
tasya meninggalkan Nadia dan masuk kedalam ruangannya untuk beristirahat.
"aku tau,anak yang kamu mengandung itu bukan anak hans, tapi anak haram dengan laki lain".
mendengar ucapan Nadia, tasya berhenti dan turun dari kursi rodanya berjalan ke arah Nadia.
pplaakkkk
tasya menampar Nadia didepan umum.
"cukup Nadia, jaga ucapanmu. aku akan diam jika kamu menghina aku tapi aku tidak akan diam jika kamu menghina bayi yang aku kandung".
"berani nya kamu ya menampar aku". Nadia mengangkat tangannya dan akan membalas tamparan tasya.
tapi dengan beraninya tasya menangkis tangan Nadia dan menghempaskannya. kali ini tasya benar-benar menunjukkan bahwa dia tidak selemah yang Nadia kira.
"aku peringatkan lagi kepadamu Nadia, aku tidak akan diam lagi melihat kamu mengganggu ku".
tasya benar-benar pergi meninggalkan Nadia yang sangat merasa malu, Nadia mengepalkan kedua tangannya karena telah dipermalukan oleh tasya.
kamu tunggu tasya, aku tidak akan menyerah dan akan benar-benar mengambil kembali hans dari kamu, aku akan membalasmu
"apa kalian semua lihat-lihat ,pergi sana". Nadia memarahi orang-orang yang melihat pertengkarannya dengan tasya.
bik ijah mengantarkan tasya kembali keruangannya dan menyuruh tasya istirahat.
"non harus tenang, jangan banyak fikiran non, soal non Nadia jangan non ambil hati, biarkan saja non, bibik takut nanti non dalam masalah".
"tidak bik, kata-katanya sangat menyakitkan buatku, aku tidak bisa diam melihat dia menghina anakku".
"iyaa non, bibik mengerti tapi non harus banyak istirahat jangan terlalu memikirkan masalah tadi non".
"baik bik. oya bik, jangan cerita sama hans tentang tadi ya bik. aku tidak mau hans tau dan khawatir".
"baik non".
tasya membaringkan dirinya diatas ranjang dan beristirahat tapi fikirannya tidak tenang masih membayangi ucapan Nadia.
apa maksudnya berkata kalau anak ini anak haram. jelas-jelas ini anak hans, aku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain selain hans.
"tasya sudah cukup jangan kamu fikirkan lagi". tasya bicara pada dirinya sendiri agar tidak berfikir yang macam-macam.
saat tasya ingin istirahat, terdengar ketukan pintu dan suara wanita diluar pintu.
tookk tokkk tokk
"tasya ini mama, boleh mama masuk".
"mama, iya ma masuk aja".
mama hans melangkah masuk dengan membawa makanan untuk tasya, kemudia ada seorang wanita lagi yang berjalan dibelakang mama hans.
"alexa? ". tasya terkejut melihat alexa adik hans datang mengunjunginya.
"iya sayang,mama datang bersama alexa. alexa sapa kakak ipar kamu".
alexa tidak mendengarkan ucapan mamanya dan mengabaikannya.
"alexa,cepat".
"iihh apaan sih mama.apa belum cukup dengan aku datang kemari,dan harus menyapanya juga".
"jaga ucapan kamu alexa".
"tidak apa-apa ma,alexa sudah mau datang saja aku sudah bersyukur". tasya hanya bisa tersemyum
"maafkan alexa ya sayang.ini makanan dari papa,dia tidak bisa datang karena harus melakukan perjalanan bisnis".
"terima kasih ma,sudah repot-repot membawakan makanan,oya kenapa mama bisa tau kalau aku dirawat ?".
tasya terheran kenapa mama mertuanya bisa datang sedangkan dia dan hans berencana tidak memberitahu mama dan papanya hans.
"bik ijah yang memberitahu mama kalau kamu sedang sakit".
tasya langsung melirik kearah bik ijah dan bik ijah hanya bisa tersenyum.
"maaf non". bisik bik ijah
"alexa, apa kabar? gimana dengan studymu".
"hmm baik". alexa menjawab dengan singkat dan jutek.
"alexa, dia kakak ipar kamu, sopan sedikit".ucap mama hans.
"kakak ipar? aku tidak pernah mempunyai kakak ipar seperti dia".
tasya yang mendengar ucapan alexa hanya terdiam dan tidak menjawab karena tasya masih menghargainya sebagai keluarga.
