
...Mimpi Indah...
Malam ini aku ingin bisa tidur nyenyak, aku ingin bermimpi indah aku hanya ingin melihat yang baik-baik dan takut akan kegelapan. Malam ini dingin sekali aku sama sekali tidak bisa hidup dengan cuaca yang amat buruk bagiku, seharusnya aku bisa tidur walaupun dengan kipas angin kecil yang sudah usang ini, tapi mau bagaimana lagi hari ini aku harus cukup bisa hidup dengan cara seperti ini.
Aku gak tahu bagaimana semua ini bisa terjadi bagaiman semua bisa terlihat nampak tapi aku tak tahu aku hanya bisa melihat dari diriku sendiri. Aku telah menulis disebuah kertas tentang segal sesuatunya helai demi helai kertas ku gores dan ku lukis indah semua cerita kala itu. Aku menyanyi ditemani dengan sayup melodi entah kenapa hubungan kami semua jadi berantakan entahlah bagaimanapun semuanya telah terjadi. Entah kenapa cerita cinta ini jadi semakin aneh "fikirku, apa tiada yang dapat memberi jawaban" kataku. Semuanya bagai ironi, entah apa segalanya sudah cukup. Biar waktu yang kan menjawab.
***
Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang ku tuangkan bersama hati dan juga perasaan.
Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.
Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.
Hubungan kita apa hanya sebatas teman atau lebih, mengapa rasanya sulit tuk mengetuk pintu hatimu dan berbicara bahwa aku sangat membutuhkanmu, sampai di suatu ketika kau beranjak pergi tinggalkan ku sendiri, rasanya aku seperti orang yang egois hanya berharap dan juga memuja dirimu padahal tak kau tak memiliki perasaan sama sekali padaku. Aku begitu mencintaimu meski aku sadar cintaku bertepuk sebelah tangan, meski begitu aku mencoba tuk sabar menghadapi semua itu dan berharap kelak suatu saat nanti kau bisa menerimaku.
__ADS_1
"Kenapa sih Lo tetep deketin gue?" Tanyanya sambil menjauh
Kemudian aku memegang tangannya, dia pun hendak melepaskan genggaman tangannya dari diriku. Kemudian sekejap aku memeluknya.
"Mau kah kau jadi pacarku?" Pintaku sambil memeluknya erat
"Aku ingin hubungan kita lebih dari sekedar sahabat!" Tambahku
Gak banyak yang gue kenal dari Ikbal sosok cowok cool dan juga menjadi pusat perhatian di manapun dia berada, cowok yang memiliki wajah tampan bahkan nampak sempurna bagi gue, rasanya ini sebuah hal yang mustahil untuk gue bahkan ini kayak mimpi kok bisa sih cewek yang gak populer kayak gue, tampang juga pas-pasan ditambah lagi gue gak secantik bintang sinetron bisa punya cowok kayak Ikbal kayaknya itu cuma mimpi. Rasanya dia sempurna banget buat di jadiin pacar gue bukan hanya tinggi badannya yang bikin gue ngerasa terlindungi tapi juga dia perfectionis.
Biarkan cinta mengajari tentang bahagia, biarkan persahabatan yang melukiskan cinta, biarkan matamu terpana terbakar akan suasana hati yang haru dan biru. Sahabat peganglah tanganku ikatlah dengan senyuman indah manis di bibirmu ukirlah dan gapailah setiap cita dan juga anganmu, bersama mimpi yang juga akan terukir dengan pengkhianatan dan juga rasa sayang meski aku sadar ini hanya sebuah masa lalu semoga kau selalu ku kenang meski rasa ini tak mungkin lagi tuk ku kenang. Ada yang hilang dan ada yang pergi ada yang bertanya tentang arti cinta dan juga ada selalu merasa yakin akan persahabatan yang selalu dibina mungkin itu karena semua hanyalah masa lalu yang akan menjadi kenang-kenangan ku di masa depan kelak.
Masa lalu akan berganti dengan masa depan begitu pula dengan kebahagiaan dan juga tangisan yang pernah terukir kala aku duduk di bangku sekolah menengah atas, rasanya ingin setiap masa itu terulang kembali tetapi itu semua sudah tak mungkin karena ini hanya sebuah catatan tentang kisahku bersama kawan-kawan ku, mengukir prestasi dan juga cinta dengan setiap pengorbanan dan juga rasa untuk saling berbagi dan juga memberi. Walaupun aku sadari ini hanya sebuah gambaran masa lalu ku sampai-sampai aku berharap semua akan terulang kembali.
Hubungan kita apa hanya sebatas teman atau lebih, mengapa rasanya sulit tuk mengetuk pintu hatimu dan berbicara bahwa aku sangat membutuhkanmu, sampai di suatu ketika kau beranjak pergi tinggalkan ku sendiri, rasanya aku seperti orang yang egois hanya berharap dan juga memuja dirimu padahal tak kau tak memiliki perasaan sama sekali padaku. Aku begitu mencintaimu meski aku sadar cintaku bertepuk sebelah tangan, meski begitu aku mencoba tuk sabar menghadapi semua itu dan berharap kelak suatu saat nanti kau bisa menerimaku.
__ADS_1
"Kenapa sih Lo tetep deketin gue?" Tanyanya sambil menjauh
Kemudian aku memegang tangannya, dia pun hendak melepaskan genggaman tangannya dari diriku. Kemudian sekejap aku memeluknya.
"Mau kah kau jadi pacarku?" Pintaku sambil memeluknya erat
"Aku ingin hubungan kita lebih dari sekedar sahabat!" Tambahku
Aku hanya seseorang yang berharap tapi apa aku akan terus menjadi orang yang hanya bisa berkhayal dan juga bermimpi?
Rasanya semua bertanya tentang apa kapan dimana dan siapa, seseorang yang gak punya pendirian yang cuma hanya membual dan ingin dimengerti, seseorang yang berharap semuanya akan baik-baik ajah padahal sebenarnya enggak. Cuma satu kalimat yang terpatri dan juga rasanya seperti orang egois yang hanya meng eluh-eluhkan seseorang padahal dia sendiri tak patutu di mengerti bahkan juga tuk dikenal. Apa ini karma apa hanya sebuah berita? Rasanya khayalan ini terlalu ketinggian atau mungkin aku yang terlalu bertindak bodoh.
Gue gak ngerti bisa terjadi kayak gini, hubungan pacaran yang pernah saling putus nyambung dan membuat ego gue pasang surut semua kisah klise yang memberikan intrik dan konflik yang membuat semuanya terus terjadi. Terus terang gue emosi dan membuat gue labil sendiri gak ngerti lagi apa dan harus bagaimana mempertahankan semuanya harga diri dan juga rasa tanggung jawab gue dan juga sifat ketergantungan gue sama dia, ditambah lagi dengan sifat dia yang selalu mengatur gue membuat hidup gue berubah 180°. Jujur ini masalah yang gue alami sendiri bikin gue emosi dan hilang kendali gue gak ngerti gue sebuta ini bisa pacaran sama cowok yang terlalu berambisi dan juga banyak sekali menanggung beban yang seharusnya gak gue tanggung.
***
__ADS_1