LOVE IS IN YOUR HEART

LOVE IS IN YOUR HEART
Episode 27


__ADS_3

keesokan harinya tasya bersiap-siap untuk pulang. tasya begitu semangat ketika dokter mengizinkannya untuk pulang.



"sayang, kamu harus hati-hati. karena kamu belum begitu pulih pasca melahirkan". ucap Hans yang berbenah barang-barang tasya.



tasya yang sedang menggendong bayinya terus tersenyum.



"sayang, kamu gak dengar yang aku bilang ya". Hans merasa di cueki oleh istrinya.



"iya sayang, aku dengar". jawab tasya



"apa perlu aku mencarikan babysitter sayang".



"tida usah sayang, aku bisa merawat anak kita sendiri". tasya hanya ingin merawat anaknya sendiri tanpa bantuan babysitter.



"baiklah sayang, jika itu keinginan kamu". Hans selesai merapikan barang-barang yang akan di bawa pulang.



mama Hans datang menjemput tasya dan Hans.


"sayang, ayo kita pulang". ucap mama hans.



"ehh nenek sudah datang menjemput zayyan.ayo kita pulang sayang".


tasya mengajak ngobrol anaknya.



"sini,biar mama yang gendong zayyan.hans kamu bantu dorong kursi roda tasya". ucap mama hans.



"baik ma". hans mendorong kursi roda istrinya.



hans dan tasya berjalan meninggalkan ruangan rawatan dan menuju ke mobil.



"mama bawa mobil sendiri". tanya hans



"tidak,mama dengan mang ujang.dia sedang menunggu di mobil".jawab mama hans.



"hans,aku lapar". tasya yang tiba-tiba merasa lapar.



"iya sayang,nanti kita makan dirumah ya". hans mengusap lembut kepala tasya.



"non tasya,selamat atas kelahiran putranya". ucap mang ujang yang menyambut tasya di depan mobil.



"terima kasih mang ujang". tasya tersenyum ke arah mang ujang.



hans,tasya dan mamanya yang menggendong zayyan masuk ke dalam mobil dan mereka menuju ke apartemen hans.



****


Apartemen...



bik ijah yang sedang mempersiapkan makanan dan mengatur kamar untuk zayyan.



"selamat datang kembali non tasya". ucap bik ijah yang menyambut kepulangan tasya.



"wah bik ijah, terima kasih bik". jawab tasya



"bik, lihatlah. lucukan bayinya".


mama Hans menunjukkan bayi tasya kepada bik ijah.



"wah ganteng sekali non, seperti tuan Hans". ucap bik ijah.



semua yang mendengar ucapan bik ijah tertawa.



"selamat ya kak". ucap alexa yang tiba-tiba keluar dari kamar.



"alexa?  kapan kamu pulang". tanya Hans yang terkejut dengan kehadiran alexa.



"o iya, mama lupa memberitahukan kamu Hans. alexa semalam nyampek rumah, waktu tasya di rumah sakit, mama kabari alexa agar dia cepat pulang". ucap mama Hans.



"ohh iya ma".jawab hans



"alexa apa kabar kamu. sudah lama...".



tasya berusaha untuk menyalami alexa tapi alexa tidak menghiraukan dan dia berlalu pergi duduk di ruang tamu.



hans yang mengetahui sikap alexa terhadap tasya berusaha ingin memarahi tapi tasya menahan hans.



"hans,  sudah tidak apa-apa. jangan marahi alexa ya". tasya tidak ingin merusak suasana bahagia.



"tapi dia sudah keterlaluan sama kamu sayang". ucap hans yang menahan kesalnya.



"sudah ya hans. please". tasya memohon agar hans bisa memaafkan adiknya itu.



"baiklah".



mama hans yang masih sangat senang bermain dengan cucunya itu sampai tidak menghiraukan kehadiran suaminya.



"lihatlah mama kamu hans, papa sudah pulang pun dia tidak menyadarinya". ucap papa hans yang berdiri di ruang tamu.



"sudah pa,mama lagi bersenang-senang dengan zayyan". jawab hans sambil tersenyum.



"ma, papa sudah pulang". papa hans mencoba mendapatkan perhatian istrinya.



