
"Aku adalah bumi dan kamu adalah langit begitu jauh dan tak tersentuh"-Anya-
Sabtu Pagi seorang Perempuan berbadan kecil dan berambut panjang sudah siap diantar oleh Ayahnya ke sekolahnya, sekolah menengah Pertama unggulan didaerah perempuan itu. Ya, Perempuan kecil itu adalah Anya, setiap hari sabtu biasanya Anya ada ekskul di sekolahnya. Ekskul yang Anya ikuti adalah marching band, dia bukan memegang drum, simbal, bellyra, terompet ataupun pemegang mayoret. Anya memainkan pianika bukan berarti dia tidak bisa memainkannya hanya saja, alat musik yang dia punya di rumah adalah pianika, jadi dia lebih percaya diri jika alat musik yang dimainkannya pianika.
Anya dan tim marching bandnya sedang latihan dilapangan kanan sekolahnya, terdiri dari dua lapangan voli, barisan marching band itu membentuk pola sambil latihan dengan musik twinkle-twinkle. Sementara di sisi kiri lapangan sekolahnya dipakai untuk ekskul basket, di sana ada Dimas laki-laki yang sangat disukai Anya, sejak pandangan pertama melihatnya sampai hari itu Anya telah memasuki kelas 8. Sementara untuk ekskul voli dan paskibra dijadwalkan setiap hari minggu. Tim marching band sedang melakukan istirahat setelah melakukan latihan kurang lebih selama 2 jam, Anya melihat ke lapangan sebelah kanan, di sana masih ada tim basket yang sudah selesai latihan dan sedang beristirahat sama seperti tim marching band. Ada Dimas, Andra, Aziz, Rego, Rino, Iman, dila (pacar Dimas), Mayang (pacar Andra), Santi (pacar Aziz). Mayang baru saja ikut berkumpul di sana karena dia mengikuti ekskul KIR.Ya, mayang terkenal karena kepintarannya, sudah pintar cantik juga begitu kata batin Anya. Mayang baru saja mewakili sekolahnya untuk lomba olimpiade nasional fisika dan menang sampai tingkat provinsi.
Anya kembali dengan dunianya sendiri, Dia pun juga mengobrol dengan teman satu timnya mengenai lagu baru yang tadi dilatih saat marching band, karena minggu sebelumnya anya tidak masuk ekskul, sakit. Dia meminta buku musik yang diberikan minggu lalu oleh pelatihnya untuk anya melatihnya di rumah. Tetapi temannya itu sedikit keberatan karena ingin mempelajarinya juga. Anya pun bilang hari senin akan dikembalikan, karena fotocopy sekolahnya tutup pada hari sabtu dan minggu. Beberapa saat kemudian Anya dan teman-temanya melihat Sarah pemegang mayoret marching band sedang melatih putaran mayoretnya. Sarah sendiri merupakan kakak kelas, tahun ini dia sudah berada di kelas 9. Ini minggu terakhirnya mengikuti latihan untuk persiapan lomba 2 minggu yang akan datang, karena sudah kelas 9 dia harus berfokus pada ujian akhirnya. Jadi sesuai aturan sekolah seharusnya semua murid kelas 9 tidak boleh mengikuti ekskul karena ditakutkan akan mengganggu persiapan ujian akhir, tetapi karena belum ada pengganti Sarah sebagai pemegang mayoret jadi untuk terakhir kalinya dia akan mewakili sekolah dalam perlombaan marching band. Sarah cantik, tinggi, dan pintar, sebenarnya dia pernah menjadi pemeran pembantu dalam salah satu sinetron yang cukup terkenal kala itu. Selain itu Sarah juga pernah digosipkan berpacaran dengan Andra, yang pernah ada isu kalau mayang dan andra sempat break. Karena sebelumnya sarah juga mengikuti ekskul basket selain marching band.
