
"Tak ada suatu kebetulan semua sudah ditakdirkan termasuk pada setiap pertemuan antara satu orang dengan yang lain" -Anynomous-
Pagi ini saat anya bangun untuk berangkat ke kantor ada 6 notifikasi wasap yang dikirim tadi malam pukul 23:00 hanya berbeda beberapa menit. 6 notifikasi wasap itu semuanya berasal dari teman SMPnya; Dian, Geisha, Riri (Prameswari), Arum, Riska, Teti. Dan setelah dibaca semua isi wasapnya dapat simpulkan begini.
'"Sudah baca message di facebook belum? Sabtu depan ada reuni akbar SMP kita dari angkatan 1999-2006. Ikut yuk"
Anya kemudian membalas wasap mereka semua "akan aku usahakan, kalian datang?" Tak berapa lama mereka membalas hampir bersamaan dengan jawaban yang hampir sama "Ikut dong udah lama banget kita nggak ketemu" Anya membalas lagi "Oke lihat nanti ya".
Sabtu malam dalam ballroom sebuah hotel di tengah kota yang begitu mewah. Setelah pemberitahuan lewat wasap oleh teman SMPnya, anya membuka message di facebook. Disana dijelaskan secara detail dari jam, dresscode, tempat diadakan reuni sampai itenerary acara. Disinilah aku sekarang didepan pintu masuk ballroom mewah.
Malam itu anya menggunakan dress hitam formal, clutch hitam, dan heels 10 cm agar tubuhnya yang pendek itu terlihat lebih tinggi. Sebenarnya dresscode tidak harus hitam semua tetapi jika bertemu denga teman SMPnya, anya merasa seperti orang yang berkabung, katakan dia berlebihan. Tetapi saat di antara mereka seperti ada kelas-kelas antara orang satu dengan yang lain, anya tidak suka pengkotak-kotakkan ini. Anya suka jika semua membaur bukan bergeng-geng, tapi yasudahlah tak perlu bertemu dengan teman SMPnya selama hidupnya tetap saja selalu ada manusia mengkotak-kotakkan diri mereka. Sudah 20 menit anya menunggu teman-temannya yang katanya tidak akan terlambat, tapi apa? Tahu begini dia lebih baik datang terlambat saja. Anya sudah menghadap ke arah pintu masuk dan memutuskan untuk masuk saja menunggu mereka sambil makan kelihatan lebih menarik daripada berdiri seperti penerima tamu di sini. Saat anya ingin melangkahkan kaki, handphonenya bergetar.
Dian calling
"Oii dimana?" Kata anya.
"Udah didepan kok"jawab dian
"Depan mana sih?" Anya membalikkan badannya tanpa aba-aba dan membuat bibirnya menabrak dada beton yang akan membuat bibirnya itu jontor karena menabraknya. Anya menggosok halus bibirnya yang berkedut sakit.
"Yang bener dong mba kalau jalan"kata perempuan yang tangannya bergelayut di lengan laki-laki yang belum anya lihat wajahnya karena sepertinya lensa kontakku bergeser. Matanya sudah tidak jelas jika tidak menggunakan kacamata, hari ini dia memakai softlens coklat muda.
"Maaf mba, maaf kak saya nggak sengaja" kata anya
"Ah udah mas nanti bersihin di toilet aja lipstiknya” kata perempuan yang menggelayutkan tangannya pada tangan laki-laki itu
"Sekali lagi saya minta maaf kak, saya ada tisu basah kalau mau"kata anya menawari tisu
"Nggak usah terimakasih, nggak apa-apa nanti saya bersihkan sendiri saja" kata laki-laki yang dipanggil mas itu.
Kemudian kedua pasangan itu pergi dan anya memperbaiki softlens di matanya. Anya hanya bisa melihat punggung tegap laki-laki yang tadi ditabraknya tadi dan perempuan tinggi semampai dengan rambut tebal hitam yang terurai disampingnya. Dialihkan pandangannya pada layar handphonenya yang bergetar.
Dian calling
"Lo dimana sih, nenek?"tanya anya sewot
"Coba lo balik badan ada bidadari nih" jawab dian renyah
Langsung anya membalikkan badannya dengan lebih hati-hati supaya tak menabrak dada beton lagi. Anya melihat sosok ibu-ibu berkerudung membawa anak kecil berumur mungkin 3 tahun.
"What? Lo udah jadi mamak-mamak sekarang, kok ga undang-undang sih"kata anya saat dia sudah mendekat
"Mamak-mamak gaul. Duh beb panjang ceritanya” balas Dian
Anya mengabaikan perkataan dian yang kelebihan percaya diri itu dan memilih berkenalan dengan gadis mungil di sebelah dian.
"Halo sayang, siapa namanya?" Tanya anya sambil mengulurkan tangannya
__ADS_1
"Nama aku kesha, nte" jawabnya sambil mencium tangan anya. "Ah lucu sekali dia manis. Boleh aku culik aja nggak?" begitu anya membatin
"Udah yuk ah cuss ke dalam makan, lapar beb" kata dian
"Yang lain belum sampai" balas anya
"Tunggu di dalam aja" ucap dian
Mereka masuk ke dalam ballroom mewah itu dengan interior sedemikian rupa. Ada yang sedang melakukan penyambutan di panggung, anya memilih ke tempat puding dan memakannya. Puding coklat dengan fla susu yang lumer di mulut, anya menikmati ini bersama kesha, entah kemana perginya dian.
