Love Story' (The Series)

Love Story' (The Series)
Chapter 18


__ADS_3

...Bukan Dilan 1990 Season 2...


Ceritanya emang sudah dari awal membuat gue emosi, ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, ya begitu pula dengan kisah perjalanan cinta gue ke sama Ikbal... What's? Cinta? Ya entahlah bucin-bucinan ala anak SMA di mana gue ngerasa jatuh hati sama seorang cowok yang notabenenya adalah cowok populer di sekolah hadeuh gue berasa kayak artis ajah.


Jadi begini awal ceritanya...


Gue gak sengaja numpahin air minum yang udah gue beli dikantin tepat di depan si Ikbal.


GubbBbbRraKkkk


"Soo...sorry!" Seru gue sambil benahin baju Ikbal yang basah gara-gara kena tumpahan air


"Sory, Lo gak punya mata ya?" Tanyanya


"Ya, kan gue gak sengaja!" Ujar gue sambil minta maaf ke Ikbal


"Lo gak bisa liat nih baju gue jadi basah gini" Ucap Ikbal kekeh sambil memperlihatkan bajunya yang basah


Gue sendiri bingung padahal gue gak sengaja.


"Ya Lo nya ajah jalan gak liat-liat" Jawab Ikbal


"Eh Lo gimana si Lea, bukannya hati-hati kan kasihan Ikbal" Ujar Bianca


"Yaudah sana biar gue beresin sendiri!" Ujarnya sambil pergi ke toilet


***


Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya. Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan. Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?.


Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang tertulis bersama hati dan juga perasaan.


Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.


Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.

__ADS_1


Bukan seseorang yang pandai merangkai kata, bukan pula seorang cenayang yang mampu mengungkapkan kata-kata, bukan pula sang pendahulu yang mampu mengucapkan kata, dan bukan pula sang pelukis yang mampu menggambar kata-kata. Setiap asa melukiskan kata, setiap hal memberikan informasi tentang perjalanan hidup dan setiap waktu akan menggoreskan tinta tentang arti kebahagiaan dan juga kesedihan. Gue cuma orang biasa bukan seorang protagonis yang layak di sanjung dan juga bukan sosok antagonis yang layak buat di bully, bukan juga seorang figuran yang cuma numpang lewat, gue bukan cewek gaul yang sok gaul dan juga bukan cewek keren yang sok keren, gue gak seromantis Nicolas Saputra dan juga gak secantik Dian Sastro Wardoyo, btw ini bukan kisah antara Rangga dan Cinta.


Entah kenapa gue jadi sosok yang puitis padahal gue bukan sosok cewek yang humoris atau romantis, dan juga bukan sosok cewek yang gaul bak mie gaul, bahkan juga bukan artis yang sok artis, jangankan buat bersikap sok akrab wajah gue yang pendiam justru mungkin dianggap orang kurang ramah dan tak pandai bergaul, padahal gue sebenernya gak ngerti apa-apa. Kenapa ya akhir-akhir ini gue sering banget nulis di buku harian gue sampai suatu ketika gue sadar buku harian gue udah penuh sama curhatan gue, yang intinya panjang di kali lebar sama dengan entah sejak kapan gue jadi sosok yang romantis bak pesinetron papan atas padahal aslinya gue orang biasa dan tak terkenal. Mungkin bukan seorang gue namanya kalau gak punya rasa, sebab setiap rasa akan membawa kita kepada suasa cinta, ataupun persahabatan kayak cerita yang gue tulis di sini. Entahlah Lo mau baca atau enggak seterah Lo ya istilahnya bodo amatlah, karena dari dulu gue orangnya gak suka banyak omong tapi sekalinya ngomong banyak banget.


Ini super aneh bin ajaib cowok kayak si Ikbal gitu kalau udah marah ternyata galak juga, serem!!! Untung ajah gue gak disambut pake sepatunya.


Ini kesan pertama kali gue ketemu dia, padahal kita satu kelas tapi jarang menyapa. Gue emang begitu gak suka terlalu dekat sama orang lain ditambah lagi gue gak enak kalau terlalu dekat dengan Ikbal yang terkenal rasanya kalau deket sama dia berasa kayak bumi dan langit and itu tarasanya gak mungkin bin mustahil.


