Love Blue

Love Blue
"Kamu Nanya"


__ADS_3

Malam ini Dimas dan "geng" berkumpul di caffe live music Jazz yang ada di Jakarta Selatan, sudah ada Aldi, Rego dan Aziz. Mereka masih menunggu Andra karena biasanya sebulan sekali mereka melakukan jamming di caffe tersebut. Hal itu dilakukan supaya setidaknya mereka bertemu dan kumpul atau dengan kata lain bersilahturahmi, mereka memilih pertemuan mereka disana karena Andra yang spesialis memainkan gitar, Dimas memainkan drum, Aziz memainkan bass, Aldi memainkan saxophone, Rego memainkan piano, dan Rino memainkan gitar dan vokalis. Ya, mereka membuat "band" dengan komposisi seperti itu, tetapi hanya tampil di caffe Jazz itu sebulan sekali sebagai hobi. Rino hari ini tidak datang di caffe itu, karena konflik bulan lalu dengan Dimas, mengenai putusnya hubungan Dimas dengan Astrid. Jadi sebelum Dimas berpacaran Astrid, Rino merupakan pacar Astrid. Kemudian Dimas dan Astrid berselingkuh dan hal itu diketahui oleh Rino dan dia (Rino) memutuskan hubungan dengan Astrid. Sejak kejadian itu hubungan Rino dan Dimas tidak baik-baik saja, mereka sempat tidak saling berkomunikasi selama setahun. Rino dan Astrid memang berpacaran cukup lama dari semester satu saat kuliah sampai dengan lulus dan mereka masing-masing sudah berkerja sekitar 2 tahun atau 6 tahun. Bahkan Rino sudah berencana untuk melamar Astrid saat itu. Tetapi tanpa rasa bersalah Dimas dan Astrid berpacaran secara terang-terangan setelah beberapa waktu putusnya hubungan Astrid dan Rino. Sebenarnya sampai saat sebulan lalu pertemenan Rino dan Dimas masih bisa dibilang cukup dingin. Selama berpacaran ( 2 tahun) dengan Dimas tak pernah sekalipun Astrid ikut dalam pertemuan bulanan di caffe Jazz itu sebelum sekarang akhirnya sekarang putus secara sepihak.


"Andra, mana nih? Jam segini belum datang" Ucap Rego membuka pembicaraan dengan Aziz dan Aldi, saat itu Dimas sedang ke toilet.


"Bentar lagi juga datang, Abis dari Bali dia, bangun Rumah" Timpal Aziz


"Proyek apalagi?" Tanya Aldi


"Villa didekat Tanah Lot" Kata Aziz, Diantara semua "geng" itu Andra memang paling dekat dengan Aziz dan sering berkabar dengan Aziz.


Tak lama Dimas kembali dari toilet dan ikut bergabung dengan mereka sambil memesan minuman.


"Rino mana nih?" Celetuk Dimas


Ketiga sahabatnya itu sudah tahu bahwa Rino tidak akan datang hari ini, karena Rino sudah mengabari Aziz.


"Kamu nanya?" Timpal Aldi dengan nada sesuai dengan iklan yang berslogan "Kamu Nanya"


"Hahahaha, Kamu Nanya?" Balas Dimas terkekeh


"Kamu nanya?" Kata Aziz dan Rego dengan kompak sambil melempar camilan kentang goreng kearah Dimas.


"Hahaha, ini pacar pada nggak ada yang ikut?" Kata Dimas mengalihkan pembicaraan


"Absen bor, nanggung nih hari rabu, tumben amat minta hari kerja dah" Kata Rego


"Yang gue heran sih lu, bor, lu jadi dokter santai amat sihh, masih sempet gitu kesini kumpul sama kita" Kata Dimas


"Kamu nanya?" Kata Aziz dan Aldi kompak


"Ya bokapnya kan yang punya RS, jadi dokter residen pergi-pergi juga nggak ada yang berani komen bor" Kata Aziz menambahkan


"Gila ya bor, lu mau kuliah IT bokap lu kabulin, masuk Univ Nusantara lagi, terus bilang bosen mau cobain jadi dokter, diwujudin juga sama bokap lu, Sampai biar anaknya nggak susah dibuatin RS juga sekarang" Jelas Dimas


"Apaan si lu" Timpal Rego


"Anak Sultan bor" Timpal Aldi

__ADS_1


"Anak Jenderal yang bener bor" Timpal Aziz


Tak lama dari kejauhan, ada dua perempuan dengan setelan kantor, yang satu memakai dress berwarna creame kantoran, sedangkan yang satunya lagi menggunakan kemeja biru muda dan celana bahan. Perempuan yang memakai dress menghampiri rego dan mencium pipinya (Dila). Yang memakai kemeja dan celana panjang menghampiri Aziz kemudian menyapanya (Aziz)


"Lah katanya nggak datang?" Tanya Aziz terkejut


"Kamu Nanya?" Timpal Kirana pacarnya


"Kamu Nanya?" Timpal Aziz sambil terkekeh dan memeluk kekasihnya itu sambil mengelus kepalanya. Mereka sudah tidak bertemu 2 minggu karena kekasihnya itu dinas keluar kota dan bilang kalau dia baru pulang hari Sabtu minggu ini.


"Surprise, kerjaannya udah selesai tadi siang baru aja sampe jakarta langsung kerja lagi, ini aku bawa koper belum pulang" Kata Kirana sambil menunjuk kopernya yang diletakkan agak di belakang.


