
...Melodi Bersajak...
Padahal baru waktu itu kita berjumpa dan berkenalan, kala itu aku sedang bersepeda ke taman dekat komplek rumah ku saat itu aku melihatnya main basket dekat lapangan komplek kemudian tidak sengaja bola basketnya mengenai aku dan aku pun terjatuh dari sepeda. Kemudian dia menolongku. Seperti nya wajahnya tak asing lagi, oh iya dia kan anak yang waktu itu menolongku di sungai. Ketika itu dia bingung sedang mencari anjing peliharaannya kemudian aku menemukannya, hari itu kami berkenalan dan kami sambil jalan-jalan di ketepian sungai dekat area taman sekolah. Tidak terasa sudah lama kami berkenalan dan menjadi sahabat kala itu.
Entahlah waktu seakan berjalan cepat dan kini dia akan segera pindah ke Jakarta.
Saat ini aku bertanya pada kerumunan bintang dibawah heningnya malam, didasar langit yang sejuk bersama diterangnya sinar rembulan. Saat ini cahaya sangat indah namun bintang tak kunjung datang dan begitu pula sinarnya yang meredup. Saat itu aku bertanya padamu "kamu mau kemana?" Rasa-rasanya sudah tiada kata lagi yg bisa kau ucapkan sejak datangnya pagi dimusim semi.
***
Selagi sunyi begini mendengarkan musik adalah hal yang paling mengasikan apalagi dengan lagu akustik di MP3 ponsel ku, saat itu aku gak sadar kalau itu lagu yang kamu ciptakan buat aku, lagunya indah dan enak didengarkan tapi kenapa makna dari cerita dilagu itu seperti kau menceritakan tentang diriku. Kala itu aku sembari tertidur dan diam hingga aku mengingat saat masa itu kau dan aku bersama.
Rama menyelaraskan dalam hati Melodi bersajak dengan penuh kata cinta, dia bilang Melodi adalah teman satu-satunya dalam hidupnya. Rama sangat bahagia saat bisa bersama Melodi, seolah-olah Melodi adalah perempuan satu-satunya yang membuat hati Rama bahagia.
Kala rembulan bersinar terdiam aku dibawah sinarnya, terbenam bersama dikegelapan sinar rembulan, tak terpikirkan mengapa tiba-tiba aku terus terdiam menatapi sinarnya rembulan kala malam itu. Lagi-lagi hanya terdiam dan tidak tahu harus berbicara apa, pada siapa dan dengan siapa.
Kemudian aku bertanya mengapa? Mengapa semua terjadi bagaikan teori fisika yang tak aku mengerti, bersama dengan rumusan matematika yang rumit untuk ku hitung. Seperti itu katanya seperti itu guraunya, semuanya bagaikan burung merpati putih yang terbang kemudian hinggap entah kemana dia berpindah dari tempat satu ketempat lainnya, ya seperti itulah dirimu yang tak ku kenal dan tak begitu pula ku rindukan.
__ADS_1
Rumit bagai alunan melodi yang terpampang terdengar dengan jelas tapi berkonotasikan sedikit negatif. Aku terus bertanya pada sang rembulan malam, "Rembulan akan kah sinarmu mampu menyaingi matahari?" Itu aku gak ngerti seberapa nyenyak tidurku pada malam itu. Andai kamu tau saat itu ya saat itu seperti gurauan belaka.
Biarlah mungkin sang bintang tak mau berkedip apa dia malu karna terlalu kecil diantara satu rembulan, kenapa rembulan hanya satu kalau rembulan gak ada apa masih bisa menyinari malam berarti malam akan gelap tanpa bintang dan juga tak akan bersinar dengan sang rembulan.
Melodi menyapa dikejauhan malam bersama Nada sahabatnya yang kini sedang menginap dirumahnya, bersama mereka melewati malam dengan cahaya bintang. Mereka berdua bercerita tentang lelaki tampan bernama Rama dan juga anak yg populer di kampus bernama Rocky. Mereka berdua bersahabat tetapi nampaknya ada sesuatu yang aneh antara mereka berdua "Ada apa ya?".
Di awal bahagia disaat aku bertemu dengannya disaat dia bersandiwara dengan suara lantangnya, saat itu hari berdesik sakit sungguh sakit meski dalam hati sungguh aku gak kuat menghadapi segala cobaan yang ada, cukup sudah mungkinkah aku mau memaafkan kau kembali meski kau. Kemudian kau terus ucapkan kata bujuk rayumu pada diriku, sementara bibir ini tak mudah berucap dan tak mudah bergumam hanya ini satu-satunya melodi indah dalam kenangan seperti harmoni cinta kala pagi menyapa. Cukup sudah, mungkinkah semua hanya ucapmu belaka atau hanya aku bergurau. Saat itu langitpun menangis seraya menetes di kejauhan aku melihat tetes demi tetes air hujan turun, mengiringi kesedihanku sajak demi sajak irama demi irama melodi demi melodi. Nyanyian apa ini? Aku tidak mengerti? Apakah ini kepedihan? Atau kebahagiaan?
Awalnya kau katakan padaku bahwa aku jahat, bukankah kau tak melihat bahwa kau terlalu membesar-besarkan ego, karna kamu lebih perduli dirimu dibanding diriku. Masa itu saat musim semi apa kau perduli saat deretan butiran bahwa daun berguguran. Detik demi detik nestapa yang kurasa begitu ungkapmu pada diriku. Hentika egomu kembalilah dan dengarkan kata hatimu.
