayak ngantuk-ngantuk gitu sih" kata mayang
"Yah yaudah deh sayang, bentar ibu bungkusin pisang madu buatan ibu dulu ya" kata ibu nara sambil berjalan ke dapur
"Nggak usah bu" jawab mayang tidak di hiraukan ibu nara
"Nih pisang madu" kata ibu nara sambil menyerahkan 2 bungkus pisang madu ke mayang dan ke anya
"Yampun tante repot-repot"kata anya
"Tuh kan kebiasaan, panggil ibu sayang"kata ibu nara sambil mengelus kepala anya
"Makasih ya tante" kata mayang
"Sama-Sama sayang" kata ibu nara sambil mengelus tangan mayang
"Makasih ya Tant..... ibu"kata anya
"Sama-sama sayang, Andra antarin 22 nya sampai rumah dengan selamat ya" kata ibu nara
"Iya bu, Andra berangkat ya" kata Andra
Saat di mobil Mayang duduk di depan, anya duduk di belakang ketiganya tenggelam dalam suara radio yang bergumam.
"Hmm nanti yang turun duluan siapa ya ?" Tanya mayang
"Kamu" jawab Andra
"Oh nanti kamu mampir dulu Nggak kerumah? Mama pasti ajak ngobrol kamu dulu nanti" kata mayang
Sebelum sempat Andra menyahut, anya terlebih dahulu menyahut.
"Saya Turun di depan gang saja ndra, mau ke margo dulu juga sih" kata anya
"Serius nya" balas Andra
"Iya, sudah didepan gang nih, makasih ya ndra" kata anya
"Eh Iyaa maaf ya Nggak bisa antar kamu nya, hati-hati ya, kabarin kalau sudah sampai rumah" kata Andra
"Iya Nggak apa-apa" kata anya sambil keluar dari mobil Andra
Cuaca siang itu tiba-tiba menjadi mendung, sama seperti hati Anya siang itu setelah keluar dari mobil Andra. Dia hanya berusaha menetralkan semuanya karena menurutnya tak sepantasnya dia merasakan mendung itu dihatinya.
__ADS_1