
Tiga tahun kemudian...
"mami... ayo cepat, aku ingin pergi kesana". zayyan tampak senang saat tasya mengajaknya bermain ke Mall.
"pelan-pelan sayang, jangan lari-lari nanti kamu jatuh". tasya mengejar zayyan yang berlari.
"tidak mami, aku anak yang hebat tidak akan jatuh".jawab zayyan.
"tunggu mami sayang, kita jalan bareng". tasya tak sanggup mengikuti zayyan yang super aktif.
zayyan tidak menghiraukan ucapan maminya, di terus berlari mengelilingi Mall. tiba-tiba zayyan terjatuh menabrak seorang wanita di hadapannya.
"agghhhh". teriak zayyan
"kamu baik-baik saja". wanita itu mengulurkan tangannya ke zayyan.
"iya tante, aku baik-baik saja. maaf tante, aku tidak lihat". ucap zayyan
"tidak apa-apa sayang". jawab wanita itu
tasya yang melihat zayyan terjatuh langsung berlari menghampiri.
"sayang, kamu terluka. apa ada yang sakit". tasya memeriksa tubuh zayyan.
"tidak mami, aku baik-baik saja". jawab zayyan
tasya memeluk zayyan dengan rasa khawatir.
"kan sudah mami bilang, jangan lari-lari".
"maafkan zayyan,mami". zayyan merasa bersalah karena tidak mendengar ucapan maminya.
"wah,ternyata namanya zayyan.nama yang bagus..apa kabar tasya? sudah lama kita tidak berjumpa".
tasya terkejut kenapa wanita itu kenal dengannya,tasya langsung melihat wanita itu.
"kamu...nadia". ucap tasya
"ternyata kamu masih ingat aku ya". nadia tersenyum sinis
"apa yang kamu lakukan disini".
"apa ada masalah kalau aku kemari. ini kan tempat umum dan kebetulan sekali kita bertemu disini". jawab nadia
tasya merasa khawatir jika nadia akan melukai zayyan,tasya terus memeluk zayya .
"mami ada apa? apa mami kenal dengan tante itu". ucap zayyan
"iya sayang, tante dan mami kamu berteman, teman lama". nadia melirik ke arah tasya.
"sudah sayang, jangan dengar ucapannya ya". tasya menutupi telinga zayyan
"jadi ini anak kamu dan hans, tapi tidak ada kemiripannya dengan hans. apa dia punya ayah lain". ucap nadia memperkeruh keadaan.
"hentikan ucapan mu nadia". tasya merasa kesal
"kenapa? kamu takut kalau anak kamu tau kalau hans bukan papa kandungnya".
"nadia cukup". tasya berteriak
"mami kenapa". zayyan menatap tasya
"lihatlah, anakmu sudah mulai bertanya-tanya. apakah dia anak haram atau bukan". ucap nadia
tasya berdiri dan menampar wajah nadia
plakkk
"cukup nadia, aku kira selama kamu di penjara kamu akan berubah. ternyata tidak, kamu masih busuk dan tetap akan busuk".
"berani-beraninya kamu menampar ku". nadia ingin membalas tamparan tasya tapi tasya menahan tangannya nadia.
"aku ingatkan lagi, jangan pernah libatkan anakku dalam masalah kita. aku tidak akan tinggal diam jika kamu menyakiti atau menghina anakku". ucap tasya
"dasar wanita murahan". jawab nadia yang kesal terhadap tasya
"ayo sayang, kita pulang". tasya menggendong zayyan dan pergi meninggalkan nadia
"awas kamu tasya". gumam nadia
tasya terus berjalan menuju parkiran mobil dengan rasa kesal dan emosi.
"mami kenapa menangis". zayyan melihat air mata tasya yang menetes
"tidak apa-apa sayang, lain kali kalau zayyan berjumpa dengan dengan tante tadi langsung pergi ya. mami gak mau zayyan kenapa-napa". ucap tasya
"iya mami". jawab zayyan dengan patunya.
saat hendak menuju mobil, di parkiran tasya melihat alexa bersama seorang pria, alexa terlihat seperti mabuk dan tidak sadarkan diri.
"alexa? dengan siapa dia?".
tasya hendak ingin memanggil alexa tapi alexa sudah masuk ke dalam mobil.
tasya cepat-cepat masuk ke dalam mobilnya.