"alexa, kamu..... ".
"sudah ma, alexa tidak salah, jangan marahi dia". tasya mencoba menghentikan amarah mertuanya.
"jangan sok jadi pahlawan kamu, jangan hanya karena kak hans, mama dan papa berpihak padamu, aku juga akan luluh, tidak akan".
"alexa cukup". bentak mama hans.
"mama yang sudah cukup karena diracuni olehnya. mama juga yang maksa aku untuk menjenguknya. dan apa mama yakin anak itu adalah anak kak hans, siapa tau itu anak haram dari orang lain".
"alexa....". mama hans menampar alexa karena ucapannya.
tasya terkejut melihat mama hans menampar alexa, tasya tidak menyangka kalau mama hans akan membelanya.
"cukup omong kosongmu itu alexa dan jaga ucapanmu. itu sangat menyakitkan untuk tasya dan kakakmu".
"mama.... ". alexa memegang pipinya yang merah karena ditampar mamanya dan meneteskan airmatanya.
"kecewa mama sama kamu alexa, mama sudah menyekolahkan kamu tinggi-tinggi tapi tidak ada sopan santun kamu".
"ma, sudah ma. jangan marahi alexa lagi. aku tidak apa-apa kok ma".
tasya menenangkan mertuanya itu agar berhenti memarahi alexa. walaupun perkataan alexa menyakitkan tapi tasya berusaha memaafkannya karena tasya tidak ingin kebencian alexa kepadanya semakin besar.
"baik ma, aku akan pergi dari sini". alexa pergi meninggalkan ruangan tasya.
__ADS_1
"alexa tunggu. maaf sayang, mama harus mengejar alexa dulu".
"iya ma". wajah tasya tampak sedih, karena merasa bersalah karena menyebabkan mertuanya bertengkar dengan alexa.
saat mama hans mengejar alexa, alexa sedang memberhentikan taxi tepat sebelum alexa naik,mamanya berhasil mengejarnya dan menarik tangan alexa masuk kedalam mobil mamanya.
"masuk alexa,mama ingin bicara padamu".
mamanya memaksa alexa untuk masuk kedalam mobil.
"tidak ma, alexa gak mau".
"cepetan alexa".
dengan dipaksa mamanya, akhirnya alexa mau menuruti kata-kata mamanya. didalam mobil alexa hanya terdiam tidak bicara sedikitpun,alexa merasa kecewa karena telah ditampar oleh mamanya.
"kenapa kamu bicara kasar seperti itu kepada tasya"
alexa masih tidak menjawab pertanyaan mamanya.
"jawab mama alexa. apa mama pernah mengajari kamu tidak sopan seperti itu".
"apa lagi sih ma, belum puas mama nampar aku".
"oke oke mama salah karena mama telah menamparmu. tapi perkataan kamu itu sungguh sangat menyakitkan".
"mama taukan, dari awal aku gak setuju kak hans menikah dengan dia. aku gak suka ma".
"dia itu istri kakak kamu, pilihan kakak kamu sendiri. apa yang tidak kamu suka dari dia".
"entahlah ma".
"dia anak yang baik alexa, kakak kamu tidak salah pilih".
"dia gak pantes ma jadi istri kak hans, dan gak pantes juga masuk ke keluarga kita. cewek miskin seperti dia.... ".
"cukup alexa. sudah cukup mama mendengar ucapan kasarmu itu. mama mengirim kamu study keluar negeri untuk
belajar agar pintar bukan untuk merendahkan orang lain".
awal alexa melihat tasya langsung timbul rasa benci, dimata alexa, tasya hanya cewek miskin, dekil,jelek. alexa berfikir bahwa tasya hanya memanfaatkan kakaknya saja karena harta.
alexa dan mamanya tiba dirumah,saat ingin turun dari mobil,mamanya berharap agar alexa meminta maaf kepada tasya.
" besok kamu harus pergi meminta maaf kepada tasya".
"gak ma. gak akan pernah". cepat-cepat tasya keluar mobil dan masuk kedalam rumah.
"alexa.. alexa... benar-benar ya itu anak".
alexa tidak menghiraukan panggilan mamanya dan langsung pergi.
dirumah sakit...
tasya merasa tidak tenang, tasya khawatir apa terjadi kepada alexa. tasya ingin sekali menghubungi mertuanya tapi tasya ragu.
