
...Cinta Segitiga Season 2...
Meski dia si cowok rese yang gak gue cari tapi hubungan rumit yang kita jalani lambat laun membuat gue merasa bahwa dia satu-satunya di kehidupan gue.
"Bal, kenapa Lo suka sama gue?" Taya gue
"Kenapa ya!" Jawabnya ngeselin
"Jawab dong!" Ujar gue kesel
"Karena kamu adalah satu-satunya cewek dalam kehidupan aku yang membuat aku bahagia" ucapnya
"Ah.. so sweet, tapi terlalu lebay!" Jawab gue
"Deh kenapa gitu!" Ujarnya
"Ya lagian kamu jawabnya begitu!" Ujar gue
"Deh jadi aku kamu nih!" Ujar Ikbal
Kita gak akan pernah tahu kita akan jatuh cinta sama siapa, tapi saat itu juga kita akan tahu kita akan rindu sama siapa meski tampangnya emang nyebelin tapi dia emang sosok cowok yang susah buat gue lupain. Bukan cuma tampan dan ganteng dia juga sosok cowok yang udah membuat gue bahagia, dia selalu menghujani hidup gue dengan cinta yang dia berikan ke gue.
Entah kenapa gue jadi sosok yang puitis padahal gue bukan sosok cewek yang humoris atau romantis, dan juga bukan sosok cewek yang gaul bak mie gaul, bahkan juga bukan artis yang sok artis, jangankan buat bersikap sok akrab wajah gue yang pendiam justru mungkin dianggap orang kurang ramah dan tak pandai bergaul, padahal gue sebenernya gak ngerti apa-apa. Kenapa ya akhir-akhir ini gue sering banget nulis di buku harian gue sampai suatu ketika gue sadar buku harian gue udah penuh sama curhatan gue, yang intinya panjang di kali lebar sama dengan entah sejak kapan gue jadi sosok yang romantis bak pesinetron papan atas padahal aslinya gue orang biasa dan tak terkenal. Mungkin bukan seorang gue namanya kalau gak punya rasa, sebab setiap rasa akan membawa kita kepada suasa cinta, ataupun persahabatan kayak cerita yang gue tulis di sini. Entahlah Lo mau baca atau enggak seterah Lo ya istilahnya bodo amatlah, karena dari dulu gue orangnya gak suka banyak omong tapi sekalinya ngomong banyak banget.
Emangnya bener Ikbal sosok cowok yang gue sayang dan gue cinta, apa bener gue gak bisa benci dia meski semua yang udah dia lakuin gue udah membuat gue marah dan kecewa. Gue tahu dia emang dari dulu begitu tapi kapan sih dia sadar sama perasaannya sendiri dan berhenti buat membeda-bedakan antara cinta dan persahabatan.
Ketika ku jatuh hati pada seseorang alunan suara indah dengan senyuman, membuat cinta di tengah rembulan bersama mentari yang kan terus bersinar. Cinta yang memberi kesejukan di keheningan malam dan sayap-sayap merpati putih yang terbang beri sebuah tanda akan kehidupan, jangan biarkan sang hati berdusta kala ego menepis rasa cinta. Cukup sudah bahasa kalbu biarkan sang fajar menertawai rembulan malam kala sang mentari bercahaya meski sinarnya tak kau rasa, setetes embun pagi yang kala itu kau lihat biarkan saja dia membasahi pagi biarkan jangan berikan keraguan pada sang mimpi kala ku inginkan seseorang pengisi hati di jiwa yang sepi. Lantunan not demi not dengan penuh bahagia ku rangkai meski tak jua ku mengerti dan ku kenal kenapa? Ada apa dengan sepasang merpati putih yang hinggap di jendela kamar ini? Ada cerita apa yang akan ku petik ataukah ini hanya mimpi belaka? Biarlah sang merpati berterbangan. Mungkin sang fajar dan sayap-sayap burung patah melihat kita berseteru sehingga tak ada cinta. Biarkan sang Melodi menyanyikan lagu cinta dengan syahdunya, meratapi hati yang dengan elok di rasa, entahlah? Mungkin nyanyian tentang cinta atau tentang luka.