Harifah calling
"Iya halo fah" kata Anya
"Kamu di mana ya ? Soalnya bentar lagi giliran kamu tampil. Kalau bisa kamu ke dekat panggung saya yang pakai baju kuning" kata harifah
"Oh iya saya lihat kamu sebentar saya ambil biola dulu" balas anya
"Oke saya tunggu secepatnya ya" kata harifah
Anya langsung menggandeng kesha menuju parkiran mobil. Untung kesha penurut, setelah mengambil biolanya sepanjang perjalanan kesha bertanya bagaikan orang tak tahu arah.
"Tante itu apa sih?"kata kesha sambil menunjuk ke arah tas biola anya
"Ini biola sayang alat musik gesek" jawab anya
"Biar keluar suara kamu harus gesek alat musiknya, penggeseknya namanya bow" kemudian banyak pertanyaan yang keluar dari mulut mungil kesha karena mungkin penjelasan anya terlalu kaku dan sulit dimengerti anak seumuran kesha.
Sampai di dalam ruangan, anya melihat dian mulai sibuk memegang hp nya karena mencari anya dan kesha terlihat dari gelagatnya. Sengaja anya mengagetkan dian dengan menepuk pundaknya.
"Hei" kata anya
"Ya ampun, gue udah takut lo nyulik anak gue" balas dian
"Kampret" balas anya
"Kampret apa ya tante?" Ucap kesha
Anya hanya tersenyum kecil kemudian menyerahkan jawaban dari pertanyaan kesha kepada dian. Dian masih melongo melihat atas biola yang digendong anya. Dalam undangan reuni juga dituliskan jika ingin mengisi acara harap hubungi contact person. Langsung saja anya menghubungi ifah dan bilang dia ingin mengisi acara dengan memainkan biola. Ifah bilang "oke akan saya carikan lagi yang bisa main biola, Saya rasa lebih bagus kalau grup kayak orchestras gitu, tetapi kalau kamu harus solo nggak masalah ya?"
Anya menjawab dengan yakin "tidak masalah"
Anya hampiri ifah di dekat panggung
"Halo ifah" sapa anya
"Anya ?" Sudah siap” Katanya menebak melihat tas biola yang digendong anya.
__ADS_1
"Iyaa udah siap banget, doain semoga nadanya nggak ada yang kepiltek, hehehe" kata anya membuat dirinya tenang dengan sedikit candaan.
"Sweet, iya makanya tenang jangan sampe keplitek dong, hehehe. Bentar lagi kamu nih, siapkan dirimu nak” kata harifah
Anya menaiki panggung, dlihatnya satu persatu orang yang berserakan di bawah sana. Anya memulai permainan biolanya lagu pertamanya adalah Waltz for debby dilanjutkan lagu indonesia raya. Setelah permainannya selesai tak disangka, anya mendapat tepukkan tangan seriuh ini. Setelah turun panggung, anya kembali meriung dengan teman-temannya yang sudah heboh bertanya ini itu padanya.
Tak terasa acara reuni ini sudah selesai, banyak yang sudah meninggalkan ballroom ini banyak yang masih saling berbincang. Geisha yang tidak satu arah dengan anya sudah pulang, sedang yang lain pulang dengannya karena rumah mereka searah rumahnya dan anya membawa mobil. Sebelum pulang anya ke kamar mandi terlebih dahulu untuk melepas softllensnya karena sejujunya dia tidak pernah betah memakai softlens terlalu lama dan menggantinya dengan kacamata bingkai kotaknya. Saat sedang berjalan ke tempat dimana teman-temannya menunggu, ada seseorang yang menghampirinya.
"Anya?" Kata andra
"Iyaa" jawabku kaku
"Ingat saya nggak?" Kata andra
"Inget andra kan? Kamu kok tau saya ya” kata anya
"Saya kira kamu bakal lupa nama saya" kata andra dan tidak menjawab pertanyaan anya mengenai andra mengetahui anya
"Susah lupa sama nama dalam 3 tahun berturut-turut selalu trending topic sama cewek-cewek di sekolah dulu, hehehe" kata anya
"Hahaha itu masa lalu, oh iya btw ada yang mau saya tanyain ke kamu sebenarnya" kata andra
"Apa tuh?" Kata anya
"Gini adik saya pengen banget bisa main biola, tapi umurnya kan udah tua dia malu kalau harus ke tempat les. Kamu mau private adik saya nggak?" Kata andra
“Sebenernya saya juga masih dalam tahap belajar, ikut komunitas biola aja, disana ada yang lebih tua juga dari saya" kata anya
"Dia anaknya pemalu susah jadinya, gini aja kalau kamu bersedia ngajarin adik saya, kamu bisa hubungin saya kesini" kata andra sambil menyodorkan kartu namanya.
"Oke sip" kata anya
"Thank you" kata andra
"Sama-sama" kata anya
Kemudian dia pergi dan anya menghampiri teman-temannya yang sudah menunggunya.
"Sepatu lo kemana dah?" Kata Riska dan Arum
"Lah ini apaan dah? Kata anya sambil menunjuk flatshoesnya
"Heels oii" kata teti
"Oh ini, sakit banget kaki gue dari tadi berdiri pakai heels" kata anya sambil menunjuk guddybag yang dibawa anya
"Ckckck, yaudah yuukk capcuss"sahut dian dan riri
__ADS_1
Kemudian mereka berjalan ke parkiran, Anya melihat lagi kartu nama andra ternyata dia bekerja di the architecture, architecture consultant yang cukup ternama.