LOVE IS IN YOUR HEART

LOVE IS IN YOUR HEART
Episode 9


__ADS_3

Rumah sakit...



hans terus berjalan kesana kemari karena tidak merasa tenang,  dia terus khawatir tentang keadaan tasya. hans merasa bersalah karena tidak dapat menjaga tasya dengan baik.



hans sangat sangat gelisah,dia sangat ingin menemani tasya didalam tapi dokter melarangnya.hans yang sedang berdiri didepan ruang IGD terkejut melihat mamanya datang kerumah sakit.



"hans,gimana keadaan tasya". mama hans tiba-tiba datang kerumah sakit



"mama,kenapa mama kemari". hans terkejut melihat mamanya



"sorry hans, aku tadi yang nelfon tante". raka juga hadir dirumah sakit



"iya, tadi raka nelfon mama, mama langsung datang kemari".



"mama sendirian,papa kemana ma?".



"papamu masih belum pulang, pekerjaan yang disingapura tidak bisa ditinggalkan. gimana keadaan tasya hans? ".



"belum tau ma,  Daniel masih memeriksanya".



"apa yang terjadi hans?. kenapa tasya bisa seperti itu". ucap mama hans yang juga khawatir dengan keadaan menantunya itu.



"aku juga tidak tau ma.  aku menemukan tasya pingsan ditoilet kantor".



"mama menyuruh tasya kerja diperusahaan kamu agar kamu mudah mengawasi dan menjaganya. tapi malah terjadi seperti itu. bagaimana jika papamu tahu tentang kondisi tasya".



"maafin hans ma, hans tidak menjaga tasya dengan baik, hans sangat menyesal dan jangan beritahu papa dulu ma,kita tunggu keadaan tasya membaik". hans menitihkan air matanya dipelukan mamanya.



"iya sayang, kamu tenang ya,semoga tasya baik-baik saja". mama hans juga ikut menangis.



2 jam mereka menunggu di depan IGD rumah sakit, hans yang semakin khawatir dengan kondisi tasya. hans terus kepikiran apa yang menimpa istrinya hingga tidak sadarkan diri.



belakangan ini tasya selalu mengalami masalah, setau hans, tasya tidak memiliki musuh atau bertengkar dengan siapapun. karena merasa ada yang aneh, hans memerintahkan raka untuk menyelidiki apa yang terjadi.



"raka,  kamu periksa semua CCTV kantor,  kamu Cari tau apa yang terjadi dan kenapa tasya bisa celaka di toilet".



"baik hans,  aku akan kembali kantor untuk cari tahu,  nanti akan aku hubungi kamu lagi". seketika raka langsung pergi ke perusahaan untuk menyeledikinya.



setelah sekian lama hans dan mamanya menunggu, Daniel keluar dari ruangan IGD, dan telah selesai memeriksa tasya.



"gimana niel keadaan istriku, dia baik-baik aja kan,tidak ada hal serius yang terjadikan". hans yang tidak sabar menunggu keterangan daniel



" tenang hans, kamu jangan panik,  keadaan tasya sedikit membaik,  hanya saja bahunya mengalami retak karena benturan yang keras".



"apa.. terus gimana tasya".



"dia butuh istirahat cukup,  beruntung kamu cepat-cepat bawa dia kerumah sakit, kalau terlambat sedikit saja maka bayinya dalam bahaya dan tidak dapat diselamatkan".



hans mendengar ucapan Daniel langsung terdiam, dan tidak mengerti apa yang di maksud Daniel.



"apa maksud kamu, bayi??".



" iya, tasya hamil 4 minggu dan keadaan bayinya sangat sehat".



"kamu serius tasya hamil". mama hans berusaha meyakinkan lagi



"iyaa tante,aku tidak berbohong. jadi kamu gak tau istri kamu hamil". daniel sedikit terkejut



"gak, karena tasya gak pernah cerita apapun ke aku".



" wah luar biasa kamu hans, luar biasanya kamu gak peduli sama istri,istri hamil pun kamu gak tau". daniel menggelengkan kepalanya



"boleh tante masuk lihat tasya". mendengar kabar bahagia, mama hans buru-buru sangat ingin bertemu dengan tasya.



"iyaa tante boleh, tapi tasya masih belum sadar".



mama hans masuk ke ruangan IGD untuk melihat kondisi tasya, hans mengikuti langkah mama nya di belakang.



