
"Keinginan untuk tetap berhubungan intim saat hamil merupakan hal yang wajar. Meski ada juga yang tidak ingin. Hamil bukan menjadi halangan Anda untuk tetap bercinta dengan pasangan. Namun yang perlu diperhatikan, jangan sampai Anda dan pasangan memaksakan diri. Bercinta saat hamil tetap ada aturan mainnya".
"berarti tidak bisa semau kita ya dok". hans terus mengajukan pertanyaan karena masih ingin tahu lebih banyak.
"iyaa benar sekali pak, Selama kehamilan berjalan normal, Anda boleh berhubungan seks kapan saja Anda suka. Dari segi frekuensinya, "batasan" seberapa sering Anda boleh berhubungan intim saat hamil sebaiknya tidak lebih dari 3 kali per minggu. Sebab, terlalu sering seks saat hamil dapat meningkatkan risiko perempuan terkena infeksi saluran kencing (ISK)".
"wah terima kasih banyak dokter atas penjelasannya, saya jadi mengerti sekarang".
"baiklah, sekarang kita akan lihat perkembangan janinnya, ibu silakan naik ketempat tidur pemeriksaan"
"baik dokter". tasya naik ketempat tidur pemeriksaan dan membuka bajunya.
"baiklah, mari kita lihat".
hans juga ikut melihat pemeriksaan USG yang dilakukan oleh tasya.
" Warna abu-abu yang paling terlihat di area sekitar foto USG merupakan jaringan rahim anda. Kemudian bagian yang berwarna hitam di dalamnya, itu merupakan cairan ketuban yang melindungi bayi di dalam rahim. Nah, yang ini adalah bayi anda, lihat dia tumbuh dengan sehat dan wajahnya sudah terbentuk".
"hans coba lihat, itu anak kita hans, aku bahagia banget bisa lihat dia". tasya menangis bahagia setelah dokter menjelaskan semuanya.
"iyaa sayang, dia tumbuh dengan baik dan sehat". hans memeluk tasya yang menangis bahagia.
"sekarang kita dengar detak jantungnya".
dokter mengarahkan alat USG ke letak jantung bayi, hans dan tasya dapat mendengarkan suara jantung bayi mereka dengan jelas.
"suara detak jantungnya". tasya semakin menangis mendengarnya.
"iya sayang". hans menghapus air mata tasya.
"apa bapak ibu ingin tahu jenis kelaminnya".
"tidak dokter, biarkan saja. laki atau perempuan saya akan terima". tasya tidak ingin mengetahuinya karena menurutnya laki atau perempuan semua sama, yang penting lahir dengan sehat dan selamat.
"baiklah, nanti akan saya berikan foto hasil USG nya".
"bagaimana dengan makanan yang baik dikonsumsi oleh istri saya dok".
"Mengonsumsi makanan tinggi serat saat sarapan membantu melancarkan pencernaan dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama, seperti oatmeal, biji chia, bayam, dan buah seperti jambu biji.Saat hamil, Anda juga harus mengonsumsi protein sekitar 75 gr per hari, yaitu, tahu, telur, dan selai kacang.
Jangan lewatkan makanan serta minuman kaya kalsium dalam menu sarapan Anda, Anda bisa mencoba berbagai makanan dan minuman kaya kalsium seperti yoghurt, keju, bayam, jus jeruk, dan juga kacang almond.dan satu lagi yang penting yaitu zat besi yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin dalam kandungan, Untuk itu konsumsilah makanan yang kaya zat besi saat sarapan seperti oatmeal, hati sapi, bayam, telur, tahu, dan sereal yang diperkaya zat besi".
"banyak banget ya dok makanan yang dibutuhkan oleh ibu hamil".
"iya pak, karena apa yang dimakan ibu juga akan dimakan oleh janin dalam kandungan, jadi tidak boleh asal makan saja".
"baik dokter, terima kasih atas penjelasannya". ucap hans yang sambil menyalami dokter tersebut.
"baik bapak ibu, sama-sama. jangan lupa bulan depan datang lagi untuk berkunjung melakukan pemeriksaan".
"baik dokter". ucap tasya.
tasya dan hans keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah bahagia, dan terus memandangi foto hasil USG.
"hans, aku sudah tidak sabar menunggu anak kita lahir". ucap tasya
"sabar sayang, tinggal beberapa bulan lagi".
