LOVE IS IN YOUR HEART

LOVE IS IN YOUR HEART
Episode 7


__ADS_3

apartemen...



tasya pulang lebih awal, dan dia sedang memasakan makanan kesukaan hans, gurami pedas manis dan cah kangkung.



jam menunjukan jam 21:00 malam, Tasya merasa lelah, tapi hans belum pulang juga ,akhirnya Tasya memilih masuk kamar dan tidur.



hans tiba dirumah tepat tengah malam,dia melihat meja makan yang penuh dengan makanan hans langsung menyantapnya.



hans masuk kamar melihat Tasya sedang tidur dengan nyenyak. selesai hans mandi, hans langsung naik ke ranjang. dia sedikit mengintip istrinya yang sedang tidur disebelah nya.



"hans". Tasya tiba-tiba membalikkan badannya dan memeluk hans.



hans terkejut dan diam menerima pelukkan Tasya.



kenapa jantungku berdetak kencang. batin hans dalam hati



pada malam itu mereka melakukan hubungan seperti suami istri. setelah berbulan-bulan mereka nikah, tasya bisa melayani hans sebagai istri yang sesungguhnya. begitu juga hans yang tidak bisa menahan hasratnya saat melihat tasya tidur disampingnya.



"selamat pagi".hans membuka kain jendela kamar sembari mengancingkan kemejanya.



"hmmm pagi". Tasya masih berbaring di tempat tidur.



tasya tersadar melihat tubuhnya hanya memakai selimut dan berfikir keras apa yang terjadi semalam.



ahh mengapa aku hanya memakai selimut, kenapa bajuku bisa terlepas semua. ah tidak mungkin, beneran itu terjadi pada kami. tasya merasa malu dan menutup kepalanya dengan selimut



pagi itu Tasya juga menyadari sedikit perubahan dari sifat hans.yang sebelumnya hans selalu kasar, sekarang hans berbicara lembut terhadap tasya.



"ayo bangun cepat bersiap kita berangkat ke kantor bareng". ucap hans sambil menarik selimut yang menutupi tubuh tasya.



"ahhh jangan, aku tidak memakai baju". tasya memegang erat selimutnya.



"buruan bangun, mandi terus sarapan".hans tersenyum setelah menggoda tasya.



"iya iya aku bangun tapi aku berangkat naik bis aja". jawab Tasya



"mulai sekarang kamu tidak boleh naik bis, kamu pergi di antar mang ujang". hans mendekat ke wajah tasya



"hmm oke oke". Tasya berlari ke kamar mandi



hans tersenyum melihat Tasya berlari sangat lucu.



"bik, bilang sama Tasya aku berangkat duluan". ucap hans sambil mengambil tasnya



"baik tuan".



15 menit kemudian Tasya keluar kamar dan bersiap untuk berangkat ke kantor.



"non Tasya, tuan sudah berangkat ke kantor". bik ijah mendekati Tasya dengan segelas susu



"ohh iyaa bik, mank ujang dimana bik". sambil minum susu



"sudah menunggu di parkiran non".



"makasih ya bik". memberikan bik ijah gelas kosong.



"aku berangkat dulu bik".



"iya non, hati-hati ".



bahagianya melihat tuan dan non tasya baikkan dan harmonis, non tasya jadi tidak sedih lagi. semoga mereka selalu bahagia.



*******



perusahaan ...



hans yang tiba lebih awal karena ada meeting.


Tasya tiba di perusahaan dengan mobil mewah, mobil yang sering di pakai hans. semua mata karyawan menatap kedatangan Tasya.



"itu kan mobil pak hans,kenapa tasya yang keluar dari mobil itu". bisik karyawan kantor



tasya merasa ada yang aneh hanya terus berjalan dengan kepala menunduk.


tanpa dia sadari dia menabrak sosok pria yang tinggi besar.



"ooughhh maaf maaf pak saya tidak sengaja..... papa? ". Tasya baru sadar kalau yang dia tabrak adalah mertuanya.



"kamu kenapa?? koq jalan sambil melamun". papa hans memegang pundak tasya



"maaf pa, tasya tidak tahu ada papa".



"sudah, lain kali kamu hati-hati, yukk bareng papa ke ruangan hans".



