
"Siapa diantara kedua tokoh itu yang kamu suka?"
"Saya lebih suka bima, karena dia yang paling melindungi keluarganya"
Pagi itu sekitar pukul 03.00 di hari sabtu anya pulang menggunakan taxi online, dia baru saja pulang dari lemburnya. Sambil melihat kota jakarta di pukul 3 am, melewati fly over karet - tebet. Pertama kali dia melihat bahwa jakarta dengan gedung pencakar langit indah dalam keheningan malam ditemani lagu "we never change" coldplay dari radio. Baru pertama kali rasanya jakarta tidak menyesakkan dengan hiruk pikuknya itu yang Anya pikirkan sambil melihat keluar jendela taxi.
Sejak tadi Anya sudah ingin mengsms andra bahwa dia butuh tidur dan mencancel acara nonton wayangnya pukul 07:00 pagi nanti. Tapi diurungkan niatnya itu karena rasa tidak enak Anya kepada andra. Tak lama taxi itu sampai didepan rumah anya, setelah membayarnya anya langsung masuk kerumah menggunakan kunci rumah cadangan. Ayahnya biasanya sudah tidur, sudah terbiasa dengan jadwal pulang pagi Anya, sejak anaknya memutuskan untuk menjadi auditor.
"Loh ayah belum tidur?" Tanya Anya
"Sudah, bangun lagi mau nonton bola" Kata Ayahnya
"Oh" timpal Anya sambil melenggang menuju kamarnya
"Sampai kapan kamu mau pulang pagi begini? Apa yang kamu cari sebenarnya?" Tanya Ayah Anya
"Ayah kan udah bilang nggak masalah sebelumnya" kata Anya
"Ya memang nggak masalah, kamu yang ngejalanin, kamu yang capek juga" kata ayah Anya
"Kalau kata klien aku yah, kerja itu buat gengsi, hahaha" kata Anya sambil cengengesan
"Halah memang gengsi kamu bawa mati, kayak nggak ada kerjaan lain" timpal ayah anya
"Iya kalau udah waktunya, aku juga akan cari yang nggak lembur parah yah" kata anya
"Yasudah tidurlah kamu sana" kata ayah anya
"Yaaa" balas anya
****
Keesokan paginya, andra sudah berada di depan rumah anya dan di sambut dengan tatapan sinis oleh ayah Anya.
"Assalamualaikum om, anya ada?" Salam Andra
"Anya masih tidur, Kamu datang terlalu pagi. Memang janjian mau lari pagi?" Kata Ayah Anya
"Nggak janjian lari pagi om, mau nonton wayang sudah janjian sama anya" Jawa Andra
"Hah wayang? Ayok masuk-masuk, nama kamu siapa nak?" Tanggap Ayah Anya antusias
Sambil berjalan ke arah ruang tamu, andra memperkenalkan diri pada ayah Anya.
"Memang mau nonton wayang dimana?" Tanya Ayah Anya penasaran
__ADS_1
"Di Kota tua om, saya sudah janjian dari 1 minggu yang lalu sama anya" Jelas Andra
"Oh jauh ya, om nggak masalah anya pergi sama siapa saja temannya yang penting jelas tujuannya dan saya cukup percaya sama Anya, tapi Anya baru pulang jam 3 dini hari, belum bangun sampai sekarang, nggak tega bangunninnya" Jelas Ayah Anya
"Oh begitu ya om, yasudah kalau gitu saya pulang saja" Balas Andra lesu
"Mungkin Anya lupa kasih tau kamu, maaf ya sudah jauh-jauh jemput" Ucap Ayah Anya dengan sopan
"Iya nggak apa-apa om" kata Andra sambil tersenyum melangkah ke arah pintu.
Tiba - tiba terdengar suara Anya bertetiak diiringi suara kaki melangkah dengan cepat.
"Ayaaahhh, ada tem- ......." belum selesai dia menyelesaikan kalimatnya, ayah Anya langsung menjawab.
"Ada, ini andra baru mau pulang, tetapi kayaknya nggak jadi. Ayah masuk dulu" Kata Ayah Anya sambil masuk kedalam rumah dengan sebelumnya tersenyum pada Andra dan memberi kode
Dengan rambut yang masih berantakan Anya memulai pembicaraan dengan andra.
"Maaf ndra baru bangun, masih ke kejar nggak ya?" Kata Anya panik
"Nggak apa-apa nya, masih sih sebenarnya acaranya jam 9 cuma spare waktu saja berangkat jam 7 tapi kamu lebih butuh istirahat sekarang" Kata Andra yang tersenyum kecil walaupun masih muka bantal dan rambut berantakan dimata Andra Anya terlihat imut dan lucu
"Nggak apa-apa saya siap-siap sebentar" tanpa menunggu balasan dari andra, Anya langsung melenggang masuk ke dalam rumah untuk bersiap-siap.
