Love Blue

Love Blue
Deal


__ADS_3

Jika ada cinta di hatimu, itu akan membimbingmu menjalani hidupmu. Cinta memiliki kecerdasannya sendiri


-Sadhguru-


Sudah hampir seminggu setelah reuni dan permintaan andra kepada anya mengenai kesediaannya mengajari adiknya bermain biola secara private. Sejak tadi anya membuka dan menutup kolom message dengan tujuan nomor andra. Dia masih bingung apakah akan menyetujui permintaan andra atau menolaknya. Tetapi jika menolak kenapa rasanya anya seperti orang sok pintar yang tak mau mengajari orang. Jika di terima permainan biolanya juga masih terbatas karena dia memang baru belajar dan baru bisa bermain beberapa lagu itu juga nadanya terkadang sumbang karena gesekannya tertekan terlalu keras. Dan dia juga tidak mau membuat orang menunggu lama karena mungkin orang itu bisa les dengan yang lain daripada menunggu ketidakjelasan dari anya.


Akhirnya anya memutuskan menyetujui permintaan andra tetapi dengan penjelasan istilahnya kalau opini audit wajar dengan pengecualian. Anya menelepon andra, dia ingin menjelaskan dengan bicara langsung ketimbang melalu pesan.


Tut tut tut tut


Andra tak mengangkat teleponnya untuk panggilan anya yang ketiga kali. Anya memutuskan untuk mengiriminya pesan saja.


Andra ini anya, boleh bicara sebentar mengenai permintaan untuk mengajar biola adik kamu?


Begitu isi pesan anya, sebelum bel masuk tanda istirahat selesai berbunyi. Anya sekarang berada di kantornya. Di Kantor Anya ada Bel masuk yaitu jam 8 pagi, bel tanda istirahat yaitu jam 12 Siang, bel istirahat selesasi yaitu jam 1 siang dan bel pulang kantor jam setengah enam sore. Kantor Anya merupakan salah satu kantor akuntan publik big 10, dimana notabene jam kerja di Kantor Akuntan Publik tidaklah sesuai jam kantor biasa, walaupun selalu saja ada bunyi bel untuk mengingatkan kembali bekerja.


Setelah mendengar Bel istirahat selesai berbunyi, Anya kemudian memasukkan handphone nya ke dalam tasnya. Tak ada balasan hingga bel pulang kantor berbunyi. Anya hanya bisa menghembuskan nafas panjang, mungkin andra kesal padanya karena terlalu lama memberi respon. Beberapa hari belakangan Anya dapat pulang kerja sesuai dengan jam kerja normal umum kantor, karena baru saja melewati bulan April, bulan peak season untuk para Auditor. Seperti sore sebelumnya anya menaiki bus patas yang mengantarnya sampai ke jalan dekat rumahnya. Setelah menaiki jembatan penyeberangan yang cukup panjang dan menguras energi. Seperti biasa kemacetan yang tak pernah lelah mengitari jakarta, perjalanan dari kantor kerumah Anya normalnya adalah 1 jam, tetapi kemacet jakarta mengubah waktu tersebut menjadi tidak normal yaitu diperlukan waktu 2 jam perjalanan disaat jam pulang kantor untuk sampai kerumah Anya, kantuk pun datang mendera anya.


Beberapa menit anya tertidur, dia merasakan getaran pada handphone. Dia mengira itu pasti ayahnya, karena ayahnya suka menelpon di jam seperti ini. Tanpa melihat caller id dan asal menggesernya anya menjawab telepon itu.


