Love Blue

Love Blue
Dimas Trick


__ADS_3

"Dalam hidup kita memerlukan trik tergantung pada pilihan kita, baik itu trik cerdas atau licik" -Anonymous-


Beberapa menit satu mobil bersama dimas, anya memilih bungkam. Tak tahu juga harus membicarakan apa, sedangkan jalan cimanggis benar-benar macet dan panas di luar sana. Dimas mencairkan suasana canggung di dalam mobil.


"Diam saja nya, hati-hati diam-diam pingsan lagi, haha" Kata Dima membuka pembicaraan sambil terkekeh


"Hehehe iya" jawab anya singkat sambil sedikit terkekeh


"Eh nya, masih ingat gue nggak sih lo?" Tanya dimas


"Masih" Jawab Anya


"Dari tadi jawabnya singkat mulu, emang per huruf ya bayarnya kalau pakai operator lo?" Canda dimas sambil terkekeh


"Maaf, saya ingat kok. Anak basket yang paling terkenal satu SMP waktu itu, Saya malah agak sedikit bingung sih, kamu memang kenal saya, ya? Kok sudah ngajakin pulang bareng saja" Ucap Anya sedikit bingung


"Oh gue kira udah lupa, jangan kaku-kaku amat, Nya, gue bukan rekan bisnis lo, kita kan teman SMP yang pasti kenallah" Jawab Dimas terkekeh


"......." Anya tidak menjawab hanya membatin "Sejak kapan saya sama kamu temanan, kamu saja nggak sudi ngelihat saya waktu SMP"


"Pakai lo-gue aja nya, biar santai, berasa ngomong sama bos gue kalau pakai saya" Kata Dimas


"Iya maaf" Ucap Anya


"Maaf mulu emang lagi lebaran, hahaha" Kata Dimas


"Kamu......, salah maksudnya lo kerja dimana sekarang, dim?" Tanya Anya


"Nah gitu dong ada respon, heavy equipment Co" Jawab Dimas


"Wah bagus ya dim bisa masuk disitu, bagian apa?" Tanya Anya


"Business Development, lo sendiri?" Balas Dimas


"KAP Sun Co" Jawab Anya


"Wah itu auditor heavy, klien lo apa?" Kata Dimas


"Gue dapat yang lini bisnisnya manufaktur, trading, perkebunan, biasanya kalau itu 3x pegang PT yg sama nanti di rotasi" Jelas Anya kepada Dimas


"Oh gitu, tapi kayaknya lo bukan audit perusahaan gue ya, ga pernah lihat sih, kalau lagi main ke bagian accounting di masa audit" Kata Dimas


"Iya bukan Dim, tapi ga tau juga sih, nanti dirotasi dapat klien perusahaan heavy equipment atau ga, karena dia kan termasuk bisnis manufaktur" Jelas Anya


"Tapi tetap susah sih gue ketemu sama lo, kalau seandainya lo rotasi ke heavy secara kan lo banyak hubungannya sama orang accountingnya" Kata Dimas


"Iyaa Dim, Waktu kuliah ambil akuntansi ya?" Tanya Anya


"Oh nggak, Nya kuliah waktu itu ambil bisnis, karena SMA gue IPS, maunya juga teknik perminyakan, jurusan favorite laki-laki mungkin kali ya" Jelas Dimas sambil terkekeh


"Oh gitu, nggak apa-apa bisnis juga bagus kok. Itu termasuk fakultas ekonomi bukan ya ? Ah nggak juga sekarang sudah banyak alternatif jurusan kayak IT, Data Science atau yang berbau teknologi lebih ngehits sekarang karena kita lagi teknologi industri 4.0. Kalau menurut gue sih lebih ke tergantung ke orangnya juga sih, jurusan apa aja kalau orangnya mau kerja dan tekun, insya allah ada jalan" Ujar Anya panjang lebar