"kamu jaga baik-baik istrimu". Daniel membisikan di telinga hans.



"thanks niel".hans menepuk pundak sahabatnya itu.



mama hans  menangis melihat tasya terbaring di ranjang pasien,  dengan kondisi tangan di infus dan hidung di pasang oksigen,tasya terbaring tak berdaya apa lagi tasya sedang hamil.



"maafkan mama sayang,  mama tidak bisa menjagamu dengan baik". mama hans terus memegang tangan tasya.



hans masuk dan mendekati tasya. hans semakin sedih melihat kondisi tasya.



maafkan aku tasya, lagi-lagi aku


membuatmu dalam kesulitan. hans memegang tangan tasya dengan erat.



"kamu lihat hans,  keegoisanmu yang besar telah membuat istrimu menderita. kamu tidak peduli dengan tasya, sehingga orang lain dengan mudahnya menyakiti tasya".



"maafkan aku ma,  aku sadar kalau aku salah, aku tidak begitu peduli dengannya".



" bukan hanya tasya yang kamu jaga, tapi bayi yang tasya kandung juga".



"iya ma, aku mengerti". ucap hans sembari mengelus kepala tasya dan menciumnya.



hans dan mamanya terus berada disisi tasya,  menunggu tasya sadar. hans begitu tampak gelisah karena tasya tidak sadar juga. hans terlihat uringa-uringan sehingga dia memilih untuk menunggu diluar ruangan. sembari menunggu hans selalu berdoa agar istrinya selalu baik-baik saja.



tidak lama kemudian tasya mulai sadar.



"mama". terdengar samar-samar suara tasya.



saat pertama kali mata tasya terbuka, dia melihat mama hans duduk disampingnya dengan tampak gelisah diwajahnya .



"kamu sudah sadar sayang,  kamu baik-baik saja".



"aku baik-baik saja ma, hans dimana ma?".tasya tidak melihat hans berada disekelilingnya.



"hans ada lagi diluar".



hans yang menunggu di luar langsung masuk ke dalam karena mendengar suara mamanya memanggil.

__ADS_1



"tasya,  kamu sudah sadar". hans terlihat senang



"hmm, aku baik-baik saja hans,  bisakah kita pulang, aku gak mau disini".



tasya ingin pulang,  dia merasa tidak nyaman di rumah sakit.  dan tasya pun belum sadar kalau dia sedang hamil.



"kenpa sayang,  kamu butuh perawatan. mama mau kamu dan cucu mama sehat".


mama hans mengelus perut tasya.



"cucu?. maksud mama aku hamil".


tasya terkejut dan menangis tidak percaya kalau dia sedang hamil.



"iyaa,  kamu hamil anak kita". hans memegang perut tasya.



tasya yang bahagia mendengar kabar kalau dia hamil, tidak berhenti menangis, dan hans memeluk tasya untuk menenangkannya.



"kamu gak bohong kan hans. aku beneran hamil". tasya yang masih tidak bisa mempercayai berita bahagia itu.



"iyaa, kamu beneran hamil. jadi kamu juga tidak tahu kalau kamu hamil".



"aku memang telat 1 bulan tapi aku tidak menyangka kalau aku akan hamil". tasya begitu terlihat sangat bahagia.



"akan aku pastikan,aku melindungi kamu dan anak kita dan tidak akan terjadi hal buruk lagi yang menimpa kamu".



"iya hans, aku juga akan jaga anak kita dengan baik".



betapa bahagianya tasya, saat hans berubah menjadi baik kepadanya, dia juga mendapat hadiah istimewa dengan kehamilannya.



saat dinyatakan tasya hamil, tasya mulai mengalami gejala awal kehamilan, yaitu merasa mual dan muntah.



hari berikutnya dirumah sakit, hans masih Setia menunggu tasya yang masih dalam perawatan, bahkan hans sampai mengambil cuti dari pekerjaannya karena ingin menemani tasya.



"kamu gak berangkat kekantor hans".



"aku ambil cuti khusus untuk istri dan calon anak kita".hans memeluk tasya dan mengelus perutnya.



"aku kan ada yang jaga, banyak suster dirumah sakit ini".



"gak, semenjak mama pulang,  aku gak percaya dengan siapapun".