***
Biarkan api asmara menyemangati sang bidadari, biarkan sang fajar di ufuk timur berikan kehangatan di ujung senja. Cinta adalah rasa sempurna tidak semua orang memilikinya setiap rasa dan kisah dalam cinta baik dalam pengorbanan maupun kebahagiaan yang muncul, biarlah sang fenomena berikan kekayaan kemegahan dalam pesta cinta kala jantung ini berdebar berdegup kencang ingin ku pandang wajahnya dikeheningan malam dan ku bayangkan sebuah cincin melingkar di jari manisnya sang bidadari. Kala malam yang sunyi sepi dingin kau peluk aku dan beri kehangatan di malam itu dan kesejukan dengan tetap memandang indah wajah mu saat itu kau bisikkan kata cinta kau buat aku merajuk bahagia sambil merajut kebersamaan atas nama cinta, sungguh benih-benih cinta yang kau tumbuhkan setiap menit detik kau beri aku rasa itu dengan penuh ketulusan hati dengan siap memberi dan kau beri aku kesempatan meskipun aku tidak mengerti mengapa? Apa? Dan siapa diriku? Mengapa aku begitu mencintai? Mengapa aku begitu menginginkanmu. Lalu pandanganmu penuh liar menggodaku dengan tatapan polos namun dengan senyuman manis kau bakar hatiku dengan penuh kemewahan hati, terimakasih cinta atas apa yang kau beri.
"Lea!" Saat itu ada suara Rizal di kejauhan
"Ngapain si?" Jawab Ikbal
"Udah Bal!" Jawab ku
"Gue sadar Lea cinta itu gak harus memiliki, dan mungkin Lo emang bukan sosok cewek yang tepat buat gue!" Ujar Rizal sambil memegang tangan ku
"Apaan sih gak usah pake megang tangankan bisa!" Ujar Ikbal marah
__ADS_1
Ternyata saat itu adalah hari terakhir aku bertemu dengan Rizal, dia bilang dia akan pindah sekolah karena waktu itu dia di skors akibat dia telah memukul Ikbal dan hampir ajah babak belur, tapi akhirnya mereka berdua saling bermaafan ya walaupun masih sedikit slek dan marah.
Langit akan mendung tanpa mentari
Karena takkan lagi kulihat senyumannya
Malam akan sunyi tanpa rembulan
Karena takkan lagi kudengar tawamu
Hilang asaku hilang harapanku
Ingin teriak menembus langit yang beku dihatiku
Agar kau bisa mendengar tangisanku yang kutahan
di dalam sesak dadaku
Hanya melalui puisi ini aku ceritakan deritaku bersama getaran hatiku
Ingin aku menyapa serpihan kenangan bersamamu
Dari aku yang basah oleh air mata, Love you
Kalau saya adalah ini, yang membuat senyummu
Maka dia adalah orang lain yang membuat air matamu
Jangan marah kepadamu yang sudah membuat lingkungan jadi indah,
tentram dan damai
Siapkan
Sekarang, kamu ingin siapa yang datang menghiburmu?
Kepala Sekolah membawa risoles dari kantin?
Menteri Pendidikan membawa kunci jawaban?
Malaikat membawa buah-buahan dari sorga?
__ADS_1
Pengusaha muda membawa yang harum pewangi?
Ahli nujum? Tukang pijit? Tentara? Penari?
Atau saya saja yang membawa kata-kata pilihan
Saya akan senang mengatakannya dan kamu senang
Jangan nangis, nanti kamu sakit kepala,
Ada yang perlu saya bantu?
Albert Einstein melakukan kesalahan
Kalau ingin benar-benar sama dengan diriku
Dia tidak memilihmu menjadi kekasihnya
Sehingga dia tidak bisa sendirian di kamar
Dan ingin bertemu denganmu!
Setiap hal ketika aku menunggumu
Waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku
Malam berjalan lebih lambat
Siang berjalan lebih melambat
Jam dinding bergerak lebih lambat
Usia bertambah lebih lambat
Dan saat mana jantukku berdetak lebih cepat
Melebihi kecepatan cahaya
Oleh keinginan bertemu denganmu
***
__ADS_1