LOVE IS IN YOUR HEART

LOVE IS IN YOUR HEART
episode 10


__ADS_3

perusahaan...



"loh, kamu koq datang, tadi bilang gak bisa masuk karena tasya sakit"



"tasya maksa aku buat masuk kerja,  katanya kasian ngerepotin kamu terus".



"wahh luar biasa istri kamu, perhatian banget sama aku".



"koq kamu bahagia banget hari ini".



"iyaa dong,  cantika besok pulang ke Jakarta,  study dia uda selesai dan hari ini aku akan pulang cepat". tampah senyum bahagia di wajah raka.



cantika itu sahabat hans dan raka, saat hans menikah cantika juga hadir. sedangkan raka sudah lama menyukai cantika, tapi karena cantika study ke Jerman, sehingga raka tidak bisa mengungkapkan perasaanya.



"eeiitt tunggu dulu, hari ini aku yang pulang cepat, kamu tetap stay dikantor".



"ayolah hans, gitu banget sih sama sahabat sendiri".



"kamu tega lihat aku menua dikantor kalau sibuk terus dengan kerjaan. hans tunggu aku.... ".



hans tidak memperdulikan ucapan raka, dia terus berjalan dan meninggalkan raka.



****



apartemen



bel berbunyi ....



mama dan papa Hans datang berkunjung untuk melihat tasya. mereka membawa begitu banyak makanan dan buah-buahan untuk menantunya itu.



"papa,  mama ".  tasya menyalami mertuanya



"gimana keadaan kamu sayang".



"aku uda baikkan ma, cuma tadi sedikit muntah-muntah ".



"iyaa itu wajar sayang, mama juga dulu gitu waktu hamil hans, mama sampai masuk rumah sakit".



"yaa ampun ma ,segitu parahnya ya". tasya terkejut mendengar ucapan mertuanya



"udah ma,  jangan buat tasya makin khawatir". jawab papa hans yang duduk di ruang tamu.



"papa kapan pulang?".



"setelah mama menelfon dan memberitahu kalau kamu sakit, papa langsung pulang".



"ya ampun papa.  aku baik-baik saja kok".



"papa tetap saja khawatir, apa lagi sekarang sudah ada cucu papa". papa hans tersenyum bahagia saat membicarakan cucu.



" mama sama papa mau nunggu hans pulang ". tasya sembari memberikan minum.



"gak usah,  papa gak bisa lama-lama,  papa harus kembali lagi kekantor".



."iya sayang , nanti biar mama telfon hans". jawab mama habs sambil memeluk tasya.



"kamu baik-baik ya. jaga kesehatan kamu, jangan terlalu capek". ucap papa hans.



"iya papa". jawab tasya dengan senyum.



"bik, titip tasya ya, jagain baik-baik. kalau ada apa-apa langsung hubungi saya ya".



"iyaa nyonya".



tasya melihat mama dan papa hans meninggalkan apartemennya.dan tasya kembali masuk ke kamarnya.



" nona tasya, minum dulu susu nya ". bik ijah mengantarkan segelas susu kekamar tasya.



"iyaa bi, makasih". tasya masih berdiri di balkon kamarnya



"nona jangan berdiri di luar ,nanti masuk angin."



" iya bi, aku baik-baik aja". tasya masuk dab meminun segelas susu.



tidak lama kemudian hans pulang. tasya sangat bahagia melihat kepulangan hans dan menyambutnya dengan pelukkan.



"ehh ada apa ini. kenapa tiba-tiba meluk".



" aku rindu kamu hans, aku gak mau jauh-jauh".



"tapi tadi kamu yang maksa aku kerja,y uda besok aku cuti 1 bulan ya".



"jangan...". tasya langsung menatap wajah hans.



"loh,tapi kamu mau sama aku terus".



"tapi gak harus cuti juga". tasya memasang wajah cemberut dan langsung masuk kamar



hans terheran-heran kenapa tasya gampang merajuk akhir-akhir ini,bahkan terkadang tasya suka tiba-tiba marah.


 


ada apa dengan tasya?  gak seperti biasanya, sekarang tiba-tiba marah tanpa alasan.  apa karena sedang hamil jadi moodnya berubah. hmm sudalah ....



"sayang... ada apa".



hans menghampiri tasya yang pura-pura tidur. dan tasya tidak menjawab, dia hanya menutup matanya dan membalut tubuhnya dengan selimut.