"Iya masih masuk fakultas ekonomi, Nya. Betul itu tergantung orangnya juga ya, tapi ini kok kita ngomongnya serius banget ya, Nya hahaha" Kata Dimas sambil terkekeh


"Iyaya terlalu serius, hahaha, oh iya bisnis itu termasuk jurusan manajemen bukan ya kalau kayak gitu ?" Kata Anya


"Bukan,  Ada jurusan bisnis tersendiri di Prasmut"


"Oh di kalau prasmut ada tersendiri ya jurusan bisnis, berarti pernah bikin bisnis sendiri gitu ya?" Tanya Anya


"Iya waktu itu gue buat WO gitu" Jelas Dimas


"Terus sekaranga masih lanjut? sambil kerja ya berarti lumayan banget itu" Kata Anya


"Sekarang off dulu, Nya, susah cari customernya secara belum dikenal juga WO gue. Tapi dulu sih dapat beberapa customer karena memang tugas akhir buat kuliah juga harus bikin laporan dari bisnis yang kita buat" Jelas Dimas

__ADS_1


"Oh seru juga ya" timpal Anya


"Seru!! Susah kali, Gue sempat agak hopeless gitu waktu kerjain tugas akhir sampai perpanjang 2 semester gue haha, susah dapat customernya" Kata Dimas


"Iya juga sih, gue pernah bikin usaha juga jadi ya bayanginnya kaya seru gitu, tapi kalau jalanin langsung pasti susah sih" Kata Anya


"Iya, lo kayaknya tertarik sama bisnis ya?" Tanya Dimas


"Siapa yang nggak tertarik sama bisnis sih dim, kalau gue sih rasanya belum bisa gantungin diri dari gaji gue doang" Jawab Anya


"Iya sih nya benar juga ya" Timpal Dimas


Kemudian keduanya kembali saling terdiam. Hanya suara radio yang terdengar menyenandungkan lagu Yellow coldplay tanpa sadar anya bergumam.


And all the things you do


And it was called “Yellow”


So then I took my turn


Oh, what a thing to have done


Sedikit Gumaman Anya pada lagu Yellow salah satu lagu kesukaannya dari band favoritenya itu.


"Eh lo suka coldplay ya?" Tanya dimas


"Lo juga suka, kan?" Balas Anya


"Biasa aja sih" Kata Dimas


"Bentar lagi dia konser di Jakarta, Udah lama banget nunggu akhirnya" Seru Anya Antusias


"Jadi lo mau nonton nih, Siap-siap War tiketnya dong. Dengar-dengar dulu coldplay kalau mau konser milih-milih negara gitu ya, dia nggak mau ke sembarang negara apalagi kalau negaranya korupsi" Ujar Dimas


"Ya harus positif thinking, mungkin aja negara itu memang nggak ada yang korupsi karena mental manusianya yang udah benar dan sistem regulasinya yang buat orang mikir lagi kalau mau korupsi" Timpal Dimas


"Bisa jadi" Kata Anya


Tak terasa perjalanan sudah hampir satu jam dan mereka masih setengah jalan menuju kerumah Anya. Sejak tadi Anya juga tidak lupa mengarahkan jalan menuju rumahnya. Seperti yang Anya tau karena dulu dia sangat menyukai Dimas, Dia tau alamat rumah Dimas dari buku tahunan SD Dimas yang adalah teman satu SD sahabat Anya yang tinggal didepan rumahnya "How destiny" waktu itu dalam pemikiran Anya, Ya rumah Dimas berada didaerah Kranggan, searah dengan Rumah Anya.


