
"Tiba-tiba saja cinta sudah memasuki ruang hatimu, tanpa kamu sadari walau hanya dimulai dengan pertemuan singkat" -Anynomous-
Andra sedang melihat ke arah langit-langit kamarnya, beberapa hari ini dia mengalami insomnia. Untung saja besok adalah hari sabtu jadi dia tak perlu begitu memaksakan menutup matanya. Sisi kiri kasurnya bergerak, ada dimas malam ini menginap di rumahnya. Dia sering sekali menginap disini, andra tak merasa keberatan, keluarganya pun tidak. Hanya saja andra sedikit jengkel kalau dia sudah mulai menggoda adiknya. Andra bahkan memperingatkan dimas untuk jangan mempermainkan adiknya atau andra akan meninjunya sampai dia harus di rawat intensif selama seminggu di rumah sakit. Tetapi seperti biasa, dimas hanya menanggapi sambil cengengesan. Andra mengakui bahwa sahabatnya ini memang tampan, dia juga tahu semu merah wajah adiknya jika dimas sedang menginap disini.
Andra ingat hari pertama mengenal dimas, mereka berkenalan karena dia masuk ekskul basket. Sebenarnya saat itu andra agak kesal dengan dimas karena dia bilang basket adalah hobinya. Tapi apa? skill basketnya sangat minim, andra sempat berpikir dia mengikuti ekskul ini untuk mendukung ketenarannya yang sudah menguar di hari pertama kelas 7 masuk.
Semakin mengenalnya andra semakin tahu, dimas memang punya semangat lebih pada basket. Setiap akhir pekan, dia selalu ke rumah andra untuk berlatih basket. Karena skill basket andra lebih baik dari dimas, pelatih juga meminta agar andra mengajari dimas supaya skillnya membaik. Berkat kegigihannya dimas termasuk andalan di tim basket sekolah sekarang, spesialis three point begitu sebutannya. Semenjak itu juga dia jadi sering menginap di rumah andra.
Dimas memang playboy cap onta butuh banyak minum dengan flirting dan php ke hampir seluruh perempuan di sekolah. Tapi dimas sangat segan pada pacar andra mayang, katanya "dia sudah cocok sama lo, sama-sama pinter, Dia malas berpacaran dengan orang terlalu pintar katanya" bisa tiap hari gue berdebat cuma gara-gara unsur apa aja yang terkandung waktu kita ciuman, hahaha" kemudian andra hanya bisa menoyor kepalanya yang mesum itu.
3 hari yang lalu saat dila meledek perempuan biasa yang menyukai dimas di taman sekolah itu, perempuan dengan binar mata yang teduh. Pertama kali andra bertemu dengannya di koridor sekolah mungkin setahun yang lalu, dia berjalan menunduk saat guru piket memanggilnya. Dia terlambat dan yang lebih parahnya berani-beraninya dia masuk lewat pintu samping, ketahuan pula sama guru piket, habis dia hari itu. Wajah polosnya dan dagu lancipnya terasa begitu pas diwajahnya yang mungil itu. Entahlah andra merasa tidak terima atas apa yang dilakukan tim basketnya dan dila, pasti dia merasa terlecehkan. Walaupun laki-laki disebelahnya saat ini memang tak tahu bahwa perempuan itu, anya namanya kalau tidak salah. Dia menyukai dimas, dimas memang tidak peka. Andra mengusir bayangan anya dalam benaknya "Untuk apa memikirkannya lebih baik aku tidur" begitu andra membatin.
