Love Blue

Love Blue
Everything First


__ADS_3

Pagi ini Anya bangun seperti biasa untuk berangkat kerja, dia melihat notifikasi di smartphonenya ada pesan masuk dari Grup, dimana baru saja bergabung di grup itu semalam setelah pernyataan dimas mengungkapkan perasaannya. Tentu saja ada notifikasi chat yang dikirim oleh Dimas.


From Dimas


"Hari ini aku jemput ya, berangkat bareng, aku sampai di rumah kamu jam 6 pagi"


Melihat notifikasi pesan itu anya yang baru saja bangun, langsung loncat dari kasurnya melihat jam di smartphone nya menunjukkan pukul 5 pagi. Dia segera mengambil handuknya dan mandi, di hari sepagi itu Anya sudah mandi merupakan hal yang menurut ayahnya aneh. Karena biasanya Anya melakukan ibadahnya kemudian memasak terlebih dahulu baru mandi. Mengingat anaknya itu selalu berangkat dari rumah pukul 7.30. Selama anya menjadi auditor dia tidak terlalu sering berangkat pagi buta karena sampai pukul 9 pagi tepat dikantornya masih sepi, jam kerja paginya tidak cukup mengikat karena jam kerja malamnya tidak mengenal waktu a.k.a pulang jam 6 pagi sekalipun merupakan hal biasa.


"Yah, aku hari ini nggak buat sarapan ya, mau berangkat pagi" Kata Anya sambil memasukkan laptopnya ke dalam tas


"Iya, tumben kamu berangkat pagi, ada meeting sama klien ya?"Tanya Ayahnya


"Nggak sih, cuma aku mau berangkat bareng dimas, dia mau jemput jam 6 katanya" jelas Anya


"Oh begitu, yasudah ayah mau olahraga jalan-jalan komplek dulu ya, nanti dikunci aja pintunya, bawa aja, ayah bawa kunci satu lagi" Kata Ayahnya sambil berlalu keluar dari rumahnya


"Oke Yah" jawab Anya


Tak lama berselang suara klakson mobil dari luar rumah Anya berbunyi, Anya langsung keluar rumah dan mengunci pintu rumahnya. Padahal Dimas keluar mobilnya karena ingin berpamitan sebentar kepada Ayah Anya.


"Dirumah nggak ada orang Nya, Ayah kamu kemana?" Tanya Dimas


"Jalan pagi, biasanya memang muterin komplek kalau pagi" Jelas Anya


"Oh gitu, oke deh" Kata Dimas


"Kamu masuk jam berapa, Dim?" Tanya Anya


"Setengah sembilan" jawab Dimas


"Kayaknya besok-besok nggak usah dijemput Dim, takutnya kamu telat" Kata Anya


"Nggak kok cukup ini spare waktunya" kata Dimas


"Kamu kalau telat gitu ada kebijakan potong gaji nggak? Soalnya kalau kantorku jadwalnya lebih flexible" Kata Anya


"Nggak ada sih, cuma nggak enak aja datang terlambat, yasudah besok aku nggak jemput dulu ya, nanti mau pulang ke apart aja soalnya lebih dekat kantor juga" Jelas Dimas


"Oke deh" kata Anya


Kemudian hening kembali diantara mereka hanya terdengar suara radio dan sesekali suara reels atau tik tok dari smartphone Anya.


"Nya, nanti maksi bareng yuk, mau dimana?" Tanya Dimas


"Aku kayaknya mau dikantor aja deh Dim" jawab Anya


"Yaudah nanti maksi aku ke kantor kamu, kita makan di kantin kantor kamu aja" Kata Dimas

__ADS_1


"Serius, jangan repot-repot dim, kamu jadi harus bolak-balik" Kata Anya


"Kok repot sih, aku mau makan bareng sama pacar aku, nggak repotlah sayang" Kata Dimas membuat Anya seketika blushing, maklum setelah terakhir kali Anya pacaran waktu kelas 3 SMA dan masih cinta monyet.


"Oh gitu yaudah kalau nggak repotin kamu" balas Anya


Keduany kembali diam tanpa kata hanya ada suara radio yang menperdengarkan acara live radio "salah sambung", Anya terkekeh sesekali mendengar ocehan dari radio itu. Sementara Dimas tersenyum kecil memperhatikan perilaku Anya sambil terus melajukan mobilnya. Jam sudah menunjukkan pukul 7.30, Dimas sudah memasuki daerah perkantoran Anya di kuningan. Setelah sampai di lobby kantor Anya, Dimas tidak menghentikan mobilnya malah melaju terus memasuki parkiran gedung anya bekerja.


"Kamu mau mampir kantorku dulu, sarapan? ada stardust di lobby" Kata Anya


"Nggak kok" jawab Dimas


Anya bingung hanya bergumam dalam hati "terus mau ngapain segala parkir"


Setelah Dimas selesai memarkir mobilnya, Anya yang canggung sekaligus bingung harus berbuat apa hanya bisa diam menunggu respon Dimas.