"tidak usah pa, papa duluan saja. tasya mau ke toilet dulu".



tasya menolak ajakan papa hans, karena tasya tidak ingin ada gosip dikantor tentangnya. meski kenyataannya kalau tasya adalah istri dari pemilik perusahaan.



"ya sudah, papa duluan ya".



melihat papa mertuanya pergi, tasya berjalan menuju toilet. di dalam toilet tasya mendengar beberapa wanita menceritakannya.



"wahh hebat ya tasya anak baru itu, baru 2 bulan bekerja disini sudah bisa merayu pak hans".



"iyaa, dia sudah mendapatkan mobil mewah pak hans".



"dasar wanita murahan"



setelah mendengar ucapan wanita-wanita itu. air mata tasya menetes, ingin rasanya tasya menjelaskan semua nya kalau dia bukan wanita murahan. tapi bibirnya tidak mampu terucap, dia takut hans malu didepan karyawannya jika mereka tau kalau ternyata tasya adalah istrinya.



tasya berjalan menuju meja kerjanya, saat tasya ingin duduk, seseorang memanggilnya.



"tasya". panggil Irene senior tasya di kantor



"tolong belikan kami kopi di caffe sugar".sambil memberikan catatan pesanan



"ahh baiklah". tasya langsung mengambil dan pergi.



agar tidak membuat hans malu, aku harus bersikap baik. tidak apa-apa aku melakukan ini, aku juga tidak ingin membuat mereka semua membenciku.



raka melihat tasya berlari buru-buru dan teriak memanggilnya.



"tasya, kamu mau kemana" teriak raka

__ADS_1



"aku akan kembali". jawab tasya sambil berlari kencang.



"tapi... ". raka berhenti berteriak karena tasya sudah pergi jauh.



****


caffe sugar...



"mbak pesan kopi, ini catatannya nya". tasya memesan kopi



"baik mbak, tunggu sebentar ya". pegawai caffe membuat pesanan kopi tasya.



"berapa mbak? ". tanyak tasya



"total harganya 500 ribu mbak". pegawai caffe memberikan bill harga



aahh iya, kakak Irene tadi tidak memberiku uang.



tasya mengeluarkan uang di dalam dompetnya.



"terima kasih". ucap tasya kepada karyawan caffe.



tasya keluar caffe dengan buru-buru dan langsung menuju perusahaan.



hans melihat tasya dari ruangan kantornya. membawa kopi begitu banyak di kedua tangannya,hans terus memandangi tasya.



"raka, tolong kamu lihat tasya apa yang terjadi". hans langsung menghubungi raka



raka pergi ke ruang kerja taysa dan melihat tasya sedang membagikan kopi kepada rekan-rekan kerjanya.



"thanks ya tasya, besok-besok belikkan kami kopi lagi". ledek salah satu karyawan.



"hahahaha iya tasya, jadi kami tidak susah payah untuk pergi sendiri". ucap karyawan lainnya.



tiba-tiba raka masuk dan berteriak.



"apa kalian cacat tidak punya kaki untuk berjalan membeli kopi sendiri".bentak raka



seluruh karyawan yang berada diruang kerja itu terkejut melihat kedatangan raka dan mereka semua terdiam.



"ma.. maaf pak". sahut Irene



"apa kalian tidak tahu siapa yang kalian... ". ucapan raka terhenti ketika tasya memegang tangan raka.



tasya mengisyaratkan agar tidak memberitahukan statusnya sebagai istri hans kepada karyawan-karyawan perusahaan.



" lain kali aku tidak mau melihat seperti ini lagi". raka pergi keluar ruangan dan sedikit kesal.



"baik pak". ucap seluruh karyawan



kamu terlalu baik tasya, sehingga mereka sangat berani untuk membullymu". gumam raka dalam hati.



Irene mendekati tasya dan penasaran apa yang terjadi antara dia dan raka.



"ada hubungan apa kamu dengan pak raka". Irene berbisik di telinga tasya



"a..aku tidak punya hubungan apa-apa kak". tasya menjawab dengan sedikit takut.




"aku juga tidak tahu kak". tasya mengalihkan pandangannya ke komputernya.



tasya berpura-pura melanjutkan pekerjaannya agar Irene tidak banyak bertanya lagi padanya.



ruangan kantor hans...



tanpa permisi raka langsung masuk dan mengejutkan hans, raka masuk dengan wajah kesal dan mengomel sendiri.