"iya pa, mama tau. papa makan siang saja dengan mereka". mama hans tidak melihat ke arah suaminya.



papa hans yang merasa kesal karena di cueki langsung memeluk istrinya dari belakang.



"ihh papa, malu tau peluk-peluk di depan anak-anak".



"tidak apa-apa ma, mereka semua kan sudah dewasa. kecuali cucu kita ini". papa hans mencium zayyan



"iya ma, tidak apa-apa ma. papa kan juga ingin di manja". ucap hans yang menggoda mamanya.



mama hans hanya tersenyum mendengar candaan anaknya itu.



terdengar suara bel apartemen berbunyi, dengan bergegas bik ijah membukakan pintu.



"tuan raka, silakan masuk". ucap bik ijah



"terima kasih bik".



"siapa bik?  jika kira-kira tamu tidak penting, usir saja bik". ucap hans dari meja makan.



"keterlaluan kamu hans,aku datang jauh-jauh ingin menjenguk tasya dan anak kamu". jawab raka



"terima kasih raka, sudah mau datang kemari". ucap tasya



"nah begini cara menyambut tamu, bukan seperti suami kamu itu". raka meledek hans di depan tasya.


__ADS_1


"raka". ucap papa hans.



"om Gunawan, halo tante". Raka menyapa orang tua hans.



"kamari raka, lihat anak hans". ucap mama hans yang memamerkan cucunya pada raka.



"wahhh lucu sekali ya tante, seperti tasya,  jangan seperti papanya aja". raka masih saja meledek hans.



"kamu apa tidak lihat, dia tampan seperti aku". ucap hans dengan percaya diri.



"hahhahhaa pede banget kamu". raka tertawa mendengar ucapan hans.



"kamu sudah bisa pulang". ucap hans bercanda dengan raka.



"iya iya iya tampan seperti kamu". jawab raka.



tasya tertawa melihat suaminya yang suka bercanda dengan raka.



"bik,  siapkan minuman dan makanan untuk raka ,papa, mama dan alexa ya".



"baik non".



pada akhirnya, apartemen hans terasa ramai karena kehadiran raka yang selalu ceria dan suka bercanda.



mereka duduk di ruang tamu sambil bercerita dan tertawa. tiba-tiba zayyan menangis dan membuat semua panik.



"sayang, jangan nangis ya.  nenek disini sama zayyan". mama hans menenangkan zayyan yang terus menangis.



"mungkin dia haus ma". ucap hans.



mama hans pergi mengantarkan zayyan ke kamar tasya untuk di berikan ASI.



"berisik banget sih tangisannya". ucap alexa dengan ketus.



"alexa". papa hans yang mendengar ucapan alexa langsung menegur dan menatapnya.



tasya yang melihat anaknya menangis langsung memberikan ASI nya tapi zayyan tetap saja menangis.



itu merupakan pengalaman tasya menjadi seorang ibu, masih banyak yang belum tasya mengerti dan dia belajar dari mertuanya.



setelah 1 jam tasya memberikan ASI pada zayyan, akhirnya zayyan berhenti menangis dan tertidur pulas.



"tidur yang nyenyak ya sayang, mami akan temani kamu disini". ucap tasya pada zayyan yang tertidur.



hans masuk ke dalam kamar dan membuat keributan.



"sayang, papi datang". ucap hans



"ssstttt,  jangan ribut sayang.  zayyan baru aja tertidur".



"maaf sayang, muuachhh". hans mencium kening tasya.



"dan ini ciuman untuk jagoan papi". hans juga mencium zayyan yang tidur.



"raka sudah pulang".



"sudah sayang, sudah aku usir dia". jawab hans



"jahat banget sih kamu". tasya memukul hans dengan bantal.




"emang raka punya pacar ?". tasya merasa penasaran



"itulah hebatnya raka, dia punya tingkat kehaluan tinggi punya pacar". jawab hans.



"hahahhaa kamu ya sayang gitu banget".



hans tidak bisa jauh dari anaknya, sampai akhirnya hans tertidur di samping zayyan.


tasya yang melihat pemandangan baru di kamarnya tersenyum bahagia.



"aku harus mengabari monic, sudah lama aku tidak menghubunginya".



tasya mengambil handphonenya dan menelpon monic sahabatnya.