"Kamu nggak turun?" Kata Dimas


"Eh iya ini mau turun, Apa aku beliin roti aja ya kamu tunggu disini, ada shikupon" Kata Anya


Dengan gerakan tiba-tiba yang sangat mengagetkan bagi Anya yang tanpa persiapan, Dimas sudah menempelkan bibirnya di bibir Anya, hanya menempel tidak ada yang lain. Karena walaupun anya pernah berpacaran selam SMA, dia belum pernah ciuman bibir. Ini yang pertama buat dirinya. Bingung harus merespon bagaimana, Anya hanya mebelalakkan matanya dan diam seperti patung. Tidak lama segera Dimas kembali ke posisi duduknya, diam sejenak.


"Aku bukain ya pintunya" Kata Dimas


"Hah, kamu ngusir aku?" Kata Anya kecewa


"Oh gitu, yaudah aku keluar ya, bye" Kata Anya kemudian berlari kecil keluar dari mobil dimas dan memasuki gedung kantornya.


****


Hari ini ada meeting tentang planning kandidat klien baru perkebunan, dimana anya ditunjuk sebagai in charge, sementara itu dia juga sudah menjadi in charge  di lima perusahaan lain. Perusahaan tersebut merupakan perkebunan teh yang juga memproses daun teh tersebut menjadi beberapa turunan produk teh. Kepalanya pening dengan timnya yang kekurangan orang tetapi masih harus ditambah klien lagi. Walaupun deadline tidak berbarengan. Tak terasa jam makan siang telah tiba, Anya sudah lama di melihat smartphonenya ada beberapa notifikasi dari Dimas.


"Aku sudah sampai parkiran"


"Lagi naik lift mau samperin kamu dikantor"


"Sudah di depan meja resepsionis kantor kamu"


Pesan itu terkirim 20 menit yang lalu, Anya langsung mohon izin keluar lebih dahulu dari ruang meeting karena ini memang sudah jam makan siang dan rekan-rekannya sudah bersiap untuk makan siang juga. Saat menuju resepsionis, dia bertemu Mba Rara yang merupakan resepsionis kantornya.


"Mba itu pacarnya nungguin dari tadi, Cakep amat sih, lemah aku tuh jadinya"


Anya hanya membalas percakapan itu dengan senyuman dan segera menuju reseptionis untuk menemui Dimas


"Dim, maaf ya aku tadi lagi meeting jadi nggak lihat HP" Jelas Anya pada Dimas yang sedang duduk di tempat tunggu depan kantornya sambil menscroll HPnya


"Eh Nya, Iya nggak apa-apa, tadi Mba Rara sudah bilang juga sama aku kamu lagi meeting" Kata Dimas sambil berdiri dan menenangkan Anya dengan wajah tidak enaknya karena membuat Dimas menunggu

__ADS_1


"Yasudah kebawah yuk" Kata Anya


"Yuk kamu mau makan apa?" Tanya Dimas sambil menunggu lift turun terbuka


"Aku kayaknya mau makan nasi padang lauk dendeng batako sama sambal udang terus ada kerupuk kulit disiram kuah gulai gitu, enak banget kayaknya" Jelas Anya sambil cengengesan


"Lapar banget kayaknya lauknya sampai dua" Timpal Dimas sambil terkekeh


"Iya stress aku abis meeting, baru dikasih klien baru lagi, didetik-detik menjelang masa sibuk, ditambah aku sudah pegang lima klien lain yang resiko tinggi juga soalnya yang dua Tbk" Cerita Anya


Tak lama pintu lift terbuka mereka berdua masuk ditengah lift makan siang yang penuh, tiba-tiba dimas memegang erat tangan Anya. Dan seperti biasa Anya blushing lagi.


Mereka berdua sampai dikantin yang sudah ramai sementara Anya mencari tempat duduk, Dimas berkeliling memilih makanan yang akan dimakannya. Tak lami Dimas menghampiri meja yang diduduki anya sambil membawa sushi dan es teh manis,


"Aku tadi sudah pesanin nasi pada sesuai request kamu, Ada lagi tambahannya? Mau aku ambil, tadi ribet, nggak bisa bawa dua nampan" Kata Dimas


"Nggak apa-apa aku aja yang ambil" Kata Anya


"Jadi nggak ada request tambahan ya" Kata Dimas sambil berdiri dan langsung melesat dari meja itu untuk mengambil makanan Anya


Tak lama Dimas datang sambil membawa nampan makanan Anya. Kemudian langsung menaruh nampan itu didepan Anya.


"Makasih ya, Mas Dimas" Kata Anya


"Aduh aku suka banget kamu manggil aku dengan Mas" Kata Dimas sambil terkekeh


"Ini tadi berapa harganya, Mas?" Kata Anya sambil menyuap dendeng batako


"Apaan sih, ngapain ditanya, males jadinya" Kata Dimas


"Eh Aku nggak masuk gitu" Kata Anya


"Iya-iya sudah makan aja yang enak" Kata Dimas sambil tersenyum dan mengelus pipi kanan Anya. Lagi-lagi dan lagi Anya blushing. Mereka berdua makan dengan tenang sampai keduanya menghabiskan makanannya masing-masing.


"Hari sabtu kamu sibuk nggak?" Tanya Dimas


"Belum sih kayaknya" balas Anya


"Nonton yuk insidious Red Door" Ajak Dimas


"Dimana?" Kata Anya


"GI aja, midnight, How?" Kata Dimas


"Oke" jawab Anya


Setelah mengobrol singkat soal pekerjaan mereka kemudian berpisah dan melanjutkan aktivitas masing-masing kembali.

__ADS_1


****


__ADS_2