Keesokan harinya seperti biasa di pagi hari mereka berolahraga basket di lapangan dekat rumah Andra. Mereka sedang berbaring di lapangan yang sepi itu masih karena jam menunjukkan sekarang pukul 6 pagi. Setelah solat subuh mereka langsung bermain basket, masih dalam keadaan telentang melihat langit dimas berkata
"Pagi yang biru menenangkan dan selalu memberi harapan"kata dimas
"Sejak kapan lo jadi pujangga kesasar gitu" balas andra
"Sialan lo, seriusan pagi ini langitnya biru banget cantik bro" kata Dimas
"Ah pikiran lo nggak jauh-jauh dari cewek" kata Andra
"Hahaha kenapa sih lo sensitip banget lagi pms?" kata Dimas
"Taik" Kata Andra
"Ada masalah sama mayang?" Tanya Dimas
__ADS_1
"Kenapa jadi nyambungnya ke Mayang ya ?" Tanya Andra
"Ya nggak gue kira lo lagi ada masalah sama mayang" Kata Dimas
"Nggaklah emang gue lo gonta-ganti cewek kayak ganti ******" Kata Andra
"Hahaha nying omongan lo" Kata Dimas
"Bentar lagi lulus-lulusan lo mau ke SMA mana?" Kata Andra
"Nggak tau yang jelas bukan gama, males gue pasti ketemunya lo lagi lo lagi, ceweknya itu-itu lagi bosen, bro" Kata Dimas
"Dasar otak germo cewek mulu" Kata Andra
"Hahahaha serius bro mau cari suasana baru" Kata Dimas
"Balik yuk laper gue" Kata Andra
"Gimana dim, sudah siap UN nya?" Kata Ayah Andra
"Oh siap dong om, apalagi ada andra yang siap intesif ngajarin saya, om.
Nggak perlu tuh bimbel yang mahal-mahal, om" Kata Dimas
"Kamu bisa saja, dim" kata Ayah Andra
"Hehehe emang bener kok om, andra kalo mau sampingan jadi guru bimbel bisa banget om" Kata Dimas
__ADS_1
"Bilang aja biar gratisan minta ajarin gue, muji-muji gitu" Kata Andra
"Yaelah bro, sama temen sendiri lo itungan banget" Kata Dimas
"Makan aja lo yang bener, berisik" Kata Andra
"Hahahaha" mereka sekeluarga tertawa mendengar percakapan antara andra dan dimas.
Siangnya andra dan dimas ke rumah rego untuk belajar bersama dan lagi-lagi, andra yang menjadi tutor mereka. Dirumah Rego sudah ada 2 orang teman Andra yang lain yaitu Rino dan Aziz. Karena Seharusnya circle pertemanan mereka ada 6 orang, yaitu Rego, Andra, Dimas, Rino, Aziz dan Iman. Keenam sekawan ini merupakan kumpulan anak basket yang menjadi pangeran disekolah menengah pertama itu.
"Lo mau SMA mana, ndra?" Tanya rego
"Gue mau gama aja" Kata Andra
"Iya sih gue juga mau gama aja" Kata Rego
"Gue juga mau gama" sahut aziz dan rino
"Gue nggak mau masuk gama" sahut dimas
"Emang gama mau terima lo, percaya diri banget lo" kata iman nyinyir
"Hahahahaha" andra, rego, aziz, dan rino tergelak tertawa mendengar kata-kata nyinyir iman. Hari ini aldi sedang absen karena harus membujuk ceweknya yang lagi ngambek.
"Sialan lo semua" gerutu dimas
Mereka melanjutkan belajarnya sampai kira-kira jam 5 sore. Andra memutuskan untuk pulang kerumah dan kelima 4 sahabatnya (Rego, Dimas, Rino dan Aziz) memutuskan nongkrong di kemang.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang, andra melihat perempuan mungil yang sekelebat sering muncul di sela lamunannya, Dia adalah anya yang sedang tertawa renyah dengan teman satu jemputannya, Namanya Prameswari tinggal di sekitaran komplek rumahnya. Prameswari cewek boyish yang menolak dimas mentah-mentah. Saat melihat sekilar anya tertawa seperti itu entah mengapa anya terlihat sangat manis dan imut.
Andra memfokuskan diri kembali mengendarai motor agar segera sampai rumah dan menelpon mayang, kekasihnya.