"Yess dad, I'm on my way home. I'm on bus now, dad" Kata Anya


"Hehehe, I believe on you" Jawab Suara laki-laki yang dalam itu dari handphone anya


"Who is ....." Anya melihat caller id tertulis nama andra disana

__ADS_1


"Maaf saya pikir bapak, tadi lagi ketiduran jadi nggak lihat siapa yang telepon" kata Anya


"Hahaha it's okay, oh iya maaf ya baru telepon baru lihat hp saya" kata Andra


"Nggak apa-apa maaf ya ganggu" kata Anya


"Ini lebaran ya daritadi minta maaf mulu, hahaha" Kata Andra


"Hehehehe" jawab Anya


"Kalau pulang kantor jam berapa biasanya?" Tanya Andra


"Jam setengah 6 kalau nggak peak season" Kata Anya


"Peak seoson tuh apa ya?" Tanya Andra


"Oh Gitu, Memang Peak Season biasanya periodenya kapan? Memang kamu bekerja sebagai apa?" Tanya Andra


"Peak Season  biasanya dari bulan Oktober sampai April, hanya saja yang paling urgent di bulan Maret, Saya kerjanya Auditor, oh iya mengenai adik kamu" Jawab Anya


"Oh gitu, biasanya sampai lembur-lembur jam berapa kalau lagi peak season, Oh iya jadi salah fokus saya, hehehe jadi gimana?"


"Biasanya bisa sampai 2 bulan berturut-turut setiap hari masuk termasuk hari minggu dan pulang rata-rata jam 3 pagi, Saya setuju untuk ajarin adik kamu tapi paling basic untuk tingkat yang lebih lanjut kamu harus cari guru lain" Jawab Anya


"Wah keras juga ya, itu sampe lembur parah gitu kerjaannya banyak banget ya ? Ah adik saya bisa lulus basic sudah bagus, dia semangat saja tinggi" Kata Andra

__ADS_1


"Iya soalnya satu orang bisa ngerjain 10 - 15 PT, Laporan Keuangan sendiri bisa sampai 200 halaman, Justru semangat itu yang dibutuhkan sama adik kamu supaya rajin latihan" jawab Anya


"Wah kamu jaga kesehatan ya, kerja keras sampai begitu, keep spirit. Ya semoga saja dia rajin, kamu harus banyak sabar ya sama dia, hahaha. Tapi ini tidak ganggu kerja kamu kan ya ?" Kata Andra


"Iya makasih ya. Nggak ganggu kerja saya kok, sekarang soalnya baru aja lewat masa peak season. Saya senang kok kalau yang saya ajarin semangat" Kata Wina


"Oh yasudah kalau tidak ganggu kerjaan kamu. Hmm biar lebih jelasnya gimana kalau besok kita makan siang?" Kata Andra


"Boleh sekalian tanya detail alamat rumah juga, mau dimana?" Kata Anya


"Fx kejauhan nggak? Kantor kamu daerah mana ya ?" Kata Andra


"Daerah karet, setiabudi, yasudah di fx saja" Kata Anya


"Eh jangan-jangan kejauhan kamunya, mau dimana GI, PI atau .......?" Kata Andra


"Sarinah saja, hehehehe" Kata Anya


"Oke besok saya kabarin kalau sudah di sarinah ya" Kata Andra


"Oke" Kata Anya


"Thank you" Kata Andra


"Sama-sama" Kata Anya

__ADS_1


Kemudian mereka saling memutus sambungan telepon, anya melihat lagi layar handphone nya yang masih bertuliskan andra di daftar panggilan masuk. Kenapa rasanya dia sangat akrab dengan andra? Padahal waktu SMP selain pertemuan di koridor sekolah karena anya terlambat tak ada kontak intens yang menandakan dia berteman saat SMP. Anya juga berdoa supaya di pertemukan dimas, laki-laki pujaannya saat SMP itu, malah tak menemukannya di antara lautan manusia saat reuni. Justru andra yang tiba-tiba muncul dan meminta dirinya untuk mengajari adiknya bermain biola. Dan anya baru tahu kalau andra termasuk golongan laki-laki tampan yang nggak songong justru dia sopan dan welcome. Entahlah anya tak mau memikirkan yang macam-macam ada ketraumaan dalam dirinya mengenai sosok laki-laki tampan. Dia lebih memilih tidur kembali dalam bus


__ADS_2