"hans, kamu jangan berlebihan gitu dong. lagian aku sudah sembuh .kalau begitu gimana kalau kita pulang saja".



berulang kali tasya membujuk hans agar cepat pulang kerumah. tapi hans yang terlalu protektif terhadap tasya tidak mengijinkannya.



"sabar sayang. lusa baru kita bisa pulang".



"ya ampun hans, itu masih lama banget". tasya memasang wajah cemberut.



"ya ampun, iya iya sayang, besok kita pulang". mendengar ucapan hans, tasya tersenyum dan memeluk hans.



sudah 3 hari tasya di rumah sakit,  ia berharap cepat pulang dan ingin melakukan aktifitas seperti biasanya.



"hans,kita pulangkan hari ini".




"aku sudah baikkan hans". tasya memasang wajah cemberut.



"tidak ada yang bisa menjamin kamu akan baik-baik saja jika tubuhmu sangat lemah". setelah mengetahui tasya hamil, hans lebih protektif terhadap tasya.



"tapi hans.... ".



"sssttt kamu jangan bawel, jangan ngebantah. ini semua demi kesehatan kamu dan anak kita".



hans sudah mulai menerima kehadiran tasya di hidupnya, apalagi tasya sedang hamil,hans begitu perhatian.



"hans, aku ingin kembali bekerja".tasya merasa bosan dan ingin melakukan kegiatannya lagi.



" gak,  kamu gak boleh bekerja lagi".



"tapi hans, aku bosan dirumah sakit terus dan tidak ada kegiatan.lagian aku sudah sehat hans".



"itu perusahaaanku,  aku yang memutuskan kamu untuk tidak kerja lagi".


hans mengkhawatirkan kondisi tasya yang hamil.



"kamu egoisnya gak hilang-hilang". tasya ngambek



"sayang, aku gak mau kamu terluka lagi. apa lagi sudah ada anak kita". hans memeluk tasya dan mencium kening tasya.



mendengar kata-kata sayang dari hans, hati tasya begitu tenang dan nyaman. dia merasa hans sudah mulai mencintainya.



hans memeberikan buah dan susu untuk tasya. hans begitu perhatian terhadap tasya yang sedang hamil.



kebahagian mulai dirasakan tasya,  tidak ada lagi hans yang kasar dan egois. tasya kini merasakan kasih sayang dari seorang suami. perjuangan tasya yang slalu sabar dan tetap Setia menunggu Cinta hans tidak sia-sia.



setelah kepelungan tasya dari rumah sakit,  mama hans lebih sering datang berkunjung, untuk memastikan keadaan tasya baik-baik aja.



****



apartemen...



pagi hari, matahari terbit dengan cerah, angin yang bertiup sejuk menerpa wajah tasya yang berdiri di balkon kamarnya. tasya merentangkan tangannya dan menutup matanya.



"kamu udah bangun ". hans datang dan memeluk tasya dari belakang



"kamu gak berangkat ke kantor". tasya heran kenapa hans masih berada dirumah.



"aku masih ingin menemani kamu dan anak kita".



hans memutarkan tubuh tasya ke hadapannya. hans langsung memeluk, mencium kening dan bibir tasya.  belakangan ini hans sering melakukan hal itu pada tasya.



"hmm kamu kenapa sih hans". tasya heran melihat prilaku suaminya itu



"mulai sekarang aku akan seperti ini setiap hari".

__ADS_1



tasya melepaskan pelukan hans,  karena tasya belum terbiasa dengan itu semua.



"hans, lebih baik kamu kekantor, kamu sudah lama ambil cuti".



" tapi aku khawatir sama kamu".



"kan ada bik ijah yang nememani aku".



"tapi aku... ".



"gak ada tapi-tapian hans. sekarang giliran kamu dengarkan aku". tasya mendorong tubuh hans agar bersiap-siap untuk kekantor.



"oke deh,  aku siap-siap dulu".



hans berjalan kekamar mandi,  tapi tiba-tiba dia membalikkan badan menghampiri tasya lagi.



"kamu tunggu aja,  seluruh dunia sebentar lagi akan tahu kalau kamu milikku".Hana berbisik di telinga tasya dan mencium keningnya.



"hans.... kamu ya".



tasya mendengar ucapan hans hanya tersenyum dan langsung pergi ke dapur untuk membantu bik ijah.



"pagi bik ijah".



"pagi non, kenapa non ke dapur,  non istirahat aja".



"gak apa-apa bik,  aku udah baikkan koq".