"mang, kita ikuti mobil itu".
"emang kenapa non". jawab mank ujang
"ikuti saja mang, cepetan. jangan sampai kehilangan jejak". ucap tasya
"baik non".
mang ujang mengikuti mobil yang di tumpangi oleh alexa, mobil yang di naiki alexa melaju dengan cepat sehingga mang ujang juga melaju dengan cepat.
"mami, aku takut". ucap zayyan
"tenang ya sayang, ada mami di sini. jangan takut lagi". jawab tasya yang memeluk zayyan.
tasya terus mengikuti alexa yang berhenti di sebuah hotel. hotel itu merupakan hotel mewah yang di kunjungi oleh petinggi-petinggi penting.
"mang, mang ujang di mobil saja ya temeni zayyan. jangan kemana-mana mang, jangan tinggali zayyan".
"tapi non... ".
tasya langsung pergi masuk ke hotel itu untuk mengikuti alexa, tasya khawatir akan terjadi sesuatu pada alexa.
"aku takut pak". ucap zayyan
"den zayyan jangan khawatir ya. ada bapak disini". mang ujang menenangkan zayyan yang ketakutan.
"lebih baik aku minta bantuan kepada tuan saja". mang ujang menelpon hans
"hallo mang, ada apa?".
__ADS_1
"tuan, saya berada di hotel X bersama non tasya dan den zayyan. non tasya sedang mengikuti non alexa yang di bawa oleh seorang pria ke dalam hotel".
"apa ? senekat itu tasya, itu hotel sangat berbahaya. baiklah mang, tunggu saya akan segera kesana".
"baik tuan".
mang ujang mengakhiri telponnya, mang ujang sudah menunggu 20 menit tapi hans belum datang juga.
tidak lama kemudian, hans tiba dengan anak buahnya termasuk raka yang ikut.
"mang ujang, dimana zayyan dan tasya". ucap hans.
"den zayyan ada di mobil tuan, dan nona ada di dalam hotel". jawab mang ujang.
"raka, bawa zayyan pulang sekarang".
"baiklah". raka mengambil zayyan dan membawanya pulang.
"baiklah mang, aku akan ke dalam, mang ujang pulang saja". ucap hans yang bersiap-siap dengan anak buahnya.
di dalam hotel, tasya mengikuti alexa yang naik ke lantai 10 hotel dan berada di kamar VVIP".
setelah melihat tasya masuk ke dalam kamar hotel bersama pria, tasya ingin mengetuk pintu kamar itu tapi begitu banyak penjaga di luat kamar sehingga membuat tasya kesulitan untuk masuk.
"apa yang harus aku lakukan? begitu banyak penjaga. aku harus menyamar agar tidak di curigai". tasya pergi untuk menyamar.
tasya menemukan ruang ganti pegawai hotel, tasya masuk dan mengganti pakaiannya.
tasya berjalan menuju kamar VVIP dengan mendorong troli untuk room service.
saat berada di depan pintu, tasya di hadang oleh penjaga.
"siapa kamu".
penjaga itu menatap tasya dari atas sampai bawah.
"saya petugas layanan kamar pak". ucap tasya
"baiklah". penjaga itu membiarkan tasya masuk
tasya membunyikan bel kamar tempat alexa masuk.
"siapa? ".
"saya petugas layanan kamar, membawakan Wine". ucap tasya
tasya masuk dengan trolinya dan melihat alexa tertidur di ranjang dengan pakaian dalam.
tasya mulai mengawasi keadaan, setelah menjamin ke adaan aman. tasya memukul kepala pria tua itu hingga terjatuh, tasya langsung membangunkan alexa yang setengah tersadar untuk pergi.
"alexa.. alexa.. ayo bangun. cepat kita pergi dari sini". tasya mencoba mengangkat alexa.
"aghhh kepala ku". pria itu kesakitan hingga sudah untuk bangun.
dengan cepat tasya mengambil selimut untuk menutupi tubuh alexa yang tidak memakai baju. tasya merangkul alexa untuk keluar.
penjaga yang melihat tasya dan alexa keluar dengan cepat mencegah agar tidak kabur.