"iya hans, tapi saat aku melahirkan kamu harus menemani aku ya".
"pasti sayang, aku akan menemani kamu, aku juga ingin melihat anak kita lahir".
hans dan tasya berjalan kembali keruang rawat tasya. saat mereka masuk, tasya masih melihat bik ijah berada didalam.
"loh bik ijah belum pulang". ucap tasya.
"iya non, bibik juga ingin tau kabar dari pemeriksaanya non".
"ini bik fotonya, dia sehat bik, dia tumbuh dengan baik". tasya menceritakannya dengan bahagia.
"bibik ikut bahagia melihatnya non".
"makasih ya bik". tasya memeluk bik ijah.
" bibik pulang dulu ya non".
"iya bik, bibi pulang saja istirahat. biar aku yang jaga tasya". jawab hans.
"baik tuan".
tasya merasa sangat lelah,begitu banyak hal yang dia lewati hari ini. tasya cepat-cepat membersihkan dirinya dan istirahat. hans yang melihat wajah istrinya sangat lelah datang menghampiri tasya.
"sayang, kenapa kamu kelihatan lelah sekali".hans mengusap tangannya kekepala tasya.
"aku baik-baik saja hans".tasya terlihat ragu untuk menceritakan semua kejadian hari ini.
"ada apa sayang, cerita aja sama aku. mungkin aku bisa bantu".
"gak hans,aku gak mau buat kamu marah. dan aku baik-baik aja"
hans curiga tasya menyembunyikan sesuatu darinya, karena raut wajahnya yang gelisah dan khawatir.
"ayo sayang, cerita saja sama aku, aku janji tidak akan marah".
"hans kamu percaya kan kalau anak ini adalah anak kamu" tasya mengelus-elus perutnya.
"hei kenapa kamu bicara seperti itu sayang, jelas ini anakku". tangan hans juga ikut mengelus perut tasya.
"terima kasih Hans sudah percaya denganku".
"kenapa kamu bertanya seperti itu? apa ada yang salah".
"tidak hans, aku hanya ingin bertanya saja". tasya tidak bisa menceritakan apa yang terjadi padanya dengan Nadia.
maaf hans, aku tidak bisa menceritakan yang sebenarnya, aku tidak ingin masalah ini semakin besar.
"sayang, kenapa melamun".
"aahh tidak apa-apa hans, aku hanya.... ".
"apa kamu ingin kita melakukannya malam ini". hans memeluk tasya yang sedang berbaring.
"hans.... kamu ini". tasya merasa malu mendengar ucapan hans.
"dokter kan sudah bilang, kita boleh melakukannya 3kali dalam seminggu. dan minggu ini kita kan belum melakukannya". hans terus menggoda tasya.
__ADS_1
"hans kita sedang ada dirumah sakit".
"jadi maksud kamu kita melakukannya dirumah saja, baiklah besok aku akan mengurus kepulangan kamu".
"iihhh hans kamu ya". tasya mencubit hans karena terus menggodanya.
"ampun sayang, sakit". hans merintih kesakitan karena cubitan tasya.
"biarkan saja, ini hukuman buat kamu".tasya tidak berhenti terus mencubit hans.
saat mereka berdua asik bercanda satu sama lain, tiba-tiba tasya mengalami kram perut.
"aduh aduh perutku". tasya memegang perutnya yang kram.
"kenapa sayang". hans terlihat panik
"perut ku kram hans".
"sini sayang, aku pijitin punggung kamu". hans memulai pijitannya dengan tanggannya yang besar dan hangat.
"terima kasih hans sudah jadi suami yang baik dan siaga".
"sayang, kamu harus tumbuh dengan baik, jadi anak yang baik ya, kamu harus tenang didalam perut mami, jangan buat mami kesakitan ya". hans mengelus perut tasya dan berbicara pada bayi yang dikandung tasya.
tasya yang mendengar ucapan hans hanya tersenyum, betapa bahagianya dia mendapat suami seperti hans yang selalu ada buatnya.
"terima kasih hans, sudah mau mencintaiku, menerima ku".
"maafkan aku juga, baru sekarang aku bisa memberikan kamu Cinta dan sayang". hans memeluk erat tasya dan mencium keningnya.
***
pagi hari...
"selamat pagi ibu tasya" sapa seorang dokter.
"pagi juga dokter".
