Love Story' (The Series)

Love Story' (The Series)
Chapter 2


__ADS_3

...Roman Picisan Season 2...


Tiba-tiba ada orang yang ngeliatin kita berdua yang lagi berpegangan tangan.


"Woy ngapain Lo berdua-duaan!" Ujarnya


"Tau nih gue bilangin guru Lo"ujarnya lagi


Seketika kita yang duduk berduaan langsung berjauhan.


"Ih apaan sih Lo ganggu aja orang lagi pacaran" jawabnya


"Deh siapa lagi yang pacaran sama Lo!" Jawab gue sembari memukulnya memakai buku


"Cia elah romantis amat Lo berdua, jadi iri!" Jawabnya


"Nah bocah ngapa ya!" Ujar yang lainnya


"Eh Lo berdua-duaan entar yang ke tiganya setan!" Jawabnya


"Eh Lo kan baru datang berarti Lo berdua setannya" jawab gue sembari pergi meninggalkan mereka


"Deh apaan sih!"


Persahabatan itu seperti permen kapas rasanya manis banget, ada rasa cinta, kenangan dan juga kerinduan bahkan ada juga rasa cemburu penghianatan dan hal-hal konyol. Ya itulah persahabatan, kadang terasa garing kayak renjinang, dan seperti kacang asin yang baru dikupas. Kalau Sahabat kamu? Punya rasa apa?


Aku hanya ingin kamu tahu meski dalam kejauhan aku selalu ada untukmu, meski semua cinta yang ku beri mungkin tak sebesar dengan pengorbanan yang kau beri untukku.


Jika mengingat waktu-waktu yang telah kamu habiskan dengan sahabat, segalanya pasti terasa menyenangkan, bukan? Meski pertengkaran kerap mewarnai persahabatan yang terjalin di antara kamu dan dia, tetapi perasaan jengkel dan amarah akan cepat tergantikan dan nggak pernah betah lama bersarang di hati.


Perselisihan pasti ada perbedaan pasti ada semua terjadi karena kita sahabat saling membantu dan membutuhkan, ingatkah tentang kertas bekas? Kertas bekas di bawah mejaku berisikan kenangan indah bersamamu sahabatku, sahabat terbaikku hujatan berceceran kepadaku masalah berdatangan kepadaku tetapi engkau sahabatku tak pernah mengeluh untuk menyemangatiku.


***


Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang ku tuangkan bersama hati dan juga perasaan.


Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.


Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.


Aku bukan seorang pengarang yang pandai mengarang cerita namun semua yang terjadi telah terjadi seperti rangkaian peristiwa yang terjalin dan membuat ku merasa ini tak ubahnya bagai kertas putih yang ku tuliskan tinta dengan kata-kata yang terurai begitu saja.


Sahabatmu adalah jawaban dari kebutuhanmu


Ia adalah ladang yang kau tebar


dengan cinta dank kau panen juga


Dia adalah papan dari perapianmu


Karena kau datang padanya dengan rasa laparmu


Dan kau mencarinya untuk kedamaian


Ketika temanmu membicarakan pikirannya,


Kau tak takut “tidak”


Dalam pikiranmu sendiri, atau menarik “ya”


Dan ketika ia diam,


Hatimu berharap tidak akan mendengarkan hatinya


Karena tanpa kata-kata


Dalam persahabatan


Semua pikiran, semua harapan


Semua keinginan dilahirkan dan diserakkan


Dengan kebahagiaan yang tak terkatakan


Kala kau berpisah dengan sahabatmu


Kau tidak menderita


Karena yang kau cintainya mungkin kan terlihat lebih jelas


Kalau dia tak ada,


Seperti gunung yang terlihat lebih jelas dari gurun pasir


Dan biarkan tak ada tujuan


Dalam persahabatan menyimpan semangat yang salam


Karena cinta yang tidak mencari apapun


Kecuali penyingkapan misterinya


Bukanlah cinta yang sebenarnya


Melainkan sebuah jaring


Dan hanya kesia-siaan yang berhasil ditangkap


Kala ia harus tau tentang ombakmu


Birakan ia tau tentang banjir-banjirmu jua


Untuk apa seorang sahabat harus kau cari


Dengan waktu yang kau bunuh?