"Lo gimana sih Lo gak liat kalau ada dia?" Tanya Bianca


"Iya, abis tadi gue lagi jalan mau mindahin gelas eh dianya malah jalan ywdh jadi tumpah deh" Jawab gue sambil ngasih penerangan panjang lebar ke Bianca


Sebenarnya gue bingung kenapa sih sikap Bianca begitu banget ke Ikbal apa di nge-fans kali ya ke Ikbal, ya emang sih bisa dibilang tampang Ikbal ganteng sih wajar banyak cewek-cewek yang naksir sama dia, ditambah dia punya banyak temen juga. Cuma apa gak terlalu kaku ya tadi sikap gue ke dia, ah yaudahlah bodi amat lagi pula dia emang bukan temen deket gue dan lagi pula gue juga gak punya perasaan apa-apa ke dia.


"Eh Nia Lo bukannya belajar malah pacaran ajah!" Ujar gue ke temen gue


Nia:


Salah satu cewek yang sukanya gonta-ganti pasangan, bisa dibilang PlayGirl juga sih. Gue malah bingung kenapa nih bocah selalu aja bisa menarik perhatian cowok-cowok terutama cowok yang punya motor bagus dan juga keren.


"Kenapa sih Lo ganggu gue ajah" Jawabnya sambil memegang erat Rangga cowoknya


"Ya tapi pacaran gak usah di jalanan juga kellez" Ucap gue sambil menyerobot jalan


"Deh dasar cewek rese!" Ujar mereka berdua


Bukan gue namanya kalau gak ngerjain orang, habis terkadang gue suka risih sendiri ditambah tangan gue yang super jail ini rasanya selalu pengen ngerjain orang.


"Gue berdiri di belakang pintu kelas ah, nanti gue kagetin deh" ucap gue sambil menunggu siapa yang mau gue kerjain


"Kayaknya udah ada orang deh" Ujar gue


"Woi!!!" Seru gue buat ngerjain


Tapi gak di sangka-sangka bukannya temen gue yang kena gue kerjain tapi ternyata guru.

__ADS_1


"Milea, kamu ngagetin ibu ajah" Ujar Bu guru sambil menjewer telinga ku


"Ampun Bu!" Jawab gue


"Yaudah balik ke meja kamu" Ucapnya


"Iya Bu" Ucap gue polos


Perasaan belom jam pelajaran tapi kenapa Bu Guru udah masuk kelas ajah.


Jam masuk sekolah berlangsung seperti biasa gue duduk di bangku paling tengah, ya gak terlalu di depan ataupun juga di belakang tapi lumayanlah bisa kedengeran meskipun kuping gue juga gak budek-budek amat khan.


"Zal, Lo bisa minggir gak!" Ucap gue ke Rizal


"Apaan sih gue lagi nulis" Jawabnya


"Ya tapi kepala Lo gede, gue jadi gak keliatan nih!" Ujar gue


Rizal:


Cowok Absurd yang tiada hentinya gangguin gue, dia bukan cuma sosok cowok rese, temennya Ikbal tapi dia juga sering gangguin Bianca.


"Ada apa sih ribut-ribut!" Ujar Bu Guru


"Ini saya lagu nulis si Rizal gangguin saya mulu Bu!" Jawab gue


"Bukan Bu orang saya lagi nulis juga dia duluan nih Bu!" Ucapnya


Gue paling risih kalau di kelas ada si Rizal yang juga rese dia notabene tipe cowok yang selalu bikin masalah di kelas, tapi kalau dia gak masuk sekolah malah rasanya kelas ini jadi sepi tanpa dia di tambah dia merupakan salah satu temennya Ikbal.


"Lo ngapain lagi ngeliatin gue" Ujar gue sambil nulis nyelesain mata pelajaran yang tadi


"Lo serius amat si Lea" Ucapnya sambil ngeliatin gue yang lagi nulis


"Lagian tadi udah tau gue lagi liatin papan tulis, eh kepala Lo malah ngalangin ajah" Ujar gue cuek

__ADS_1


"Yah, sorry deh gue gak bermaksud kayak gitu kali" Ucapnya polos sambil ngeliatin gue


.***


__ADS_2