
Ain't never felt this way,
Can't get enough so stay with me.
It's not like we got big plans,
Let's drive around town holding hands.
And you need to know,
You're the only one, alright, alright.
And you need to know,
That you keep me up all night, all night.
Terdengar samar-samar lagu yang dinyanyikan Lanny itu di telinga anya dengan suara backsound suara laki-laki ikut menyenandungkannya. Anya juga mencium wangi makanan seperti telur goreng. Dalam hati Anya bertanya, "Apakah Ayahnya tau lagu lanny? Darimana Ayahnya tau". Dalam setengah tidurnya ia merasakan dingin sekali di bagian kakinya, kemudian dia bertanya lagi dalam hatinya "Apa dia lupa menutup jendela kamarnya atau ayahnya membuka jendela kamarnya? atau apakah ia tadi malam menyalakan AC kamarnya? Dan jam berapa ini" karena ayahnya pasti akan mengoceh kalau sudah pagi masih menyalakan AC nya itu. Kemudian tangan anya mulai meraba-raba sekitarnya mencari handphonenya untuk melihat jam berapa sekarang. Tapi ia tak menemukannya, ia mulai mengerjapkan matanya dan melihat sekelilingnya. Itu jelas bukan interior kamarnya, warna spreinya juga. Anya mulai memposisikan badanya secara terduduk dan dia merasa bersyukur karena dia masih memakai baju dan celananya dengan lengkap. Tetapi yang membuatnya bingung, baju dan celana siapa yang dia pakai sekarang dan bagaimana caranya dia tidak ingat sama sekali dia mengganti pakaiannya. Kalau bukan dia lalu siapa yang mengganti pakaiannya. Anya mulai merasa kalut, dia ingin keluar kamat tetapi bahkan dia tak tahu berada dimana, ditambah suara yang orang diluar sana yang sedang menyenandungkan lagu lanny sudah jelas suara laki-laki. Seingatnya kemarin dia hanya mengobrol dengan dimas dan teman gengnya waktu SMP, dia minum jus tomat lalu kenapa pagi ini dia berakhir dikamar oranglain. Ingin keluar dari kamar itupun dia takut, dia berusaha mengontak adiknya Erga. Itu satu hal yang dipikirkannya sekarang.
"Ga, kamu dimana sekarang" Tanya anya mengirim pesan
"Aku di malang kan mba" balas Erga
Anya sedang berpikir lagi apa yang harus dia lakukan dan memilih tidak membalas lagi pesan dari adiknya itu. Satu-satunya hal yang dipikirkannya sekarang lebih baik dia mengunci pintu kamar itu terlebih dahulu dari dalam. Dia berjalan menuju pintu kamar dan menguncinya dari dalam. Kemudian berseloroh di belakang pintu kamar sambil berpikir siapa yang bisa dihubungi.Lalu dia berpikir lebih baik dia menghubungi dimas karena kemarin dia bersama dimas. Dia memberanikan diri untuk menelpon dimas.
"Halo Nya, udah bangun" Kata Dimas menjawab telepon itu dengan backsound lagu Lanny
Anya yang sedang memproses semua dikepalanya sambil termenung kemudian mendengar suara ceklek orang berusahan membuka pintu kamar yang dia kunci dari dalam itu.
"Nya, dikunci ya ?" Kata Dimas sambil mengetuk pintunya
Anya langsung berdiri dan membuka kunci kamar itu, kemudian dia melihat dimas didepan kamar dengan senyum sumringah memakai kaos berwarna hitam. Dalam hati Anya bergumam "Anjir cakep amat nih cowok pagi-pagi udah mandi belum ya". Segera dia menghilangkan pemikirannya yang absurd itu karena bukan hal itu yang seharusnya dia pikirkan sekarang.
"Dim, kok saya di apartemen kamu ya? Ini saya pakai baju kamu ? Yang gantiin siapa? Ini gimana sih ceritanya saya nggak inget apa-apa?" Tanya Anya beruntun, satu hal lagi yang baru disadari anya, badannya sedikit sakit-sakit dan kepalanya sedikit pening tetapi dia merasa cukup tenang karena dia tidak merasakan sakit didaerah sensitifnya.
"Tenang-tenang Nya, ke dapur yuk sambil sarapan" Balas Dimas sambil membawa anya ke dapur
__ADS_1
"Jadi gimana ceritanya?" Tanya Anya sambil duduk dan melihat sarapannya yaitu roti isi telur dan smoked beef ditambah selada, timun mayonaise dan sedikit saos sambal dan tomat
"Jadi gini Nya, tadi malam kamu tiba-tiba kayak orang mabuk, aku juga nggak tau sih kenapa bisa gitu, soalnya kan kamu minum jus tomat, aku rasa ada ngerjain kamu sih, tapi aku lagi cari tau juga siapa yang ngerjain, sumpah ga tau siapa ngasih obat perangsang ke minuman kamu" Jelas Dimas
"Hah Anjirrrr, tapi kita nggak ngapa-ngapain kan" Tanya Anya panik
"Nggak Nya, kamu masih setengah sadar kemarin jadi yang ganti baju itu ya kamu sendiri, aku bawa kamu pulang ke apartemen soalnya ga memungkinkan kalau aku antar ke rumah, terus kamu pingsan lagi setelah mandi dan ganti baju dan aku kasih obat sakit kepala"
"Ya Allah, untung kita nggak ngapa-ngapain, saya udah takut aja, thank you ya mas kamu nggak ngapa-ngapain saya" Kata Anya bersyukur
"Astagahh Nya, Emang aku kelihatan akan ngapa-ngapain anak orang gitu, aku nggak akan maksa kalau kamu nggak mau, apalagi karena kondisi dibawah pengaruh obat"
"Yaudah pokoknya saya makasih sama kamu" Kata Anya tiba-tiba berdiri dan memeluk sekilas Dimas.