******
"Ndra ini tadi judulnya apa?" Tanya Anya berbisik
"Bima suci" jawab Andra pelasn
Kemudian keduanya khusuk melihat pertunjukkan bagaimana seorang bima bertemu dengan dewa ruci dan pencarian air suci. Diceritakan bahwa besar dewa ruci tak sampai telapak tangan bima, dewa ruci memerintahkan agar bima memasuki telinga kirinya, perintah itu adalah hal yang mustahil tetapi dengan keajaiban bima berhasil masuk ke telinga Dewa kerdil itu dan di dalamnya Bima mendapati dunia yang maha luas. Dewa Ruci mengatakan bahwa air kehidupan tidak ada di mana-mana, percuma mencari air kehidupan di segala tempat di dunia, sebab air kehidupan berada di dalam diri manusia itu sendiri.
Dalang melakonkan wayang kulit tersebut dengan apik, tak ada yang bicara, Anya dan Andra hanyut dalam cerita itu dengan caranya masing-masing.
****
Sekitar pukul 12:30 pertunjukkan selesai mereka memutuskan untuk solat dimasjid terdekat kemudian makan siang soto daging pinggir jalan dekat gedung pertunjukkan.
"Gimana nya bosan ya tadi?" Tanya Andra
"Nggak kok ndra saya suka, biasanya juga suka nonton sama bapak, tapi belum pernah yang judulnya ini" Jawab Anya antusias
"Harusnya saya ajak kamu nonton konser coldplay ya" sambil tertawa renyah
"Hmm ide bagus itu" diiringi tawa kecil
__ADS_1
"Oke aku bakal war tiketnya festival aja gimana?" kata Andra
"Ndra, ga ada uangnya kalau festival, cat 5 aja sihh" Kata Anya semangat
"Aku traktir tenang aja" Kata Andra meyakinkan
"Ih ga mau Ndra, cat 5 aja ya" bujuk Anya
"Ya nanti sedapat war Nya, tau sendiri kalau ngewar konser hits gitu yang harganya miring sedikit cepat banget sold outnya" Timpal Andra
"Oke, tapi nonton tadi nggak membosankan sama sekali loh suka banget" balas Anya
"Oh iyaya, ayah kamu langsung berbinar waktu saya bilang mau ajak kamu nonton wayang" kata Andra
"Don't judge the book from the cover" Ucap Anya
"Iya iya deh, diantara 5 pandawa favorite kamu siapa?" Tanya Andra
"Hmm" Jawab anya masih menimbang-nimbang
"Bima atau Arjuna, siapa diantara kedua tokoh itu yang kamu suka?" Tanya Andra
"Saya lebih suka bima, karena dia yang paling melindungi keluarganya" Jawab Anya
"Biasanya perempuan akan jawab, arjuna, kan arjuna lanange jagad, pemanah terhebat loh, dia juga melindungi keluarganya, apa karena banyak istri?" Kata Andra
"Kalau masalah banyak istri, Bima juga punya lebih dari satu istri, yang jelas selain alasan saya yang pertama, bima nggak pernah membuat seorang guru nyuruh muridnya yang lain untuk motong ibu jarinya supaya muridnya yang lain jadi yang terhebat dan tak terkalahkan" Jelas Anya
"Ekalaya ternyata" balas Andra
Kemudian keduanya larut dalam obrolan tentang Pandawa sampai mereka selesai makan dan Andra mengantar Anya pulang. Selama dalam perjalanan Anya tertidur sangat lelap.
Sesampainya dirumah Anya, Andra membangunkan Anya tetapi Anya tidur terlalu lelap. Akhirnya Andra memutuskan untuk menggendong Anya masuk ke dalam rumah. Tetapi sebelum melakukan aksi menggendong secara tiba-tiba ayah Anya keluar dari rumah.
"Heh kamu mau ngapain?" Kata Ayah Anya
"Hmm mau gendong Anya ke dalam om, tidurnya lelap banget kasian kalau dibangunin, tadi sudah saya coba bangunin sih" Jelas Andra
"Biar saya saja" sambil menyentuh pipi anaknya dan berucap "Nduk, bangun sudah sampai rumah, ayok bangun dulu pindah tidurnya" Kata Ayah Anya
Tetapi hanya rengekan yang keluar dari mulut Anya, menyerah dengan aksi membangunkan, ayah anya sudah mengambil ancang-ancang untuk menggendong anaknya. Tak disangka ternyata ayah Anya tak kuat dan tampak kerepotan.
"Sudah om biar saya yang gendong, percaya sama saya" kata Andra sambil menatap dalam mata ayah Anya. Ayah Anya pun mengikhlaskan anaknya digendong oleh lelaki lain dan memilih menunjukkan dimana kamar Anya. Setelah menidurkan Anya di kasurnya Andra berpamitan pulang.
"Om saya pulang dulu ya, maaf tadi jadi bikin Anya nggak bisa istirahat" pamit Anya dengan sopan sambil mencium tangan ayahnya
__ADS_1
"Nggak apa-apa anaknya sendiri yang mau, terimakasih ya, hati-hati di jalan" balas ayah anya
Setelah Andra pergi, ayah Anya tersenyum kecil sambil memegang dadanya.