"Nya, sejak kapan bisa main biola?" Tanya Dimas


"Baru kok dim" Jawab Anya


"Susah nggak sih belajar biola?" Tanya Dimas


"Kalau lo rajin latihan pasti bisa, tertarik?" Kata Anya


"Nggak deh nya, gue dari SMP belajar drum aja sampai sekarang ya bisanya gitu-gitu aja" Kata Dimas


"Pasti latihannya semaunya sendiri" Kata Anya


"Iya sih nya" Kata Dimas


"Gue pengen bisa main drum malahan, kayaknya enak saja gitu kalau lagi marah gebuk-gebuk drum, menurut gue juga keren orang main drum" Jelas Anya


"Tertarik? Gue bisa ajarin kalau dasar sih, selanjutnya lo eksplor sendiri?" Ujar Dimas


"Gratis nggak?" Tanya Anya sambil terkekeh


"Hahaha iya gratis tenang aja nya" Kata Dimas


"Wahhh mau banget belajar" Kata Anya


"Minta no hp lo?" Kata dimas sambil menyerahkan handphonenya

__ADS_1


"Buat apa?" Tanya Anya


"Katanya mau latihan drum" Jawab Dimas


"Oh iya" langsung saja anya menyimpan nomornya di handphone dimas, kemudian dikembalikan lagi handphone dimas tanpa anya sadari dimas mengulum senyumnya.


"Gue misscall ya, save nomor gue" kata dimas


"Oke" Ucap Anya


45 menit setelahnya mobil dimas sudah sampai di kawasan dekat rumah anya.


"Nya nanti kasih tahu belok-beloknya ya rumah lo" Kata Dimas, karena sekarang mereka masih berada di jalan raya, maksud dimas berkata seperti itu, sebelumnya Anya menceritakan rumahnya agak masuk ke gang jadi dimas berkata untuk ditunjukkan belok masuk ke gang yang mana.


"500 meter didepan ada alfamart, gue turun situ saja" Kata Anya


"Nggak baiklah kalau gitu, gue antar sampai rumah" Kata Dimas Memaksa


"Nggak usah ngerepotin, berhenti di depan ya" Kata Anya dengan yakin dan tatapan mata ke arah dimas untuk diiyakan perkataannya tadi.


Tak berapa lama mobil dimas sampai di depan alfamart yang dimaksud anya. Sebelum keluar tak lupa anya mengucapkan terimakasih. Dimas kemudian melajukan mobilnya setelah melihat pantulan anya di kaca spionnya sudah menghilang.


Dalam perjalanan pulang, dimas menerima telepon, sampai 3 kali berdering baru akhirnya dia menjawab teleponnya.


"Halo" jawab dimas dengan suara ketus


"Aku ada diapartemen kamu, kamu dimana?" Kata Astri (pacar Dimas)


"Aku lagi dijalan pulang kerumah" Jawab Dimas


"Tumben pulang" Timpal Astri


"Terserah gue, rumah bokap gue juga" Kata Dimas Ketus


"Ketus banget sih, kamu kenapa?" Ujar Astri


"Gue masih kesel sama lo" Kata Dimas


"Gara-gara 3 hari lalu?" Kata Astri


"Menurut lo aja?" Kata Dimas


"Maaf lagi stress banget urusan kerjaan" Kata Astri


"Hmmm" Geram Dimas


"Yaudah aku tunggu kamu disini ya, kapan pulang ke apartemen?" Kata Astri


"Belum tahu" Jawab Dimas


"Malam ini ya, aku kangen kamu" Kata Astri dengan nada menggoda


"Biar gue pikirin dulu" Balas Dimas


"Ada hadiah buat kamu" Ucap Astri


"Apaan sih?" Tanya Dimas datar


"Makanya pulang malam ini ya" Ucap Astri


"Hmm" Jawab Dimas malas


"Yaudah aku tutup ya" Ucap Astri mengakhiri sambungan telepon dengan Dimas


Kemudian dimas menutup teleponya dan melemparnya asal ke kursi sebelah kirinya. Dia sudah bosan denga astri pacaranya sejak 3 tahun lalu, entah kenapa menurutnya hubungannya sudah tidak semenarik dulu lagi. Dia sudah mencari seribu alasan untuk putus dengan pacarnya itu tapi astri seperti koala yang sulit sekali lepas.

__ADS_1


__ADS_2