Kemudian mereka mulai sarapan sambil berbincang-bincang mengenai kronologi kejadian kemarin. Sesekali membicarakan hal lain. Tak terasa cukup lama mereka berbincang dan waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Kemudian Anya baru sadar dia belum mengabari Ayahnya langsung mengambil handphonenya di kamar dimas. Saat melihat HP terlihat 5 panggilan tak terjawab dari adiknya dan 10 panggilan tak terjawab dari ayahnya dan panggilan tak terjawab dari Andra. Kemudian dia langsung mengabari Adik dan Ayahnya kalau dia sedang lembur dikantor dan akan pulang kerumah siang itu. Dia memilih mengabaikan pesan dari Andra pagi itu mengingat kejadian 2 hari lalu saat ada mayang. Dia baru tahu kalau andra masih menjalin kasih dengan mayang, tidak seharusnya dia membawa perasaan apa yang dilakukan oleh Andra padanya. Ada sedikit rasa sakit didadanya, sebelum dia merasakan manisnya menyukai seseorang dan diperlakukan cukup baik oleh andra, tetapi dia baru menyadari rasa sukanya setelah merasakan ada rasa sakit di hatinya saat Andra bersama Mayang.
Tak berapa lama setelah mengabari adik dan ayahnya, Anya izin kepada Dimas untuk mengganti baju dikamarnya karena dia akan langsung pulang setelahnya. Dimas menawari untuk mengantarkan anya kerumahnya walaupun anya sudah menolak karena bisa naik taksi online saja, tetapi dimas memaksa untuk tetap mengantar Anya. Didalam mobil kali ini anya tak banyak bicara, Dimas sibuk memutar tune mobilnya mencari channel radio yang biasa didengarnya kali ini lagu di radio itu dengan lirik
Exchanging the way things were
And choosing these words
Is saying to her
The things that she never heard
But always deserved
"Dim, kamu suka lagu ini ga?" Tanya Anya
"Hmm sejujurnya aku bahkan nggak tau sih ini lagunya siapa" jawab dimas
"Masa ga tau, ini lagunya om adam" jelas Anya
"Adam levine?" Tanya Dimas
__ADS_1
"Iya, ini salah satu lagu kesukaan saya" jawab Anya
"Oh gitu judulnya apa, Nya?" Tanya Dimas
"The Air that I breathe" Jawab Anya
"Nya, libur Waisak nanti mau nggak ke borobudur?" Tanya Dimas
"Ngapain Dim?" Tanya Anya
"Ada festival Lampion" Jelas Dimas
"Oh boleh-boleh bulan Juli ke Jazz gunung juga yuk mau ga, di bromo, sekalian saya nengokin adik saya?" Tanya Anya
"Oh boleh banget tuh, Nya, Hayuklah" Jawab Dimas antusias
"Oke Agenda kita 2 ya nih, festival lampion sama Jazz gunung" Kata Anya
"Oke Deal" Timpal Dimas tersenyum sumringah kemudian dia bertanya lagi "Nya, kamu udah punya pacar belum?"
"Hah" balas Anya bengong
"Kenapa sihh gue kan cuma nanya lu udah punya pacar belum, bukan nembak lu Nya, kaget banget" Jelas Dimas sambil cengegesan.
Anya dalam hati "Anjirr ketawan dong, kegeeran. Lagi siapa juga yang bakal nggak kegeeran tiba-tiba ditanya begitu mana sekarang jadi lu gue lagi ngomongnya"
"Ohh nggak Dim, Habis tiba-tiba banget nanya kayak gitu, belum punya Dim" Jelas Anya
Dimas hanya terus menyetir melihat jalan sambil tersenyum kecil. Tak berapa lama mereka sampai di depan rumah Anya. Dimas tanpa memberi aba-aba kepada Anya langsung turun dan jalan mendahului anya kemudian mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Pintu itu dibuka oleh laki-laki paruh baya yaitu bapaknya Anya.
"Assalammualaikum Om" Kata Dimas sambil mencium tangan ayah Anya.
"Waalaikumsalam, Oh Anya diantar temannya dari lembur hari ini ya, ayok masuk dulu" Jawab Anya
"Iya nih Om, habis lembur parah lagian rumah saya kranggan situ Om jadi sekalian, Kayaknya langsung aja ya Om, biar Anya bisa langsung istirahat juga" Kata Dimas sambil berpamitan dengan Ayah Anya.
__ADS_1