
"Karena laki-laki seorang pemilih yang ulung" -Anynomous-
Hari pertama dimas masuk di sekolah menengah pertama yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. Kalau bukan karena mamanya yang meminta dimas mendaftar di sekolah ini tentu dia lebih memilih sekolah di dekat rumahnya yang juga unggulan dan menjadi favorite. Walaupun memang masih lebih unggulan SMP ini. "Tetapi yasudahlah siapa yang bisa menandingi titah ratu di rumah kami" begitu dimas membatin.
Ditelusuri sekolah itu untuk mencari kelas 7-11 yang merupakan kelas dimas. Entah perasaannya saja atau memang anak-anak perempuan itu memang memperhatikan dimas selama sedang berjalan mencari kelasnya. Dimas terus melanjutkan jalannya dan menemukan kelas 7-11. Dia duduk bersama aziz siswa yang baru dikenalnya di SMP ini.
Mereka cepat berteman karena satu hobi basket. Aziz juga memperkenalkan dimas dengan teman-temanya dan mengajakk masuk ekskul basket. Di tim basket dimas berkenalan dengan andra, rino, rego, iman, aldi yang akhirnya perkumpulan itu dijuluki "The Coolest boy" bukan dimas atau teman satu timnya yang menamai tetapi anak-anak perempuan di sekolahnya dulu. Ya memang mereka termasuk perkumpulan laki-laki tampan.
Beberapa pekan dilalui di sekolah ini, dimas baru tahu ternyata dia yang menjadi "most wanted boy" bukan karena dimas kelebihan percaya diri tapi memang itu kenyataannya. Dimas lihat perempuan bernama anindita yang banyak diperbincangkan teman-temanya itu, dita termasuk "the most wanted girl". Dan setelah dimas perhatikan beberapa hari dita menaruh hati padanya, tak perlu berlama-lama mendapatkan hati dita, karena dita juga menyukainya. Akhirnya "the most wanted boy" dan "the most wanted girl" membuat patah hati penggemarnya, dimas menyatakan cinta pada dita dan mengajaknya berpacaran, dita menganggukkan kepalanya menerima pernyataan cintanya.
Suatu siang dita meng-sms agar dimas menemaninya minum jus di kantin. Karena saat istirahat siang itu dimas tidak makan di kantin melainkan makan bakso di pinggir sekolah setelah latihan basket bersama timnya. Langsung saja dimas melesat menuju kantin untuk menemani dita dan mengambil jalan paling dekat. Dia lewat di antara dua perempuan yang sedang mengobrol dan bersandar pada pada pilar kayu penyangga gedung itu.
"Yaelah sok kegantengan banget kayak nggak ada jalan lain" kata anya
Dimas hanya berhenti sejenak dan melihat ke arah suara yang menurut laki-laki itu polusi suara di siang dengan angin semilir ini kemudian melanjutkan jalannya. Kalau dia ingin membuat dimas jengkel dengan gayanya yang sok jagoan dan kata-katanya yang absurb itu, dia berhasil. Tetapi kalau dia termasuk salah satu fans dimas yang mencari perhatiannya, itu sangat tidak berhasil. Dengan kulitnya yang kecoklatan ditambah wajahnya yang kusam belum lagi rambutnya yang seperti tidak di sisir itu tak akan ada gunanya, dimas tidak tertarik, lagipula secantik apapun perempuan di sekolah ini, hatinya saat ini sudah berlabuh pada dita. Dimas menemui dita dan menemaninya minum jus sambil membicarakan banyak hal sampai tak terasa bel berbunyi menandakan istirahat telah usai dan waktunya masuk kelas, mereka berpisah karena dita di kelas 7-3.
Selama 3 tahun dimas menjalani masa SMPnya banyak kejadian aneh, suatu siang di hari sabtu dimas menerima telepon dari seseorang yang tak mau menyebutkan namanya yang jelas dia perempuan dan teror itu berjalan selama 3 tahun kadang telepon menyebalkan itu hanya berdering saat diangkat dimatikan atau saat diangkat dia hanya diam saja atau saat dering ketiga telepon itu berhenti. Dimas sudah lelah berjalan untuk mengangkatnya tetapi kemudian mati begitu saja. Mama dan papanya tak mau mengangkat telepon itu mereka malas di kerjai seperti dimas. Selalu saja dimas yang disuruh mengangkat.