"sayang,  aku salah bicara ya,  sampai kamu marah gitu".



tasya hanya menggelengkan kepalanya dan berbalik badan.



"aku gak kamu cuti, aku mau kamu tetap kerja tapi jangan jauh dari aku".



permintaan tasya semakin aneh dan membuat hans tidak bisa mengerti. hans berfikir harus benar-benar sabar jika menghadapi istri yang lagi hamil.



"iya iya aku gak cuti,  kamu jangan marah lagi ya".



hans memeluk tasya dan menciumnya,  pelukkan hans yang hangat membuat tasya semakin nyaman.



"oya tadi mama dan papa datang kemari".

__ADS_1



"kenapa tidak beritahukan aku. aku juga ingin bertemu mereka".



"papa tidak bisa lama-lama karena harus kembali kekantor".



tasya yang terus menempel dipelukkan hans dan bersandar dengan nyaman.



"hans, aku boleh tanya sesuatu? ".



" apa sayang, tanyakkan aja".



" kenapa kamu sangat baik padaku, kan kamu pernah bilang gak bisa nerima aku dalam kehiduppanmu".



tasya terus penasaran apa yang membuat hans berubah pikiran dan semakin baik padanya.sampai tasya memberanikan diri untuk bertanya.



"awalnya aku berfikir menikah dengan mu hanya untuk di atas hitam dan putih  karena semua di lakukkan terpaksa karena nadia".



"apa kamu masih mencintai nadia hans".



"tidak sayang, kenapa kamu berfikir begitu, aku sudah lama putus dengan nadia karena dia mengkhianati ku dan sekarang aku sudah mempunyai kamu".



" terus karena kamu sakit hati dengan nadia, jadi kamu melampiaskannya padaku".



"maafkan aku sayang,aku salah dan aku egois tidak memikirkan kamu selama ini, setelah berkali-kali melihatmu terluka. aku sadar betapa egoisnya aku dan aku memulai membuka hatiku untukmu".



" apa hatimu akan berubah lagi?".



" heii kenapa berfikir sejauh itu,  sekarang bukan hanya ada kamu tapi juga ada anak kita,  aku tidak akan melakukan kesalahan lagi, aku akan sangat sangat peduli denganmu dan anak kita,  aku akan melindungi kalian".



"kamu janji hans". taysa berusaha meyakinkan lagi jawaban hans



"iya sayang aku janji,  gak akan buat kamu sedih lagi, percaya padaku ya".



"kamu tau hans,  aku tidak punya siapapun,  dari dulu aku selalu sendiri.  setelah bertemu denganmu aku merasa ada harapan dalam hidupku, walaupun aku gak tau itu pilihan yang tepat atau tidak".



"mulai sekarang,  kamu dapat mengharapkan dan mengandalkanku sayang".



" tetap seperti ini hans,  sampai anak kita lahir. aku ingin kita hidup bahagia kedepannya".



" pasti sayang,  aku akan menjamin impianmu terwujud".



mendengar kata-kata hans,  mata tasya berkaca-kaca tidak bisa menahan airmatanya, sehingga membuat tasya menangis di pelukkan hans.



perasaan ini belum pernah aku rasakan selama ini,  perasaan yang begitu tenang, nyaman dan hangat.  hans semoga semua yang kamu ucapkan adalah isi hatimu. aku ingin kita bahagia bersama anak kita nanti.



"udah sayang jangan nangis, nanti anak kita ikutan sedih". hans menenangkankan tasya



"aku sayang kamu hans".



"iyaa, aku juga sayang kamu dan anak kita".



hans mencium bibir tasya yang mungil dan lembut. mereka berdua mengungkapkan perasaan mereka malam itu.



"sayang, besok aku akan bertemu klien, kemungkinan akan pulang terlambat. kamu gak apa-apakan aku tinggal".




"tapi kamu gak boleh kemana-mana


harus dirumah aja, oke".



"ihh ya ampun bawel banget sih kamu hans". tasya mencupit pipi hans dan tidur dipelukannya.



Pagi Hari....



semenjak hamil tasya merasa malas untuk bangun pagi, disaat dia bangun. tasya melihat diiranjang sudah tidak ada hans.



tasya berdiri dan melihat sebuah tulisan di meja riasnya beserta segelas susu.


"maaf sayang, aku harus pergi kekantor pagi-pagi. jangan lupa minum susunya dan jaga anak kita. Love hans".



