LOVE IS IN YOUR HEART

LOVE IS IN YOUR HEART
Episode 28


__ADS_3

hari berganti hari, usia zayyan sudah memasuki 3 bulan. tasya tampak lebih kurus dari sebelumnya, itu semua karena kerjaan tasya bertambah dalam mengasuh anak.



waktu tasya untuk beristirahat berkurang dari sebelum melahirkan. usia zayyan yang bertambah membuat tasya dan hans semakin repot.



tasya yang memilih mengasuh zayyan sendirian dari pada memiliki babysitter. terkadang tasya di bantu bik ijah, meskipun begitu tasya tetap mengambil peran penting bagi zayyan.



"sayang, kita mandi dulu ya". tasya membuka baju dan celana zayyan.



tapi zayyan terus menangis saat hendak ingin di mandikan, meskipun sudah 2 bulan tasya dalam mengasuh zayyan tapi tetap kerepotan.



"jangan menangis sayang, mami hanya ingin memandikan zayyan aja kok"



"kenapa sayang, di apain sama mami sampai nangis gini". hans mencoba mengajak zayyan bicara agar berhenti menangis.



"kamu sudah mau berangkat ke kantor ". tanya tasya yang melihat hans sudah rapi dengan setelan jas kantornya.



"iya sayang, kamu tidak apa-apa kan jika aku tinggal".



"gak apa-apa hans, kan ada bik ijah". jawab tasya yang sedang memandikan zayyan.



bik ijah yang datang dan mengetuk pintu kamar.


ttokk tookk ttokkk


"tuan, sarapannya sudah siap".



"baik bik, terima kasih". jawab hans



"sudah, kamu sarapan duluan. nanti terlambat masuk kantornya". ucap tasya



"baik lah sayang".


hans mencium tasya dan zayyan.



rutinitas pagi hari yang tasya jalani saat mengasuh zayyan membuat tasya semakin dewasa. untuk menjadi seorang ibu, tasya harus penuh kesabaran dalam merawat anaknya.



***



perusahaan hans..



hans tiba di perusahaan seperti biasa, hans masih di segani oleh karyawannya sebagai CEO perusahaan. kecuali raka yang bisa seenaknya menyapa hans dengan bebas.



"yoo bro, cepat banget nyampek kantor". raka berlari sambil merangkul hans yang sedang berjalan menuju ruang kerjanya.



"gak ada sopannya kamu menyapa atasan ya". jawab hans.



raka melihat sekeliling


"lagian tidak ada yang lihat, siapa yang peduli". canda raka.



hans merangkulkan tangannya ke leher raka dan membuat raka kesakitan.



"woi hans,ampun..ampun..ampun...". raka memukul tangan hans agar dia melepaskannya.



hans bukan melepas tangannya malah menambahkan kekuatannya sehingga raka susah bernafas.



"wah..gila kamu hans,mau bunuh temen sendiri". raka terbatuk-batuk



"baru permulaan sudah KO kamu". hans tersenyum



"jangan sampai zayyan nanti seperti kamu hans yang suka nyiksa temen sendiri". ucap raka



hans hanya tersenyum melihat sahabatnya mengomelinya.


"selanjutnya, apa jadwalku hari ini".



"ntahlah.... ". raka masih sedikit kesal dengan hans.



"oke, tidak dapat bonus dan gaji di potong".


ucap hans



"ya..  ya..  ya...  ya... tega amat kamu. baiklah aku akan membacakan jadwal kamu hari ini". jawab raka membuka tabletnya yang ia pegang.



"Bagus". hans mengacungkan jempolnya ke arah raka.



"jadwal kamu hari ini, pukul 9:30 ada rapat bulanan dengan perusahaan. pukul 12:00 ada pertemuan dengan investors dari Jepang. pukul 13:30 makan siang bersama bapak perdana mentri. pukul 15:00 kamu ada investigasi lapangan, dan terakhir pukul 16:30 ada pembicaraan bisnis dengan perusahaan Line Top". raka seperti sesak nafas saat membaca jadwal hans yang padat.



"batalkan yang menurut kamu tidak penting dan majukan jadwal lainnya. karna aku akan pulang cepat hari ini". hans berlalu meninggalkan raka.



raka merasa kebingungan, bagaimana bisa dia membatalkan jadwal yang menurutnya semua sangat penting.