__ADS_1
Pernah di awal hubungannya dengan dita, perempuan peneror itu mau bicara panjang lebar menanyakan hal yang absud.
"Halo dimas" kata anya
"Iya ini siapa?" Balas dimas
"Aku mau tanya, kamu pacaran sama dita terpaksa ya karena diancam kakaknya?" Tanya anya
"Nggak kok, gue suka sama dita" balas dimas
Kemudian telepon di matikan sepihak, dimas hanya bisa geleng-geleng dengan fans setianya yang satu itu. Memang waktu SMP kakak dita juga bersekolah di SMP yang sama dengan dimas dan dita, dia kelas 9 saat itu. Dan fans-fans dimas yang iri suka membuat gosip versi mereka.
Setelahnya dimas tidak bisa berlama-lama tidak memiliki hubungan spesial antara laki-laki dan perempuan entahlah rasanya jika dimas memiliki pacar ada tempat untuk bercerita, ada yang menemaninya karena dia anak tunggal dan orangtua yang jarang di rumah. Ayahnya arsitek dan ibuku dokter gigi, rumah sangat sepi bahkan dimas lebih suka menginap di rumah andra. Andra memliki seorang adik perempuan yang manis, ayah yang hangat dan ibunya yang penuh perhatian.
Sebenarnya dimas sempat melakukan pendekatan pada adiknya tapi andra langsung mengultimatum agar "jangan main-main dengan adikku". Kemudian dimas mencari perempuan lain kurnia namanya, dimas suka sikapnya yang jutek membuatnya penasaran sempat dimas membantu kurnia mengerjakan tugas menggambar tetapi lama-lama dia membosankan terlalu mudah ditebak.
Kemudian dimas mem"friendzone"kan teman perempuannya namanya dinda. Dimas tahu, dia menunggu kata-kata sakti itu meluncur dari bibir dimas tapi tak kunjung diucapkan juga, karena dia terlalu lucu untuk dijadikan pacar. Dimas lebih suka menganggapnya "sister from another mom" dimas tak ingin menyakitinya tapi dimas benar-benar menganggapnya seperti adiknya sendiri.
__ADS_1
Kemudian ada anak pindahan saat awal kelas 9 namanya dila. Dia cantik kulitnya yang seputih susu matanya yang kecil walau hidungnya kecil dia tetap cantik, dimas menyebut dila "glamour" sangat menarik. Baru beberapa pekan dia masuk ke sekolah ini, dengan mudahnya dia bisa masuk ke lingkaran pertemanan dimas melalui rego. Sejak awal dimas tahu rego memang menaruh perhatian pada dila. Tetapi dimas juga tahu sejak awal keinginan anak baru itu masuk ke dalam lingkaran pertemanan mereka karena dila menyukainya. Dimas sangat menyesal karena urusan percintaan rego kalah cepat dengannya. Dimas menyatakan cinta terlebih dahulu pada dila dan sejak awal juga dia sudah tahu jawabannya adalah iya.
Cukup lama hubungannya dengan dila 6 bulan sudah dan dimas belum merasa bosan, dia menyenangkan. Saat sedang berjalan di koridor sekolah dila menyuruh dimas duduk disamping perempuan yang tak kukenali wajahnya dari samping itu. Kemudian teman tim basketnya melingkupi, mereka mulai mengeluarkan kata-kata
"Ciee ciee" kata sekelompok siswa
Dimas tak mengerti maksud mereka semua. Dia hanya bertanya
"Apaan sihh? Apaan siiih?" Timpal dima
Lalu perempuan itu beranjak dari tempat duduk di pinggiran taman itu. Sepertinya dimas mengenal wajahnya.
"Akhirnya bisa nyenengin anak gadis orang juga" kata dila
"Maksudnya?" jawab dimas
"Kamu nggak tahu? Dia itu suka sama kamu kelihatan banget, hahahah" kata dila
__ADS_1
"Dasar kamu" kata dimas sambil mengelus puncak kepala dila. Dimas melihat ke arah andra pergi begitu saja meninggalkan mereka tanpa satu katapun. Sejak awal teman tim basket dimas yang lain ikut meledek perempuan itu, tetapi andra hanya diam dan pergi begitu saja.