"ya ampun hans, ternyata dia seromantis ini". tasya tersenyum bahagia membaca pesan singkat dari hans.



tokk tokk tokk...


terdengar ketukan suara pintu kamar tasya.



"non, boleh bibi masuk.  bibi bawa buah buat non".



"masuk aja bik".



bik ijah melangkah masuk dan melihat tasya duduk dimeja rias dengan senyum bahagia.



"ini buahnya non dan ini vitaminnya".



"terima kasih bik".



"bibik senang lihat non tersenyum, semoga terus seperti itu ya non".



"gimana aku tidak bahagia bik, sebentar lagi aku akan menjadi ibu".



"iya non, bibik juga turut bahagia".



bik ijah kembali bekerja didapur sedangkan tasya masih membereskan dirinya. karena dia sudah merasa baik, tasya berniat untuk jalan-jalan.



hari terus berganti,  usia kehamilan tasya menginjak usia 5 bulan. perut tasya sudah mulai nampak besar. Hans begitu sibuk dengan urusan kantornya sehingga membuat dia jarang pulang dan menemani tasya.



"bi,  apa hans belum pulang juga". sudah seminggu tasya tidak komunikasi dengan hans



"belum nona,  apa tuan tidak menghubungi nona".



"hans tidak bisa di hubungi bik, minggu lalu dia bilang akan ke Singapura selama 4 hari, tapi ini udah 1 minggu dia tidak ada kabar".



"sabar nona,  mungkin tuan lagi banyak kerjaan".



tasya yang sangat khawatir karena hans tak kunjung memberi kabar. tasya takut hans pergi meninggalkannya. bahkan tasya tidak Berani bertanya pada orang tua hans,  satu-satunya tasya hanya berani bertanya pada Raka sahabat hans.



tasya merasa tidak tenang, dia bahkan berencana untuk pergi ke perusahaan hans. tapi tasya sedikit takut untuk bertemu rekan-rekan kerjanya.



"nona mau kemana? ". bik ijah melihat tasya sedang memakai sepatu



"bi,  aku mau ke kantor hans,  hans pasti di sana".


__ADS_1


"jangan nona,  nona belum sehat.  kalau pendarahan di jalan nanti gimana? ".



"aku udah sehat bi,  jangan khawatirkan aku".



selama hans tidak ada kabar, tasya mengalami pendarahan karena terlalu stress dan banyak fikiran.  tapi dia dia memperdulikan itu semua,  dia hanya ingin bertemu hans.



seperti biasanya,  tasya tidak pernah mau di antar mang ujang.  dia selalu memilih naik bus yang ramai orang dan berdesak-desakan.



saat tasya di dalam bus, benar saja busnya penuh dengan penumpang dan bahkan perut tasya yang besar tertendang oleh penumpang lainnya.



"aaghhhh ".



tasya merintih kesakitan, tiba-tiba ada penumpang yang menendang perut tasya dengan kencang. tasya berusaha menahan sakit dan melindungi perutnya.



15 menit kemudian tasya tiba di perusahaan hans. tasya berhenti sejenak di depan perusahaan, matanya mengelilingi seluruh gedung berharap melihat hans ataupun raka.



akhirnya tasya memutuskan untuk masuk ke perusahaan. dia berharap tidak ada yang memperhatikan kehadirannya.



"ehh coba lihat, itu tasya kan mantan karyawan disini,  dia kan uda di pecat". ucap salah satu karyawan



"oohh iyaa benar,  berani sekali dia kemari,  tapi tunggu... lihat dia,  apa dia hamil".



"jangan-jangan dia dihamili oleh salah satu karyawan perusahaan ini".



begitulah semua karyawan menggosipkan kehadiran tasya yang sedang hamil tapi tasya tidak memperdulikannya.



"permisi,  apa hans Gunawan ada di kantornya". tasya bertanya pada resepsionis



"maaf, ada perlu apa?  apakah sudah membuat janji".



ahh, aku lupa. tidak ada yang tahu kalau aku adalah istri hans kecuali raka.



"saya belum membuat janji. kalau pak Raka apa ada di kantor".



"pak raka sedang keluar, mungkin 1 jam lagi kembali".



"terima kasih". tasya meninggalkan resepsionis



kepada siapa lagi aku bertanya. raka tidak ada dikantor, hanya dia satu-satunya yang aku kenal. apa aku harus pergi ke ruang kerja hans langsung. gumam tasya



tasya berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 10 tempat ruang kerja hans berada. saat dia menunggu lift, tasya mendengar beberpa karyawan menyebutkan nama hans dan Nadia.