"non, non istirahat saja. jangan terlalu banyak fikiran non". bik ijah yang melihat tasya mondar-mandir kebingungan.
"bik, aku merasa bersalah. aku jadi kepikiran bik".
"aku tidak masalah jika dia membenciku bik. aku hanya tidak ingin mama dan alexa bertengkar karena aku".
"iya non, bibik mengerti kekhawatirank non. tapi non harus istirahat jangan sampai bayi non juga ikut stres".
"tapi bik, aagghhh...... ". tiba-tiba tasya merasa kram diperutnya.
"non kenapa? ".
"tidak apa-apa bik, aku hanya merasa kram diperut aja".
"y uda, non istirahat saja".
"iya bik".
dan akhirnya tasya tertidur karena merasa lelah,tapi hatinya masih tidak tenang. tapi tasya mencoba untuk rileks agar bayinya juga tenang.
***
Perusahaan....
hans terlihat sibuk mengerjakan berkas perusahaannya, dia fokus dan teliti dengan kertas-kertas yang dihadapannya.
tookk tokkk tokk
"masuk". ucap hans setelah mendengar ketukan pintu.
"apa yang kamu lakukan". raka datang kekantor hans.
"meneliti kontrak baru".
"wahh inikan kontrak untuk 2 bulan depan". raka mengambil beberapa kertas dihadapan hans.
"aku ingin cepat menyelesaikannya, karna 2 bulan lagi aku akan membuat acara ulang tahun perusahaan".
"apa? yang benar saja kamu hans".
"iya aku serius". dengan wajah datar hans menjawab keraguan raka.
" bukannya kamu paling tidak suka membuat suatu acara peringatan dan kenapa kau tiba-tiba kamu ingin membuatnya".
"kamu sendiri juga akan tau nanti". hans yang terus sibuk dengan berkasnya.
selama hans mendirikan perusahaan, dia tidak pernah membuat acara apapun termasuk ulang tahun perusahan yang usianya sudah memasuki 4 tahun. karena menurut hans itu hanya menyia-nyiakan waktu saja.
"ada apa kamu datang kemari?".
"gak boleh aku datang, wah kamu hans makin keterlaluan aja sama aku. ini aku bawa bukti masalah tasya dulu". raka menyerahkan beberapa foto dan rekaman dari CCTV.
"sudah lama aku menyuruhmu untuk menyelidikinya. kenapa baru sekarang kamu berikan".
"eeiitt tenang hans. baru kemaren aku mendapatkannya. karena sebelumnya rekaman CCTV yang menuju toilet telah dihapus seseorang".
"apa ini? ".
"udah kamu lihat aja sendiri".
__ADS_1
Hans membuka dan melihat foto-foto yang dibawa raka, Hans mengerutkan keningnya, dia seperti mengenal yang ada difoto itu.
"sepertinya aku kenal orang yang difoto ini".
"menurut kamu siapa hans? coba kamu lihat dulu rekaman CCTV ini" raka menyalakannya dilaptop hans.
Hans melihat seorang cewek dengan rambut panjang, memakai dress pendek berwarna merah memasuki toilet setelah tasya masuk.
"tunggu raka, sepertinya wanita itu tidak asing". hans mengingat siapa wanita itu.
"coba kamu fikirkan hans, siapa dia? ".
"jangan bilang itu Nadia". hans ingat saat itu Nadia menemuinya dengan pakaian seperti itu.
"iyaa itu Nadia, setelah aku periksa berkali-kali tidak ada lagi orang yang masuk kedalam toilet itu selain tasya dan Nadia".
mendengar penjelasan raka, hans menjadi sangat marah, dengan apa yang dilakukan oleh Nadia.
"Nadia.. ". ucap hans sambil memukul meja kerjanya.
"sabar hans, kita tidak boleh buru-buru. ini saja tidak cukup menjadi bukti karena tidak ada CCTV yang merekam aktivitas didalam toilet".
"baiklah raka, aku serahkan semua itu padamu. aku ingin kamu cepat-cepat cari bukti yang valid".
jika itu benar kamu Nadia, aku tidak akan pernah memaafkan kamu, karena telah menyakiti istriku dan bayi yang dikandungnya.
"oke oke hans. aku pergi dulu, laporan sudah selesai". raka beranjak pergi meninggalkan ruangan hans.