Carilah dia selalu dengan waktu untuk hidup


Karena dia ada untuk memenuhi kebutuhanmu

__ADS_1


Tetapi bukan kekosonganmu


Dan dalam manisnya persahabatan,


Biarkan ada tawa dan kebahagiaan


Bergandeng tangan


Ke mana pun kita berjalan


Berjalan menyusuri lorong kecil pun jalanan besar


Tak pernah sekalipun menyerah


Tuk sampai sebuah tujuan


Erat sungguh kala itu


Kau pegang tanganku


Begitupun aku


Memoriku masih ingat betul


Kala itu kita masih begitu polosnya


Berjalan tak peduli itu duri,


hutan lebat, ataupun berliku


Kita terjang begitu saja


Akupun tak takut apapun itu


Karna aku tak sendiri


Ada kamu sahabatku…


Aku percaya padamu


Menyusuri jalan yang berliku


Mengambil keputusan tanpa pemikiran panjang


Berjalan dan berlari


Dengan begitu yakinnya


Tak peduli hujan pun gelap malam


Teringat pada tujuan nan jauh di sana


Demi itu saja


Dan kini kita telah sampai, sahabat


Akupun demikian


Mari kita lukis kembali perjalanan hidup


Di tanah rantauan ini.


Layaknya lilin di tengah gulita


menyiramkan cahaya dalam kegelapan


Seperti mentari di pagi buta


menghantarkan sinar kehangatan, mengusir kebekuan


Bagaikan bintang yang mewarnai malam


yang tak membiarkan rembulan mengangkasa tanpa teman


membawa keceriaan dan kesetiaan


Bersamamu…


Melalui hari-hari yang penuh liku


Bergenggaman erat menepis gundah dan nestapa


Berbagi kisah…


Tentang cita-cita namun bukanlah angan belaka


Tentang cinta yang membuncah namun tertahan di dalam jiwa


Tentang harapan yang hendak digapai di masa datang


Tentang kegagalan yang hampir meremukkan keyakinan


Sahabat…


Kita bersama dalam suka maupun duka


Saling mengingatkan di tengah canda


Aku berharap dan berdoa…


Kita kan terus melangkah bersama


Menggapai ridho dan cinta-Nya


Meski jarak membentang di antara kita


Tak kubiarkan meluluhkan benang kasih yang telah tercipta


Sahabat…

__ADS_1


Terima kasih untuk segalanya


Dan biarkanlah kisah kita terus terangkai


Kini, esok, hingga masa depan


Aku bangga dapati Dirimu seadanya


Kupikir, pantaslah dirimu kutemani


Aku bahagia, Sungguh ingin terurai Kata


Kaulah sahabatku…


Bila hari-harimu tertimpa Bahaya,


Kudoakan Kasih Bagimu


Bila hari-harimu dilanda duka,


Kudoakan Harapan Bagimu


Bila Hari-harimu Barlarut ceria,


Kudoakan Damai bagimu


Selama matahari masih terbit dan terbenam,


Selama panas dan hujan masih silih Berganti,


Selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya,


Akulah sahabatmu…


Biarpun kita tak mungkin bersama


Sendiri kan kurangkai karsa


Sendiri kan kususun cerita


Berjalan terus menggapai cita


Dalam satu asa dan doa


Bahagia menyertaimu selamanya.


Di relung hati ini terukir kenangan


Indah berdandan menhias hati


Ingin rasa tuk segera bercerita


Mengenang tentang seorang pribadi


Rentang waktu yang panjang mengawali


Terjalin jumpa tak disengaja


Canda tawa mengisi cerita warna


Tercipta janji satu jadi sahabat


Gumul juang lelah melewati hari-hari


Semua terasa seakan tak berarti


Sirna di kala ada di sampingmu


Dia telah menjadi sahabat seumur hidup.


Gumpalan awan di langit biru


Bercerita kisah kita


Saat deras hujan bagai air mata


Dan cerah mentari jadi wajah kita


Warna pelangi di langit biru


Hanya jadi saksi bisu


Saksi kisah perjalananku denganmu


Saat perbedaan jadi keindahan


Langit pun berbahasa


Dan bersenandung ria


Lantunkan lagu rindu antara engkau dan aku


Oh sahabat…


Langit pun berbahasa


Tanda bersuka cita


Sambut esok dimana kita kan slalu bersama


Selamanya…


Dan dengarlah, dengarlah selalu


Itulah semua tentang kita,


cerita bahasa langit.


***

__ADS_1


__ADS_2