"eh tau gak,  buk Nadia tadi datang dan masuk kekantor pak hans". ucap salah satu karyawan yang berada di depan tasya.



"ahh yang benar kamu. tapi kan pak hans baru tiba dari Singapura kenapa bisa buk Nadia ada disini,  jangan jangan.... ".



"jangan jangan buk Nadia ikut tugas pak hans di Singapura ".



"iyalah, secarakan pak hans dan buk Nadia sudah bertunangan".



mendengar omongan karyawan membuat jantung tasya berdetak kencang,  tangan dan kakinya terasa lemas dan gemetar.



apa benar yang mereka ucapkan. itu semua tidak mungkin,  Hans sudah berjanji padaku.



tasya memasuki lift dengan langkah kaki yang gemetar.  dia masih tidak percaya apa yang dia dengar.



tasya menuju meja sekretaris hans,  tapi tidak ada orang, sehingga membuat tasya kebingungan.



kaki tasya melangkah menuju pintu ruangan hans, di balik pintu tasya mendengar suara perempuan didalam ruangan hans, tasya membuak pintu pelan-pelan.



mata tasya terkejut melihat Nadia berpelukkan dengan hans. tasya terlihat syok dan dia bahkan tidak bisa menahan air mata nya.



"ha.. hans". tasya memanggil dengan nada pelan



tapi hans tidak menyadari kehadiran tasya dan melihat semuanya.


perasaan tasya semakin kacau bahkan dia merasakan seluruh tubuhnya tidak berdaya lagi.  tasya berjalan mundur dan berlari meninggalkan ruangan hans.



raka yang saat itu kembali ke kantor melihat tasya berlari sambil menangis, raka berusaha memanggil tasya,  tapi dia tidak menghiraukannya.



karena melihat tasya menangis, raka penasaran apa yang terjadi antara hans dan tasya. lalu raka pergi menuju ruangan hans dan melihat hans bersama nadia.



"apa kamu lakuin hans". ucapan raka mengejutkan hans



"maksud kamu apa?"



"kamu lagi nadia,udah tau hans uda punya istri ngapain kamu datang kemari". raka terlihat kesal



"maksud kamu apa raka,aku kemari mengundang hans untuk makan malam". nadia memberikn alasan.



"kamu kenapa? kenapa tiba-tiba marah". hans heran dengan sikap raka



"kamu tau hans, gue lihat tasya lari keluar dari ruangan kamu sambil nangis. apa lagi kalau gak lihat kalian berduaan".



" terus salah aku gitu, si tasya aja yang yang gak pernah lihat orang pelukkan".



"jadi kamu tau tasya ada disini tadi, kelewatan kamu nadia ". hans kesal



"kamu juga kelewatan hans,  istri kamu lagi hamil". raka marah dengan sikap hans



hans keluar berlari mengejar tasya tapi tasya sudah pergi entah kemana.


sedangkan Nadia di tarik oleh raka untuk keluar dan pergi dari perusahaan.



tasya yang pergi naik taxi, di dalam taxi tasya menangis mengingat hans berpelukkan dengan Nadia. tiba-tiba perut tasya mengalami kram dan sakit, dia mengingat bahwa dia harua tenang dan gak boleh terlalu stress agar bayinya tetap sehat.



sayang, maafkan mami ya.. mami udah buat kamu ikutan sedih. mami janji akan jaga kamu dan buat kamu tetap aman.  sehat terus sayang, mami sayang kamu. tasya mengelus perutnya



hans mengendarai mobilnya menelusuri setiap sudut kota untuk menemukan tasya dan hans merasa sangat menyesal.


berkali-kalin hans menelfon tasya tapi nomornya tidak dapat dihubungi.


Hans juga menelfon ke apartemen tapi tasya belum pulang.



tasya, kamu dimana sayang. maafkan aku telah membuat kamu terluka lagi. aku mohon padamu, hubungi aku. aku akan menjelaskan semua kesalahpahaman ini.



sudah berjam-jam Hans mencari tasya tapi tidak ketemu juga. bahkan hans juga minta bantuan raka untuk mencari tasya tapi tidak ada hasilnya juga.



jam menunjukkan jam 9 malam tapi hans masih mencari tasya.  Hans semakin merasa bersalah karena menyakiti perasaan tasya lagi.





__ADS_1


__ADS_2