"apa kamu lakukan". ucap penjaga itu
"minggir kalian, jika kalian tidak membiarkan kami pergi. boss kalian akan mati". ucap tasya
salah seorang penjaga pergi untuk memeriksa keadaan bossnya lalu terdengar teriakan dari dalam kamar.
penjaga itu langsung memegang tasya dan alexa, tasya berusaha melawan tapi dia di tendang oleh penjaga hingga terjatuh.
"kakak". teriak alexa yang melihat tasya terjatuh.
"alexa, cepetan kabur. jangan pikirkan aku". tasya berharap alexa bisa cepat kabur.
lagi-lagi tasya di tendang bagian perutnya, hingga tasya merasakan sakit.
"aghhhh". tasya merintih kesakitan.
hans yang menyaksikan istrinya di tendang, membuat darah hans mendidih dan marah.
"aku tidak akan membiarkan kau hidup". hans langsung menghajar tanpa ampun pria yang menendang tasya.
"ha.. hans". tasya melambaikan tangannya.
hans berlari menghampiri tasya dan memeluknya.
"maafkan aku sayang, aku terlambat. aku akan membawa mu kerumah sakit"ucap hans.
tasya hanya menganggukkan kepalanya sambil menahan sakit perutnya.
"kalian, tangkap mereka semua jangan beri ampun dan masukkan ke penjara". hans memerintahkan anak buahnya yang ikut dengannya.
"alexa.. alexa bagaimana". ucap tasya yang khawatir dengan alexa.
"jangan khawatir sayang, alexa baik-baik saja. dia sudah di antar pulang".
hans menggendong tasya untuk di bawa kerumah sakit.
***
Rumah sakit...
tasya terlihat sedang istirahat di ruang rawatan, Hans yang Setia menjaga tasya.
zayyan datang mengunjungi tasya bersama alexa dan neneknya.
"mami....". zayyan menangis melihat tasya terbaring sakit.
"sayang, jangan menangis ya. mami baik-baik saja, mami sedang tidur". jawab hans untuk menenangkan zayyan.
"apa tante yang kemaren memukul mami ya. tante itu jahat". zayyan mengira nadia yang melukai tasya.
"tante? tante siapa zayyan?" tanya hans penasaran
tapi zayyan tidak menjawab karena menangis melihat tasya.
alexa berjalan mendekat ke samping tasya dan memegang tangannya.
"kakak, terima kasih telah menyelamatkan ku. maafkan aku karena selama ini telah berfikir buruk dan terus menyalahkan mu". alexa menangis
"sudah sayang, jangan nangis lagi. biarkan tasya istirahat".ucap mama hans
alexa dan mamanya keluar agar tasya dapat istirahat dengan baik.
hans dan zayyan masih menemani tasya, zayyan terlihat sudah tidak menangis lagi dan bermain dengan hans.
"papi, mami kapan bangunnya". ucap zayyan
"mami lagi istirahat sayang, sebentar lagi mami pasti bangun". jawab hans dengan santai.
__ADS_1
"papi disini aja ya temani mami dan aku".
"iya sayang, papi tidak akan meninggalkan kalian". Hans memeluk zayyan.
beberapa saat kemudian tasya bangun dan memanggil nama zayyan, zayyan yang mendengar suara maminya langsung berlari ke arah tasya.
"mami". zayyan memeluk tasya
"mami rindu kamu sayang". tasya membalas pelukkan zayyan.
"kamu sudah bangun sayang". ucap hans
"iya hans, gimana alexa". tasya masih memikirkan keadaan alexa.
"dia baik-baik saja sayang, tadi dia datang bersama mama, karena kamu masih tidur jadi mama pergi bersama alexa". jawab hans
"mami jangan sakit lagi, zayyan sendirian".
"iya sayang, mami gak akan sakit lagi". ucap tasya yang mengelus kepala zayyan.
"mami, apa tante itu yang mukul mami ya". ucap zayyan
"tidak sayang, mami hanya terjatuh". jawab tasya
"siapa yang di maksud oleh zayyan, dari tadi dia menyebut tante tapi tidak menjawab saat aku tanyak". hans penasaran
"ohh itu.. kemaren dengan tidak sengaja aku bertemu dengan nadia di Mall, dia masih saja bersifat buruk tidak ada perubahannya".
"apa dia menganggu mu? ".
"tidak hans, aku hanya memberikan dia sedikit pelajaran agar dia tidak bersikap seenaknya saja". jawab tasya
"lain kali kalau dia mengganggu kamu lagi segera hubungi aku". ucap hans yang khawatir.