"hallo monic apa kabar? ".



"hallo tasya, aku kabar baik. bagaimana denganmu".



terdengar sangat jelas suara monica yang menggelegar di telinga tasya.



"aku baik-baik saja monic, dan sekarang aku sudah melahirkan".



"oo iya, kapan?  selamat ya tasya, kamu sekarang menjadi seorang ibu. ngomong-ngomong cewek apa cowok anak kamu".



"terima kasih monic ucapan selamatnya. cowok monik dan namanya Zayyan".



"wooww keren sekali namanya, jika ada waktu aku akan berkunjung untuk melihat langsung anak kamu ".



"baiklah monic, di tunggu kedatangannya".



"oke, bye tasya".



tasya mematikan telponnya, dia merasa lega karena telah memberi kabar pada sahabatnya.



tak terasa waktu terus berjalan sudah menjelang malam hari. sesekali zayyan terbangun dan menangis meminta ASI.



tasya sudah mulai terbiasa dengan memberikan ASI pada zayyan, walaupun terkadang tasya mengalami nyeri pada payudaranya.



"sayang bangun, sudah menjelang malam".


tasya membangunkan Hans yang tertidur sepanjang hari.



"aku masih mengantuk sayang, aku belum ada istirahat sepulang dari luar negeri". jawab hans yang masih setengah tertidur.



"iya sayang, aku tau.  tapi kamu harus makan malam dulu, setelah itu kamu lanjutkan tidurnya".



"nanti saja, aku masih ingin tidur". hans melanjutkan tidurnya.



tokk tokk tokk


"tuan, makan malam sudah siap". ucap bik ijah



"iya bik, hans telat makan malamnya". jawab tasya yang sedang menyusui anaknya.



jam sudah menunjukkan pukul 22:30 malam, hans yang masih tertidur pulas sedangkan tasya sibuk mengurusi zayyan yang rewel dan tidak mau tidur.


__ADS_1


"sayang,  jangan nangis lagi ya".



"anak mami sayang, baik budi ya. sudah malam ayok kita tidur".



tasya kebingungan melihat zayyan yang terus rewel sepanjang malam. tasya yang tidak bisa istirahat membuatnya sedikit tertekan.



"hans, bangun... zayyan dari tadi tidak mau tidur".


tasya berusaha membangunkan hans



"kasih ASI aja sayang, dia pasti langsung tidur". ucap hans yang setengah sadar.



"kamu bisa bantu aku gak sih. kenapa kamu terus tidur". tasya sedikit agak kesal dengan hans.



karena zayyan yang masih saja rewel tidak mau diam, tasya menggendong zayyan keluar kamar dan duduk di ruang tamu.



"jangan rewel lagi ya sayang, mami juga istirahat".



setelah di berikan ASI, zayyan mulai tenang dan tertidur, dan tasya meletakkan zayyan di atas sofa. tasya yang tak kuasa menahan kantuknya juga tertidur di ruang tamu.



keesokan paginya saat mama hans terbangun dan hendak ke dapur, mama hans terkejut karena mendapatkan tasya dan zayyan tertidur di ruang tamu.



"tasya.. ya ampun kenapa kamu tidur di luar. kemana hans? ".



"mama, apa sudah pagi ya". jawab tasya yang masih terlihat sangat mengantuk.



"Hans... hans... hans... ". mama hans teriak memanggil hans.



"apa sih ma, pagi-pagi sudah teriak-teriak". ucap papa hans yang terbangun karena teriakan istrinya.



"papa lihat, tasya dan zayyan tidur di luar semalam. sedangkan hans tidur di kamar enak-enakkan".



"seperti itu saja di ributkan, mengganggu saja". ucap alexa yang kesal karena tidurnya terganggu.



tasya yang mendengar ucapan alexa langsung meminta maaf.



"maaf alexa". ucap tasya



hans yang mendengar teriakan mamanya langsung terbangun dan melihat di sekeliling tidak ada tasya dan zayyan di kamar.



"ada apa ma, tasya kemana ma?". hans belum menyadari situasi yang terjadi.



"kamu gak lihat, istri dan anak kamu tidur di ruang tamu sepanjang malam.  sedangkan kamu asik tidur di dalam kamar". ucap mama hans.