"pagi ini saya akan melakukan pemeriksaan terakhir sebelum ibu pulang".
"baik dok". ucap tasya
saat dokter memeriksa tasya, hans datang dan membawa sarapan pagi.
"bagaimana dokter keadaan istri saya". ucap hans yang melihat istrinya sedang diperiksa.
"keadaan ibu tasya sudah membaik, setelah kami pantau tidak ada lagi pendarahan yang keluar, tapi setidaknya ibu tasya harus banyak istirahat tidak boleh terlalu capek".
"baik dok, apa saya sudah boleh dokter".
"ya sudah boleh. keadaan semua sudah baik, jadi sudah boleh pulang".
"terima kasih dokter". ucap hans dan tasya.
setelah dokter memberikan izin tasya untuk pulang, tasya membereskan pakaiannya agar tidak ada yang tertinggal saat keluar dari rumah sakit.
***
Apartemen....
"iyaa bik,keadaanku sudah membaik". ujar tasya yang berjalan menuju sofa.
"syukur deh kalau begitu non,sini biar bibik yang bawa masuk kekamar tasnya non".
"ah iya bik, masih ya bik". tasya memberikan tas yang dipegangnya.
"non mau makan apa biar bibik buatkan".
"nanti saja bik, aku ingin istirahat dulu".
"baik non".
tasya duduk disofa ruang tamu sembari Menonton Televisi, dan sambil mengelus-elus perutnya yang semakin besar.
"loh, kamu koq istirahat disitu". hans melihat tasya berbaring disofa.
"aku ingin melihat Televisi".
"dikamar kan juga ada Televisi sayang".
"aku bosan dikamar terus".
"iyaa tapi apa kamu tidak ganti baju dulu, itu bajukan dari rumah sakit".
"iihh kamu bawel banget sih hans". tasya berusaha untuk bangun tapi dia kesusahan karena perutnya yang besar.
"hahahhaha ya udah sini aku bantu bangun". hans tertawa melihat tasya yang kesusahan.
"kok diketawain sih istrinya kesusahan bangun". tasya ngambek karena hans tertawakan tasya.
"iya iya maaf sayang, buruan sana ganti baju, aku mau keruang kerja dulu". hans mendorong istrinya dengan lembut untuk masuk kekamar.
tasya pergi mengganti bajunya, hans pergi keruang kerjanya untuk mengerjakan tugas kantor, sedangkan bik ijah yang sibuk memasak didapur, suasana rumah hans hening seketika, tiba-tiba terdengar suara tasya menjerit dikamar.
"aaghhh".
hans dan bik ijah yang mendengar tasya menjerit spontan lari ke arah kamar.
"ada apa sayang" hans terlihat panik
"non kenapa? ".disusul bik ijah yang juga panik.
"tidak ada satupun baju yang muat aku pakai". tasya membalikkan badannya dan menunjukkan baju yang kekecilan.
"ya ampun sayang, aku kira kenapa". hans lega karena bukan suatu bahaya yang terjadi.
"iihh non tasya, buat bibik takut saja". bik ijah langsung kembali kedapur.
"gimana ini, aku tidak punya baju lagi".
"y uda sayang tinggal beli lagi baju khusus untuk hamil".
"kita pergi belanja ya, sekalian kita beli perlengkapan untuk anak kita".
"baiklah, kita ajak mama ya". ucap hans yang ingin mamanya juga ikut.
__ADS_1
"iya sayang, biar aku ada yang nemani belanja kalau ajak mama".
"apa? ucapkan sekali lagi".
"ajak ma.. ma". tasya kebingungan tidak mengerti apa yang dimaksud oleh hans.
"bukan itu, kata sebelumnya".
"iya sayang". tasya membesarkan bola matanya kepada hans.
"sayang, baru kali ini aku dengar kamu bilang sayang". hans memeluk tasya yang sedang berdiri didepan cermin.
"iihh kamu ya hans". tasya memukul hans
"coba sekali lagi panggil aku sayang".hans terus-terusan menggoda tasya.
"gak mau ah,udah cukup".
"ya uda sayang,buruan ganti baju kita jemput mama terus pergi belanja bareng".
tasya dan hans bersiap-siap untuk pergi kerumah mamanya.sebelum pergi hans menelfon mamanya.
"hallo ma, mama dimana?". ucap hans.