"jangan khawatir sayang, aku bukan tasya yang dulu lagi. jika dia mengangguku, aku bisa membalasnya lebih kejam lagi". tegas tasya.
hans tersenyum dengan rasa percaya diri istrinya yang semakin besar. tasya banyak berubah semenjak memiliki anak, dia menjadi wanita dewasa dan sosok ibu yang dapat melindungi keluarganya.
krukk krukk krukkk
terdengar suara perut zayyan yang merasa lapar.
"papi, aku lapar". zayyan memasang wajah sedih.
"iya sayang, mau makan apa? biar papa pesankan". jawab hans
"aku ingin makan pizza". dengan semangat zayyan menjawab hans.
hans tersenyum dan mengelus kepala zayyan.
"baiklah sayang".
hans mengambil handphonenya dan menelpon seseorang.
"raka, belikan pizza dan antar ke rumah sakit sekarang".
"yaa... hans, kamu pikir aku Gojek. banyak hal yang harus aku kerjakan...... ".
raka terus mengomel panjang lebar dan hans langsung mematika telponnya.
"sebentar lagi pizzanya akan datang". ucap hans
zayyan kesenangan dan berteriak
"hore... makan pizza".
"kemari sayang, peluk mami. mami rindu banget".
zayyan mendekat ke tasya dan tidur di pelukkan tasya dengan nyaman. tasya yang merasa rindu terus memeluk zayyan tanpa henti.
dua hari setelah tasya di rawat, tasya pulang kerumah dan keadaannya sudah makin baik.
saat tiba di rumah, tasya melihat keluarganya berkumpul menunggu kepulangannya.
"mami". teriak zayyan
tasya tersenyum melambaikan tangannya pada zayyan.
"akhirnya kamu pulang Juga sayang". mama hans memeluk tasya.
alexa yang berada di situ juga mendatangi tasya dan memeluk tasya sambil menangis.
"maafkan aku kak dan terima kasih sudah menyelamatkan aku". ucap alexa
"tidak apa-apa alexa, kita ini keluarga harus saling menolong". jawab tasya dengan lembut.
semua orang terlihat bahagia karena berkumpul menjadi satu keluarga yang utuh.
"biarkan tasya istirahat di kamarnya". ucap papa hans.
"baik pa". hans mengantarkan tasya masuk kamar.
"kakek, ayo kita bermain". ucap zayyan
"cucu kakek ngajak main ya, ayo". jawab papa hans.
setelah hans membaringkan tasya di ranjang, hans hendak keluar tapi tasya menahannya.
"ada apa sayang". ucap hans
"temani aku sebentar saja". tiba-tiba tasya tidak ingin di tinggal hans.
terlihat tasya meneteskan air matanya dan hans langsung menghapus air mata tasya.
"kenapa menangis sayang".
"aku merasa bahagia hans, sekian lama kita menikah dan sekian lama juga alexa membenciku tapi pada akhirnya dia bisa menerimaku". tasya terus menjatuhkan air matanya.
"jangan menangis sayang, perjuangan dan kesabaran kamu akhirnya membuahkan hasil juga. kita sekarang dapat hidup rukun menjadi satu keluarga yang utuh. aku bahagia bisa memiliki kamu seorang wanita dengan hati malaikat". jawab hans sambil memeluk tasya.
"jangan pernah tinggalkan aku dan zayyan, aku tidak ingin kehilangan keluarga lagi hans, semua ini sungguh membuatku bahagia". tasya menagis terisak-isak.
"hei apa yang kamu pikirkan sayang, itu semua tidak akan mungkin. aku akan tetap menjadi suami dan papi bagi kamu dan zayyan. serta keluarga akan terus menjadi keluarga kamu juga sayang". jawab hans.
terdengar suara pintu kamar terbuka.
"Mami...Papi". zayyan masuk ke kamar tasya.
"sayang". tasya merentangkan tangannya untuk memeluk zayyan.
"mami kenapa nangis". zayyan menghapus air mata tasya dengan tangan mungilnya.
"tidak apa-apa sayang, mami hanya merasa bahagi". jawab tasya
hans memeluk tasya dan zayyan dengan erat, begitu terlihat bahagia saat-saat yang di inginkan tasya yaitu menjadi keluarga utuh menjadi kenyataan.
__ADS_1