"kamu kenapa? koq seperti emak-emak ngomel sendiri". hans mencoba meledek raka.



"wahh, parah kamu hans, tega kamu lihat istri mu sendiri di bully oleh karyawan". raka berbicara sedikit emosi



"maksud kamu apa, bicara itu pelan-pelan".



"istri kamu itu di jadikan OG ( office Girl),setiap pagi dia pergi ke caffe hanya untuk beli kopi rekan-rekannya".



hans terdiam dan tidak menjawab apa pun. dia berfikir bagaimana seorang istri CEO perusahaan terbesar melakukan hal itu.



"woi hans, lakuin donk sesuatu untuk bela istri kamu". raka mengejutkan hans yang melamun



"dimana tasya sekarang".



"dia izin pulang cepat".



"kenapa?"



"ya mana aku taulah hans. diakan istri kamu".



"oke oke kamu tenang jangan marah-marah".



raka tidak memperdulikan ucapan hans dan cepat-cepat pergi ninggali hans sendiri.



apa yang terjadi pada tasya? kenapa dia tidak memberitahukan aku jika ingin pulang cepat. apa aku harus menelfonnya? aahh sudahlah.



*****



apartemen



tasya sudah kembali kerumah lebih awal karena mama dan papa hans datang berkunjung.



"sayang, sudah 6 bulan kalian menikah, gimana hans ? apa dia masih kasar sama kamu?". ucap mama hans yang penasaran akan hubungan mereka.



"gak ma, hans selalu baik sama tasya ,dia gak pernah kasar sama tasya ma". tasya meyakinkan mertuanya itu.



"iyaa mama percaya sama kamu sayang. oya kita pergi belanja yukk? kan kita belum pernah belanja bareng".



"tasya belum gajian ma, tasya belum ada uang'.



papa hans yang duduk di ruang tamu mendengar pembicaraan istri dan menantunya.



"apa hans tidak memberimu kartu kredit? keterlaluan hans". papa hans sedikit kesal


__ADS_1


"bukan pa, hans memberi tasya kartu kredit tapi tasya tidak mau memakainya. karna itu uang hans, tasya gak mau menghabiskan uang hans". tasya berjalan mendekati papa mertuanya.



"tasya, hans itu suami kamu, uang hans juga uang kamu, apa yang dia miliki semua juga punya kamu". ucap mama hans untuk meyakinkan tasya.



"tasya takut ma, tasya gak berani, tasya sudah terbiasa hidup sederhana dan memakai uang sendiri". tasya menatap mata mertuanya



"iyaa sayang, mama ngerti koq". sambil memeluk tasya



ya Tuhan, aku bersyukur mendapat menantu yang baik seperti tasya. semoga hans bisa mencintai dan menjaga tasya dengan baik.



tidak lama kemudian hans pulang,karena hans merasa khawatir kalau tasya sakit lagi. saat masuk hans terkejut melihat mama dan papanya datang.



"ma, pa kapan datang? kenapa gak nelfon hans". hans meyalami kedua orang tua nya.



"apa papa gak boleh berkunjung, papa kan juga pengen lihat menantu papa, mungkin saja sudah membuat cucu untuk papa".



mendengar ucapan mertuanya tasya tersedak. dan merasa terkejut mendengarnya.



bagaimana papa hans tau kalau kami sudah melakukannya.



"kamu gak apa-apa sayang, papa sih bicaranya seperti itu". mama hans berusaha menenangkan tasya yang batuk karena tersedak mendengar ucapan papa mertuanya.



" papa kan cuma bercanda ma".



"gak apa-apa ma. tasya baik-baik aja".



mengingat omongan papa hans, belakangan ini mereka sering melakukan hubungan suami istri, dan tasya berfikir kalau dia sudah telat 1 bulan. tapi itu tidak mungkin kalau tasya hamil karena tasya tidak memiliki tanda-tanda apapun.



"ya sudah, mama sama papa mau pulang dulu, papa besok mau ke singapore perjalanan bisnis".



"kenapa cepat sekali mama harus pulang".



"lain kali mama pasti akan mengunjungi kalian lagi, oya beberapa hari lagi Alexa akan pulang ".



mendengar nama Alexa, tasya teringat saat pertama kali hans mengajaknya bertemu orang tua hans. benar saja bahwa Alexa tidak menyukai tasya sebagai kakak iparnya.



