Love Story' (The Series)

Love Story' (The Series)
Chapter 30


__ADS_3

...Pelangi Setelah Hujan...


Becouse bukan cuma gue doang yang juga suka sama cogan-cogan di sekolah tapi sahabat gue Tiara juga suka sama cogan-cogan disekolah, ya sebenarnya terlalu munafik buat gue dan Tiara suka sama cogan (cowok ganteng). Karena mata kita berdua hijau kalau ngeliat cogan, btw ternyata Tiara suka sama Kaisar yaitu teman sekelas kita pantesan ajah dia gak suka pas liat gue deket-deket sama Kaisar, padahal jauh dari pandangan mata gue dari sudut mana pun Kaisar terlihat biasa-biasa ajah maklum kita udah temenan pas masih masa-masa baru masuk sekolah SMA ini, ya Kaisar itu emang ganteng sih ya gak jelek-jelek banget intinya dia udah kayak sahabat gue juga tapi gue bingung kenapa Tiara bisa suka sama Kaisar, awalnya gue kira dia suka sama Kak Rangga Azof atau sama Kak Irwan and the gang. Tapi ya namanya juga Tiara bukan dia namanya kalau gak suka sama semuanya maklumlah dia juga tipe cewek Playgirl, walaupun begitu dia juga sosok cewek yang SETIA ya SETIap tikungan Ada hehehe.


Pelangi setelah hujan


Cinta adalah candu jangan menggebu nanti jadi babu kekal di dalam semu, cinta itu anugrah jangan terlalu marah nanti luka parah nikmati dengan pasrah, cinta juga bisa mendewasakan pergi untuk menyabarkan menjatuhkan untuk menguatkan pelangi setelah hujan. Hujan air mata, ada yang dihempaskan awan sebelum cerah menggeser hitam merata di langit, ada yang harus kau buang sebelum senyum mengasingkan duka yang sakit.


***


Kalau saya adalah ini, yang membuat senyumu


Maka dia adalah orang lain yang membuat air matamu


Jangan marah kepadamu yang sudah membuat lingkungan jadi indah,


tentram dan damai


Siapkan


Sekarang, kamu ingin siapa yang datang menghiburmu?


Kepala Sekolah membawa risoles dari kantin?


Menteri Pendidikan membawa kunci jawaban?


Malaikat membawa buah-buahan dari sorga?

__ADS_1


Pengusaha muda membawa yang harum pewangi?


Ahli nujum? Tukang pijit? Tentara? Penari?


Atau saya saja yang membawa kata-kata pilihan


Saya akan senang mengatakannya dan kamu senang


Jangan nangis, nanti kamu sakit kepala,


Ada yang perlu saya bantu?


Albert Einstein melakukan kesalahan


Kalau ingin benar-benar sama dengan diriku


Sehingga dia tidak bisa sendirian di kamar


Dan ingin bertemu denganmu!


Setiap hal ketika aku menunggumu


Waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku


Malam berjalan lebih lambat


Siang berjalan lebih melambat

__ADS_1


Jam dinding bergerak lebih lambat


Usia bertambah lebih lambat


Dan saat mana jantukku berdetak lebih cepat


Melebihi kecepatan cahaya


Oleh keinginan bertemu denganmu


Entahlah apa ini benar-benar dia apa cuma gue yang berusaha buat mengenal dia tapi nyatanya gue sama sekali gak kenal dengan dia, seseorang yang dari awal gue coba buat memahami dan mengerti dia, cinta itu indah tapi kalau terlalu mencintai maka kita akan merasakan sakit apalagi kalau orang yang kita cintai sama sekali enggak menunjukkan rasa sayangnya ke kita entahlah apa mungkin dia emang sosok cowok yang cuek bebek tapi kenapa sih cuek sih cuek tapi akunya juga jangan di diemin gitu sakit sih tapi gak berdarah, apa guenya yang terlalu sensi sampe cuma masalah kecil ajah gue besar-besarin apa gue yang terlalu egois sampe gue bersikap kekanak-kanakan.


Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya.


Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan.


Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?.


Matahari bersinar di ufuk timur berikan sinarnya yang terang sembari menunggu datangnya sang fajar menyingsing, aku tak tahan melihat cahaya terang yang begitu besar nan indah namun tak pelak cahyanya memberikan tanda tanya terhadap perasaan ku yang berkecamuk antara kebimbangan dan juga ketidak pastian yang membuat aku tak percaya akan indahnya cinta, naluri ku bertanya ada apakah gerangan dengan misteri yang selalu saja timbul dalam kehidupanku yang membuat aku tak mampu melalui setiap proses dalam kehidupanku. Aku tak gentar namun juga yakin tapi tak pelak hati kecilku pun bertanya apakah aku mampu memenuhi hajat hidupku dengan baik, angin nampak riuh ciruh yang membuat aku kedinginan kemudian aku selimuti badanku dengan jaket tebal yang aku bawa dari rumah. Entahlah aku baru menyadari bahwa ini adalah musim hujan dan sepertinya akan turun hujan lebat, kemudian aku tutup jendela kamarku sembari aku melihat rintikan tetesan air hujan yang tak pelak menetes dan juga membasahi area kebun rumah nenekku. Aku sudah menginap di rumah nenekku selama enam hari entahlah, rasanya aku juga sampai lupa sudah berapa lama aku menginap karena aku sudah betah singgah di rumah nenekku, lagi pula nenek juga tinggal sendirian di desa yang letaknya lumayan jauh dari hirup pikuk perkotaan. Kakekku sudah lama meninggal dunia kira-kira hampir tiga tahunan kurang lebih, hari ini anginnya kencang sekali sampai-sampai baju yang dicuci nenekku hampir saja berterbangan. Aku gak tahu kenapa aku bisa merasakan perasaan yang bimbang seperti ini, waktu itu aku mampir ke sebuah danau yang dahulu tempat aku bermain dengan kawan lamaku yaitu Irwan Prayitno. Sebenarnya itu cerita sudah lama sekali tapi kenapa tiba-tiba aku teringat kembali.


Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.


Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.


Semua akan berganti siang akan digantikan malam, begitu pula dengan matahari yang tak akan mungkin bersinar ditengah malam. Apa cuma aku yang terdiam sendiri, sejenak aku berfikir dengan setiap sekenario yang Tuhan buat untuk ku, semuanya ambigu gak jelas, tapi juga membuat aku takut.


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2