"Eh....Annnyyyyaaaa datang juga hari ini" kata Dila membuat semua mata menatap kearah anya datang


Anya yang sedikit kikuk seperti masuk perkumpulan yang tidak sefrekuensi dengannya itu, kemudian menyapa "Halo"


"Gue yang undang" Timpal Dimas


"Welcome Nya" Kata Aziz


"Aku Kirana" Balas Kirana Antusias sambil menjabat tangan Anya. Karena senang sekali sepertinya ada yang satu frekuensi dengannya selain Aziz disana.


"Mana nih si Andra belum kelihatan batang hidungnya" Kata Dimas


Dalam hati Anya berkata hari ini Andra datang, Dia harus bicara apa nanti kepada Andra, karena beberapa waktu lalu dia mengabaikan telepon dari Andra. Kemudian sebulan ini dia sudah mebatalkan 3 kelas mengajar biolanya dengan Nara.


"Kita mulai aja dulu gimana?" Kata Dimas


"Boleh-boleh pemanasan sambil nunggu Andra, tadi lu request lagunya Maroon 5 ya, the air that I breathe?" Tanya Aziz


"Iya nanti gue yang nyanyi" Kata Dimas


"Gue pegang drum ya berarti" Kata Aldi yang bisa main drum juga


"Yoi" Kata Dimas


Mereka berempat menaiki panggung dan mulai tune alat musik masing-masing. Tak lama dari kejauhan sosok tinggi dengan rambut yang sedikit gondrong, terlihat jejak rambut halus di bagian dagu dan rahang serta diatas bibirnya. Laki-laki itu melambaikan tangannya kearah panggung dan melihat sekilas kearah meja dekat panggung sudah ada 3 perempuan. Salah satunya tampak asing tetapi juga tak asing baginya.

__ADS_1


"Akhirnya gitaris kita datang juga" Kata Dila sedikit berteriak. Andra menghampiri meja itu dan setelah sampai dia sedikit terkejut melihat wajah Anya. Tetapi kemudian tersenyum hangat kepada ketiga perempuan itu. Dan mengisyaratkan untuk mau langsung saja naik ke atas panggung. Saat melihat Andra tersenyum kepada 3 perempuan itu, sejujurnya jantung Anya berdebar dengan sangat kencang. Melihat gaya berantakan Andra yang tidak mengurangi sedikitpun ketampanannya.


Keempat laki-laki diatas panggung itu bersiap-siap kemudian mulai menyanyikan lagu diantaranya kangen dari dewa 19, Dia maliq D'essential, kamulah satu-satunya Dewa 19, Sahabat sejati sheila on 7. Mereka mendapat sorakan meriah dari pengunjung disana. Tak lama Dimas memberikan pengumuman.


"Lagu selanjutnya adalah the air that I breathe dari maroon 5, ada orang yang suka banget sama lagu ini, dan malam ini saya akan nyanyikan lagu itu dia" Kata Dimas


Anya menyadari pandangan Dimas mengarah padanya, jantungnya berdebar begitu kencang "Apakah lagu itu untuknya" katanya dalam hati


Exchanging the way things were


For the way that they should be, yeah


And choosing these words


Is saying to her


The things that she never heard


But always deserved


Setelah menyanyikan lagu itu Dimas memberi kode kepada ketiga sahabatnya untuk menyudahi konser mereka malam ini. Dimas, Andra, Aziz, Aldi, dan Rego turun panggung menuju meja mereka duduk sebelumnya. Andra dengan senyum sumringah sudah akan menghampiri Anya. Tetapi terlebih dahulu dengan langkah lebar Dimas lebih dahulu sampai didepan Anya. Sambil menenggak minuman bersoda di sebelah Anya yang adalah milik Anya kemudian berkata "Ini bisa dibilang ciuman nggak?". Anya terkejut dengan pertanyaan Dimas, kemudian menetralkan debaran jantungnya berusaha terlihat biasa saja "Tadi saya minumnya bukan di bagian kamu minum" jawab Anya sambil terkekeh. Andra terkejut dengan kelakuan Dimas hanya bisa terdiam.


"Kebetulan aku nggak suka bertele-tele Exchanging the way things were For the way that they should be, yeah And choosing these words Is saying to her The things that she never heard But always deserved, Aku suka sama kamu, Kamu mau jadi pacar aku atau nggak?" Tanya Dimas dengan tiba-tiba


Anya sempat mematung, pikirannya membeku dia tidak pernah berada dalam situasi seperti itu, bingung harus menjawab sepertinya.


"Terima.... Terima"Kata Dila sambil menepuk tangan diikuti oleh Rego dan Aldi, Kirana hanya tersenyum dan menepuk tangan respon Aziz juga sama dengan Kirana. Sedangka Andra hanya mematung disana dengan ekspresi datarnya.


Anya tidak dapat berpikir dengan jernih, ditambah suara seruan "terima... terima" itu mengular ke pengunjung lain di cafe itu. Tanpa berpikir panjang Anya langsung menjawab dengan senyuman dan anggukan atas pertanyaan Dimas.


"Ini maksudnya apa nih, cuma ngangguk" Kata Dimas sambil terkekeh


"Kamu Nanya" Timpal Dila, diikuti oleh Rego dan Aldi


"Iya aku mau jadi pacar kamu" Kata Anya dengan suara bergetar dan pipinya yang merona merah


Tak lama Dimas langsung memeluk Anya, dalam pelukan Dimas Anya menenggelamkan kepalanya dalam di dada Dimas, sedikit meneteskan air mata.

__ADS_1


Sementara Andra, memasukkan tangannya kedalam saku celananya, dengan ekspresi dingin dan melihat drama didepannya.


__ADS_2