"yaaa hans, wah ringan banget ya itu mulut nyuruh batalin jadwal penting. aaaghh stres aku di buatnya". raka menggaruk-garuk kepalanya.



meskipun begitu raka tetap menjalankan apa yang di perintahkan oleh hans padanya. karena raka tau sikap hans yang tidak pernah membuat perusahaan merugi.



***


Apartemen...



jam sudah menunjukkan pukul 9:30 pagi tapi tasya masih terlihat sibuk dengan zayyan di kamarnya.



"non, biar bibik yang jaga zayyan, non makan dulu.  dari tadi non belum makan apa-apa". ucap bik ijah.



"iya bik, nanti saja ".



"non harus makan, nanti kalau non sakit ,kasian zayyan tidak bisa mendapatkan ASI".



tasya mendengarkan kata-kata bik ijah dan pergi untuk makan.


"baiklah bik, tolong jaga zayyan sebentar ya bik".



"iya non".



tasya pergi untuk makan, tapi tasya tidak bisa meninggalkan zayyan terlalu lama. selama ini tasya tidak pernah jauh selangkah pun dari zayyan, karena tasya tidak ingin terjadi sesuatu dengan anaknya jika dia berada jauh dari zayyan.



"sudah selesai non". ucap bik ijah yang melihat tasya kembali dengan cepat.



"iya bik, aku tidak tenang jika jauh dari zayyan". jawab tasya yang langsung duduk samping zayyan.



"non, zayyan sudah 2 bulan, selama itu juga non sibuk dengan zayyan tanpa memikirkan diri non sendiri. kenapa non tidak melakukan perawatan".



"apa wajahku terlihat kusam ya bik". tasya pergi berkaca melihat wajahnya



"sesibuk apapun non, non juga harus memperhatikan diri non juga. lagian kan di sini ada bibik yang bisa bantu non jagain zayyan".


__ADS_1


"aku juga ingin merawat diri bik, tapi waktunya yang tidak tepat bik. aku tidak ingin meninggalkan zayyan terlalu lama".



"non kan bisa memanggil jasa Home Service kerumah".



"ohh iya, bibik benar. besok aku akan memanggilnya kerumah bik".



bik ijah tersenyum melihat tasya bersemangat untuk merawat dirinya.



"o iya bik, terima kasih ya. bibik sudah bersedia bantu aku dirumah, walapun bibik sudah capek dengan kerjaan dapur tapi bibik masih mau bantu aku jagain zayyan".



"iya non, bibik malah senang bisa bantui non. bibik juga sudah anggap zayyan seperti cucu bibik sendiri".



tasya langsung memeluk bik ijah, tidak ada batasan antara mereka. tasya tidak pernah menganggap bik ijah seorang pembantu, malah menganggap bik ijah sebagai ibunya sendiri.



"ngomong-ngomong, kenapa non tidak mau memakai babysitter". tanya bik ijah



"gak bik, aku ingin merasakan gimana rasanya mengurus anak sendiri dan aku juga tidak ingin membuat zayyan tidak merasakan kasih sayang seorang ibu bik. aku sudah merasakan gimana rasanya tanpa orang tua dan tanpa kasih sayang". jawab tasya



"iya non, bibik mengerti. kalau non butuh bantuan panggil saja bibik non".



"baik bik ijah".



****


rumah mama hans...



terlihat mama hans sibuk memasak di dapur, ada begitu banyak jenis sayuran tersebar di atas meja. tercium bau aroma yang enak dan lezat.



"wahh harum sekali, dari baunya saja udah terasa enak". ucap alexa yang baru bangun Tidur".



"apa kamu ingin mencobanya sayang".ucap mama hans yabg sedang memasak



"iya ma, aku ingin mencobanya". alexa duduk di meja makan.



mama hans mengambilkan sup ayam yang di masaknya dan memberikannya kepada alexa.



"ini supnya dan cobalah". ucap mama hans



"terima kasih mama, wahhh hmmm harumnya". alexa mencoba sup ayam buatan mamanya.



"gimana sayang?  enak kan".



"iya ma, enak banget.  mama membuat sup begitu banyak untuk apa ma". tanya alexa penasaran.



