Love Blue

Love Blue
Exercise 1


__ADS_3

"Suatu hari kamu akan melihat ke belakang dan melihat bahwa selama ini, kamu sedang mekar." - Morgan Harper Nichols-


Pagi ini anya sudah berada di depan rumah minimalis berlantai dua, bercat putih dengan halaman kecil yang asri, ada beberapa anggrek bergantung di teras rumah itu dan juga ada yang bergantung di pohon mangga. Ada anggrek kuning, putih dan ungu, cantik kata anya dalam hati.


Anya menekan bel yang berada di sebelah kanan pagar besi yang ditumbuhi tanaman rambat.


Ting tong Ting tong


3 kali bel itu ditekan kemudian pintu rumah di buka oleh laki-laki paruh baya yang hampir seluruh rambutnya sudah berubah warna menjadi silver, tetapi tidak mengurangi ketampanan wajahnya. Anya langsung teringat andra, mungkin saat tua andra akan seperti itu. Tanpa sadar dia tersenyum kecil.


"Cari siapa ya, mba?"tanya ayah andra dengan senyum sumringah.


"Naranya ada nggak ya, pak?"tanya anya balik.


"Oh teman nara, ada kok. Ayo masuk dulu"jawab ayah andra sambil membukakan pintu pagar dan mempersilahkan anya duduk di ruang tamu. Kemudian dia pergi ke belakang setelah menanyakan anya mau minum apa. Tak berapa lama ayah andra dan perempuan paruh baya di sampingnya yang anya pikir itu ibu andra, duduk di ruang tamu berhadapan dengannya.


"Teman nara ya, baru ibu bangunkan dia masih tidur tadi, maaf ya kalau hari libur bangunnya siang, saya ibunya nara ini bapaknya" kata ibu andra menjelaskan


"Oh iya ibu nggak apa-apa" Kata Anya


"Mbanya namanya siapa?" Tanya ibu andra


"Saya anya ibu" jawab Anya


"Teman kuliah, nara?" Tanya ibu andra


"Bukan, sebenarnya saya teman SMP andra ibu, diminta andra buat ngajarin main biola nara" jelas Anya


"Oh teman andra toh" sahut mereka berdua bersamaan (Ayah dan Ibu Andra). Dari lantai atas terlihat ada perempuan cantik berambut hitam panjang tebal dengan muka bantal.


"Mba anya langsung ke atas saja, dikamarku latihan biolanya"kata nara seperti sudah kenal dekat dengan Anya


"Pak, bu saya ke atas ya"kata Anya


"Oh iya kamar nara yang ada tulisan Priscanara di depan pintunya" sahut ibu andra


Anya menaiki tangga dan ada 2 kamar serta ruang tv, ada balkon menghadap ke arah taman kecil di komplek perumahan ini. Anya memasuki kamar nara, pintunya terbuka sedikit.


"Halo mba anya, maaf aku baru bangun, hehhe"kata nara


"Iya nggak apa-apa" Kata Anya


"Tadi macet nggak jalan? Susah nyari rumah ini nggak?" Tanya Nara


"Nggak begitu macet soalnya sabtu pagi kan, nggak kok andra kasih alamatnya lengkap dan jelas" Kata Anya

__ADS_1


"Alhamdulillah, yuk kita mulai mba" Kata Nara


Anya mulai mengajarinya mengenai dasar-dasar bermain biola seperti harus melakukan penyeteman, posisi memegang biola yang benar dan cara menggesek yang lurus atau menggesek jangan terlalu menekan bow pada senar karena akan menimbulkan lengkingan, ketukan kaki, tentang tangga nada dan dasar-dasar bermain biola lainnya.


****


Tak terasa waktu sudah berjalan 1,5 jam padahal sesuai kesepakatan les private adalah 1 jam.


"Mba anya sudah 1,5 jam maaf nggak terasa, Kelebihan kita cukupkan saja kali ya latihannya" Kata Nara


"Hah oh iyaya, tanggung sekalian 2 jam saja" Kata Anya


"Nggak masalah memang, mba?" Tanya Nara


"Nggak apa-apa kalau kamu masih semangat" Kata Anya


"Aku masih semangat banget ini mba, malah jadi nggak enak sama mba anya, tapi bayarannya sama ya mba, hehehe" Kata Nara


"Iya sip tenang aja" Kata Anya


Mereka melanjutkan latihan biola sampai tak terasa sudah pukul 11.30. Anya menyudahinya dan keluar dari kamar bersama nara. Saat sudah di ruang tamu ibu andra menghampiri mereka.