Anya kembali fokus latihan pada lagu baru yang akan dimainkan dalam perlombaan 2 pekan lagi dengan meminta bantuan oleh temannya. Kemudian temannya itu mengajak Anya untuk membeli makan siang dikantin waktu menunjukkan sebentar lagi jam makan siang. Latihan marching band sendiri sudah selesai dari setengah jam yang lalu, karena seminggu sekali latihan marching band dilakukan 2 jam. Sebagian anggota masih di sekolah sambil melatih lagu mereka dan sebagian lagi telah pulang. Anya termasuk yang masih bertahan untuk berlatih karena dia tertinggal 1 minggu, biasanya dia memilih untuk langsung pulang saja. Anya dan temannya Rida menuju kantin untuk membeli Ayam goreng cabai ijo, karena setiap sabtu dan minggu hanya beberapa lapak saja yang buka dikantinnya itu. Karena sepi Anya dan Rida tidak perlu menunggu lama untuk dapat menikmati Ayam Goreng cabai ijonya itu, Anya dengan ekstra sambal, Rida membagi sebagian sambal ijonya kepada Anya. Ternyata di kantin ada Dimas dan gengnya beserta pacar-pacarnya. Sebenarnya Anya sudah merasa tidak nyaman, Dila seperti tertawa sambil melihat kearah Anya. Tetapi hal itu tidak digubris oleh Anya, dia fokus makan ayam favoritenya itu. Tak lama hujan turun begitu deras, membuat Anya dan Rida tidak bisa beranjak dari kantin. Sayangnya lagi dia tidak membawa pianika ataupun buku musiknya, Anya hanya bisa melamun sambil melihat hujan. Kira-kira setengah jam berlalu hujan berhenti, Anya dan Rida segera beranjak dari kantin menuju ke ruang marching bandnya. Ruangan itu sudah kosong tersisa tas dan pianika Rida dan Anya. Mereka berdua memutuskan untuk pulang juga mumpung hujan sudah reda. Saat sudah sampai di depan pintu sekolah Hujan kembali turun. Akhirnya mereka duduk kembali di tempat duduk kayu panjang depan sekolah.
"Nya, Aku ke toilet dahulu ya sakit perut" Kata Rida sambil memegang perut dan sedikit berlari ke arah toilet
Belum sempat anya menjawabnya rida sudah pergi meninggalkannya, Anya sedang duduk sendiri di kursi kayu itu. Saat SMP anya belum dibelikan HP oleh ayahnya, dia hanya bisa melihat ke arah jendela kaca depan sekolahnya menunggu hujan reda.
__ADS_1
Dari kejauhan selain suara hujan yang menggema, terdengar suara beberapa orang sedang tertawa seperti menuju kearahnya, karena untuk dapat melihat lorong sekolah Anya harus sedikit berjalan ke kanan, dari tempat duduknya. Lorong sekolah itu tertutupi oleh dinding penyekat. Saat suara makin dekat dia baru melihat itu adalah tim basket.
"Sial mana lagi sendirian lagi, ga punya HP, mati gaya sangat ini" kata anya dalam hati
Yang pertama mobil jemputannya datang adalah Rino, dia langsung berpamitan sambil sedikit berlari meninggalkan timnya itu, kemudian menyusul Iman, dan rego. Dimas, dila, Andra dan Aziz memilih duduk berseberangan dengan Anya. Anya melihat sekilas kearah Dimas, dia sedang dirangkul pacarnya dila. Dila seperti biasa menatap Anya sambil tertawa cekikan entah apa yang dikatakan Dila sementara Dimas hanya memasang muka datar.
"Mayang ke mana ndra? Buru-buru sangat ya tadi ga lama langsung pulang" Tanya Aziz bisa didengar oleh Anya
"Ada acara keluarga tadi katanya" Jawab Andra
"Gausah dianterin kata dia tidak apa-apa" Jawab Andra datar
"Ntar kalau ngambek bagaimana tuh?" Tanya Aziz
__ADS_1
"Nggaklah dia mah ga kayak begitu anaknya" jawab andra
Mobil CRV silver sudah di depan sekolah, dila dan dimas dari kursinya dan berkata kepada kedua temanya (Andra dan Aziz)"Duluan ya bro". Dijawab anggukan dan angkatan tangan dari kedua temannya itu.
"Ndra bentar ya, gue kekelas santi dahulu bentar ya, jemputan gue bentar lagi sampe, bersama saja nanti sama kita" Kata Aziz sambil berlalu pergi
Hanya tersisa Andra dan Anya dikursi itu, Tanpa Anya sadari Andra sedari tadi terus memperhatikan Anya dan tidak melepas tatapan tajamnya pada Anya sementara Anya hanya melihat hujan kearah luar jendela sambil berharap rida cepat kembali. Merasa ada yang terus memperhatikannya, Anya melihat kearah Andra yang saat itu sedang melihat ke arah Anya. Kemudian segera membuang pandangannya keluar jendela sekolahnya itu.
Aziz datang dari kejauhan bersama seorang perempuan, Santi, karena memang sudah ada mobil SUV hitam yang terparkir di depan sekolah beberapa menit lalu.
"Ayok ndra" Ajak Aziz, Andra langsung beranjak dari kursinya
Anya kembali termenung, saat Dimas sedang duduk berhadapan dengannya, dia berusaha melakukan curi pandang, menurut anya dimas memang tampan dengan kulitnya yang putih, mata bulatnya dan badannya yang tinggi. Dia bergumam ""Aku adalah bumi dan kamu adalah langit begitu jauh dan tak tersentuh"
__ADS_1
Beberapa saat setelahnya hujan reda, Anya sudah berdiri beranjak dari kursi kayu itu untuk ke toilet, karena rida terlalu lama ada di sana. Saat dia sudah sampai di dinding pembatas dengan lorong di sebelah kanan sekolah. Dia melihat temannya sedang berlari sambil tesenyum kearahnya.