"mau mama antar kerumah kakak kamu, tasya kan masih butuh nutrisi untuk menyusui".



alexa mengehentikan makannya dan meletakkan sendoknya dengan keras.


"kenapa mama perhatian banget dengan  dia. dia kan sudah ada bij ijah yang bantu masak, kenapa harus mama lagi".



"dia istri kakak kamu berarti Juga anak mama, mama perhatian dengan tasya sama seperti mama perhatian dengan kamu sayang. jadi kamu tidak boleh berfikir seperti itu terhadap tasya". jawab mama hans.



"tapi aku gak suka lihat mama perhatian lebih ke tasya, aku ini anak kandung mama. mama gak pernah masak khusus buat aku seperti ini".



"alexa, kamu itu sudah dewasa kenapa masih seperti anak-anak sih".



"iya, aku memang masih anak-anak". alexa pergi masuk ke dalam kamarnya.




suasana di rumah mama hans terasa sepi setelah pertengkaran alexa dan mama nya.



"semenjak ada tasya, mama papa dan kakak hans tidak memperdulikan ku lagi, tidak memperhatikan ku lagi". alexa merasa kesal karena perhatian keluarganya berkurang terhadapnya.



****


perusahaan hans



"apa masih ada jadwal lain". ucap hans



"tidak ada, sebagian sudah ku cancel seperti yang kamu inginkan ". jawab raka



"Bagus, aku akan pulang sekarang". hans beranjak dari tempat duduknya untuk pulang.



"apa pulang?". raka melihat jam di tangannya pukul 16:00 sore.



raka berlari mengejar hans


"aku juga ikut pulang".



hans berhenti dan berbalik ke arah raka


"kamu tidak boleh pulang sebelum jam 18:00 sore. selesaikan berkas-berkas yang akan aku periksa besok".



"wahhh hans.... gak ada perikemanusiaannya kamu. tega kamu sama temen sendiri". teriak raka



hans tidak memperdulikan ucapan raka dan terus berjalan sambil melambaikan tangan ke arah raka.



saat berada di lobi hans di hadang oleh seseorang pria yang memakai setelan jas dan berkacamata.



"maaf pak, apakah bapak yang bernama pak hans". ucap pria itu.



"iya benar, anda siapa?". jawab hans yang merasa tidak pernah melihat pria itu.



"perkenalkan pak ,saya Luwis pengacara Baru dari ibu Nadia". pengacara itu menjabat tangan hans



"ada perlu apa menemui saya".



"begini pak, setelah kami berdiskusi kembali dan menimbang segala hal, ibu Nadia ingin memohon maaf secara langsung dengan bapak dan istri bapak agar ibu Nadia mendapatkan keringanan hukuman yang dia jalani".



"maaf, saya tidak ingin membahas masalah itu lagi. karena bagi saya saat ini dia di penjara sudah cukup untuk menembus segala kesalahannya". hans terus berjalan menuju mobilnya tapi pengacara Nadia mengejar hans.



"tapi pak, tolong pertimbangankan lagi ketulusan ibu Nadia untuk memohon maaf".



"security jangan pernah biarkan pria itu masuk ke dalam perusahaan lagi". hans meminta security untuk menghadang pengacara Nadia.



"baik pak". jawab security yang langsung menahan pengacara Nadia.



"maaf pak, anda tidak boleh sembarangan menemui pak hans lagi. silakan pergi dari sini". ucap security



"tapi pak, saya.... ".



"silakan pergi atau kami paksa anda keluar".


__ADS_1


"baiklah".



pengacara Nadia menyerah untuk mengejar hans dan pergi meninggalkan perusahaan menuju  ke penjara untuk menemui Nadia.



***


penjara...



"narapidana 8045 ,silakan keluar ada yang datang berkunjung,silakan keluar". ucap sipir penjara.



setelah mendapatkan panggilan, nadia keluar menuju ruang kunjungan dan melihat pengacaranya duduk sedang menunggu kedatangan nadia.



"ada apa kamu datang kesini". ucap nadia



"maaf buk, saya belum dapat membujuk pak hans untuk mengikuti keinginan kita".jawab pengacaranya.



nadia memukul meja karena merasa kesal dengan pernyataan pengacaranya.