"apa studynya telah selesai ma".jawab hans



"belum, dia libur 1 minggu dan ingin pulang ke Indo. ya sudah mama pulang dulu".



"kalian baik-baik ya. hans jaga tasya, papa tidak mau mendengar kabar buruk tentang kalian". ucap papa hans yang memeluk hans penuh dengan kasih sayang.



Hans dan tasya mengantar kepergian orang tua hans.



tiba-tiba tasya memeluk hans dari belakang.



rasa hangat dalam pelukkan ini. aku menginginkan nya dalam waktu yang lama.



"kamu kenapa? ". tanya hans karena heran melihat tasya.



"aku gak apa-apa ". tasya melepaskan pelukkannya dan pergi.



tapi Hans menarik tangan tasya dan memelukknya kembali dengan erat.



"seperti ini kan yang kamu inginkan". hans mencium kening dan bibir tasya.



"iih apaan sih hans". tasya merasa malu karena dicium hans tapi sekaligus membuat jantung tasya berdetak tidak karuan.



"jawab aku, kamu bahagiakan seperti ini". hans mendekatkan wajahnya ke tasya



tampak pipi tasya merah dan gugup, baru kali itu tasya memandang wajah hans sangat dekat. wajah tampan hans mampu membuat hati siapa aja luluh.



"lepasin hans, sudah cukup". tasya tidak bisa lepas dari pelukkan hans yang sangat kuat.



"apa kita perlu melakukannya malam ini". hans menggoda tasya dengan suara seksi.



mendengar ucapan hans, mata tasya terbuka lebar dan tidak berhenti berkedip.



"ini hukuman karena kamu tidak menjawabku". hans mencium bibir tasya lagi yang lembut dan mungil itu.



cepat-cepat tasya menutup bibirnya denga tangan dan menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan agar hans berhenti menciumnya.



"apa kamu mau lagi". hans langsung mendekatkan lagi bibirnya tapi tasya menolaknya.



"hans sudah. kamu pergi mandi sana. hmm kamu bau tauu ". tasya mengalihkan topik pembicaraan.



"pintar kamu cari alasan ya". hans mencubit pipi tasya.



"kamu pergi mandi, aku buatkan makan malam". tasya tersenyum manis kearah hans.



"setelah aku mandi, kita lanjutkan melakukan itu ya". hans berbisik lembut ditelinga tasya dan pergi masuk kekamar.



"aahh hanss ". tasya memasang wajah cemberut karena hans selalu menggodanya.



saat hans sedang mandi, tasya kedapur membuat makan malam. karena hari itu bik ijah tidak datang karena ada acara keluarga. tasya mencoba masak pasta, itu pertama kalinya tasya membuat pasta. tasya tidak terbiasa masak makanan barat, biasanya tasya hanya makan mie instan saja waktu masih tinggal sendiri.



"apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa membuat pasta". tasya memandangi isi kulkas yang penuh dengan makanan.



"apakah ini mie untuk pasta? ". tasya mengambil mie telur dan menaruhnya dimeja.



"lebih baik aku mencari resep di google saja". sekian lama tasya didapur, dia hanya membuka tutup kulkas dan sesekali memeriksa Handphonenya.



setelah sekian lama tasya melihat resep di internet, hans yang telah selesai mandi menghampiri tasya didapur. hans memeluk tasya dari belakang dan mengejutkan tasya.



"apa yang kamu lakuin". hans mencium pipi tasya.



"ah hans, kamu buat aku terkejut saja". tasya yang sedang asik melihat layar handphonennya.



"sebenarnya kamu lagi ngapain?  terhslus mana makan malamku". hans melihat sekeliling dapur tidak ada makanan satupun yang terlihat.



"aku ingin membuatkanmu pasta untuk makan mlam. tapi aku tidak bisa membuatnya". tasya merasa bersalah



"ya sudah, kamu duduk disini, biar aku yang buat pastanya".



"tapi aku.... ".



"dengarkan aku ya, biar aku saja".



tasya menuruti perkataan hans, dia duduk dimeja makan sembari memperhatikan hans yang sedang membuat pasta. gaya hans memasak didapur seperti chef professional Dan itu membuat tasya kagum.



tasya sangat bahagia, karena dia merasakan benar-benar menjadi seorang istri. bisa melakukan hal yang ingin tasya lakukan bersama hans.

__ADS_1




__ADS_2