Saat itu aku tak mengerti harus ke arah mana, antara tujuan, harapan, mungkin semua terasa sederhana tapi merumitkan seperti tugas dan soal yang sulit tuk dikerjakan membutuhkan konsentrasi lebih mendalam dalam mengisi jawaban dalam persoalan cinta.
Berhenti berbicara yang tidak-tidak terkadang kamu cerewet bawel ya begitulah kamu.
Seharusnya kamu jangan mendongak ke atas tapi lihat lah yang di bawah tapi jangan murung juga, sejajarkan antara yang di atas dan yg dibawah selaraskan antara yang dikanan dan yang dikiri. Biasakan meneropong ke vertikal dan horizontal, saat kau meratapi rasanya mungkin seperti tersayat hati, begitu saat kau resapi.
Siur semiring angin di awal bulan, tidak nampak burung dibawah rindangnya pepohonan. Begitupun mentari yang terbit memberi cahyanya tuk Sunari bumi, begitu pula angin semilir yg memberi warna terhadap senyuman di pagi hari. Bisarkan bintang nampak walau dia tak sebesar rembulan tapi ia cukup pula memberi kenangan manis dihati setiap orang, hari itu kami bernyanyi bersama tentang cinta suara sang burung yg berkicau menambah syahduhnya aroma hangat teh di pagi hari, tetapi kenapa sinar bintang ada di pagi hari? "Siapa dia?" Tanyanya sang pujaan hati di semilir angin langit pagi. Bagaimana aku tak bahagia jika mendengar suara merdu dari bibirnya yg merah merona itu, cinta apa? Ya hanya sebuah cerita cinta. Alunan melodi gitar di pagi hari menambah sejuknya udara di pagi itu, kala itu kau menyanyikan lagu "Terimakasih Cinta" seperti lagu yang tak asing di telingaku. Mengapa? Begitu tanyanya pada sang bidadari "ya, ini lagu yang khusus ku ciptakan untuk dirimu".
__ADS_1
Ketika aku sedang berkhayal...
Halu
"Ku berandai kau disini mengobati rindu ruai, dalam sunyi ku sendiri meratapi perasaan yang tak jua di dengar."
"Tak kenapa bila rasa ini tumbuh sendirinya, tak berdaya diri bila diantara walau itu hanya bayang-bayang mu."
"Senyumanmu yang indah bagaikan candu. Ingin terus ku lihat walau dari jauh. Sekarang aku pun sadari semua hanya mimpi ku yang berkhayal akan bisa bersamamu."
"Di hampiri seribu ragu hanya membisu...."
"Ku berkhyal...."
Saat itu kau buat sebuah lagu khusus untuk diriku kenangan tentang lagu itu memuncaki dan membuatku bahagia, indah dan merdu suaramu ditambah dengan suara petikan gitar itu membuat aku bahagia, kau buat lagu dengan penuh makna dengan alunan nada dan melodi yang penuh makna, tak ketinggalan dengan senyuman indah di bibirmu memberikan cahaya indah yang terlukis di kedua bola matamu. Kau buat cerita tentang cinta dan kau agungkan perasaan tentang cinta itu, bagaimana aku tak bisa mengerti karna sesungguhnya rautan dan goresan serta petikan gitar itu memberikan energi kebahagiaan bahkan misteri tentang ada apa dibalik isi hati. "Cinta yang dengan dahulu kau rangkai bersama Melodi akankah Bersajak dan bersua untukku pula?" Tanya Nada. Dengan hampa hati ini merasa terabaikan tapi juga merasa terharu biru entahlah apa ini untukku jua? Aku merasa tersipu malu. Mungkin dengannya?. Dilain hati lewat percakapan antar Melodi dan Rama akankah bisa bersama atau akan justru menghancurkan, semenjak kedatangan Harmoni di kelas kini memberi kehidupan baru di dalam kelas kami dan kami juga bercengkrama bersamanya.
Awal Minggu ini Harmoni mengajak kami main ke rumahnya, dengan gembira Melodi dan Nada main ke rumah Harmoni dia adalah anak dari pemilik sekolah dia baru pulang dari Amsterdam dan kini menetap di Jakarta dia mempunyai kakak laki-laki bernama Rocky, Rocky adalah kakak kelas kami dia sangat suka pada Melodi.
__ADS_1
Ketika ku jatuh hati pada seseorang alunan suara indah dengan senyuman, membuat cinta di tengah rembulan bersama mentari yang kan terus bersinar. Cinta yang memberi kesejukan di keheningan malam dan sayap-sayap merpati putih yang terbang beri sebuah tanda akan kehidupan, jangan biarkan sang hati berdusta kala ego menepis rasa cinta. Cukup sudah bahasa kalbu biarkan sang fajar menertawai rembulan malam kala sang mentari bercahaya meski sinarnya tak kau rasa, setetes embun pagi yang kala itu kau lihat biarkan saja dia membasahi pagi biarkan jangan berikan keraguan pada sang mimpi kala ku inginkan seseorang pengisi hati di jiwa yang sepi. Lantunan not demi not dengan penuh bahagia ku rangkai meski tak jua ku mengerti dan ku kenal kenapa? Ada apa dengan sepasang merpati putih yang hinggap di jendela kamar ini? Ada cerita apa yang akan ku petik ataukah ini hanya mimpi belaka? Biarlah sang merpati berterbangan. Mungkin sang fajar dan sayap-sayap burung patah melihat kita berseteru sehingga tak ada cinta. Biarkan sang Melodi menyanyikan lagu cinta dengan syahdunya, meratapi hati yang dengan elok di rasa, entahlah? Mungkin nyanyian tentang cinta atau tentang luka.
***