"bagaimana bisa kamu gagal, aku sudah mahal-mahal membayar kamu tapi tidak ada gunanya". teriak  nadia



"maaf buk, ternyata pak hans bukan lawan yang mudah seperti yang saya pikirkan".



"benar-benar tasya wanita yang tidak tahu diri, awas kamu ya.  aku akan membalas semuanya setelah aku bebas". ucap nadia yang geram



"jadi buk, apa rencana kita sekarang ".



"lebih baik kamu pergi, aku akan memikirkan rencananya".



pengacara nadia pergi meninggalkan ruang kunjungan dan nadia kembali ke selnya.



***


Apartemen...



terdengar suara pintu terbuka dan ternyata hans yang datang.



"kamu sudah pulang hans". ucap mama hans.



"mama?  kapan mama datang".



"mama datang dari siang karena mama membawakan sup ayam buat tasya".



"mama sendiri, kenapa alexa gak mama ajak kemari".



"alexa lagi marah sama mama, entah apa yang merasuki pikiran alexa, sampai dia bersikap kasar seperti itu". jawab mama hans.



"emangnya apa yang sudah di perbuat oleh alexa ma".



"tidak apa-apa,sudah jangan di bahas lagi.kamu cepetan mandi ,ganti baju terus temeni zayyan dan tasya". ucap mama hans



"mama mau kemana?".



"mama mau pulang, sebentar lagi papa kamu pulang dari kantor".



"ya sudah, mama hati-hati di jalan ya". hans memeluk dan mencium mamanya.



setelah mengantarkan mamanya sampai keluar pintu, hans masuk ke dalam kamar untuk menemui tasya dan zayyan.



"sayang". ucap hans



"kamu sudah pulang". tasya menghampiri hans dan menciumnya.



"aku sengaja pulang cepat karena rindu dengan kamu dan zayyan".



"jangan di ganggu sayang,dia baru tidur".



hans tidak memperdulikan ucapan tasya,hans langsung memeluk dan mencium zayyan yang sedang tidur.



"ihh sayang, jangan dong". tasya menarik hans



"kalau begitu kamu saja yang aku cium ya:" hans mencium bibir tasya dan sedikit melumatkannnya.



"hmmm hmmm hmmm". tasya tidak bisa bicara karena hans terus mencium bibir tasya tanpa jeda.



"ahhh ...aku sampai tidak bisa bernafas hans".



"maaf sayang,aku terlalu rindu dengamu". hans memeluk erat tubuh istrinya yang mungil itu.



"non makan malam sudah.....ma..maaf non ,bibik tidak tahu". bik ijah menyaksikan sedikit adegan erotis tasya dan hans.



tasya cepat-cepat melepaskan pelukan hans dan hans langsung berlari ke kamar mandi.



"iyaa bik tidak apa-apa. ada apa bik?". tasya tersenyum malu



"makan malam sudah siap non dan bibik mau pamit pulang".



"oh iya bik,makasih banyak ya bi". ucap tasya



"iya non". jawab bik ijah yang pergi dari kamar tasya.



"aduh...kenapa tadi aku tidak ketuk dulu ya pintunya.aku tidak tau kalau tuan sudah pulang,aku jadi malu dengan tuan dan non tasya".



bik ijah terus  menggerutu di dalam hati atas apa yang dia lihat di kamar tasya.



hans selesai mandi keluar menemui tasya yang berada di dapur.



"sayang,lain kali kalau ada bik ijah jangan lakui hal itu lagi ya. aku malu di lihat bik ijah". ucap tasya



hans memeluk tasya dari belakang


"maaf sayang, aku tidak ingat kalau ada bik ijah. lain kali kita akan lakui jika rumah ini sepi dan cuma ada aku dan kamu. bagaimana kalau malam ini? ". hans menggoda tasya



"ihh kamu ya hans". tasya tersipu malu mendegar permintaan hans.



"ayok kita makan malam, selagi zayyan tidur". ucap tasya



hans dan tasya makan malam bersama, mereka menikmati waktu  berdua sambil bersenda gurau dan tertawa bersama.



kehidupan mereka berubah jauh lebih baik semenjak zayyan hadir di antara mereka.



__ADS_1




__ADS_2