"Sudah selesai latihan biolanya ya" kata Ibu Andra


"Iya sudah bu" jawab nara


"Tante saja sayang" Kata Ibu Andra


"Yaelah ibu sekar mulai dah SKSD sama teman mas andra" ledek Nara


"Ye dasar kamu masa panggil ibu begitu" Kata Ibu Andra


"Kan itu memang nama ibu" Kata Nara


"Iya sudah selesai latihannya tante, saya pulang dulu ya" sahut anya menengahi mereka


"Makan dulu sayang, sudah tante siapkan, sebentar lagi juga sudah jam makan siang" Kata Ibu Andra


"Nggak usah tante ngerepotin" Kata Anya


"Ih nggak kasian sama tante, sudah dibuatin lebih" Kata Ibu Andra


"Iya yuk makan dulu mba anya" Ajak Nara


"Yasudah kalau begitu"  Kata Anya

__ADS_1


Mereka menuju meja makan yang sudah terhidang banyak makanan. Soto daging, perkedel kentang, kentang goreng yang diiris tipis, tempe, tahu goreng, sambal kelihatan paling menggoda untuk Anya karena ia menyukai pedas, jeruk.


"Ayo silahkan di makan jangan malu-malu" kata ayah andra


Mereka makan sambil membicarakan banyak hal termasuk menginterogasi anya. Kedekatannya waktu SMP dengan andra, pertemuan kami saat reuni, jurusan apa anya kuliah, bekerja dimana, sudah berapa lama bisa bermain biola dan banyak pertanyaan lain sampai suara pintu rumah terbuka.


Terdengar suara bariton laki-laki mengucapkan salam "Assalamualaikum"


Saat itu Andra sedang mendapatkan proyek gedung bertingkat dengan deadline yang ketat, sehingga sama seperti Anya, Dionpun mengalami peak season karena baru saja pulang sabtu siang setelah lembur sejak hari jumat kemarin.


"Andra sini" kata ayah andra. Mereka masih berada di ruang makan


"Nanti yah, masih capek" Kata Andra


"Sini andra, makan dulu" Kata Ayah Andra


"Ngantuk yah" Kata Andra


"Priandra Wicaksono" Ucap Ayah Andra dengan nada lantang


"Apasih pak pri" sahut Andra sambil menuju dapur dan tatapannya bertemu dengan manik mata coklat Anya


"Halo ndra"sapa Anya


"Anya"kata andra terkejut


"Nah makanya kalau ayah panggil jangan asal nyaut" Kata Ayah Andra


"Iya pak pri" Kata Andra


Anya hanya bisa tertawa kecil melihat drama keluarga di depannya.


"Saya mandi dulu, tunggu ya nanti pulangnya saya antar" kata andra kepada anya sambil berlari menuju kamarnya.


Anya kemudian melihat ke arah keluarga andra yang menahan senyum atas kelakuan anaknya. Sepertinya pipi anya juga ikut merona. Setelah selesai makan kami menuju ruang tamu, nara memilih masuk ke kamarnya dan anya berbincang sebentar dengan kedua orangtua andra sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang.


"Om, tante kayaknya aku pulang saja, kasihan andra masih capek" Kata Anya


"Ah andra kayak cewek mandinya lama banget, tante samperin dulu ya" Kata Ibu Andra


"Nggak usah tante, beneran kasihan andra baru pulang biar istirahat saja" Kata Anya


"Iya nggak apa-apa ya, nya"sahut Ayah Andra


"Iya nggak apa-apa kok om, tante" Kata Anya

__ADS_1


"Yasudah hati-hati di jalan ya sayang" kata ibu Andra


Mereka mengatar anya sampai keluar, melambaikan tangan dan mengisyaratkan terimakasih. Anya melihat ada mobil antik di depan rumah, sepertinya itu mobil yang digunakan andra bekerja karena saat anya datang tadi belum ada mobil itu. Ternyata dia suka sesuatu yang berbau nostalgia.


__ADS_2