"non mau minun susu,  biar bibi buatkan".



"iyaa bi".



tasya duduk di meja makan, menikmati segelas susu ,tapi tiba-tiba tasya lari ke kamar mandi dan muntah-muntah. hal wajar yang di alami oleh ibu hamil semester pertama.



"uueeekkkkk ". tasya tidak berhenti muntah di kamar mandi.



"non baik-baik aja". bi ijah memijat belakang leher tasya.



tasya tidak bisa menjawab, dia hanya melambaikkan tangan mengisyaratkan kalau dia baik-baik aja. tapi kenyataannya dia terus muntah dan lemas. hans yang mendengar tasya muntah, langsung berlari ke arah dapur.



"sayang, kamu baik-baik aja".



tasya hanya menganggukkan kepalanya. hans langsung menggendong tasya kekamar untuk istirahat.



"bik,panggilkan daniel".



"baik tuan".



tidak lama kemudian daniel datang dan memeriksa tasya.



"dia baik-baik aja, mual dan muntah itu wajar bagi ibu hamil di awal kehamilan.yang penting jangan kerja berat,istirahat cukup dan makan makanan yang bergizi".



tasya hanya menganggukkan kepalanya mendengar semua penjelasan Daniel.



"makasih bro uda periksa tasya". hans menepuk pundak daniel



"sebagai temen aku harus bantu kamu kan,  y uda aku pamit dulu".



masih terlihat kekhawatiran di wajah hans, berkali-kali hans terlihat binggung tapi dia berusaha tenang agar tasya bisa istirahat dengan nyaman.



"hans, aku gak apa-apa,  kamu kerja aja. ada bik ijah yang nemani aku".



"ada raka yang handel kerjaan di kantor".



"kamu jangan merepotkan raka terus dong,  udah buruan berangkat sana".



"y uda,  aku kekantor dulu ya,  kalau ada apa-apa cepat hubungi aku ya". hans memeluk dan mencium bibir tasya.



sayang,  lihatkan papa kamu begitu sayang sama mami,  kamu sehat terus ya sayang biar bisa lihat papa nanti. hans terima kasih telah menunjukkan cintamu padaku,  aku berharap semua itu akan bertahan lama. 



saat tasya sedang sendirian dikamar tiba-tiba dia teringat monica dan penasaran gimana kabarnya sekarang.



"lebih baik aku telfon monica saja. sudah lama aku tidak menghubunginya".



sudah lama semenjak tasya kerja diperusahaan hans, tasya tidak pernah bertemu dengan monica lagi bahkan tidak pernah tau kabarnya. dengan cepat tasya mencari nomor kontak monica di handphonenya.



tuuutttt tuuttt tuuttt



"halo tasya ,apa kabar? aku merindukanmu".terdengar sangat jelas suara monica.



"kamu tidak berubah juga ya monic. tetap ceriah".



"kamu tinggal dimana sekarang, kenapa tidak memberitahukan aku".



oh iya, aku lupa kalau aku belum menceritakan pada monica kalau aku sudah menikah. tapi disisi lain aku belum bisa menceritakannya. maafkan aku monica, aku tidak bisa memberitahukan kamu yang sebenarnya.



"hallo tasya, kenapa kamu diam aja. kamu baik-baik aja kan".



"aahh iya monic, aku baik-baik aja. sekarang aku tinggal didekat kerjaan aku yang baru. kamu jangan khawatir ya, aku baik-baik saja kok".



"syukurlah kalau kamu baik-baik saja. aku jadi tidak khawatir lagi".



"kamu baik-baik jugakan monic, gimana kabar pak roy".



"aku selalu baik- baik saja tasya. pak roy kabar baik juga, dia sudah menikah minggu lalu, dia ingin mengundangmu tapi tidak tahu kamu berada dimana".



"wah sungguh, berikan selamat kepada pak roy ya. aku turut bahagia". disaat tasya masih ingin mengobrol dengan monic tiba-tiba tasya merasa mual dan langsung mengakhiri percakapannya.



"monic lain kali aku hubungi kamu lagi ya, aku.... ". tasya sudah tidak bisa lagi menahan mualnya dan langsung pergi kekamar mandi.



"hallo tasya ada apa ,halo... ". sambunga. telfonnya terputus.



"ahh kenapa hari ini semakin sangat mual, aku hampir tidak bisa melakukan apa-apa".

__ADS_1




__ADS_2