"tunggu dulu ,ambil ini ". raka melemparkan beberapa berkas perusahaan yang ada didalam map.
"apa ini? ".
"kamu periksa dan revisi kontrak itu dengan baik. besok serahkan padaku lagi".
"aaghhhh hans, kamu ya benar-benar boss ngeselin". raka kesal karena diberi tugas yang sangat banyak oleh hans.
raka berjalan keluar sambil mengomel sendiri.
"seenaknya dia aja kasih kerjaan sebanyak ini"
"apa yang kamu bilang, kalau tidak mau biar aku potong gaji kamu". hans yang mendengar omelan raka.
"aihhh itu telinga tajem banget pendengarannya. iya iya aku kerjakan".
hans tersenyum melihat tingkah raka yang mengomel sendiri. hans melanjutkan pekerjaannya, dia ingin cepat menyelesaikanya karena ingin menemani tasya yang berada dirumah sakit.
***
rumah sakit....
"gimana dokter, apa saya sudah boleh pulang"
"keadaan anda sudah membaik, tapi anda harus melakukan USG untuk melihat perkembangan bayinya".
"baik dokter, saya akan melakukannya".
"baiklah, saya permisi dulu".
setelah mendapatkan pemeriksaan oleh dokter, tasya bersiap-siap membersihkan dirinya.
"apa non akan melakukan USG seperti yang dokter bilang".
"iya bik, aku sudah tidak sabar ingin mendengar detak jantungknya". tasya tersenyum membayangkan bagaimana jika dia mendengarkan detak jantung bayinya.
"lebih baik non tunggu tuan aja. sebentar lagi tuan pasti akan datang non".
"oh iya benar juga bik. baiklah aku akan menunggu hans datang".
tasya dan bik ijah duduk diteras ruangan tasya, mereka menikmati angin senja dan memandangi matahari yang akan tenggelam.
"sayang". hans datang dan mencari tasya.
"non tasya disini tuan". ucap bik ijah yang mendengar suara hans datang.
"kenapa kamu duduk diluar sayang. nanti masuk angin". hans memeluk dan mencium tasya.
"hans, ayok kita pergi periksa melakukan USG".
"ahh apa sudah bisa untuk USG ".
"sudah hans, tadi dokter menyarankannya tapi aku harus menunggu kamu datang agar kamu bisa menemani aku".
"pasti sayang, kita akan pergi bersama-sama".
tasya dan hans berjalan menuju ruangan Obgyn untuk melakukan pemeriksaan. disana tasya melihat begitu banyak wanita hamil lainnya untuk melakukan pemeriksaan. setelah menunggu 1 jam, giliran tasya untuk masuk kedalam bertemu dokter obgyn.
"selamat malam ibu bapak".
"selamat malam juga dokter". ucap tasya
"silakan duduk, ada masalah apa dengan kehamilannya".
"begini dokter, selama usia kehamilan saya masuk usia 5 bulan, perut saya sering kram dok".
"sebagian ibu hamil pernah mengalami kram perut. kram perut saat hamil sebenarnya tergolong normal".
"tapi dok, saya takut terjadi yang tidak-tidak saat mengalami kram".
"seiring perkembangan janin dan rahim yang membesar, terjadi berbagai perubahan pada tubuh ibu hamil, salah satunya adalah kram perut. banyak ibu yang khawatir pada kram perut saat hamil mengindikasikan kondisi berbahaya seperti keguguran, padahal itu adalah hal yang wajar".
"jadi dok, jika istri saya mengalami kram lagi, apa yang harus dilakukan".
"Hindari melakukan gerakan tiba-tiba saat kram perut melanda, bungkukkan badan ke arah sumber sakit untuk membantu meredakan nyeri. Jangan lupa, minum air yang cukup, karena dehidrasi bisa memicu timbulnya kontraksi palsu (Braxton hicks)".
" dan satu lagi dok, apa boleh melakukan hubungan seks saat istri hamil".
tasya yang mendengar pertanyaan hans terkejut dan langsung mencubit hans, karena tasya merasa malu dengan pertanyaan hans.
"ihh apa sih sayang, aku hanya bertanya saja". hans ketawa melihat istrinya yang malu.
"hehehe iya tidak apa-apa, itu pertanyaan yang Bagus karena banyak pasangan yang tidak tahu masalah itu". ujar dokter
__ADS_1