"iya sayang, mama lagi dirumah ada apa? "
"apa mama bisa temani aku dan tasya belanja perlengkapan bayi, mama kan sudah lebih berpengalaman".
"oh iya sayang bisa, kapan mau belanjanya? ".
"sekarang ma, bisa kan".
"bisa kok,ya sudah mama siap-siap dulu ya".
"iya ma, sebentar lagi aku dan tasya akan jemput mama". hans mematikan telfonnya.
"gimana sayang, mama bisa kan". tanya tasya yang melihat hans selesai menelfon".
"hmm manis banget kamu manggil aku sayang, mama bisa kok sayang". hans mengusap kepala tasya.
"iihh apaan sih, ya uda ayo kita berangkat. bik ijah kami pergi dulu ya". tasya berpamitan kepada bik ijah yang ada didapur.
"iya non". ucap bik ijah.
diperjalanan,tasya dan hans mengobrol tentang kehidupan mereka sebelum menikah,mereka berdua terlihat bahagia dan tertawa bersama.mereka berdua akhirnya saling terbuka satu sama lain tentang masa lalu mereka. tidak terasa akhirnya mereka tiba dirumah mamanya.
"ayo sayang kita turun masuk kerumah mama dulu, sudah lama kita tidak datang kemari".
tasya tidak mendengar ucapan hans, tatapan mata tasya terlihat kosong memandingi rumah mama hans.
"sayang kamu kenapa? ". hans membuyarkan lamunan tasya.
"ahh iya, gak apa-apa kok".
"kamu gak mau turun, gak mau masuk kedalam rumah mama".
"iyaa mau". tasya cepat-cepat membuka sabuk pengamannya.
tasya turun dari mobil, namun kakinya terasa berat untuk masuk kedalam rumah mertuanya. tasya hanya tidak ingin kalau alexa melihat diriny datang, karena tasya tau kalau alexa sangat membencinya.
"kenapa sayang, perutnya sakit lagi". hans melihat tasya yang berjalan pelan-pelan.
"gak kok".
saat masuk kedalam rumah mama hans, tasya tidak melihat adanya alexa dirumah, sehingga tasya merasa sedikit lega.
"kalian sudah datang, ayo kita pergi sekarang".
"alexa mana ma, katanya dia sudah pulang".saat masuk kedalam rumah hans tidak melihat alexa.
"ohh, dia sedang keluar menemui temannya".
"ya sudah ayo". ucap hans yang menggandeng tangan tasya.
hans, tasya dan mamanya berjalan menuju pusat perbelanjaan tersebesar dikota itu. setelah beberpa menit mereka sampai dipusat perbelanjaan.
"mama bantu aku untuk pilih-pilih ya ma".ucap tasya pada mertuanya
"iya sayang, pasti mama bantu".
tasya berhenti ditoko baju anak-anak.
"hans, lihat ini lucu banget kan". tasya menunjukkan sepatu perempuan berwarna merah muda pada Hans.
"iya sayang, kamu mau membelinya". tanya hans yang melihat tasya sangat bahagia melihat isi toko.
"tapikan kita belum tau jenis kelamin anak kita".
"tidak apa-apa sayang kalau kamu ingin beli sepatu itu".
"hmm gak deh". tasya menaruh sepatu itu ketempat semula.
"sayang, kita beli ini ya". hans menunjukkan kereta dorong bayi pada tasya.
"hmm gak sayang, mahal banget harganya". tasya memeriksa lebel harganya dan ternyata sangat mahal.
" hei sayang, suami kamu ini yang punya perusahaan terbesar diAsia, tidak ada kata mahal sayang". hans tertawa melihat tingkah istrinya.
"kamu pemborosan". jawab tasya sambil pergi meninggalkan hans.
"sayang kemari,mama sudah pilihkan beberapa baju".
"wah mama paling jago deh kalau soal pilih memilih".ucap hans yang memuji mamanya.
"iya ma tasya suka".
setelah beberapa jam mereka mencari pakain untuk bayi, tasya merasa lelah dan beristirahat sebentar.
"kamu gak apa-apakan sayang". hans khawatir karena tasya kelelahan.
"gak kok sayang, kamu lanjut aja belanja sama mama, aku duduk disini aja".
hans melanjutkan belanjanya bersama mamanya. setelah selesai, hans pergi untuk membayar semua belanjaannya dikasir.
__ADS_1