"ma, bukan salah hans.  semalam zayyan rewel tidak mau tidur jadi aku bawa keluar dan ketiduran di sini ma". jawab tasya.



"alah, selalu membuat masalah". sambung alexa.



"alexa, diam kamu". ucap papa hans.



"bukan begitu ma,  semalam tasya ada membangunkan aku tapi karena aku kelelahan jadi aku tertidur dengan pulas". hans mencoba menjelaskan pada mamanya.



"mama jangan marah ya, bukan salah hans. ini semua salah ku karena ketiduran di luar".



"kamu hans sebagai suami harus siaga, tasya baru belajar dalam mengurus anak. coba kamu bayangkan, kalau istri dan anak kamu tidur di luar terus masuk angin dan sakit gimana?".



"iya ma, maaf karena aku lalai". ucap hans



"dan kamu tasya, mama tidak mau lihat kamu tertidur lagi di luar begini".



"iya ma". jawab tasya yang merasa bersalah.



"sudah ma, mama jangan marah-marah begitu.  papa tau, mama khawatir tapi sudah ya jangan di bahas lagi".


papa hans mencoba menenangkan istrinya.



alexa yang tidak suka melihat situasi pagi itu langsung kembali ke kamarnya.



"maafkan aku sayang, aku tidak perduli dengan kamu dan zayyan". ucap hans



"tidak hans, bukan salah kamu. aku yang salah telah membuat keributan pagi-pagi".



"tidak tidak bukan salah kamu.  ya sudah, ayok kita masuk kamar". hans menggendong zayyan untuk masuk ke dalam kamar agar zayyan merasa nyaman saat tidur.



"kamu istirahat saja sayang, kamu pasti lelah semalaman bergadang karena zayyan rewel". ucap hans



"tidak apa-apa hans, aku sudah tidur kok. kamu apa tidak ke kantor hari ini".



"tidak sayang, aku masih libur mungkin minggu depan aku mulai masuk kantor". jawab hans yang terbaring di samping zayyan.



"kenapa lama banget kamu liburnya, kasian raka yang mengambil ahli semua tugas kantor pasti berat buat dia".



"tidak apa-apa sayang, aku masih ingin nemani kamu dan zayyan dirumah".



"aku kan ada mama dan bik ijah sayang yang nemani".



"aku tidak ingin di bilang suami egois yang mementingkan kerja dari pada istri dan anak". ucap hans



mendengar ucapan Hans, tasya terdiam merasa bersalah karenanya hans di marahi mamanya.



"apa itu semua karena mama memarahi mu tadi. sehingga kamu memutuskan untuk libur panjang. maafkan aku hans".



"tidak tidak, bukan begitu sayang. tidak ada hubungannya dengan insiden tadi. kamu jangan salah paham". jawab hans



"tapi aku tetap saja merasa bersalah dan memang salah ku". mata tasya berkaca-kaca seakan air mata akan jatuh.



"sudah sayang, jangan di bahas lagi ya. bukan salah kamu kok". hans memeluk rasya dan membelainya.



tiba-tiba zayyan menangis seakan-akan ikut merasakan kesedihan maminya.



"sayang, jangan nangis ya. mami dan papi ada di sini". ucap hans yang menggendong zayyan.



"sini sayang, minum ASI dulu". tasya menyusui zayyan yang kehausan.



hans duduk di samping tasya dan membelai kepala zayyan dengan lembut.


"sayang, nanti kalau zayyan sudah bisa di ajak naik pesawat, kita pergi liburan ya. dari kita menikah sampai sudah ada zayyan kita tidak pernah pergi liburan".



"kamu mau ngajak liburan kemana hans". jawab tasya



"kemana saja, yang penting kamu dan zayyan bahagia. aku mengikuti saja apa keinginan kamu sayang".



"baiklah, nanti aku akan pikirkan ". ucap tasya.



hari ke hari selama hans libur, hans selalu membantu tasya mengurusi zayyan. hans dan tasya membagi tugas mereka dalam mengasuh zayyan bersama.



hans dan tasya mengalami kehidupan baru dalam mengasuh anak mereka. mereka banyak belajar untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak mereka.

__ADS_1




__ADS_2